
Aurora mencoba menghilangkan rasa ragu nya agar bisa saling berkirim pesan dengan Sania.Aurora sangat bersemangat ingin mengirimi Sania pesan karena Sania satu sekolah menengah atas dengan Aurora atau lebih tepatnya Rion.
Tidak ingin berdebat di dalam pikirannya sendiri,Aurora telah berani untuk mengirimi Sania sebuah pesan.Yang ada di pikiran
Aurora sekarang hanya agar dia bisa segera dekat dengan Sania.
Beginilah isi pesan yang Aurora kirimkan.
'Hai Sania.Ini Aurora,maaf ya apa aku mengganggu?'
Sania yang baru saja selesai mandi pun langsung mengecek gawai nya karena berbunyi tanda ada pesan yang masuk di gawai nya.
Tidak salah,tidak bukan ternyata yang mebgiriminya pesan adalah Aurora. Sania langsung saja membalas pesan dari Aurora dengan wajah yang tersenyum.
Beginilah isi pesan balasan dari Sania untuk Aurora.
'Gak apa-apa kok Aurora,kamu malah
gak ganggu aku sama sekali.Kamu
kalau sama aku gak usah canggung
bahasa nya ya! kan kita teman pakai
bahasa gaul juga gak masalah kok.'
Aurora dan Sania asyik saling bertukar pesan di gawai mereka masing-masing.Mereka bercanda ria dan membicarakan banyak hal yang lainnya,intinya banyak sekali pembicaraan mereka saat berkirim pesan.Sampai tiba waktunya Sania mengajak Aurora untuk makan malam saat besok malam.
'Aurora,besok malam kita makan
malam berdua ya.'
'Hah? makan dimana?'
'Di restoran dekat rumahku aja.'
'Tapi aku gak tau dimana rumah kamu
dan restoran itu berada.'
'Aku jemput kok,pokoknya tenang aja kamu cuma perlu nunggu aja ya.'
'Iya sih.Kalau gitu aku setuju aja.'
'Sip,aku ngantuk banget sekarang loh.
Aku pamit tidur dulu ya.'
'Iya'
Pesan diakhiri oleh Aurora karena Sania mengatakan kalau sudah mengantuk karena lelah.Aurora pun juga ingin tidur karena sekarang dia sama lelahnya dengan Sania.
__ADS_1
Aurora ingin cepat dan segera tidur agar besok ketika dia bangun tidur, hari akan berjalan cepat.Aurora merasa sangat senang karena ternyata Sania menyukai dirinya.
Karena disekolah sebelumnya Aurora atau lebih tepatnya Rion itu tidak mempunyai satu pun teman jadi,dia pikir bertemu dengan orang yang satu sekolah dengannya dulu akan sangat menyenangkan.
Menurut Aurora,Sania tidak hanya ramah dan terlihat hangat tapi juga cocok untuk menjadi teman yang baik untuknya.Aurora merasa harinya lebih bahagia ketika melihat dan berkomunikasi dengan Sania.Sania sangat ramah jadi,tidak heran kalau Aurora sampai meleleh dengan diri Sania.
Aurora memutuskan untuk segera tidur menyusul Sania agar tenaganya bisa kembali pulih dan kembali terisi.Meskipun ingin tidur segera tetapi Aurora belum juga bisa tertidur.
Aurora masih memikirkan ibu
kandungnya yang sedih kehilangan putra nya tetapi,di sisi yang lain Aurora merasa senang karena dia bisa bertemu dengan Andrea dengan teman-temannya,Leonardo,Mia,dan juga Sania.Aurora menutup matanya dan mencoba untuk menerima kenyataan yang terjadi dan kenyataan yang menimpa dirinya tapi,Aurora tidak bisa tertidur.
Waktu berjalan dengan sangat cepat dan begitu pula dengan hari di dunia.Jika waktu bisa berbicara pasti akan berteriak kencang agar seluruh umat manusia tidak menyia-nyiakan waktu yang masih bisa dirasakan oleh setiap makhluk hidup termasuk manusia.
