
**Sebulan berlalu~~
Cheryl merasa mengalami perubahan dengan dirinya, mulai dari payudaranya yang merasa membengkak dan terasa nyeri.
Cheryl diam diam membeli alat tes kehamilan, dan hasilnya.
"Nggak ini nggak mungkin.. aku cuma melakukan itu satu kali mana bisa langsung positif." Gumamnya tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini.
"Bagaimana ini, aku harus ngomong apa sama keluargaku." Cheryl bingung.. Dia berniat untuk menggugurkan bayinya.
"Nggak, tapi aku gak bisa melakukan hal sekeji itu, aku ini seorang ibu aku harus tanggung jawab walaupun berusaha sendiri." Cheryl menangis bingung.
Cheryl menangis sejadi jadinya, dia melukai dirinya, Dia diam di kamar mandi dan menyayat tangannya. Dia merasakan tidak akan kuat menerima semuanya..
Anggara datang, namun Cheryl tidak menjawab salam Anggara.. Karena merasa ada sesuatu Anggara mencari keberadaan Cheryl.. Dia tau kalo Cheryl tidak kerja karena lagi off..
"Ryl, kamu dimanaa?? Anggara mencari di setiap sudut ruangan.
dan Anggara membuka kamar Cheryl, dan mendengar suara shower.
"Ah mungkin Cheryl sedang mandi." gumamnya.
Setelah menunggu cukup lama.. "Kok Cheryl lama yaa, aku harus cek ke dalam." Gumam Anggara.
Karena merasa curiga Anggara membuka kamar mandi yang kebetulan tidak di kunci.
"Cheryl????? ya tuhan kamu kenapa?
Tanpa basa basi Anggara membawa Cheryl kerumah sakit dan menelpon keluarga Cheryl.
"dimana Cheryl ngga? tanya Elinda
"Lagi diperiksa di dalam bu." Kata Anggara.
"Sebenarnya ada apa ini Angga? kenapa bisa begini?. " Tanya Bagas.
__ADS_1
"Saya juga gak tau om, Cheryl tiba tiba saja begini." ucap Anggara.
"Ini yang papa beratkan mah, papah takut terjadi apa apa kalo Cheryl tinggal sendirian itu ini. " Ucap Bagas
"Papa tenang ya Cheryl psti gapapa." Elinda berusaha untuk menenangkan Bagas.
"Kenapa Chelsea dan Adrian gak dateng tante? tanya Anggara.
"Chelsea harus menjaga neneknya ngga, kalo Adrian sebentar lagi pasti kesini." Ucap Elinda.
"Keluarga Cheryl? Tanya dokter yang memeriksa Cheryl.
"kami mama dan papanya Cheryl dok, apa Cheryl baik baik saja?
"Selamat ya bu, Cheryl sedang mengandung dan usia kandungannya sudah menginjak 3 minggu 5 hari." Ucap dokter sambil tersenyum
"Hamil? ucap Bagas dan Elinda barengan.
"Hamil dok? tanya Anggara.
"Iya, tolong di jaga ya asupan gizi nya, dan pasien jangan terlalu banyak fikiran."Ucap Dokter tersebut.
mereka masuk keruangan Cheryl.
Terlihat Cheryl memalingkan wajahnya karena malu dan menangis.
"Papa gak nyangka, kamu ternyata bisa berbuat seperti ini Ryl, kurang apa papa sama mama didik kamu, kuliahin kamu sampe kamu lulus jadi dokter itu apa gunanya ryl." Bagas menghampirinya dan menampar Cheryl dengan keras membuat Anggara kaget.
"Sakit pah.." Cheryl menangis terisak-isak
"Pah udah pah, kasian Cheryl." Elinda berusaha untuk menahan Bagas karena akan menampar Cheryl kembali.
"Sakit mana kamu di tampar sama hati papa mendengar anak yang sangat papa sayangi tega teganya berbuat hal sekeji itu, kamu pantas mendapatkan itu Ryl, kamu yang selama ini papa banggakan ternyata.. kalo gini cara kamu bisa bisa papa mati secara perlahan Ryl."
"maafin aku pah, maafin aku pukul lagi aku pah, kalo bisa bunuh aja aku sekalian gak pantas aku hidup, aku kotor, aku hina pah.." Ucap Cheryl dengan tangisan penyesalannya.
__ADS_1
"Cheryl? kamu... kamu hamil.??? Tanya seseorang dari luar...
Yaitu Adrian, dia mendengar percakapan Bagas dengan Cheryl yang membuatnya tercengang.
"Siapa? siapa yang berani ngehamilin kamu ryl? siapa? siapa orangnya?.Ucap Adrian dengan emosi darahnya seperti mendidih mendengar Cheryl hamil diluar nikah.
"SAYA." Ucap Anggara dengan lantang.
"Kamu? Bagas menunjuk ke Anggara.
*Brughhhhhh
Anggara dihajar habis habisan oleh Adrian, dan Anggara berusaha melawan dua duanya sama sama terluka.
"Udah stop.. " Ucap Cheryl namun tidak Adrian hiraukan, dia tetap saja memukul Anggara hingga Anggara tersungkur.
"STOPPP. " Cheryl meneriaki Adrian.
"Aku bilang stop, atau kalo nggak aku mending mati saja," Ucap Cheryl dengan nada mengancam.
"Ryl, apa kamu udah gila? cowok seperti ini kamu bela? dia pantas mendapatkan ini.. dan ini bukan apa apa dari perbuatanya." Ucap Adrian.
"Kamu yang gila, Aku.. Aku mencintainya dan kita melakukannya atas dasar Cinta. Apa kamu puas? ucap cheryl.
"Ryl... "
"Udah mending kamu pergi dari sini, kamu hanya memperkeruh suasana." Ucap Cheryl sambil menunjuk ke arah pintu.
Bagas dan Elinda merasa sangat kecewa, anak yang mereka bangga banggakan ternyata hamil diluar nikah.
Keluarga mereka berkumpul untuk melakukan rencana pernikahan, namun dengan konsep biasa tidak mewah seperti pernikahan Chelsea.
"Malam itu juga mereka dinikahkan secara sirih
Yaa inilah yang terjadi, Cheryl tidak mau menyampaikan kebenaran, dia takut akan merusak rumah tangga kakaknya, dan ia takut kalo kakaknya itu semakin benci..
__ADS_1
Sementara Jerry tidak dikasih tau, dua minggu terakhir Jerry susah sekali dihubungi mungkin dia sibuk kuliah.. Dan itu udah urusan belakangan..
Anggara sosok yang bertanggung jawab, dia rela menikahi wanita yang hamil namun bukan oleh dirinya, itu memang hal yang sulit namun itulah yang terbaik***. ~~