
Feng Zun masih diam menyaksikan kedua orang dewasa di depannya sedang memikirkan jalan keluar dari permasalahan yg sedang mereka bahas.
Dirinya pun yg tak memiliki ide untuk mencari keberadaan lokasi ibunya kemudian memutuskan untuk pergi dari lokasi tersebut dan masuk kedalam dunia kecil miliknya untuk menenangkan diri.
Fengzun masih takjub dengan suasana dunia kecil miliknya meskipun telah beberapa kali berada di tempat tersebut , suasana dunia kecil itu membuat dirinya langsung terbawa dalam ketenangan lalu memposisikan diri untuk bermeditasi.
Fengzun nampak ingin mengakhirinya setelah bermeditasi beberapa jam , namun sebelum ia bangun dari meditasi tiba tiba Feng Zun berteriak keras.
"Aarrrgghhh.." teriak Feng Zun memegangi kepalanya yg terasa sangat menyakitkan
Fengzun sebenarnya sudah sering merasakan hal tersebut sebelumnya , namun tetap saja rasa sakit itu masih cukup untuk membuat dirinya meronta kesakitan.
Sebuah informasi ingatan tentang dunia antah berantah muncul di kepala Fengzun , entah darimana informasi itu berasal. Namun ia sangat bersemangat karena menurutnya itu hal tersebut berhubungan dengan lokasi ibunya.
Long Shangdi sebenarnya ingin kembali ke Fantian Realm untuk menanyakan perihal kesulitannya kali ini kepada sang ayah , namun lagi lagi ia memikirkan Long Butian yg selalu membenci dirinya. Hal tersebut lah yang membuat dirinya enggan kembali ke Fantian Realm.
Di sisi lain dia juga memikirkan kondisi ibu dari Feng Zun. Jika terjadi sesuatu yang buruk pada Lin Hua, maka ia khawatir hal itu akan membuat Feng Zun tidak senang dan memungkinkan muridnya tersebut kembali memancing keluar kekuatan yang ada pada simbol suci.
Kekuatan tersembunyi tersebut bukanlah sesuatu yang dapat ditanggung oleh Long Shangdi dengan kondisinya saat ini , hal tersebut cukup untuk membuat kepala Long Shangdi terasa sakit.
Ditengah kebingungan tiba tiba ia merasakan sebuah informasi sama dengan yang diterima Feng Zun , jiwa Long Shangdi yang telah menyatu dengan Feng Zun membuat dirinya dapat merasakan apapun yang dirasakan oleh muridnya tersebut.
"Dunia Hun ..! pantas saja indra spiritual ku tak dapat menembus belenggu aneh dunia itu"
Dengan segera Long Shangdi menggerakkan bahtera semesta ke arah dimana dunia Hun berada.
Swoshhh....
Bahtera semesta melesat seperti cahaya sesuai arahan dari Long Shangdi sebelumnya.
__ADS_1
Selang satu hari dengan kecepatan cahaya yang dimiliki bahtera semesta akhirnya mereka sudah berada di wilayah Dunia Hun berada.
Semua orang sudah berkumpul di halaman bahtera semesta untuk bersiap melakukan usaha masing masing dalam pencarian misi Permaisuri Lin Hua.
Kaisar Tian Jin yang sudah tak sabar kemudian menyebarkan indra spritual miliknya untuk ikut melacak keberadaan istri tercintanya itu, ketika indra spiritual ingin masuk ke dunia hun ia menemukan sebuah penghalang kuat yang menghalau semua tindakan pencarian yang Kaisar Tian Jin lakukan.
Namun keinginan yang kuat untuk menemukan sang istri tercinta, Kaisar Tian Jin terus mencoba melakukan segala upaya yang bisa ia lakukan, saat serpihan jiwanya berusaha menerobos masuk penghalang yang melindungi dunia hun dirinya terlempar puluhan meter dan memuntahkan seteguk darah.
