
Dilangit nampak lubang hitam raksasa seluas 500 meter, itu seolah akan memunculkan sesuatu yang sangat mengerikan dari dalamnya.
Perlahan terlihat bulatan bulatan cahaya kecil, yang berkumpul masuk kedalam lubang raksasa ini, itu adalah bentuk dari berbagai energi yang ada di daratan Luo, mereka sedikit demi sedikit terserap dalam lubang itu. Hal tersebut juga terjadi di dunia lainnnya yang ada di semesta.
Semua energi yang terkumpul menjadi satu terserap masuk ke dalam lubang hitam, lalu perlahan di depan lubang raksasa itu terbentuk petir hitam berwujud trisula raksasa dengan derakan petir yang mengelilinginya.
Setelah wujud trisula petir itu terbentuk secara sempurna, tercipta sebuah momentum gelombang energi yang sangat dahsyat, itu berasal dari perpaduan antara energi kegelapan, energi suci, energi kekacauan, dan lainnya, kekuatan berbagai jenis berkumpul pada trisula tersebut membuatnya mengeluarkan momentum aura yang begitu mendominasi yang memberikan tekanan luar biasa disekitar trisula tersebut.
Hampir semua orang terkuat di seluruh dunia dan realm di alam semesta merasakan keagungan kekuatan dari trisula petir ini.
Di Dunia Mo
Terlihat Kaisar iblis Damballa cukup gelisah dengan Fenomena yg terjadi saat ini, awalnya dia mengira akan ada sebuah serangan, kemudian ia melesat ke langit untuk melihat fenomena ini secara langsung namun tetap menjaga jarak.
"Ini..."
"Ini adalah wujud sempurna dari kesengsaraan surgawi yang legendaris, tak kusangka bahwa 'Petir Ashura' sungguh mengerikan, siapapun yang mengundang kesengsaraan petir ini sungguh bernasib sial, bahkan dewa ini tak yakin untuk mampu menanggung serangan sekuat ini." kata Iblis Damballa yang takjub dengan kekuatan Trisula Petir yang melayang di angkasa.
Damballa menyadari bahwa siapapun yang mengundang kesengsaraan petir sedahsyat ini maka dia bukan orang sembarangan, tapi dia yakin orang itu tidak akan selamat dari wujud sempurna Petir Ashura ini.
Namun disisi lain, jika orang tersebut bisa selamat maka hal tersebut akan membawa berkah luar biasa untuk sang penerima kesengsaraan.
"Jika orang ini selamat semoga saja ia kelak tidak menjadi musuhku." Iblis Damballa menghela nafas pelan.
Di bagian semesta yang lain kaisar Tian Jin juga melihat fenomena ini, dia juga pernah mengalami Petir Surgawi, namun tidak memiliki wujud sempurna seperti saat ini.
Kaisar Tian Jin sama sekali tidak berfikiran bahwa penerima kesengsaraan ini sebenarnya adalah putranya sendiri, karena dia tidak merasakan tanda bahaya apapun dari cincin yang diwariskan kepada Feng Zun, namun sebenarnya terjadi adalah itu dikarenakan Feng Zun tak memakai cincin yang dimaksud.
__ADS_1
.
Sementara itu di hutan suci
Bai Ling telah mencoba yang terbaik untuk mengetahui keberadaan putra angkatnya, namun sampai saat ini indra spiritualnya sama sekali tidak dapat mendeteksi keberadaan Feng Zun.
Sebelumnya Long Shangdi membuat sebuah array ilusi yang berfungsi sebagai persembunyian untuk Feng Zun, dia berharap dapat mengecoh Petir Ashura dengan metode ini.
Hal tersebut juga yang membuat Bai Ling kesulitan menemukan anak angkatnya tersebut.
Tubuhnya bergetar karena dilanda kegelisahan yang hebat akibat terlalu khawatir dengan keadaan Feng Zun, akhirnya Bai Ling mencoba bermeditasi untuk menenangkan pikirannya, dalam ketenangan ia mengingat sepasang cincin milik Feng Zun yang bersemahyam Tian Fu di dalamnya.
