
Saat membaca pesan dari gurunya, wajah Feng Zun terlihat berubah ubah tak pasti.
Dalam baris pertama dari surat itu disebutkan bahwa saat ini, guru, dan semua orang terdekat Feng Zun saat ini sudah kembali dan tinggal di alam Klan Tian.
Semenjak hari pertama Long shangdi mengangkat Feng Zun menjadi muridnya, sejak saat itu dia memiliki banyak rencana untuk sepenuhnya membantu agar Feng Zun dapat menjadi yang terkuat.
Salah satunya adalah memberikan keamanan dan tempat tinggal yang layak untuk keluarga dari muridnya tersebut, hal itu bertujuan agar Feng Zun dapat fokus menjalani latihan tanpa memikirkan hal yang lainnya.
Dan hal itu di wujudkan dengan mengembalikan keadaan ibukota kekaisaran klan Tian seperti semula, dengan kekuatannya saat ini, Long shangdi hanya mampu mengembalikan keadaan satu wilayah, setelah itu dia memperbaiki array pertahanan milik klan Tian dan melapisi dengan array pertahanan miliknya.
Dalam baris kedua isi surat itu menyebutkan bahwa pada pertarungan Feng Zun saat itu, ia juga merasakan beberapa orang kuat di kerumunan penonton, lalu membuntuti mereka.
Dalam bayang bayang gurunya telah mendengar obrolan antara Tetua kelima Demon King dan pangeran Changyi Tian.
Dari sanalah ia mendapatkan informasi tentang sosok Yang Agung yang dimaksud.
Dalam surat itu menjelaskan bahwa sosok Yang Agung yang dimaksud adalah Yunmeng, yang merupakan salah satu keturunan dari iblis terkuat di seluruh alam semesta.
Berikutnya dia juga memberikan informasi tentang keberadaan salah satu markas mereka yang ada sekte Langit tersembuyi di benua tengah.
Ketika sampai pada titik penting pada surat ini, tiba-tiba muncul siluet gurunya yang terlihat kabur.
Kesadaran spiritual itu menatap Feng Zun lalu berkata,
"Zun'er kau harus mengetahui bahwa Yunmeng telah merencanakan untuk menguasai seluruh daratan Luo, setelah ia berhasil meruntuhkan penghalang dari dunia ini, dan jika itu terjadi, maka kultivator kuat dari dunia lain akan datang dan membuat kekacauan besar besaran."
Dia berhenti sejenak sebelum kembali berkata, "Pada titik ini, guru hanya bisa memperingatkanmu tentang hal ini, saat ini guru sudah tidak memiliki kemampuan untuk membantumu."
Siluet gurunya yang kabur itu menghilang bersamaan dengan kata kata terakhir yang ia ucapkan.
Feng Zun menghela nafas panjang saat berkata.
"Guru..."
Pada saat melihat sosok gurunya yang samar-samar sebelumnya, dia menyadari bahwa gurunya telah begitu banyak mengorbankan kekuatan miliknya untuk memperbaiki ibukota alam Klan Tian.
Feng Zun berusaha menenangkan dirinya lalu menatap Chuyu dan berkata,
"Apakah ada hal lain?"
Chuyu dengan cepat berkata, "Ada satu hal terakhir Tuan. Putri Han Mei berkata bahwa dia ingin bertemu dengan Anda besok. Jika Anda setuju, maka saya akan memberitahunya."
Feng Zun telah beberapa kali bertemu dengannya, meskipun tidak pernah berbicara satu sama lain, dia tidak bisa untuk tidak mengingat wajah gadis berbaju putih dengan pedang diikatkan ke punggungnya itu. Dia segera berkata, "Tentu."
Saat masih dia berbicara, dia lalu memandang Chuyu dan berkata, "Saat aku meninggalkan Ibukota kekaisaran Han. Aku akan merepotkan Paman untuk menjaga sky mansion."
Chuyu berkata dengan sungguh-sungguh, "Yakinlah, Tuan. Saya akan mengingat perintah Anda dan tidak akan pernah mengecewakan anda!"
Feng Zun berpikir sejenak dan mengeluarkan gulungan giok kosong dari cincin penyimpanannya. Dia menggunakan kesadaran spiritualnya untuk menuliskan teknik kultivasi dan menyerahkannya kepada Paman Chuyu, "Ini adalah teknik kultivasi. Ini tidak terlalu mendalam, tetapi sangat cocok untuk bakat Anda. Ambillah."
