
Fengzun meninggalkan Yin Ying agar dapat membantu melindungi Bai Ling dari kejauhan , hal tersebut di lakukan Feng Zun untuk mencegah jika terjadi sesuatu yg tak diinginkan terutama keselamatan ibu angkatnya.
Bai Ling , Roh Diazhou dan Yin Ying adalah 3 Immortal God merupakan barisan keberadaan mengerikan dan tidak akan ada makhluk dari dunia lain yg berani bertindak gila pada daratan Luo.
Feng Zun dan Ye Juan melompat menaiki Bahtera Semesta , mereka cukup kagum dengan desain dari kendaraan tersebut karena selain terlihat megah dan perkasa.
Bahtera tersebut juga memiliki berbagai fungsi lain di dalamnya salah satu diantaranya adalah array formasi pelindung yg dapat menahan berbagai serangan badai ruang dan waktu di angkasa.
Di atas bahtera Feng Zun melambaikan tangannya pada Bai Ling yg terlihat khawatir , namun dia merelakan kepergian Fengzun karena ada sesosok Dewa yg melindungi anak angkatnya tersebut.
"Zun'er jangan terlalu lama di luar sana , ibu akan selalu merindukanmu nak" ucap Bai Ling sambil menatap wajah anaknya di kejauhan.
Feng Zun tersenyum ramah menatap Bai Ling kemudian bahtera tunggangannya melesat dengan kecepatan tinggi ke angkasa luas.
Dengan bahtera tersebut mencapai lokasi Tian Jin hanya membutuhkan waktu setidaknya satu Minggu perjalanan , berbeda dengan kendaraan Tian Fu yg saat itu memerlukan 3 tahun perjalanan panjang untuk mencapai Daratan Luo.
Setelah berada jauh dari jangkauan semua orang , Long Shangdi keluar dari tubuh Feng Zun dengan aura Dewa Naga yg tak dapat ditutupi , Hal tersebut mengejutkan Ye Juan yg sedang bermeditasi .
" De.. Dewa Naga ...." ucap Ye Juan terbata bata karena terkejut dengan kemunculan sosok yg dianggapnya hanyalah mitos belaka selama ini.
Saat berada di alam dewa milik Tian Jin sebelumnya, Ye Juan banyak mempelajari hal hal yg sebelumnya belum pernah ia ketahui selama berada di daratan Luo.
Dalam sebuah catatan kuno di Alam Dewa juga menyebutkan tentang keberadaan Ras Naga yg disebut sebagai makhluk pertama yg tercipta.
Sebagai makhluk pertama yg tercipta ras naga dapat disebut sebagai makhluk primordial yg tentu saja dengan begitu Ras Naga adalah keberadaan ras absolut diantara semua ras yg ada di alam semesta.
Siluet Long Shangdi mengabaikan Ye Juan yg masih belum tersadar dari keterkejutannya sebelumnya , Long Shangdi mengajak muridnya Feng Zun untuk pergi ke suatu ruangan di dalam bahtera tersebut untuk menunjukkan sesuatu.
__ADS_1
Setelah sampai, kini giliran Fengzun yg terkesima dengan pemandangan ruangan yg ditunjukkan oleh Long Shangdi sebelumnya , di ruangan itu juga memiliki kepadatan aura yg kuat dan menyejukkan secara bersamaan.
Dalam ruangan tersebut ia merasa seolah berada di angkasa yg luas , langit langit dan sekeliling ruangan tersebut menampilkan keindahan angkasa luas lengkap dengan berbagai benda angkasa yg menghiasinya.
"Bocah, ruangan ini adalah sebagian kecil dari dimensi yg kuciptakan untuk mengisi waktu dengan berlatih. Aura disini memiliki jauh lebih kental daripada di daratan Luo karena ayahku telah memberikan ruangan ini sebuah artefak miliknya sehingga memiliki energi suci seperti di Fantian Realm." ucap Long Shangdi menjelaskan panjang lebar.
Bahtera semesta tersebut adalah ciptaan Dewa Shang untuk Long Shangdi yg ia berikan sebelum anaknya memutuskan pergi dari Fantian Realm kala itu.
"Guru apa itu Fantian Realm" tanya Feng Zun yg penasaran.
Long Shangdi menepuk jidatnya karena baru menyadari bahwa Feng Zun sama sekali tidak mengetahui tentang Fantian Realm.
