Manusia Terpilih

Manusia Terpilih
Kemampuan Feng Zun


__ADS_3

Beberapa waktu sebelumnya dalam pertarungan Lin Hua dan Changyi.


Lin Hua baru saja memasuki ranah Immortal God tahap puncak sedangkan Changyi sudah mencapai ranah hampir seratus tahun yang lalu, ranah itu sudah dimilikinya bahkan saat dia berhadapan dan berkonfrontasi secara langsung dengan kaisar Tian Jin sebelum dia di penjara.


Seorang kultivator biasanya juga dapat di katakan lebih unggul jika usia pencapaiannya lebih matang.


Disisi lain Lin Hua juga sudah menyadari kesenjangan itu, dirinya yang tidak ingin mengganggu pertempuran Feng Zun, akhirnya dia memilih lokasi pertempuran yang jauh darinya namun tetap di dimensi yang sama.


Dia berteleportasi secara acak, keduanya justru berpindah di area yang di cakup oleh formasi besar pembunuh dewa yang ada di wilayah markas Demon King.


Changyi tersenyum puas karena itu, namun belum di sadari oleh lawannya.


Lin Hua sangat mendominasi pada awalnya, dengan inti gravitasi, ia mampu menjatuhkan changyi berkali kali meskipun tidak terluka, namun sangat merepotkan lawannya.


Dia mulai tersudut ketika formasi besar pembunuh dewa di aktifkan, seketika muncul hamparan hujan api merah yang menyilaukan dan berkilau membumbung ke langit di ikuti dengan ribuan serangan petir, pedang, dan tombak qi menghujani dirinya tanpa ampun.


Bang!Bang!


Ledakan ledakan terus bergema di dalam formasi, menyerang Lin Hua secara intens.


Dia mengaktifkan perisai berlapis untuk menahan semua serangan itu dengan sekuat tenaga.


Di tengah hujan serangan itu suara Changyi terdengar.


"Permaisuri Lin, saya sudah mengatakan bahwa selama saya ingin mengejar putra anda, maka anda tidak akan bisa menyembunyikannya."


Lin Hua menggertakkkan gigi lalu berkata.


"Bahkan jika kau membunuhku, itu tidak akan mengubah apapun!."


Tiba-tiba, ******* lembut terdengar dari jauh.


Wajah Lin Hua tiba-tiba berubah ketika melihatnya, dia ingin melarikan diri namun semua gerakannya di kepung oleh formasi besar pembunuh dewa.


Sosok yang tinggi seperti gunung, mengenakan kulit binatang, seorang pria dengan rambut dan janggut yang lebat sedang berdiri di samping Changyi dengan kapak perang berwarna darah di punggungnya. Dia seperti gunung dengan aura agung, dan kekuatannya menakutkan.


Dia adalah wakil ketua Demon King, Yuan Shuo.


“Permaisuri Lin, anda harus tahu bahwa kami tidak memiliki niat buruk. Selama Anda membawa kami untuk menemui putra Anda, maka Yang Agung kami menjamin bahwa kami tidak akan melukai sehelai rambut pun di kepala Anda.”


Bahkan musuh lain telah datang namun Lin Hua tetap berkata.


"Dalam mimpimu.!"


Mendengar itu, Yuan Shuo menggelengkan kepalanya.


"Baiklah karena anda bersikeras untuk mati, maka jangan salahkan saya."


Yuan Shuo memegang piringan kendali formasi dan akan mengakhiri Lin Hua.


Namun belum sempat dia melakukan itu tiba-tiba muncul sebuah aura yang menekan gerakannya.

__ADS_1


"Siapa...!"


"Ini adalah markas besar Demon King kami, jangan macam mac..."


Sebelum kata kata itu di selesaikan tubuhnya sudah terbelah menjadi dua oleh sebuah bilah pedang tak kasat mata.


Melihat adegan itu, tubuh Changyi menegang, seolah instingnya memperingatkan dirinya akan bahaya besar yang tidak dapat ia atasi.


Dengan segera ia melarikan diri dengan berteleportasi sejauh mungkin.


Lin Hua sangat terkejut karena kejadian ini, kekuatan satu serangan itu bahkan mampu membunuh Immortal God tahap puncak.!


Hanya satu orang yang menurutnya mampu untuk melakukan hal seperti itu.


"Terimakasih dewa Naga."


Setelah mengucapkan itu sosok Lin Hua lenyap dan berpindah ke suatu tempat.


Selain menemukan Lin Hua kali ini, guru Feng Zun itu juga menemukan, Yin Ying, Bai Ling, dan rombongan kaisar Tian Jin. Dan mereka semua di pindahkan di tempat yang sama.


Setelah berpindah ke domain kecil yang di ciptakan Long Shangdi, Lin Hua dapat melihat suaminya dan pengawalnya, namun ada dua sosok lain yang tidak ia kenal.


Dia menitihkan air mata bahagia.


"Gege.."


Mendengar kata itu, kaisar Tian Jin langsung tersentuh, ia berdiri dan merentangkan kedua tangannya bermaksud untuk menyambut istrinya ke dalam pelukannya.


Namun Lin Hua justru berjalan ke arah Bai Ling.


Seketika wajah kaisar Tian Jin berubah drastis karena itu...


"Haih, dasar wanita yang tidak berperasaan..."


.


Dunia sunyi, mencekik hati semua orang.