Chuyu menerima gulungan itu dan menggunakan kesadaran spiritual untuk membacanya, setelah ia membaca teknik itu...
Tubuh Chuyu bergetar, seketika dia berlutut dan bersujud. Dia berkata dengan penuh semangat, "Terima kasih atas pencerahanmu Tuan muda!"
"Jalan kultivasi tidak dapat diajarkan dengan mudah, Saya telah melihat kinerja dan kesetiaan Anda selama ini, dan Anda tidak mengecewakan saya ataupun ibu saya, Jika Anda berhasil dalam kultivasi Anda di masa depan, Anda hanya perlu ingat untuk tidak mengandalkan namaku untuk melakukan sesuatu."
__ADS_1
"Paman dapat pergi dan istirahatlah."
Saat Feng Zun berbicara, dia bangkit dari kursi dan berjalan ke kamarnya dengan tangan di belakang punggungnya.
Masih dalam posisi bersujud Chuyu berkata, "Yakinlah bahwa saya, Chuyu, akan mengingat budi baik ini dan saya akan melewati badai dan ombak di sisi anda.!"
.
Sebelum di beli oleh Feng Zun, Sky mansion sebelumnya adalah bangunan yang telah lama di tinggalkan karena dianggap berhantu, itu adalah milik bangsawan teratas ibukota kekaisaran, keluarga Leng.
Mansion itu telah dibangun dengan fasilitas yang lengkap dan menelan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi bangunan megah itu ternyata berhantu, bahkan hantu itu ternyata sangat kuat dan memiliki basis kultivasi di ranah Nirwana.
Karena hantu itu sangat kuat dan kejam, akhirnya membuat mereka tidak memiliki pilihan lain selain memutuskan untuk menjualnya.
Bangunan berhantu itu pada awalnya di anggap sebuah kesialan oleh keluarga Leng.
Namun beberapa tahun terakhir ini, mansion tersebut justru mendatangkan keuntungan pribadi yang luar biasa bagi Patriak keluarga Leng, karena keuntungan itu bersifat pribadi maka hanya dia dan anaknya yang tau tentang masalah ini.
Di sebuah Aula milik keluarga Leng.
"Hahaha, akhirnya mansion itu terjual lagi."
Seorang pria tua yang duduk di kursi utama tertawa terbahak bahak, dia adalah Patriak keluarga Leng, Leng Yuyu.
Leng Yuyu kembali berkata, "Pasti pemuda yang membelinya kemarin akan kembali menjualnya pada kita, dan saat itu kita akan membelinya dengan setengah harga... ha-ha-ha."
Cel Leng mengerutkan keningnya ketika melihat ini, dia adalah penatua keluarga Leng.
"Mengapa bisa begitu Patriak.?" kata Cel Leng.
"Dua puluh tahun yang lalu, sebuah tragedi terjadi di mansion berhantu itu. Seorang tetua dan dua pelayan yang tinggal di sana meninggal secara misterius dalam semalam."
“Masalah ini sempat menyebabkan kegemparan di kota dan bahkan secara serius mempengaruhi bisnis kami.”
"Saya menghabiskan banyak uang untuk menyewa seorang pendeta keliling yang terkenal."
"Nama pendeta ini adalah Su Weng. Ketika kami mengajaknya memasuki mansion berhantu itu,
"Menurut Pendeta Su, kecuali seseorang memiliki kultivasi di atas Mortal, tidak akan ada yang bisa menaklukkan hantu itu!"
Ketika dia mendengar ini, Cel Leng bergidik ngeri dan berkata, "Apa yang terjadi setelah itu?"
Leng Yuyu berkata, "Pendeta Su memintaku untuk menempa sejumlah rantai dan menyegel sebuah sumur di halaman belakang dengan teknik segel yang kuat. Dia berkata bahwa selama tidak ada orang yang tinggal di halaman itu, hantu itu tidak akan pernah muncul lagi."
Ketika Cel Leng mendengar ini, dia tiba-tiba mengerti. "Jadi, setiap orang baru yang tinggal di mansion pasti akan mendapatkan teror dari hantu tersebut, bahkan jika dia bersikeras untuk tinggal maka hanya kematian yang menunggunya."
