
Seseorang yg dibawa Long Shangdi membuat seluruh Jiwa Tian Jin bergejolak hebat.
Sosok yg sangat familiar perlahan mulai mendekat ke bahtera semesta tempat Tian Jin dan Ye Juan berada.
Begitupun juga yg dirasakan oleh Lin Hua yg awalnya ia berpikir akan diperlakukan secara buruk oleh orang yg membawa dirinya itu, namun kini ia sangat bersemangat karena ternyata lokasi yg akan ia tuju memiliki beberapa aura yg sangat familiar baginya.
"i..ni.. Apakah ini nyata" dengan terbata bata Tian Jin berucap dan menatap wajah sudah sangat ia rindukan selama bertahun-tahun .
"Jin Gege ...." Ucap Lin Hua yg segera berlarian kearah Tian Jin
Rasa kecewa dan bahagia menjadi satu dalam benak Lin Hua , Bahagia karena dapat bertemu kembali dengan salah satu orang yg sangat ia cintai. Dan kecewa karena ia merasa bersalah kepada suaminya yg rela mengorbankan diri demi melindungi dirinya saat itu.
Tian Jin sedikit kecewa karena keadaannya saat ini yg merupakan serpihan jiwa sehingga ia tak bisa memeluk atau bahkan menyentuh sang istri.
Ye Juan sangat antusias melihat kedatangan permaisuri Lin Hua , dirinya langsung menundukkan badan untuk menghormati sang ratu alam dewa.
Meskipun kerajaan alam dewa sudah runtuh namun tetap saja status Lin Hua dan Tian Jin masih menjadi sosok yg sangat dihormati oleh para pengikut setianya.
Setelah merasa aman kemudian Long Shangdi mengembalikan kesadaran Feng Zun seketika itu juga fisik Feng Zun kembali ke bentuk normalnya.
"Ibu ..." suara Tian Jin lirih memanggil ibu kandungnya yg baru pertama kali ia lihat selama hidupnya.
__ADS_1
Sontak suara tersebut kembali menimbulkan gejolak dan membuat tubuh Lin Hua sedikit lemas.
"ibu ??? apakah diaa..." ucap Lin Hua dalam hati
Lin Hua kemudian menoleh ke arah Tian Jin untuk memastikan keraguan dalam hatinya.
Seolah mengerti apa yg dimaksud Lin Hua, kemudian Tian Jin mengangguk tanda isyarat membenarkan apa yg menjadi keraguan istrinya tersebut.
"Zun'er kau kah itu nak..." Lin Hua tak kuasa menahan air matanya ketika mengetahui kebenaran bahwa anak di depannya adalah merupakan Bayi mungil yg dulu selalu berada dalam gendongannya.
"Benar ibu.." ucap Feng Zun dan kemudian memeluk ibunya tersebut
Kemudian Feng Zun menceritakan bahwa semua ini berkat gurunya yg telah memberikan banyak bantuan mulai dari mengungkapkan identitas dirinya, menyelamatkan Tian Jin dari serangan pemburu harta hingga menemukan dan membawa Lin Hua kembali kepada keluarganya saat ini.
Mendengar penjelasan dari anaknya itu kemudian Lin Hua bersujud kepada Long Shangdi, bukan karena identitasnya sebagai dewa naga namun sebagai wujud ketulusan rasa terimakasih karena telah di pertemukan oleh keluarga nya.
"Terimakasih kasih telah membantu kami , ini adalah anugerah terbesar dalam hidup kami .... Mulai saat ini aku Lin Hua mewakili keluargakubakan melakukan apapun yg anda minta untuk membalas kebaikan anda ini.
"uhuk uhuk..." Long Shangdi terbatuk mendengar pernyataan Lin Hua sebelumnya.
"Kau tak perlu melakukan hal apapun untukku, karena aku tidak membutuhkan apapun , adapun tujuanku menyelamatkanmu tentu saja karena dirimu adalah bagian penting dari muridku dan tentu saja sebagai gurunya aku akan membantu setiap kesulitan yg dialami nya " ucap Long Shangdi menjelaskan
__ADS_1
Meskipun demikian tetap saja Lin Hua masih akan merasa memiliki hutang Budi pada sosok yg menjadi guru dari muridnya tersebut.
"Setelah kalian berkumpul apa yg akan kau lakukan selanjutnya" ucap Long Shangdi dengan menatap Tian Jin
Sebenarnya Tian Jin ingin kembali membangun kerajaannya yg telah hancur , namun dengan kondisinya saat ini tentu saja hal tersebut sangat mustahil untuk di realisasikan.
"Hamba akan melakukan latihan tertutup untuk menempa kembali tubuh hamba dewa" ucap Tian Jin menjelaskan.
Menempa tubuh seseorang tanpa bantuan sumber daya mungkin akan membutuhkan waktu hingga ratusan tahun, namun Tian Jin memiliki alasan untuk memutuskan hal tersebut karena dengan keberadaan Long Shangdi ia dapat memastikan bahwa tak akan ada yg mampu membuat keluarganya dalam ancaman apapun.
Mendengar hal tersebut kemudian Lin Hua menjelaskan bahwa di dunia Hun terdapat salah satu wilayah yg memiliki mata air kehidupan yg sangat cocok untuk menempa tubuh dan memurnikan nya kembali.
Mata air kehidupan adalah mata air suci yg hanya muncul satu tetes setiap 100 tahun sekali itupun masih memiliki beberapa syarat yg mampu mendukung keberlangsungan proses produksi mata air suci tersebut.
Untuk khasiatnya sendiri telah diketahui dari berbagai sumber dari catatan kuno milik alam dewa saat itu , satu tetes mata air tersebut akan mampu menghidupkan kembali seseorang dengan luka separah apapun asalkan masih menyisakan jiwanya.
Namun proses penyembuhan oleh mata air tersebut juga tidak singkat , setidaknya memerlukan waktu 5 sampai sepuluh tahun tergantung dari kondisi jiwa itu sendiri.
"Mata air suci ??? " Tian Jin terkejut mendengar penjelasan istrinya sebelumnya.
Karena ia sendiri selama hidup ribuan tahun belum pernah melihat secara langsung mata air dalam catatan kuno tersebut.
__ADS_1