Manusia Terpilih

Manusia Terpilih
Ingin Bermain Denganku?


__ADS_3

Pagi selanjutnya.


Feng Zun telah menghabiskan satu malam penuh untuk berkultivasi di dalam dunia kecilnya.


Hampir di setiap waktu luangnya saat ini akan selalu dimanfaatkan untuk berlatih berbagai kitab dan teknik rahasia.


Setelah dia selesai berkultivasi semalaman, Feng Zun mengembuskan napas panjang dan mengeluarkan udara keruh di dalam tubuhnya. Dia merasa seluruh tubuhnya ringan seolah-olah dia mengendarai angin.


Setelah dia mandi, dia mendengar ada suara ketukan.


"Tuan Muda Feng, Patriak telah menginstruksikan bahwa semua harta dan sumberdaya yang Anda butuhkan telah disiapkan. Silakan pergi ke ruang pertemuan di gunung belakang."


Seorang pelayan tua berbicara dengan hormat.


"Baik."


Feng Zun mengangguk setuju.


Gunung belakang Kediaman Klan Zu.


Aula pertemuan.


Ketika Feng Zun tiba, dia melihat bahwa Zu Qingtian dan semua tokoh besar Klan Zu sudah hadir.


"Tuan Muda Feng, silakan duduk."


Kata Zu Qingtian sambil tersenyum. Dia duduk di kursi tengah dan sepertinya sedang dalam suasana hati yang baik.


“Tidak perlu duduk. Jika semua persyaratan sudah siap, kita bisa memulai transaksi sekarang.”


Feng Zun mengalihkan pandangannya ke semua orang yang hadir dan dengan santai mengeluarkan sebuah kotak batu giok yang tersegel dari cincin penyimpanannya. Di dalam kotak batu giok itu berisi Kepompong Spiritual Samudra.

__ADS_1


"Tuan Muda Feng, bisakah Anda mengizinkan yang yang tua ini untuk melihat Kepompong itu lagi untuk menentukan apakah itu asli atau palsu?"


Seorang lelaki tua jangkung dengan rambut dan janggut putih berbicara.


Feng Zun sedikit mengernyit.


Zu Qingtian tersenyum saat dia menjelaskan. “Tuan Muda Feng, tidak perlu dimasukkan ke dalam hati. Ini adalah Tetua Ketiga Klan Zu saya, Zu Chao, dia yang bertanggung jawab untuk menjaga dan merawat Kupu-kupu Spiritual Samudra kami selama puluhan tahun ini. Jika Tetua Ketiga dapat melihatnya dengan kedua matanya sendiri, maka kita dapat sepenuhnya merasa nyaman saat melakukan transaksi."


Feng Zun tidak mengatakan apa-apa lagi dan melemparkan kotak batu giok itu.


Zu Chao membuka kotak batu giok, dan wajahnya langsung mengungkapkan kegembiraan, keterkejutan, dan kebahagiaan.


Setelah sekian lama mengamati, dia menutup kotak batu giok dan berkata kepada Zu Qingtian, "Ini memang kepompong spiritual samudra, dan penuh vitalitas kehidupan. Beri aku waktu tiga bulan dan aku pasti bisa membiakkan Kepompong Spiritual Samudra ini."


Zu Qingtian dan tokoh-tokoh hebat lainnya yang hadir di sini menghela nafas lega saat mendengar ini, dan mereka mengungkapkan senyuman dan sangat bersemangat.


"Tuan-tuan, bawa kemari harta itu."


Zu Qingtian melambaikan tangannya dan tertawa terbahak-bahak.


Feng Zun sedikit mengernyit.


Di dua piring porselen itu ada tumpukan kecil batu roh kelas menengah. Paling banyak, hanya ada seratus dari mereka.


Dibandingkan dengan kondisi persyaratan yang diusulkan Feng Zun, itu sangat jauh dari kesepakatan.


