
Istana Kekaisaran Han
Terlihat seorang pria paruh baya mengenakan jubah bermotif harimau, dengan mahkota di kepalanya. Dia duduk di singgasananya dengan ekspresi wajah yang gelisah. Dan dia adalah Kaisar Han Liu.
Biasanya setiap pagi putrinya akan berceloteh ketika sang ayah duduk di singgasananya, namun ini adalah pagi kedua yang diikuti ketidakhadiran putrinya itu.
"Haih, kenapa lagi Mei'er ku ini."
Saat masih tenggelam dalam pikirannya, tiba-tiba seorang prajurit berteriak.
"Putra Mahkota Kekaisaran Zhou telah tiba."
Terlihat sebuah rombongan prajurit skala cukup besar yang dibawa Putra Mahkota, ini tentu saja mengejutkan Kaisar Han Liu.
"Apakah Zhou Lingyun ini akan memulai perang.?"
Tak lama kemudian Zhou Lingyun memasuki Aula bersama Jendral yang mengawal dirinya.
Zhou Lingyun menangkupkan tinju lalu berkata.
"Salam Yang Mulia Kaisar Han Liu."
Kaisar Han Liu hanya melambaikan tangannya dan mengerutkan kening.
"Ceritakan padaku tujuan Pangeran datang membawa pasukan sebesar itu."
Kata kata itu tegas.
Zhou Lingyun tersenyum dan mulai menjelaskan.
"Yang Mulia, Perlu Anda ketahui bahwa dibalik keberhasilan saya menduduki posisi Putra Mahkota adalah karena Tuan Muda Feng Zun, dan disini meminta izin Anda untuk menangkap Patriak keluarga Leng dan memberi pelajaran kepada mereka, karena perbuatan mereka yang telah mengancam keselamatan Tuan Muda Feng, yang telah kami anggap sebagai Guru Besar Kekaisaran Zhou kami."
.
Sementara itu di tempat lain di istana, terdapat dua orang prajurit yang menjaga kediaman Putri Hanmei.
"Hey, kenapa Putra Mahkota Kekaisaran Zhou datang membawa pasukan besar ke istana ini." Ucap salah satu prajurit.
__ADS_1
"Aku juga belum sepenuhnya mengerti, apa jangan jangan dia akan menggunakan posisinya untuk memulai peperangan.?" Kata prajurit yang lain.
Secara tidak sengaja obrolan itu di dengar oleh putri Han Mei, yang membuatnya seketika terbangun dari kesedihannya.
Setelah itu dia segera berdandan dan menuju Aula istana dengan tergesa-gesa.
Ditengah obrolan di aula tiba tiba terdengar suara prajurit.
"Tuan Putri Han Mei telah tiba."
Melihat kemunculan Tuan Putri yang cantik itu sempat membuat Zhou Lingyun teralihkan sejenak.
Putri Han Mei tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya,
"Cepat jelaskan, apa hubungan masalah ini dengan Kakak Feng dan mengapa kalian bisa menetapkan dia sebagai Guru Besar Kekaisaran kalian."
Putri Han Mei tidak akan percaya bahwa Feng Zun dapat di kendalikan oleh Kekaisaran Zhou, untuk itu dia perlu mengetahui alasan dari Zhou Lingyun secara langsung.
Zhou Lingyun tetap tenang ketika berbicara, "Tuan Putri, masalah ini terkait kediaman baru milik Tuan Muda Feng, Keluarga Leng telah sengaja menjual Mansion itu tanpa memberitahukan bahwa ada roh yang cukup kuat bersemahyam di dalamnya, jika Tuan Muda Feng tidak memiliki beberapa kemampuan, dapat dipastikan nyawanya pasti sangat terancam saat itu..."
"Adapun status Guru Besar Kekaisaran, itu terkait perjanjian rahasia diantara kami, namun karena kedekatan kalian, Anda dapat menanyakan langsung kepada Beliau saat Anda memiliki kesempatan di masa depan."
Dia menatap ayahnya lalu berkata, "Ayah, Pangeran Zhou Lingyun benar, Keluarga Leng ini perlu dihukum berat."
Kaisar Han Liu secara alami langsung menyetujuinya, bahkan menawarkan bantuan tambahan pasukan jika diperlukan.