Melihat adegan tersebut, Ye Juan dan yang lain segera memberi pertolongan pertama kepada Kaisar Tian Jin yang terluka.
Long Shangdi akan lebih berhati hati setelah melihat Tian Jin terluka cukup parah ketika berusaha menerobos dunia hun, karena pada dasarnya mereka berdua memiliki hal yang sama yaitu kondisi mereka yang hanya berbentuk jiwa.
Long Shangdi nampak menemukan sebuah cara dan melirik Ye Juan dan Feng Zun secara bergantian. Dia memiliki rencana untuk menggunakan tubuh fisik salah satu dari mereka untuk menerobos masuk ke dunia hun .
Diantara keduanya Long Shangdi akhirnya memilih tubuh Feng Zun yang akan ia gunakan untuk melakukan rencananya, karena tubuh Ye Juan tak akan mampu menanggung kekuatannya meskipun sudah berada di ranah Immortal God.
Sementara untuk Fengzun meskipun memiliki basis kultivasi tahap nirwana namun dirinya memiliki berbagai kondisi khusus yang sangat memungkinkan dirinya mampu menanggung kekuatan Long Shangdi.
Sebenarnya jika Feng Zun melakukan teknik perubahan miliknya, maka dapat dipastikan tidak akan ada yang mampu menghentikan langkahnya apalagi itu hanyalah penghalang dunia hun belaka.
Namun terdapat berbagai efek negatif dari perubahan tersebut akan melukai Feng Zun setelahnya dan bahkan untuk saat ini Feng Zun belum dapat sepenuhnya mengendalikan misteri kekuatan dibalik simbol suci yang ada di keningnya itu.
"Bocah, bersiaplah aku akan menggunakan tubuhmu sementara waktu untuk menghancurkan penghalang itu" ucap Long Shangdi dalam telepati kepada Feng Zun.
Feng Zun yang sudah mengerti apa yang dimaksud sang guru kemudian membuka celah kesadaran miliknya dan membiarkan jiwa gurunya menguasainya.
"Arrrgggg...."
Fengzun mengerang kesakitan ketika merasakan sensasi tubuhnya diambil alih.
__ADS_1
Wushhh.....
Aura kuat menyebar ke segala arah ketika Long Shangdi berhasil menyatu dengan sempurna dengan muridnya itu.
"Tubuh fisik ini sungguh menakjubkan ... memang layak menjadi pilihan simbol suci ....hahaha" Long Shangdi tertawa puas dengan tingkat kesempurnaan fisik Feng Zun.
Long Shangdi bahkan merasakan memiliki kekuatan 2 kali lipat melebihi saat ia masih tubuhnya dahulu kala.
Dengan kekuatan seperti itu Long Shangdi merasa sangat yakin akan mampu menembus Dunia Hun hanya dengan sedikit usaha.
Boommm....boommm
Sebuah serangan Long Shangdi mulai menghantam pelindung dunia hun.
"Ini...
bagaimana bisa?" ucap Long Shangdi dalam batin yang tak percaya serangannya tak mampu menggores penghalang di depannya.
Boomm...Boommm....
Booommm....
Ledakan demi ledakan terus bergema yang ternyata belum juga mampu memberikan hasil yang diharapkan.
"Guru cobalah untuk memicu kekuatan simbol suci yang ada di keningku dengan cara mengalirkan Qi milikmu ke pusat simbol suci." ucap Feng Zun dari alam bawah sadarnya.
"Murid bodoh aku adalah gurunya bukan kau!" ucap Long Shangdi mengumpat karena merasa diajari oleh muridnya sendiri.
Fengzun justru tertawa ketika gurunya itu mengumpati dirinya.
__ADS_1
Setelah mendengar hal tersebut kemudian Long Shangdi melakukan seperti apa yang dikatakan muridnya itu.
Sebelum mengalirkan Qi miliknya Long Shangdi terlebih dahulu melapisi bahtera semesta dengan formasi pertahanan berlapis-lapis untuk menghindari sesuatu yang tak diinginkan.