
Putri Han Mei sedikit kecewa dengan pernyataan sang ayah sebelumnya, ini dikarenakan ia tak pernah memiliki suatu keinginan yg diajukan kepada sang ayah selama ini.
Namun putri Han Mei masih memiliki secercah harapan mengingat kekuatan yg dimiliki gurunya saat ini, ia akan berusaha membujuk roh Diazhou agar mau mempertemukan dirinya dengan sosok Feng Zun.
Sementara itu dalam bahtera semesta Feng Zun yg telah mengetahui Yin Ying dan Bai Ling sedang retret kemudian memilih untuk bersantai sejenak, ia terduduk dalam posisi meditasi dan menyebarkan indra spiritual miliknya untuk menjelajahi daratan Luo.
Dengan kekuatan Immortal miliknya saat ini , Feng Zun sudah dapat melepaskan jiwa dari raganya dengan begitu bukan hanya kekuatan spiritual miliknya yg menjelajahi daratan Luo namun jiwanya juga dapat ikut dalam penjelajahannya kali ini.
Dalam perjalanan jiwanya saat ini Feng Zun menemukan sebuah kota yg megah yg menarik perhatiannya, kemudian memutuskan akan mengunjungi kota ini bersama sang ibu.
Sesungguhnya Feng Zun selama ini dalam hidupnya hanya disibukkan dengan latihan , ia sama sekali tidak mengenal keramaian kota apalagi jika kota tersebut sangat besar dan megah , hal tersebut tentu saja akan menarik minatnya untuk berkunjung.
Setelah jiwanya kembali ke raga , kemudian ia menemui sang ibu di kamarnya.
"Ibu , bolehkah aku masuk" ucap Feng Zun setelah mengetuk pintu kamar ibunya
Lin Hua yg dalam posisi meditasi memutuskan untuk mengakhiri meditasi karena mendengar putranya mengetuk pintu.
"Masuklah Zun'er" ucap Lin Hua dengan lembut
Feng Zun melangkah masuk setelah mendapat izin dari ibunya , kemudian ia menceritakan tentang kondisi Bai Ling dan Yin Ying yg sedang berada dalam kondisi pengasingan latihan.
Kemudian Fengzun juga menceritakan keinginannya untuk mengunjungi suatu tempat bersama sang ibu.
Lin Hua tersenyum lalu menyetujui permintaan putranya tersebut , ia juga sudah lama menginginkan hal ini , meskipun hanya sebuah permintaan kecil namun hal kecil tersebut lah yg memiliki arti besar dalam hati Lin Hua.
__ADS_1
Fengzun tersenyum cerah setelah mendapat persetujuan ibunya, kemudian ia melayang di udara bersama sang ibu lalu menyimpan bahtera semesta dalam cincin penyimpanan miliknya.Lalu mereka memilih terbang menuju kota yg dimaksud oleh Feng Zun.
Tanpa mereka ketahui ternyata Putri Han Mei diam diam telah mengikuti mereka dari belakang , meskipun saat ini ia masih berumur sekitar 12 tahun namun dengan guru yg kuat yg selalu bersamanya tak akan ada satupun yg mampu memberikan ancaman pada dirinya.
Kota yg dimaksud Feng Zun adalah kota Luan , Kota Luan saat ini berstatus ibu kota kekaisaran selatan yg di pimpin oleh kaisar Zhou Jiang.
Dengan status kaisar paling kuat yg disandang oleh kaisar Zhou Jiang , hal ini menjadikan kota Luan sebagai kota paling aman dari kejahatan , atas dasar tersebut semua orang menjadi merasa aman untuk melakukan bisnis di daerah ini.
Karena itu kota Luan perlahan tumbuh dan menjadi kota terbesar sekaligus termegah karena tempat ini menjadi lokasi semua perdagangan besar dan semua bisnis berkumpul menjadi satu di kota tersebut.
Di lahan seluas 9000 km² kota Luan berdiri dengan jutaan penduduk didalamnya, semua wilayah telah diatur dengan bidangnya masing-masing, misalnya wilayah perdagangan, wilayah sekolah beladiri atau sekte ,wilayah pil dan berbagai lainnya.
Tentu saja di tiap-tiap wilayah telah memiliki pemimpin tertingginya masing-masing.
Hal tersebut bertujuan membuat tata letak dan aturan kota tersebut menjadi sangat rapi.
Seharusnya setiap kultivator sangat beresiko jika ia harus terus terbang dalam perjalan yg jauh , karena dengan terbang akan sangat menguras persediaan Qi dalam tubuhnya apalagi jika kultivator tersebut masih berada dibawah Immortal God.