Kemudian Putri Han Mei menatap Zhou Lingyun dan berkata, "Lebih baik kamu tidak pergi ke Sky Mansion, karena Kakak Feng Zun tidak ada di tempat. Dia telah melakukan perjalanan ke Benua tengah."
Setelah mengatakan itu Putri Han Mei segera kembali ke kediamannya.
Saat semua orang telah pergi, Kaisar Han Liu segera menulis sebuah surat dan menyiapkan sepuluh jimat giok yang dibungkus kain, lalu memberikannya kepada jendral disampingnya.
"Kirim surat ini dengan binatang spritual yang mampu melacak keberadaan Tuan Feng."
.
Di dermaga, ada pohon persik.
__ADS_1
Saat itu tengah hari dan matahari sudah tinggi di langit.
Di dekat Dermaga Desa Shinju di kejauhan, terlihat perahu-perahu itu padat seperti pohon dan padat seperti anyaman. Sementara orang yang lewat seperti kumpulan ikan mas yang menyeberangi sungai, dan itu sangat ramai.
Tidak lama setelah Feng Zun tiba di bibir sungai, seekor elang menukik turun dari langit dengan membawa surat rahasia dan tas kain di cakarnya yang tajam.
Di bawah tatapan kaget Jing Li dan Changning, Feng Zun mengulurkan tangan dan mengambil surat dengan segel kekaisaran itu. Membukanya, dia melihat kata-kata:
“Setelah Tuan Muda tiba di kota giok, Anda bisa menuju ke Pasar Yongzi, Bai Han Village, itu adalah tempat rahasia yang didirikan oleh Kekaisaran Han milikku. Sudah kosong selama bertahun-tahun, jadi mohon terimalah.”
"Kota Giok adalah tempat penting di perbatasan Kekaisaran Long. Setidaknya ada lebih dari seratus paviliun pengamatan di kota, dan mereka dijaga oleh para ahli dari Pengawal khusus istana kekaisaran Long. Mereka digunakan untuk memantau pergerakan di perbatasan dan mencegah bencana apa pun terjadi. Ketika Tuan Muda bertindak, Anda harus waspada menjadi sasaran Pengawal Khusus Istana. "
"Setelah tiba di kota Giok, siapapun tidak dapat mengirim pesan satu sama lain. Namun jika Anda membutuhkan sesuatu, Anda dapat menghancurkan Jimat token di dalam tas kain. Pasukan kami akan mengirim orang terbaik untuk menemui Anda."
"Akhirnya, saya berharap Tuan Muda sukses dalam perjalanan Anda ke Benua Tengah."
Tertanda: "Kaisar Han Liu."
Dengan itu, Feng Zun dengan santai menghancurkan surat itu dan membuka tas kainnya, memperlihatkan sepuluh jimat giok berwarna emas di dalamnya.
Setelah berpikir sejenak, Feng Zun mengeluarkan dua Jimat Giok Emas dan satu buah Jimat buatannya lalu menyerahkannya kepada Jing Li. "Jika kalian berdua terlibat karena aku setelah memasuki kota, kalian dapat menghancurkan jimat ini untuk mendapatkan bantuan."
Jimat buatan Feng Zun berisi teknik Perisai Bunga, yang mampu membuat sebuah perisai pertahanan yang sangat kuat.
Disisi lain, Teknik Perisai Bunga juga pernah digunakan Feng Zun ketika mengahadapi teknik Penghancuran Diri yang dilakukan Biksu Tar Ji saat itu.
Tanpa penjelasan apapun, dia memasukkannya ke dalam tas penyimpanan Jing Li.
"Terima kasih, Tuan Muda!"
Jing Li dan Changning saling memandang, merasa tersentuh dan bersyukur.
Mereka tidak pernah membayangkan bahwa keberadaan seperti Feng Zun benar-benar mempertimbangkan keselamatan dia dan adik perempuannya seperti ini.
Feng Zun tersenyum dan berpikir dalam hati, Jika Kekaisaran Han tahu bahwa saya memberikan Jimat berharga mereka kepada seseorang seperti ini, saya penasaran apa yang akan mereka pikirkan…
Namun Feng Zun yakin jika Jing Li dan Changning benar-benar meminta bantuan, Kekaisaran Han pasti akan membantu.
__ADS_1
"Kalau begitu mari kita berpisah di sini. Selamat tinggal."
Feng Zun berbalik dan pergi.