Tian Fu merupakan merupakan pelindung dari Feng Zun, dengan itu Bai Ling berharap dengan memanggil paksa Tian Fu akan memberikan solusi pencarian Feng Zun.
Di dalam dunia kecil segel simbol suci.
Dewa Shang sangat heran mengapa petir ketiga adalah Petir Ashura yang sempurna, kecuali dirinya mungkin tak akan dapat yang mampu bernafas setelah hujaman petir semengerikan itu.
Kemudian dia memutuskan untuk membuat array untuk melindungi daratan Luo dan memberikan beberapa sisa kekuatannya untuk menambahkan kekuatan array yang melindungi Feng Zun.
Hanya ini lah yang bisa dia lakukan dengan kondisinya saat ini.
Kekuatannya akan sepenuhnya melindungi kehidupan yang ada di daratan Luo dan dunia lain sekitarnya dengan Long Shangdi yang membantunya.
Setelah mendengar keputusan ayahnya, Long shangdi tidak dapat menahan diri untuk tidak bertanya,
"Ayah, bagaimana jika anak itu mati dan mengundang murka lainnya dari roh suci."
__ADS_1
"Long'er, ayah tau bahwa sebenarnya kau mengkhawatirkannya, namun kelangsungan hidup dunia di sekitar daratan ini juga bergantung pada kita, Mari kita serahkan pada takdir, dan jika anak itu mampu bertahan, maka memang benar dialah Manusia Terpilih itu."
Dewa shang berpendapat bahwa jika Feng Zun mati, maka simbol suci itu akan menghilang dan mencari penggantinya yang lain.
"Aku adalah dewa pencipta yang menciptakan dunia ini, maka akulah yang akan melindunginya dengan cara apapun."
Pada saat ini, keputusan Dewa Shang sudah bulat untuk melindungi apa yang ia ciptakan dulu, dan memilih menyerahkan sisanya pada takdir.
.
Bai Ling mengalirkan Qi miliknya kedalam sepasang cincin milik Feng Zun, dan ternyata itu benar benar berhasil. Kemudian muncul asap hitam pekat yang perlahan membentuk wujud Tian Fu.
"Apa yg terjadi pada tuan muda, dimana dia." ucap Tian Fu panik setelah melihat sekelilingnya dalam keadaan porak poranda dan tak melihat keberadaan Feng Zun.
"Tak ada waktu untuk berdebat!, cepat kau cari anakku dengan segenap kemampuanmu !!!" Karena panik Bai Ling bahkan mengabaikan kesopanan dengan sosok itu.
Tian Fu sedikit geram karena orang lebih lemah darinya berani berlaku tidak sopan padanya, namun ia meredam amarahnya dan memilih mencari keberadaan sang pangeran dengan indra spiritualnya.
Namun ternyata Tian Fu sekalipun juga tidak dapat melacak lokasi Feng Zun bahkan setelah beberapa kali menyebarkan indra spritualnya.
Kemudian mencoba menenangkan pikirannya untuk mencari jalan keluar, beberapa saat kemudian Tian Fu teringat bahwa Permaisuri Lin Hua pernah meneteskan darahnya pada cincin milik Feng Zun.
Dengan tetesan darah tersebut Tian Fu akan mudah mencari keberadaan Feng Zun meskipun berada dalam belenggu dewa sekalipun.
Tetesan darah dapat mendeteksi pemilik darah atau garis keturunannya bahkan tidak memerlukan penyebaran Indra apapun karena hal itu seperti jiwa yang mencari raganya sendiri.
Tian Fu melemparkan cincin Feng Zun ke udara dan menyuntikkan sedikit kekuatan jiwanya, kemudian cincin tersebut melesat dengan kecepatan tinggi yang menunjukkan arah Feng Zun.
__ADS_1
Di tempat lain Long Shangdi telah mengirimkan telepati agar muridnya melayang di udara setinggi mungkin agar dampak ledakan tidak menghancurkan seluruh daratan Luo meskipun sudah di beri pelindung oleh dewa Shang sendiri.
Feng Zun melayang di udara sesuai perintah Long Shangdi membuat nya dapat dilihat oleh penduduk yg ada di sekitar hutan suci yang menjadi saksi kesengsaraan Petir Ashura.