
Fenomena alam yang sangat ganjil bagi penduduk ibu kota kekaisaran benua utara berhasil membuat kepanikan yang mendalam ke seluruh penjuru kota.
Bahkan pihak Kekaisaran telah mengerahkan beberapa kelompok untuk mengevakuasi warga.
Namun di tengah kepanikan penduduk tersebut tiba tiba muncul dinding transparan yang menyelimuti seluruh daratan tempat mereka tinggal.
Itu adalah Array Formasi pelindung yg dibuat oleh Long shangdi dan dewa Shang untuk melindungi kehidupan di seluruh daratan Luo.
Seluruh penduduk ibu kota kekaisaran, membuat persepsi nya sendiri tentang fenomena yang mereka saksikan saat ini.
"Pasti anak itu adalah anak iblis yang dihukum oleh surga karena kesalahannya." ucap salah satu penduduk
"Bukan, mungkin itu ulah orang tuanya dulu yang membuat surga murka dan seluruh keturunan nya dihukum oleh surga, sungguh malang nasibnya." ucap yang lain
Berbagai perbincangan muncul dari orang orang yang menyaksikan fenomena ini.
Ada juga yang bersyukur karena berpikir surga sedang menghukum iblis, dan bahkan ada juga yang menatap iba.
Yin Ying juga sedikit terkejut dengan fenomena yang terjadi saat ini, namun ia memilih bersembunyi untuk menstabilkan pondasinya secepat mungkin agar dapat membantu Feng Zun disaat genting nanti.
Di langit Petir Ashura yang berwujud Trisula hitam raksasa mulai terlihat bergerak, ia dengan ganas mengincar ke arah Feng Zun yang melayang diudara .
Trisula Petir berputar putar dan menimbulkan gelombang angin yang menerbangankan berbagai hal yang berada dalam radius lima kilometer darinya.
Petir terus bergerak hingga kemudian telah masuk ke daratan Luo yang sama sekali tidak terdampak meskipun daya hancurnya sangat mengerikan, hal itu karena terlindungi array formasi tingkat tinggi dari Dewa Shang.
Feng Zun menatap petir tersebut dan melayang dan keluar dari Array Formasi yang melindungi di daratan, agar menghindari dampak kehancuran di sekitarnya.
Secara tidak terduga di sekitar Trisula Petir Ashura muncul petir petir lain yang seolah mereka adalah prajurit yg dibawa olehnya.
Petir disekitarnya tersebut tidak lebih lemah dari petir pertama yang menghantam Feng Zun sebelumnya.
Swushhh..
Ruummmblee...
Bang!
__ADS_1
Puluhan petir emas menimbulkan ledakan dahsyat menghantam tepat pada perisai yang melindungi Feng Zun, meskipun terlindung oleh array namun perlindungan dari array tersebut hanya memusatkan perhatian untuk melindungi tubuh fisiknya.
Belasan petir surgawi terus menghantam dinding perisai yang melindungi Feng Zun.
Detik berikutnya garis garis retak mulai muncul, pada salah satu sisi dinding perisai, itu membuat tekanan aura mengerikan dapat merembes masuk kedalam perisai, dan menekan jiwanya.
Aaarrrrghhhhhh......Aaaaa....
Feng Zun mulai berteriak keras menahan tekanan aura petir surgawi yang bocor.
Tak lama kemudian, Petir Ashura berdengung seolah memberi suatu isyarat pada petir lainnya. Setelah itu semua petir tiba tiba terlihat berkumpul menjadi satu kekuatan dan meluncur kearah Feng Zun.
Penduduk yang melihat kejadian ini menahan nafas karena tidak sanggup membayangkan apa yg terjadi jika petir itu menghantam mereka.
Saat semua orang sudah memastikan nasib anak muda yang menerima murka surga itu tiba-tiba muncul seekor Harimau Raksasa dengan ekor seperti naga dan memiliki sayap dipunggungnya, kemudian menghadang laju petir surgawi tersebut secara langsung.
Sosok Itu adalah Bai Ling dalam wujud aslinya yang datang bersama Tian Fu untuk membantu Feng Zun.
Tian Fu menyadari begitu mengerikannya kesengsaraan petir itu kemudian melemparkan kedua cincin milik Feng Zun kearah Tuan Mudanya itu .
Boooommm......
Kedua orang yang baru datang itu bekerja sama untuk menjinakkan Petir mematikan tersebut, namun usaha mereka sia sia dan petir itu berhasil menghantam Bai dan Tian Fu Ling secara langsung.
