Mantanku Suami Kakakku

Mantanku Suami Kakakku
Pulang


__ADS_3

**Setelah pertemuan itu mereka tidak bertemu lagi. Sampai saatnya Cheryl untuk pulang ke Indonesia karena masa cutinya sudah berakhir.


"Sayang! Katanya Stephanie juga pulang ke Indonesia." Ucap Bima sambil menarik koper.


"Oh ya, Bagus dong." Ucapnya senang karena kemungkinan Anggara akan ikut dengannya.


"Bim, kalian pulang sekarang? tanya Stephanie


"Iya steph, kamu jadi sekarang? Ujae Bima.


"Kalo sekarang berarti jam terbangnya sama dong! Timpal Cheryl.


"Aku gak jadi sekarang, pacar aku nunggu adiknya katanya baru besok bisa pulang." Sahut Stephanie.


"Adiknya? Cheryl teringat dengan Jerry yang hilang bak di telah alam.


"Iya, kalian hati hati ya! nanti kalo udah di Indonesia kita sempatkan jalan jalan dong, Kan seru kalo banyakan." Kata Stephanie.


"Oke, nanti kita pergi bersama. Sekalian reuni." Ucap Bima.


Kemudian Cheryl dan Bima berangkat menuju Bandara.


Beberapa waktu kemudian, Cheryl sampai di Indonesia. Waktu di Swiss ia menyempatkan untuk membeli oleh oleh untuk keponakan sekaligus kakaknya dan keluarganya.


Mereka memutuskan langsung pergi kerumah kakaknya untuk menjenguk keponakannya dengan membawa Bima dan koper kopernya.


Sampainya dirumah Chelsea, Cheryl langsung disuguhkan pemandangan yang Indah. Layaknya keluarga yang bahagia, mereka sedang berkumpul.

__ADS_1


"Assalamualaikum semuanya." sapa Cheryl dengan penuh semangat.


"Waalaikumsalam." Semuanya menjawab serentak.


Cheryl langsung bersalaman dengan orang tuanya, dan di susul oleh Bima kemudian ke Chelsea dan Adrian.


"Om, Tante.. Apa kabar? Sapa Bima ramah.


"Alhamdulillah baik nak." Ucap Bagas.


"Kalian baru sampe ya? kenapa gak istirahat dulu, Pastinya capek kan." Tegur Elinda.


"Iya ma, aku soalnya gak sabar pengen gendong keponakan aku yang ganteng mirip seperti kakeknya." Ucap Cheryl yang enggan menyebutkan mirip ayahnya.


"Iya dong, pasti mirip seperti kakeknya." Goda Bagas.


"Waktu pertama lahir 3,4 kg Cher, kalo sekarang belum tahu. Karena belum di timbang lagi ryl." Sahut Chelsea yang sedang menggendong anaknya.


"Wah, gemes banget sii.. Lucu ya kayak aku. " Canda Cheryl.


"Iya pastinya dong ryl, kalo masih kecil gini pasti mirip sama orang orang terdekat. Nah kalo besarnya baru mirip orang tuanya, Ya kan de." Ucap Chelsea.


"Hahaha iya kak, Aku mau gendong boleh? tanya Cheryl.


"Gak, Chelsea bawa Gio ke kamar waktunya dia istirahat. Lain kali aja." Ucap Adrian ketus.


"Oh, yaudah lai kali aja ya de." sahut Cheryl yang merasa tidak enak hati.

__ADS_1


Chelsea hanya terdiam, begitupun keluarganya yang hanya terdiam walaupun mereka tahu hati Cheryl sakit mendengar penolakan dari Adrian.


"Hmmm.., kalo gitu ini ada oleh oleh buat kalian. Ini gak seberapa si cuman yaa sekedar cendra mata sederhana." Ucap Cheryl


"Makasih sayang." Ucap Elinda.


"Iya, padahal gausah repot repot juga ryl, kita gak minta apa apa cuman mau kamu selamat kemanapun kamu pergi." ucap bagas.


"Bentar ryl, aku mau tidurin Gio dulu ya."


"Gapapa kak, aku juga sekarang mau pulang. Pasti di rumah aku berantakan sekalian mau istirahat." sahutnya sambil beranjak dari kursi


"Om, tante.. semuanya kita pamit ya." ucap Bima yang dari tadi diam.


Di mobil~~


"Sayang, kamu oke? tanya Bima.


"Oke kok, emangnya kenapa bim?


"Aku tahu kamu pasti sakit hati kan mendengar penolakan dari Adrian untuk menggendong Gio." Ucapnya karena bisa melihat ekspresi Cheryl yang tidak enak.


"Gapapa kok, aku gak ambil hati." ujarnya.


"Hmm yaudah," Sahut Bima.


Sampainya dirumah~~

__ADS_1


"Mungkin Adrian masih kecewa dengan keputusan aku, gapapa itu justu Bagus agar aku bisa menghilangkn rasa yang dulu." Gumam Cheryl dalam hati**.


__ADS_2