
Kesadaran ilahi Long Shangdi yang melakukan perjalanan menuju daratan Luo telah sampai dalam waktu cukup singkat meskipun sempat terombang-ambing oleh kekuatan hukum ruang namun dengan beberapa metode Long Shangdi semua berjalan lancar.
Sementara untuk rombongan Tian Jin mungkin akan sedikit terlambat karena mereka menggunakan portal dimensi yang telah mengalami beberapa kerusakan akibat perang sehingga pasti akan mengalami masalah ketika berada dalam lorong ruang dan waktu.
.
Di lokasi Feng Zun
Satu jam kemudian.
Feng Zun bangkit dari meditasinya , ia tertegun sejenak nampak memikirkan sesuatu saat melihat hamparan mayat Elang Darah.
Dengan satu gerakan tangan mayat-mayat Elang darah itu berkumpul pada satu titik, Lalu ia sekali lagi mengeluarkan teknik nafas api dan membakar semua mayat itu dalam sekejap dengan niat awalnya untuk mengurangi bau tidak sedap yang ditimbulkan.
Namun setelah api menghilang ia melihat bahwa ada beberapa dari bagian dari mayat mayat itu tidak hangus terbakar dan nampak juga sebuah batu berwarna merah yang muncul dari tiap tiap mayat.
Kemudian ia mengambil salah satu batu tersebut dan menanyakan kegunaannya hal tersebut kepada ibunya.
Lin Hua pun menjelaskan bahwa batu itu adalah permata hewan buas spiritual , setiap hewan buas yang mampu berkultivasi akan memiliki batu tersebut yang memiliki fungsi yang seperti seperti dantian pada manusia.
Di depan ibunya Feng Zun terlihat kembali menjadi sosok yang polos , dengan riang dan semangat segera ia mengumpulkan lebih dari dua ratus ribu permata hewan buas dan paruh juga tulang yang utuh dan tidak rusak dari tumpukan mayat yang telah menjadi abu, dan setelah menerima penjelasan ibunya, ia menganggap semua ini adalah harta cukup berharga.
Lin Hua tersenyum kecil melihat tingkah anaknya saat ini , karena saat bertarung tak ada satu pun cipratan darah yang mampu mengenai baju anak ini , namun sekarang ia bahkan sangat lusuh hanya karena abu dari Elang darah yang telah mati.
Jika di alam Klan Tian, ini adalah bahan spiritual yang langka yang bisa digiling menjadi bubuk untuk digunakan sebagai obat . Atau juga bisa digunakan untuk memurnikan senjata, dan memiliki manfaat yaitu memelihara efek ajaib dari senjata spiritual.
Di Alam Klan Tian , hanya tumpukan paruh tajam ini yang bisa ditukar dengan setidaknya seratus batu roh kelas menengah.!
Alam Klan Tian adalah dunia yang disebut sebagai alam dewa oleh para kultivator di daratan Luo , tapi sebenarnya mereka memiliki kesetaraan. Hanya saja daratan Luo sering di timpa masalah yang membuat dunia itu banyak mengalami kemunduran.
Diantaranya adalah invasi lima Immortal dan kedatangan makhluk qilin yang menyerap energi spiritual dan menyebabkan minimnya persediaan energi spiritual di masa itu.
Setelah menyimpan semua bagian penting dari elang darah , Feng Zun menyisihkan seratus batu permata untuk mencoba khasiatnya.
__ADS_1
Tanpa memperdulikan tubuhnya yang kotor setelah,Ia menaburkan batu permata hewan buas itu kemudian duduk bersila didekatnya dan mulai menyerap energi spiritual yang terkandung di dalamnya.
Satu jam lagi berlalu.
Krak!..Krak!
Feng Zun terpaksa bangun dari meditasinya , tiba tiba muncul suara udara yang terkoyak terdengar di atas langit.
Keduanya mendongak keatas.
Tiga sosok muncul dari dalam robekan ruang.
Orang yang memimpin adalah seorang lelaki tua yang memegang pedang batu hitam besar. mengenakan mahkota , dan memiliki rambut yang tergerai. Jika dilihat sekilas dia memiliki sikap seperti orang bijak dan ekspresi yang baik hati.
Di sebelah kiri adalah seorang pria paruh baya kurus yang membawa dua pedang di punggungnya, memiliki bahu lebar, pinggang sempit, dan matanya tajam seperti elang. Jika menatap matanya , dari mata itu seolah dapat merasakan ada sebuah yang petir melonjak.