Leng Yuyu menghela nafas lalu berkata, "Seharusnya begitu. Pada tahun tahun terakhir saya telah beberapa kali berhasil menjual mansion berhantu itu, namun sayangnya para pembeli selalu kembali dan mengajukan ganti rugi kepada saya, secara alami saya dapat melihat itu sebagai peluang dan memanfaatkannya untuk menambah keuntungan bagi keluarga kita."
.
Di halaman, Feng Zun sedang duduk sendirian di kamarnya, dia bernapas dengan lembut dalam meditasi.
Hampir tidak hari dimana dia melewatkan untuk berkultivasi.
Berkultivasi bukan hanya sekedar untuk meningkatkan sebuah ranah kekuatan, akan tetapi mendalami dan memahami sebuah teknik juga dapat disebut sebagai kultivasi.
__ADS_1
Setelah mendalami beberapa metode latihan, secara otomatis itu juga akan membuat dirinya mampu meningkatkan kekuatannya dengan selisih yang besar.
Setelah waktu yang lama, Feng Zun berdiri dari meditasinya dan menenggak secangkir teh ginseng yang telah di siapkan paman Chuyu, setelah itu dia dapat merasakan energi hangat dan mendidih di sekujur tubuhnya.
Sejak pertama kali menginjakkan kaki di mansion ini, Feng Zun sudah merasakan aura hantu yang cukup kuat di halaman belakang.
Sejak dia melakukan pertempuran terakhirnya para dewa iblis, Siapa yang mengira bahwa lawan keduanya sebenarnya adalah hantu?
Selanjutnya, Feng Zun mengambil cabang pohon kelor yang diikat dan gagang yang dibuat dari kayu gaharu dan berjalan keluar dari ruangan.
Cabang pohon kelor yang telah diikat dengan gagang kayu gaharu kemudian dia rendam dalam darah ayam selama beberapa jam, itu membuat keduanya diliputi warna darah. Ketika dipegang di tangannya, itu seperti cambuk.
Pohon kelor dan kayu gaharu sendiri sejak dahulu telah di percaya oleh masyarakat luas dapat membantu mengusir makhluk halus atau sejenisnya, sedangkan darah ayam digunakan untuk memancing hantu itu sendiri.
Ketika semua selesai dia kembali menyandarkan bersandar dengan santai.
Dia sama sekali tidak mengetahui seberapa kuat hantu ini
Namun jika benar-benar dibutuhkan, maka ia tak akan ragu untuk menggunakan Pedang Kaisar Fantian.
Ketika dia benar-benar menggunakan pedangnya, itu berarti dia dalam keadaan serius.
Feng Zun duduk di sana dan tidak bisa tidak berpikir.
Saat angin malam bertiup, langit menjadi lebih gelap.
Saat itu hampir fajar, dan lampu-lampu di jalan-jalan Ibukota kekaisaran Han telah padam satu demi satu. Kegelapan itu seperti air pasang yang menenggelamkan daratan.
Seluruh kota tampak tenang dari hiruk pikuk dan saat semua penduduk mulai tertidur lelap. Hanya gonggongan anjing yang sesekali terdengar dari kejauhan.
Awan gelap di langit malam ini tebal dan berat, menyembunyikan cahaya bintang.
Di halaman tempat Feng Zun berada, hanya ada satu lilin yang menerangi di ruangan itu.
Dia memegang gagang gaharu di tangannya saat dia duduk diam di kegelapan malam. Dia tidak cemas dan dia acuh tak acuh dan tetap tenang.
Namun matanya yang dipenuhi dengan antisipasi.
Tiba-tiba, cabang-cabang di pohon di halaman bergoyang dan dedaunan berdesir. Itu seperti serangkaian bisikan di malam hari, menambah suasana mencekam saat itu.
Terdapat sebuah sumur di samping, itu di belenggu oleh rantai berkarat dan terdapat sekelompok ular yang terbangun yang menggosok dan menggeliat bersama, dan mereka mengeluarkan suara mendesis yang menyebabkan gigi seseorang terasa ngilu.
Udara tiba-tiba menjadi dingin dan semakin intens, seolah-olah aura dingin telah menyerang dan menusuk tulang seseorang.
Jubah putih Feng Zun berkibar tertiup angin.
Matanya menyipit.
Ketika embusan angin dingin bertiup semakin tak terkendali, dia akhirnya bergerak.
Dia mengangkat lengan kanannya dan mengibaskan cambuk tangannya.
Bang!
Suara ledakan itu seperti guntur di dalam kesunyian malam hari.
__ADS_1