Mantanku Suami Kakakku

Mantanku Suami Kakakku
Kehilangan


__ADS_3

Hari hari biasa, Chelsea membersihkan rumah karena beberapa hari ini dia tidak tidur di rumahnya.


sampai Chelsea menemukan vidio dokumenter pernikahannya dengan Adrian membuatnya mengingat kembali momenya, ia memutar kembali vidionya dan melihat Cheryl sepanjang acara menangis, dan melihat Adrian tanpa senyuman.


Awalnya ia ingin berusaha untuk membuat Adrian jatuh Cinta kepadanya, namun sayang hatinya menolak untuk itu.


Tak lama Bagas dan Elinda datang.


"Chelsea!! Teriak bagas.


"Pah," tegur Elinda.


"Ada apa kalian kesini? tanya Chelsea dari atas.


"Kemana aja kamu beberapa hari ini jarang pulang, kata pak eno rumah selalu kosong." Ucap Bagas.


"Hangout sama temen temen! ketus Chelsea.


"Chelsea, sejak kapan kamu jdi begini? kamu bukan Chelsea yang papah kenal! Sentak bagas.


"Semenjak aku di jodohkan dengan laki laki yang tidak aku cintai, karena keegoisan papah, karena itu aku jadi begini! papah sama mamah yang udah buat hidup aku hancur!! Bentak Chelsea.


"Papah cuma ingin yang terbaik buat kalian! papah ingin melihat kalian bahagia." tutur Bagas.


"Buktinya sekarang, hidup aku hancur! hidup Cheryl hancur, hidup siapa lgi yng mau papah hancurin? Bentak Chelsea lgi.


"Chelsea!! Stop bicara seperti itu ke papah, kita ini orang tua kamu, orang tua mana yang gak mau melihat anaknya bahagia! gak ada Chelsea gak ada!! Teriak Elinda.


Lalu bagas dan elinda pergi tanpa pamit, mereka kecewa dengan tindakan Chelsea, ia sadar betul bahwa apa yang dikatakannya sangatlah keterlaluan.


Cheryl datang ke rumah Chelsea~~


"Kak." Sapa Cheryl.

__ADS_1


"Ngapain lo kesini? gak cukup buat gue menderita, hah? Maki Chelsea.


"Kak, aku kesini cuma mau minta maaf, kalo ini semuanya adalah dari sumber kebodohan aku, Aku mau jujur kalo memang benar anak ini anak Kak Adrian! Ungkap Cheryl.


Chelsea terbelalak kaget dengan ucapan Cheryl, ternyata yang ia duga memang benar adanya.


"emang lo dendam sama gue sampai sampai lo tega ngelakuin semua ini sama gue ryl, gue gak habis fikir tega banget lo sama gue ryl! Chelsea menangis.


"Maaf kak, tapi ini bukan salah kak Adrian kok, kami melakukan itu karena dalam keadaan mabuk berat kak, maafin aku kak." Cheryl bersujud di kaki Chelsea


"Jangan sentuh gue! Gue gak sudi di sentuh wanita murahan kayak lo! Najis! Bentak Chelsea.


"Kak, kakak boleh marah sama aku tapi tidak sama papah ataupun Adrian, itu pure salah aku kak, aku salah mencintai Adrian, aku serakah aku egois kak! Ucap Cheryl dengan air mata yang terus saja mengalir.


"Lo sekarang pergi dari sini! Chelsea mendorong Cheryl dengan keras sehingga Cheryl terjatuh.


Chelsea panik melihat Cheryl kesakitan dan keluar banyak darah dari kakinya, lalu Chelsea membawanya ke rumah sakit. Namun sayang sampai rumah sakit Cheryl ditangani dengn dokter yang memeriksanya memberitahukan bahwa janinnya tidak bisa di selamatkan.


"Maafin kakak Ryl! gumam Chelsea sambil menangis melihat Cheryl tertidur di ranjang rumah sakit.