Kekuatan serangan Feng Zun dan pedang Kaisar Fantian mengejutkan Roh Diazhou, Wang Yuan, Wang Yulong, Patriak Chen Zheng, kaisar Zhou Jiang, leluhur Guan Ling dan yang lainnya yang menonton dari jarak cukup dekat.


Sementara penonton di kejauhan, mereka semua terpana di tempat.


Mereka percaya bahwa serangan dan pedang seperti itu akan mampu membunuh makhluk abadi!


.


Adapun kaisar Tian Jin, permaisuri Lin Hua, Bai Ling, Yin Ying, Ye Juan, dan Tian Fu. Mereka juga menyaksikan pertempuran ini dari jarak cukup dekat.


Hanya saja kehadiran mereka tidak akan mampu di lihat atau dirasakan oleh siapapun karena tertutup oleh domain kecil yang di ciptakan oleh guru dari Feng Zun itu.


Sebenarnya semua orang ingin bergerak untuk membantu Feng Zun, namun semuanya tidak berkutik karena Long Shangdi melarangnya.

__ADS_1


Dia ingin melihat kemampuan muridnya itu dalam melewati bahaya besar.


Beberapa waktu kemudian.


Di dalam domain itu, semua orang benar benar kagum dan terkejut dengan kemampuan yang ditunjukkan Feng Zun.


Kaisar Tian Jin bahkan yakin, bahwa ia tidak dapat melakukan apa yang anaknya tunjukkan saat ini, ada rasa bangga sangat dalam terukir dalam hatinya, dia merasa bahwa penderitaannya selama ini benar-benar di bayar pada saat ini.


Hal itu juga dirasakan oleh Tian Fu, dia juga merasa perjuangannya melindungi pangerannya selama ini tidak sia sia.


Untuk Bai Ling dan Lin Hua, mereka berdua hanya merasakan getir dan khawatir pada Feng Zun.


Sementara Yin Ying dan Ye Juan tidak mengungkapkan terlalu banyak ekspresi selain kekaguman.


Saat semua orang terpana dengan penampilan Feng Zun, disisi lain suara tawa terus menggema di dalam domain.


"Ha..ha...ha.."


"Tidak buruk...tidak buruk..."


"Dia sama sepertiku saat masih muda, sangat mendominasi..! ... Ha-ha-ha..."


Long Shangdi terus berkata kata dengan di ikuti tawa yang menggelegar.


Semua orang mengerutkan keningnya semakin dalam ketika melihat tingkah dari seorang yang mereka anggap sebagai dewa naga ini.


.


Pada saat ini, mata Changyi dipenuhi dengan keterkejutan dan penyesalan yang dalam.


Bahkan dia tidak pernah membayangkan bahwa Feng Zun dan pedangnya akan begitu tangguh, dan bahkan array transformasi iblis yang mereka buat tampak seperti kertas yang dihancurkan oleh serangannya.


Di sisi lain, ketika dia mengingat kematian Lanxu, Yunhai, Beilu, dan Lu Zu, itu membuat punggung Changyi merinding.


Dia yakin bahwa jika serangan ini ditujukan secara khusus padanya, maka dia mungkin tidak akan bisa lolos dari kerugian besar.!


"Feng Zun....kali ini, Demon King kami telah melakukan kesalahan. Bisakah anda menerima kata-kata ini dan membiarkan aku memiliki kesempatan untuk menebus kesalahanku?"


Changyi menarik napas dalam-dalam dan berkata, "Bukannya aku takut mati. Hanya saja jika garis keturunan Demon King kami tidak ada disini, maka aku takut tidak akan lagi yang akan membujuk Yang Agung, kekacauan pasti akan terjadi di Dinasti Zhou dalam waktu singkat. Pada saat itu percayalah bahwa aku jamin seluruh daratan ini akan jatuh ke dalam kekacauan dan bencana tanpa akhir, dan orang-orang tidak bersalah akan terjerumus ke dalam kesengsaraan dan penderitaan. Apakah Anda benar-benar tega melihat konsekuensi seperti itu?"


Ini adalah pertama kalinya Changyi, yang selalu tenang dan tenang, kehilangan kepercayaan dirinya.


Feng Zun mencibir dan berkata dengan acuh tak acuh, "Sebelumnya, kalian semua berpikir bahwa aku, Feng Zun, adalah momok bagi kalian dan seluruh dunia. Jika anda tidak membunuhku, itu pasti akan menyebarkan racun ke dunia kalian nanti. Lalu kenapa sekarang berubah ?"


Changyi menghela nafas dan berkata, "Zaman telah berubah. Kita hanya bisa menyalahkan mata kita yang malang karena tidak dapat melihat kekuatan tempurmu dengan jelas. Selama anda mau berhenti, saya jamin saya akan menebus kesalahan hari ini seratus kali lipat!"


Feng Zun hanya dapat menghela nafas panjang.


Sebenarnya ia ingin sekali segera membunuh musuhnya ini, namun di sisi lain dia masih membutuhkan informasi keberadaan ibunya.


Feng Zun tiba-tiba melirik Tar Ji, Feng yi, dan musuh dari daratan Luo lainnya di kejauhan dan berkata.

__ADS_1


“Jika kalian semua berani melarikan diri, maka aku pasti akan melakukan perjalanan ke sarang kalian masing-masing di masa depan. Pada saat itu, kalian semua tidak akan menjadi satu-satunya orang yang akan saya bunuh. ”


Ekspresi Tar Ji dan yang lainnya berubah secara bersamaan.


__ADS_2