Akibatnya membuat mereka terluka parah dan terlempar menabrak dinding perisai daratan Luo kemudian membuat Bai Ling kembali ke wujud manusianya dan memuntahkan seteguk darah.
Sedangkan Tian Fu menghantam tanah dan tercipta sebuah lubang besar di lokasinya.
Bai Ling menatap anak angkatnya dengan senyuman walaupun berada dalam keadaan menyedihkan, tapi setidaknya keselamatan Feng Zun lebih penting dari hidupnya sendiri.
Feng Zun dengan mata yang berkaca kaca mulai bergetar, sebelumnya ia belum pernah merasakan hal seperti ini.
Rasa sakit yang begitu dalam saat melihat satu satunya orang yg menyayanginya hampir sekarat, membuatnya begitu murka dan menatap jauh ke langit yang seolah ingin membuat surga membayar sakit dalam hatinya.
Saat ini gejolak hati Feng Zun sangat buruk dengan amarah yg meledak ledak membuat Dunia kecil yang sebelumnya membelenggu Dewa Shang bergetar hebat dan akhirnya hancur di ikuti hancurnya beberapa segel simbol suci.
Hal itu akhirnya dapat membebaskan Dewa Shang dan anaknya yang terpenjara selama puluhan ribu tahun ini.
__ADS_1
Simbol suci di kening Feng Zun bercahaya dan merubah wujudnya menjadi sosok seperti Dewa sesungguhnya.
Kemudian diikuti muncul Yin Ying dengan wujud aslinya yaitu Qilin raksasa yg merespon panggilan dari simbol suci di kening mereka.
Dengan kekuatan yg terasa tak terbatas membuatnya mudah menghancurkan array yg dibuat Long Shangdi dan ayahnya, akhirnya Feng Zun keluar dari Array perlindungan tersebut dan memilih melesat ke arah Bai Ling untuk melihat keadaannya.
"Ibu , kenapa kau melakukan ini" Feng Zun meneteskan air matanya karena melihat keadaan ibunya.
"Zun'er jika ibu nanti pergi , kau ambillah permata beast milik ibu " ucap Bai Ling yg merasa hidupnya akan sulit di pertahankan.
Permata beast adalah inti kekuatan dan kehidupan dari seekor binatang buas. Namun
Feng Zun tidak mengerti apa itu permata beast tapi ia mengerti kata "pergi" yg dimaksud sang ibu.
"Tidak tidak ibu tidak akan kemana-mana aku sudah berjanji akan melindungi ibu , berjanji lah padaku untuk tetap hidup" balas Feng Zun yg kemudian melepaskan cincin Lin Hua dan memasangnya ke jari Ibunya yg kemudian perlahan menyembuhkan sedikit demi sedikit luka Bai Ling.
Cincin Feng Zun dari Lin Hua juga memiliki kemampuan untuk melindungi penggunaannya dari serangan puncak Immortal God .
"Tuan muda, apa yg kau lakukan "teriak Tian Fu yg juga sekarat terlihat tidak setuju dengan keputusan Feng Zun memberikan cincin itu pada Bai Ling namun Feng Zun mengabaikan nya.
Perubahan bentuk Feng Zun ini membuatnya terlihat seperti 22 tahun sesuai dengan jiwanya saat berlatih. Auranya nampak agung dan begitu mendominasi bahkan Dewa Shang sedikit bergetar melihatnya.
Feng Zun kembali menatap langit dengan tatapan penuh kebencian karena rasa sakit setelah melihat keadaan Bai Ling yg menyedihkan, lalu melesat kearah langit.
"Petir Ashura tunjukkan kekuatan penuhmu!!" Feng Zun sangat percaya diri kali ini dan berniat segera mengakhiri urusan kesengsaraan petirnya.
Trisula Petir Ashura kembali berputar putar yg kemudian memicu gelombang angin membentuk tornado disertai petir petir surgawi di dalamnya dan melesat kearah Feng Zun.
Rumbleee.....Booommmm....
Suara gelombang gelombang kekuatan terdengar mengiringi laju Trisula tersebut.
Terlihat Feng Zun dan Yin Ying bekerja sama untuk menangkap petir Ashura itu. Qilin dan Feng Zun membuat sebuah segel rumit dan mengarahkan tangannya kedepan, detik berikutnya muncul sebuah lubang hitam raksasa yang menelan sang Petir Ashura Sempurna itu.
Daripada menghancurkannya Feng Zun memiliki rencana lain pada Petir Ashura Sempurna tersebut dan lebih memilih menangkapnya.
Bersambung
__ADS_1