Sedikitnya persediaan Qi di dalam tubuh akan beresiko besar jika seorang kultivator bertemu musuh dalam perjalanannya. Sebab tanpa Qi mereka tidak akan bisa melakukan perlawanan kepada musuh. Jika itu terjadi maka hanya kematian lah yg menunggu kultivator tersebut.
Namun untungnya hal tersebut tidak berlaku pada Feng Zun , Trisula Petir dalam tubuhnya secara otomatis akan terus menyerap Qi dan terus menyuplai persediaan Qi yg dibutuhkan oleh Feng Zun. Hal ini adalah salah satu alasan yg saat itu dipikirkan oleh Dewa Shang, lalu kemudian menundukkan Trisula Petir untuk Feng Zun.
Kota Luan memiliki banyak aturan di dalamnya salah satunya adalah larangan terbang di wilayah ini , tujuan aturan itu dibuat adalah untuk menjaga dan mengawasi setiap orang yg masuk ke kota Luan dengan mencatat identitas mereka.
Sedangkan Lin Hua dan Feng Zun masih terbang di udara dan hanya akan berhenti di lokasi yg menjadi tujuan Feng Zun, karena tentu saja karena mereka tidak mengetahui aturan yg ada di kota Luan ini.
__ADS_1
Sekedar informasi bahwa kota Luan memiliki prajurit di ranah alam fondasi sampai core formation yg bertugas di darat sebagian bekerja sebagai pencatat identitas para pengunjung kota Luan sebagian lain menjaga pos masing-masing yg telah ditetapkan.
Sementara para komandan memiliki ranah di tingkat nascent soul , biasanya mereka yg berada di tingkat nascent soul puncak akan menemani jenderal mereka dan sisanya akan menemani prajurit menjaga setiap wilayah yg ditentukan.
Sementara untuk jenderal sendiri berjumlah 10 orang di seluruh kekaisaran Benua selatan , mereka yg terkuat adalah 5 orang dan ditempatkan di kota Luan yg menjadi ibukota kekaisaran. Sepuluh jenderal ini masing-masing memiliki basis kultivasi di tahap nirwana.
Sesungguhnya barisan kekuatan kekaisaran selatan ini sangat lemah jika dibandingkan dengan milik Feng Zun, namun di daratan Luo mereka adalah yg terkuat diantara semua kekaisaran yg lain.
Meskipun kekaisaran Benua Utara memiliki roh Diazhou yg menyamar sebagai komandan Kun , namun sosok komandan Kun ini sesungguhnya hanya akan keluar ketika Putri Han Mei dalam bahaya saja.
Oleh karena itu kekaisaran Benua selatan masihlah dikenal sebagai basis kekuatan terbesar diantara semua kekuatan di seluruh daratan Luo.
Sementara itu diatas langit terlihat seorang berzirah lengkap sedang melayang di udara ,ia adalah komandan Liu Cang yg sedang melakukan tugas patroli rutin.
Saat ia sudah memastikan keamanan wilayahnya ia kemudian kembali turun ke pos penjagaannya , namun saat ia hendak kembali tiba tiba ia merasakan aura kuat mendekat ke wilayah yg dijaganya saat ini , dengan sigap ia kembali melayang untuk memastikan apa yg ia rasakan.
Swoossshh....Swoshh...
Baru 2 meter ia melayang tiba tiba terlihat dua cahaya telah melesat masuk seperti kilat memasuki kota Luan tanpa permisi , wajahnya dipenuhi keterkejutan karena hal ini.
Setelah tersadar dari keterkejutannya, ia segera mengirim telepati kepada komandan lain yg berada di dekatnya bahwa ada dua penyusup telah memasuki wilayah kota Luan.
Setelah beberapa saat telah berdatangan setidaknya 7 komandan yg berkumpul setelah menerima kabar darinya , namun komandan Liu Cang cukup terkejut karena diantara barisan 7 komandan ini sesungguhnya telah hadir juga seorang jenderal, masalah ini sebenarnya tidak cukup besar untuk membuat seorang jenderal turun tangan.
Namun karena semenjak hampir seratus tahun aturan ini dibuat ,belum pernah ada satupun yg berani melanggarnya. Hal tersebut membuat sang jenderal cukup tertarik dan akhirnya memutuskan untuk ikut menangkap penyusup ini.
__ADS_1
Segera setelah melihat sang jenderal semua prajurit dan komandan berlutut menghormati jenderal mereka itu.
Setelah mengatakan beberapa pengaturan, kemudian rombongan ini pergi melesat menuju lokasi penyusup berada.