Di sebelah kanan adalah seorang pria yang memegang tombak, mengenakan jubah hitam, dan berkulit putih. Dia terlihat berusia sekitar 30 tahun lebih, dan seluruh tubuhnya ditutupi aura pembunuh yang kuat.
Lin Hua terkejut melihat ketiga orang ini.
Seorang Immortal God Menengah.!
Akademi Bintang memiliki pengaruh besar dan berperan penting di Alam Klan Tian , dari sana juga Kaisar Tian Jin pernah di kultivasikan sebelum menjadi Kaisar sejati.
"Siapa dua lainnya ibu?", tanya Feng Zun dengan berbisik.
"Yang membawa dua pedang adalah wakil kepala istana Akademi Bintang, Wang Yulong. Dan yang memegang tombak adalah Patriak Klan Chen, Chen Zheng." Lin Hua menjelaskan
Selain Akademi Bintang , satu kekuatan besar lain di Alam Klan Tian adalah Klan Chen , mereka menguasai hampir seluruh perdagangan yang ada di dinasti Tian. Dengan kekayaan dan sumber daya yang berlimpah , pada akhirnya mampu melahirkan seorang Immortal God Menengah yaitu Patriak Chen Zheng.
Pada saat ini.
Rambut Wang Yuan berkibar saat dia berbicara dengan suara yang jelas dari jauh bahkan sebelum dia tiba di sini.
__ADS_1
"Permaisuri Lin Hua, lama tidak bertemu!"
Saat suaranya belum selesai bergema di udara , mereka bertiga tiba-tiba sudah ada di depan Lin Hua dan Feng Zun.
Saat tatapan mereka sekitar , mereka melihat pemuda lusuh berumur belasan tahun berdiri di samping Lin Hua , karena pemuda itu sangat kotor mereka menganggap bahwa mungkin pemuda belasan tahun yang baru ditemukan di dimensi ini dan dijadikan pesuruh oleh permaisuri Lin Hua.
Ruang di antara alis mereka tidak bisa membantu menemukan jawaban tetapi mengungkapkan sedikit bahwa mereka merendahkan Feng Zun.
Lin Hua berkata dengan tenang, "Orang tua , aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini."
Mereka adalah teman ketika masih berkultivasi di akademi bintang , ketika Lin Hua resmi menjadi permaisuri Alam Klan Tian , beberapa tahun kemudian Wang Yuan juga diangkat menjadi kepala istana akademi bintang menggantikan ayahnya.
Wang Yuan tersenyum kecil, Meskipun dia disebut orang tua, dia tidak keberatan sama sekali, dan dia tertawa kecil lagi lalu dia berkata, “Saya tidak pernah berharap bahwa permaisuri Lin Hua yang terhormat akan berada di dimensi yang kotor ini. "
Lin Hua menjawab dengan tenang, "Kurasa anda tidak perlu tau".
Wang Yuan tetap tersenyum dan memperkenalkan. “Permaisuri Lin, ini adalah Wakil Tuan Istana dari Akademi bintang saya, Wang Yulong. Ini Patriak Klan Chen, Chen Zheng.”
Wang Yulong, yang membawa dua pedang di punggungnya, menangkupkan tinjunya sebagai salam. "Yulong ini menyapa Permaisuri Lin Hua!"
Meskipun Lin Hua tampak seperti seorang gadis muda, Wang Yulong sangat mengagumnya ia tidak berani untuk tidak menghormatinya.
Dia menganggap Lin Hua ini adalah sosok senior yang legendaris dan misterius yang dievaluasi dan di didik langsung oleh kepala istana akademi bintang terdahulu "dia seperti dewi dan tidak bisa diremehkan"!
Fakta selanjutnya, dengan status Lin Hua, dia memiliki kesetaraan dengan Kaisar Tian Jin dan tidak akan bisa tidak menghormatinya.
Lin Hua mengangguk tanpa mengatakan apa-apa.
Pada saat yang sama, Patriak Chen Zheng, juga menangkupkan tinjunya untuk memberi salam dan berkata dengan singkat, "Chen Zheng menyapa Permaisuri Lin Hua."
Lin Hua mengangguk dan memperkenalkan Feng Zun , "Dia adalah putraku sekaligus putra dari suamiku Feng Zun".
Dengan cepat Feng Zun menangkupkan tinju dan berkata , "Salam Paman semua".
__ADS_1
Deg!
Jantung mereka berdetak lebih cepat , sebelumnya mereka bahkan sempat menganggap bahwa pemuda lusuh itu adalah pesuruh dari permaisuri Lin Hua.