"Fantian Realm adalah Dunia seperti tempat tinggalmu , namun banyak sekali perbedaan antara keduanya. Di Fantian Realm memiliki kepadatan energi 10 ribu kali lipat daripada duniamu Zun'er , namun jika kau tinggal disana aku yakin hal tersebut akan menjadi sia-sia saja karena bakatmu terlalu buruk " ucap Long Shangdi yg terlihat menggelengkan kepalanya dan menghela nafas panjang.
Sebenarnya Long Shangdi memiliki keyakinan jika Fengzun tinggal di Fantian Realm,maka tidak mustahil untuk mencapai Immortal God Puncak dalam waktu 10-20tahun , namun Long Shangdi lebih memilih menutupi bakat muridnya tersebut agar Feng Zun dapat berusaha lebih keras dalam latihannya.
"Menyerah lah Tian Jin dengan begitu aku akan membiarkanmu mati tanpa rasa sakit " ucap Lin We salah seorang Immortal God awal
Mereka adalah para pemburu harta di alam dewa yg menemukan sebuah ruangan yg di lapisi Array pelindung yg sangat kuat , mereka berpikir dengan menangkap Tian Jin maka akan memudahkan mereka membuka ruangan yg mereka anggap berisi harta karun peninggalan kerajaan Tian Jin.
"Cih , jika aku dalam kondisi puncakku bahkan seratus orang seperti kalian masihlah bukan lawanku " Cibir Tian Jin merasa jijik dengan lawannya meskipun tak berdaya melawan .
"Baiklah dengan ini jiwamu akan lenyap tanpa bisa berinkarnasi kembali .... hahaha" Lin We tertawa lantang
"Guntur Langit ...."
"Api Naga Bulan...."
__ADS_1
"Pedang Pencabutan Nyawa ...."
ucap Tiga orang penyerang Tian Jin masing-masing mengeluarkan jurus terkuat milik mereka.
Tian Jin yg sudah pasrah dengan keadaan namun masih membuat perisai perlindungan untuk mengurangi dampak dari serangan ketiga musuhnya tersebut.
Bommm ....Boooommm......
Serangan musuh berhasil menghancurkan array ciptaan Tian Jin dan membuatnya terpental ratusan meter dari lokasi . Ia menyadari bahwa musuhnya kembali mendekatinya dan akan memberikan serangan berikutnya.
Tian Jin yg sudah terluka parah tak mampu lagi melanjutkan pertarungan kemudian memutuskan untuk menerima kematiannya yg sudah di depan mata.
"Hua'er maafkan aku tak dapat menepati janjiku , Zun'er maafkan ayah yg tak dapat menjagamu kelak , semoga Dewa akan selalu menyertai dirimu nak ".... Batin Tian Jin yg menyesali karena merasa tidak akan lagi dapat menemui 2 orang yg paling penting dalam hidupnya tersebut.
Dalam keputusannya namun tiba tiba merasakan aura yg familiar mendekati lokasi dirinya. Tian Jin merasakan aura miliknya,aura Lin Hua dan aura Ye Juan secara bersamaan.
Hal tersebut benar-benar membuatnya sangat antusias dan mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bertahan agar dapat memastikan siapa yg datang .
Sementara itu 3 orang musuh kembali memberikan serangan meskipun bukan serangan terkuat namun mereka yakin dengan ini akan membinasakan jiwa Tian Jin.
Bommm ....Booomm...Booommm....
3 ledakan beruntun yg cukup dahsyat menghantam ke tepat di lokasi Tian Jin berada, dengan hal tersebut membuat Lin we dan temannya sudah tertawa lantang karena merasa berhasil melenyapkan keberadaan Tian Jin.
Beberapa saat sebelumnya Long Shangdi merasakan pertarungan di arah yg sama dengan tujuannya kemudian langsung melesatkan bahtera semesta dengan kecepatan penuhnya untuk mencapai lokasi tersebut karena merasa sedikit khawatir dengan ayah Feng Zun.
Meskipun Tian Jin bukan siapa-siapa untuk Long Shangdi, namun ia khawatir nasib buruk yg menimpa Tian Jin akan memicu kemarahan Fengzun yg tentunya akan memancing pula kekuatan terpendam yg ada pada simbol suci.
__ADS_1
Kecuali Dewa Shang mungkin tidak akan ada yg mampu menahan kemarahan simbol suci tersebut , jadi Long Shangdi memutuskan untuk memastikan keadaan Tian Jin , agar dapat menghindari hal hal yg jauh lebih buruk nantinya.