Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Kerajaan Maut


__ADS_3

Rion adalah bintang kelas sekolah menengah atas kelas tiga yang cerdas dan selalu mendapat peringkat pertama bahkan sejak dia sekolah dasar. Menjadi bintang kelas tidak membuat Rion disorot dengan baik oleh siswa-siswi dikelasnya, bahkan dikucilkan oleh banyak pelajar dikelasnya membuat Rion sangat merasa muak. Dia tidak masalah jika mereka menghina dengan nada mengolok-olok padanya dengan perkataan saja tetapi, kalau sampai memukulnya Rion tentu saja akan marah.


Setiap orang jika dipukul oleh orang lain pastinya akan marah dan ingin segera membela diri tetapi, bagi Rion percuma saja karena pasti dia tetap akan selalu dirundung. Semampu tenaganya Rion mencoba sabar dan tidak membalas celaan, hinaan, dan pukulan mereka.


Akan tetapi lama-kelamaan Rion merasa hatinya terpukul karena selama ini dia hanya diam saja dengan perlakuan semena-mena siswa-siswi dikelasnya. Yang lebih membuat Rion sakit hati dengan sikap teman dikelasnya itu adalah sebagian besar dari mereka memanggilnya dengan sebuah julukan yaitu adalah 'Semut Pengecut'.


'Ya mungkin memang benar aku ini semut pengecut yang dianggap remeh dan kecil


oleh teman sekelas. Mereka tak ingin berteman denganku. Aku merasa bosan hidup seperti ini. Aku tahu kalian akan puas ketika melihatku mati. Kalian pastinya tidak akan menyesal namun, akan kupastikan aku yang akan membuat kalian menyesal.' Rion benar-benar murka.


Entah sesuatu apa yang tengah ada dibenak Rion. Sedikitpun tidak ada rasa takut baginya, dia melukai pergelangan tangan dari tangan miliknya menggunakan pisau kecil sembari tertawa, layaknya orang yang sedang berbahagia amat besar. Tetesan darah merah segar milik Rion mengalir deras melalui pergelangan tangannya, kemudian jatuh di atas lantai keramik putih dengan tidak karuan .Pintu kamar Rion dikunci oleh dirinya sendiri karena dia seorang diri dirumahnya, keadaan kamarnya benar-benar kacau berantakan. Tidak ada yang menolongnya, tidak ada yang tahu akan perasaannya, dan tidak ada yang tahu hal apa yang membuatnya terluka serta tidak ada tempat berbagi perasaan. Rion selalu dirinya terus merasa sendiri saja.


"Aku ingin menghilang saja, dengan begitu ibu tidak akan terbebani dengan membiayai biaya hidup seorang semut pengecut sepertiku. Aku sudah terlalu banyak merepotkan ibuku. Selamat tinggal ibu. Aku tidak sanggup lagi hidup seperti ini. Aku tidak ingin ibu menangisiku.Mulai diwaktu nanti itu, ibu cukup membiayai biaya kehidupan ibu saja. Semangat ya bu menjaga kedai makanan milik ibu." Ucap Rion sedih dengan mata penuh air mata.


Rion semakin menjadi. Sekarang dia tidak hanya berani menyayat pergelangan tangannya saja. Dengan penuh keyakinan dia perlahan menyayat kulit perut miliknya sendiri lalu mulai menusuknya.

__ADS_1


"Ada-ada saja ulah manusia muda ini. Padahal niatnya besok pagi aku baru akan mencabut nyawanya. Payah sekali dia langsung mati sekarang." Malaikat maut nampak lelah, dia terus memandangi mayat Rion sambil berpikir keras. Tiba-tiba saja muncul malaikat maut yang lain lagi, tepat berada di belakang malaikat maut yang pertama muncul. Perawakan kedua malaikat maut ini cukup berbeda. Malaikat maut yang pertama kali muncul memiliki tubuh yang kekar dan sangat tinggi, sedangkan malaikat maut yang terakhir muncul memiliki tubuh pendek dan memiliki kepala yang sangat bulat. Meskipun cukup berbeda bentukannya tapi kedua malaikat maut ini sama-sama menggunakan jubah hitam bertudung yang warnanya amat hitam pekat. Karena sekarang bukan waktunya Rion meninggal jadi, kedua malaikat itu tidak membawa sabit.Malaikat maut yang baru saja muncul itu pun menyentuh pundak malaikat maut yang ada di depannya dengan pelan.


