
Semakin tinggi tingkat kultivasi seseorang akan semakin berat juga berbagai penghalang yang harus ia lewati untuk melangkah ke ranah selanjutnya.
Penghalang itu sendiri bisa berasal dari berbagai faktor seperti sumber daya kultivasi,pengalaman bertarung, atau sebuah pemahaman dari jalan kultivasinya itu sendiri.
Untuk Feng Zun sendiri sebenarnya sudah lama ingin melangkah ke ranah Immortal puncak, namun ia dihalangi oleh sebuah bayang bayang kekalahan dalam sebuah pertarungan.
Dampak dari kekalahan dalam sebuah pertarungan biasanya akan menimbulkan merosotnya mental dan tentu saja akan berpengaruh dalam jalan kultivasinya.
Namun pada saat ini adalah situasi yang sulit bukan hanya untuk dirinya namun juga untuk ibu yang sangat ia kasihi. Menurutnya bukan lah hal yang baik jika terus membiarkan penghalang itu mempengaruhi dirinya.
“Hari ini, aku telah memutuskan penghalang di hatiku dan menjernihkan pikiranku, dan aku akan bebas dari penghalang apa pun. Awalnya aku tidak ingin menyakiti siapapun di seluruh daratan ini akan tetapi karena semua musuh bersikeras untuk mencari kematian, lalu bagaimana mungkin aku, Feng Zun, bisa menolak?”
Jubahnya diliputi warna keemasan berkibar tertiup angin dan rambut hitamnya berkibar tertiup angin. Matanya yang dalam dan menatap semua musuh dengan acuh tak acuh membawa sedikit penghinaan.
Dia adalah Feng Zun telah di percayakan menjadi manusia terpilih dan memiliki sebuah takdir besar dan memiliki orang orang yang harus dilindungi , dengan itu dia memutuskan untuk mengandalkan semangat dan kekuatannya yang gigih. Jadi bagaimana jika seluruh langit memberontak dan seluruh dunia ingin menjadi musuhnya?
Aku akan menebasnya dengan pedangku!
Semua mata tertuju pada Feng Zun. Ada keterkejutan, terpukau, dan kebingungan.
Sebagian berpikir situasi sudah pada titik dimana dia harus menyerah, tetapi mengapa sepertinya Feng Zun, yang dikelilingi oleh musuh, merasa sangat bahagia?
.
"Ha-ha-ha.., aku ingin melihat apakah kamu hanya menggertak atau benar-benar tak terkalahkan seperti kata katamu!"
Mendengar kata-kata Feng Zun, Lu Zu tidak bisa menahan diri untuk tidak menggelengkan kepalanya dan tertawa.
Namun pada saat ini yang mengambil sikap untuk menyerang dulu adalah Beilu yang memiliki ranah Immortal God Awal. Dia sudah sangat geram dengan tingkah Feng Zun dan tampak ingin segera membunuhnya.
__ADS_1
Dentang!
Pedang milik Beilu terhunus. Petir ungu menyilaukan melilit di sekitar bilah pedang saat memancarkan aura destruktif yang menakjubkan.
"Slash!"
Dengan raungan keras, dia mengambil inisiatif untuk menyerang lebih dulu. Pedang panjang di tangannya seperti sambaran petir yang menghancurkan bumi saat bergerak menebas dari langit.
Seluruh langit bergetar hebat dari dampak petir itu!
Kekuatan serangan ini begitu kuat sehingga jauh dari apa yang bisa dibandingkan dengan Lu Zu ketika dia berada di ranah yang sama dengan Beilu. Bahkan dunia dimensi di sekitarnya bergetar tanpa henti.
"Pondasi kultivasi seorang kultivator Immortal God benar-benar menakutkan!"
Beberapa orang gemetar melihat ini.
Ketika beberapa tatapan kelompok Demon King menyapu pedang di tangan Beilu, mereka tercengang.
Basis kultivasi Beilu berada di ranah Immortal God Awal. Dengan kemampuan miliknya akhirnya ia mendapatkan kepercayaan untuk memegang pedang guntur bumi dari Changyi untuk melindungi Demon King dan dengan pedang itu seharusnya dia mampu mengintimidasi dunia.
“Seperti semut.”
Menghadapi pedang ini, Feng Zun menghina saat niat membunuh melintas di mata ilahi miliknya.
Sebuah pedang dengan aura kuno muncul di tangan Feng Zun , itu adalah pedang pemberian sang guru yang di beri nama Pedang Kaisar Fantian. Sebenarnya Long Shangdi telah memperingatkan agar hanya memakai pedang ini pada saat benar benar genting saja.
Sesuai dengan namanya pedang ini berasal dari Alam Fantian.
Feng Zun menebas udara kosong , seketika muncul energi seperti bulan sabit dengan di selimuti api melintas seperti pelangi yang menembus langit dan bumi, kecepatannya seperti komet yang melintasi matahari dan bulan. Itu seperti membawa wawasan pedang yang tak tertandingi.
__ADS_1
Saat pedang Qi api milik Feng Zun bertemu dengan qi pedang petir milik Beilu.
Bang!
Dua helai pedang qi bertabrakan dan langsung meletus dengan suara yang seperti badai petir. Bahkan ruang dimensi terguncang sampai melonjak hebat dan diikuti hujan pedang qi yang merusak mengamuk seperti badai.
Di bawah tatapan kaget semua orang, pedang Qi Beilu dihancurkan inci demi inci!
Feng Zun tidak ragu-ragu dan menyerang Beilu dengan Pedang Kaisar Fantian di tangannya. Auranya seperti pelangi dan tidak ada tanda-tanda auranya menipis sama sekali.
Beilu memiliki ekspresi serius saat lengan bajunya berkibar tertiup angin saat dia menyerang terus menerus.
Pedang Guntur ditanganya membawa serta kilatan kilatan yang menyilaukan saat bertabrakan dengan Pedang Kaisar Fantian.
Tetapi hanya dalam sekejap, dengan ledakan, pedang guntur itu bergetar dan hampir terbang dan lepas dari tangannya.
Meskipun kekuatan senjata Pedang Guntur ini berada di kelas langit, tapi tetap saja Pedang Kaisar Fantian milik Feng Zun bukanlah sesuatu yang bisa dibandingkan dengan senjata itu.
Pertarungan antara dua kultivator saat ini bukan di didasarkan pada tingkat kultivasi dan pencapaian saja. Melainkan kekuatan absolut yang dimiliki oleh Pedang Kaisar Fantian.
Beilu mengerang kesakitan dan bersamaan dengan itu sosoknya bergetar hebat.
Dalam pertarungan ini tentu saja para penonton tidak mengetahui latar belakang Pedang Kaisar Fantian.
Mereka hanya mengetahui bahwa dalam serangan itu, seorang kultivator Immortal God seperti dia hampir tidak bisa memblokir serangan Feng Zun.
"Swoshh!"
Saat ini salah satu dari Demon King yang lain maju.
__ADS_1