Seseorang harus ingat bahwa kesepakatan sebelumnya adalah 70 batu roh kelas tinggi yang setara dengan 7000 batu roh kelas menengah. Selain itu, ada juga bahan herbal spiritual, Batu Samudra, dan harta lainnya.


Tapi sekarang, Keluarga Zu hanya mengeluarkan 100 batu roh kelas menengah!


Tokoh-tokoh besar dari Keluarga Zu tampak senang ketika mereka mengamati ekspresi Feng Zun dan melihat bahwa dia mengerutkan keningnya dan tampak tercengang, mereka tidak bisa menahan tawanya pada saat ini.

__ADS_1


Wajah mereka dipenuhi ejekan.


"Ingin bermain denganku?"


Tatapan Feng Zun menyapu sosok-sosok besar Klan Zu, dan ekspresinya sekarang sudah menjadi acuh tak acuh.


“Teman kecil Feng, tolong jangan marah. Tadi malam, setelah melalui banyak pertimbangan, saya akhirnya menyadari bahwa jika kami menyetujui persyaratan Anda, maka Klan Zu kami akan menderita kerugian besar."


Di kursi tengah, Zu Qingtian berkata dengan sungguh-sungguh dan percaya diri, "Menurut pendapat saya, ini adalah harga yang paling masuk akal. Dengan seratus batu roh kelas menengah ini, cukup bagi Anda untuk membeli dua batu samudra misteri dari kami. Dengan keberuntungan yang dimiliki Teman kecil Feng, mungkin Anda dapat menemukan harta karun lagi dari batu samudra misteri kami."


Segera setelah kata-kata ini diucapkan, gelombang tawa bergema sekali lagi, dan beberapa tokoh besar dari Klan Zu sangat gembira, mereka tertawa terbahak-bahak sampai ingin menangis.


"Tampaknya kalian semua telah memutuskan untuk menarik kembali kesepakatan kita?"


Tatapan Feng Zun acuh tak acuh.


Salah satu tetua Klan Zu mendengus dan berkata, "Feng Zun, kami sudah bertanya pada Tuan Muda Huo Sheng tadi malam. Anda hanya seorang kultivator dari Kekaisaran Han dan tidak memiliki hubungannya dengan Istana Pedang Ilahi. Jika kamu tau tentang apa baik untukmu, batu roh kelas menengah ini bisa menjadi milikmu. Jika tidak… hehe."


Dia belum selesai berbicara, tetapi makna di balik kata-katanya sudah jelas.


"Huo Sheng?"


Feng Zun mengangkat alisnya.


"Tepat. Jika bukan karena Tuan Muda Huo, tidak ada dari kita yang akan membayangkan bahwa Adik kecil Feng ini sebenarnya adalah sosok kejam yang menyembunyikan kekuatannya.”


Zu Qingtian menghela nafas dengan emosi. "Dua serangan pedang anda sudah cukup untuk mengalahkan Tetua Agung Istana Pedang Ilahi seperti Yuntian. Bahkan karakter setingkat iblis kuno seperti Putra Suci Nirwana dibunuh olehmu. Itu memang benar-benar mengejutkan."


Berhenti sejenak, Zu Qingtian berkata dengan ekspresi serius, "Teman Kecil Feng, sejujurnya, Klan Zu kami tidak mau menjadi musuh dari sosok seperti anda. Tapi hari ini berbeda dari tadi malam aku telah memikirkannya, Aku hanya berharap agar kamu bisa pergi hidup-hidup dari Klan Zu saya hari ini.”


Bahkan setelah mengetahui beberapa tindakan Feng Zun, dia tampak masih tak kenal takut.

__ADS_1


Tokoh besar lainnya dari Keluarga Zu juga penuh percaya diri.


Feng Zun tertawa dan berkata, "Kamu telah mengingkari kata-katamu dan bahkan mengancamku dengan kematian. Aku juga ingin melihat siapa diantara kalian yang bisa meninggalkan ruangan ini hidup-hidup."


__ADS_2