"Hei siapa kau?" Malaikat maut pertama kaget karena tiba-tiba ada yang menyentuh pundaknya.


"Ini aku pendampingmu alias asistenmu tuan hahaha." Jawabnya sambil tertawa


"Sialan, berani sekali membuatku terkejut." "Hmm.. Maafkan aku tuan hahaha." Malaikat


maut kedua kembali tertawa.


"Berani sekali kau tertawa.Ingat kau hanya asistenku yang jelek dan pendek" Malaikat maut pertama nampak murka.


"Tidak perlu kau puji, aku pun sudah tahu." "Jadi maafkan saja diriku ini ya!" "Baiklah. Tapi apa kau tahu mengapa anak


lelaki itu bisa mati sekarang ini? padahal waktu seharusnya dia meninggal adalah besok, yang sesuai dengan jadwal kalender tugas kita." Malaikat maut pertama bingung.

__ADS_1


"Saya hanya ingat kalau raja maut tadi mengatakan akan merubah jadwal tugas kita. Dia juga bilang kalau hari ini biar dia saja yang boleh mencabut semua nyawa manusia.Tadi raja maut juga mengatakan hal tentang anak yang bernama Rion ini tetapi, aku lupa apa yang dia katakan tadi." Malaikat maut kedua bingung.


"Dasar pelupa. Hal itulah yang membuatmu


tidak pantas menjadi asistenku. Andai saja aku bisa mengganti asisten dengan semauku." Malaikat maut pertama kesal.


"Bagaimana kalau kita kembali ke Kerajaan Maut dulu tuanku." Malaikat maut kedua menawarkan.


"Betul juga.Ayo kita pergi!"


Karena masih bingung dengan penyebab kenapa jadwal tugas di Kerajaan Maut diganti dan untuk mengetahui apa yang dikatakan Raja Maut kepada asisten dari malaikat maut bertubuh kekar itu. Akhirnya mereka berdua memutuskan kembali pergi ke Kerajaan Maut untuk mencari kepastian yang benar dari sang raja.


Tidak perlu berlama-lama, cukup beberapa detik saja dan bahkan lebih cepat daripada waktu itu untuk sampai ke Kerajaan Maut. Sama saja seperti namanya, Kerajaan Maut penuh dengan nuansa gelap, tulang belulang manusia dimana-mana. Banyak para malaikat maut yang sedang asyik dengan aktivitasnya masing-masing.


Dua malaikat maut yang tadi menghampiri Rion kini berjalan melayang-layang di udara menuju Kerajaan Maut. Sesekali dua malaikat itu berbincang santai mengenai pekerjaan mereka. Perjalanan mereka berdua masih sangat jauh yang mengakibatkan mereka menjadi sangat haus. Mereka berdua memutuskan untuk pergi ke kolam besar terlebih dahulu, kolam yang berisi darah manusia yang baru saja meninggal hari ini.

__ADS_1


Untuk mengambil darah manusia yang baru saja meninggal itu tidak sembarangan, perlu memilih malaikat maut yang tingkat kekuatannya dilevel atas. Tentu saja, dua malaikat maut yang menghampiri Rion tadi bukanlah yang bertugas mengambil darah manusia yang baru saja meninggal. Yang bertugas mengambil darah segar tersebut dinamakan malaikat maut penyerap.


Darah merah pekat yang mengisi kolam besar memang menggiurkan tak tertahankan yang membuat tenaga dua malaikat maut tersebut kembali terisi. Kini mereka berdua melanjutkan kembali perjalanan menuju Kerajaan Maut. Kedua malaikat maut ini memang sengaja tidak langsung menghilangkan diri untuk tiba di Kerajaan Maut , mereka masih ingin merasakan suasana dan harumnya sekitar, harum darah ada disetiap tempat, mereka tidak ingin melewatkan satu detikpun kesempatan untuk mencium aroma darah manusia. Waktu yang tepat untuk menikmati keindahan bagi para malaikat maut yaitu menikmati secara perlahan dan santai.


__ADS_2