
**Keesokan harinya~~
Pagi! Hari ini entah mengapa ia sangat bersemangat untuk melakukan aktifitas seperti biasanya, Mungkin ia sangat mencintai pekerjaannya.
Tok.. Tok.. Tok seseorang mengetuk pintu dari luar, saat Cheryl membukanya ternyata Bima sudah siap dengan berdandan rapih membuat Cheryl terkesan.
"Selamat pagi bu dokter." Sapa Bima manis.
"Selamat pagi kembali pak dokter." Balasnya lebih manis.
"Apakah anda sudah siap bekerja hari ini? Tanya bima usil.
"Insyaallah siap pak, mari kita berangkat." Ucapnya membalas bercandaan Bima.
Lalu mereka berangkat dengan tawa di pagi hari, Bima mampu membuat Cheryl tertawa saat bersamanya. Itulah yang membuat Cheryl menerima Bima untuk menjadi kekasihnya walaupun ia terus memikirkan Anggara.
Sampai di tempat kerja Cheryl ia mendapatkan sebuah pesan dan itu dari Stephanie. Ia mengajak Cheryl untuk bertemu dengan Dengan dirinya dan Anggara begitu juga dengan Bima yang sudah di kirimkan pesan.
Sampainya siang hari~~
Di jam makan siang mereka di ajak untuk lunch di restoran milik Anggara.
"Hallo." Sapa Cheryl yang baru sampai.
"Hai ryl, Bim." Balas Stephanie.
"Anggara nya mana? Tanya Bima.
"Anggara lagi ngobrol sama adiknya." Ucap Stephanie membuat dada Cheryl merasa berdegup kencang.
"Ekhemm. BTW kalian kapan pulang? kok cepet banget? Tanya Cheryl
__ADS_1
"Kita bareng sama kalian. Cuman beda beberapa jam aja si." Balas Stephanie.
"Ohh, gitu ya."
Setelah itu Cheryl bengong, ia sedang menyusun kata untuk bicara dengan Jerry, ia takut Jerry akan salah paham, dan mungkin ini bukan salah paham karena memang kini Cheryl mencintai kakaknya bahkan mereka sudah pernah menikah.
Cheryl menarik nafas panjang lalu membuangnya secara perlahan, ia merasakan jantungnya yang berdetak tak karuan.
Kemudian Anggara datang.
"Kalian udah sampe? mau pesan apa?." Tanya Anggara yang sedang berjalan kearahnya.
"Sayang, kamu mau pesan apa? tanya Bima ke Cheryl.
"Aku samain aja sama kamu." Ucap Cheryl yang berubah menjdi pendiam.
"Uwuuu.. Sosweet banget sii, makan aja mau samaan. Jadi ngiri deh." Ucap Stephanie dengan penuh senyuman.
Cheryl mencubit perut Bima "iii.. apaan si sayang aku biasa juga minta di samain sama kamu karena selera kita sama. Suka pedes." Ucapnya membela diri.
"Udh udah, jangan ribut yaudah kalian tulis aja disitu nanti waktu makan siangnya abis lagi." Tegur Anggara yang muak melihat kemesraan mereka.
Suasana berubah menjdi hangat setelah Stephanie menggoda Cheryl dan di respon oleh Bima.
Sampai akhirnya makanan datang bersama Jerry.
Deg! Hati Cheryl kembali berdegup kencang, malah lebih kencang dari sebelumnya. Wajahnya berubah menegang.
Anggara menyadari hal itu, namun ia tidak bisa menenangkan Cheryl yang menegang.
"Hallo." Sapa Jerry.
__ADS_1
"Hallo, ini calon adik ipar kamu step? tanya Bima.
"Yaa.. bisa dibilang gitu hehe. Kalo aku sama Anggara berjodoh." Ucap Stephanie.
"Saya Jerry. " Ucapnya sambil mengulurkan tangannya
"Bima, dan ini.." Menunjuk ke arah Cheryl.
"Dia kenal aku kok." Timpal Cheryl.
"Emmm.. Maaf saya lupa anda siapa ya? Tanya Jerry membuat hati Cheryl merasa teriris.
"Ini Cheryl." Ucap Anggara.
Cheryl hanya bisa menunduk malu, mungkin sakitnya tidak dianggap tidk seberapa dibanding sakitnya di khianati.
Cheryl melihat ke jam tangannya. "Maaf, jam makan siang sudah berakhir. Kita pergi duluan ya." Ucap Cheryl yang langsung beranjak dari meja.
"Loh, tapi..." tangan Bima di tarik oleh Cheryl.
"Permisi." Ucapnya sambil meninggalkan restoran tersebut.
"Sayang.." Bima menghentikan langkahnya.
Cheryl mengusap air matanya. "Kenapa? ayok sekarang kita kembali bekerja." Ucap Cheryl.
"Kamu kenapa si sayang? terbuka dong sama aku! Pinta Bima.
"Kalo kamu masih mau disini silahkan, aku pergi sekarang." Ucap Cheryl yang berubah menjadi marah.
"Loh, sayang... Yaudah ayok kita pergi." Ucap Bima mengalah.
__ADS_1
Kemudian Cheryl dan Bima kembali ke temat mereka kerja**.