"Cheryl sayang, apa yang terjadi." ucap Elinda menghampiri Cheryl.


"Mah, maafin aku!! pinta Chelsea


Elinda tidak menghiraukan Chelsea, ia hanya mengkhawatirkan anak bersama cucunya.


Sementara itu, Adrian dan Anggara hanya terdiam.


"Apa sebenarnya yang terjadi Chelsea? mengapa Cheryl bisa seperti ini? apakah bayinya juga gapapa? tanya Bagas


"Maafin aku pah, bayinya Cheryl tidak tertolong! Ucap Chelsea dengan penuh penyesalan.


"Apaa? teriak Anggara, Adrian, Bagas dan Elinda.

__ADS_1


"Maafin aku, ini semua aku yang salah.. Aku mendorong Cheryl sampai terjatuh karena.. karena dia ngomong kalo anak itu anak Adrian." Ungkap Chelsea


"Jadi... " Adrian terbelalak kaget


"Iya, dia yng ngomong sendiri, jadi jangan salahin aku doang, dia yang nyari gara gara sama aku mah, pah! Ucap Chelsea.


"Pembunuh! Ujar Bagas.


"Pah..." tegur Elinda.


"Iya, aku cocok dipanggil pembunuh, aku pembunuh yang membela diriku sendiri, aku dikhianati dan aku di sebut pembunuh! IYA.." ucap Chelsea dengan penuh nafsu.


"Mah, pah.." Ucap Cheryl lirih.


"Cheryl, maafin aku.. aku sama sekali gak tahu kalo kamu sedang mengandung anak aku! Aku udah nanya berkali kali sama kamu tapi kamu selalu berbohong dan bilang kalo itu anak Anggara." ucap Adrian dengan airmata yang menetes.


"Maaf, tapi aku gak mau membuat semuanya kecewa, karena nantinya hubungan kita akan banyak pertentangan kak, dari mulai keluarga bahkan sampai orang lainpun akan ikut mengganggu kita kak aku gak mau itu terjadi." Jelas Cheryl.


"Tapi aku yakin aku bisa besarin anak ini bersama kak Anggara, iya kan kak." Sambung Cheryl.


"Cheryl, maaf aku gak bisa! Ucap Anggara.


"K-kenapa kak? apanya yang gak bisa? tanya Cheryl yang belum tahu kabar tentang anaknya


"K-k-kamu, kamu keguguran ryl, maaf aku gak bisa jagain kamu, aku gak bisa jagain anak kita .. maafin aku Ryl? ucap Anggara dengan penuh penyesalan.


"Nggak, gak mungkin kak anak ini baik baik aja kok, iya kan ma?


"Sayang, kamu yang ikhlas ya mama tau ini berat untuk kamu, tapi kita gak bisa ngelakuin apapun kecuali ini berjalan seperti bagaimana takdir sayang." Elinda memeluk Cheryl sambil menangis.


"Pah, ini gak benar kan? kak?..


Semuanya hanya terdiam, yang tersisa hanya kesedihan, kehilangan adalah hal yang terberat dalam hidup, yang ada hanya penyesalan, penyesalan itu bukan karena di tinggalkan namun, menyesal karena tidak bisa mempertahankan.

__ADS_1


"Aku menunggu anak ini lahir, aku menunggunya dengan hati yang senang, walaupun awalnya ini dari sebuah hubungan yang bukan semestinya, tapi bukan berarti dia harus meninggalkan aku, aku senang banyak orang yang menyayangi anak ini, tapi dia telah meninggalkan aku, dia meninggalkan aku sendirian." Ucapnya lirih.


Mereka hanya terdiam, menangis melihat rapuhnya seorang ibu yang ditinggalkan anaknya, belum sempat ia mengasuhnya, menimangnya, bahkan menyusuinya, tapi.. semuanya sirna.. apa yang ditunggu tunggu tidak bisa ia dapatkan.


__ADS_2