Malam hari telah hilang dan berganti menjadi matahari pagi hari yang sedang masih malu karena waktu masih menunjukan pukul lima pagi jadi,matahari tidak menyilaukan seperti di siang hari.
Aurora bergegas dari tempat tidur lalu mencuci wajahnya agar tidak mengantuk dan tetap beseri. Aktivitas yang Aurora lakukan ketika malam hari sama saja seprerti orang-orang lain seperti cuci muka,mandi,menggosok gigi,dan aktivitas biasa yang lain yang dilakukan sebelum tidur.
Aurora kembali ke kasur nya untuk tidur.Meskipun susah untuk membuat diri bisa tidur tetapi,perlahan namun pasti Aurora bisa tertidur dan menuju alam tidak sadarnya.
Sesudah pagi hari tepat jam delapan pagi,Aurora langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya.Setelah dari kamar mandi,Aurora langsung ke ruang makan menghampiri Mia dan Leonardo.Makanan kali ini sangat istimewa bagi Aurora.Menjadi istimewa karena menu makanan berupa kepiting dan lobster belum pernah disajikan sejak Aurora tinggal dirumah milik keluarga Leonardo.Kepiting ekstra besar serta lobster yang disiram saos super pedas memang tidak ada dua nya untuk Aurora.
"Mmm rasanya enak." Ucap Aurora.
"Iya dong.Makanan ini kan bibi yang masak." Leonardo menjawab sambil tersenyum menyeringai.
"Enak aja kamu.Mama kan juga
"Tapi kan cuma bantuin sedikit aja."
"Emang cuma sedikit tapi kan juga ikut bantuin."
"Terus?"
"Jadi sarapan ini bukan cuma masakan
bibi aja tapi juga masakan mama."
"Iya deh ma."
Leonardo hanya pasrah dengan sikap dan perkataan istrinya itu.Sedangkan Aurora yang mendengar perdebatan Leonardo dan Mia hanya diam saja tidak peduli.Aurora hanya peduli pada makanannya sekarang.
"Aurora,kamu gak bisa lagi kembali sekolah di SMP tempat kamu sekolah dulu." Leonardo menjelaskan.
"Lah kenapa gitu gitu pa?" Aurora kebingungan.
"Karena kamu bakal langsung belajar
di perguruan tinggi." Leonardo menjelaskan sambil tersenyum.
"Aku sih gak masalah tapi ini
__ADS_1
mendadak banget."
"Kamu gak usah cemas karena kamu bakal satu kampus kok sama Andrea.Jadi,kamu gak perlu khawatir soal teman kan ada Andrea."
"Iya pa.Tapi apa Andrea udah dikasih tahu kalau aku bakal satu kampus sama dia?"
"Belum." Jawab Leonardo dengan singkat.
"Nanti kan nak,bisa aja
kamu kasih tahu sendiri." Mia memberi saran.
"Iya sih ma.Tapi kapan aku bisa mulai kuliah?"
"Besok pagi kamu masih harus ngurus pendaftaran kuliah kamu sama Andrea.Jadi kamu harus kasih tahu Andrea tentang hal
kamu kuliah ini."
"Iya ma."
"Yaudah kalau gitu nanti lagi baru lanjut ngomongnya karena kita harus lanjut makan dulu." Ucap Mia.
"Iya ma."
Ketiga orang itu kembali melanjutkan makan tanpa pembicaraan.Mereka makan dengan sangat lahap dan hanya terdengar bunyi dentingan dari perkakas seperti sendok piring dan yang lainnya.Mereka menyelesaikan makan sarapan mereka dengan waktu yang tidak lama.
Aurora merasa bosan jika dia terus saja diam berada di rumah.Sesekali dia ingin berjalan keluar rumah berjalan-jalan dengan lama.
"Ibu,ayah aku mau jalan-jalan keluar." Aurora mengadu kepada Mia dan Leonardo.
"Terus?" Leonardo tampak bingung.
"Ya aku mau jalan-jalan keluar rumah karena
aku lagi bosan."
"Mau jalan sama mama dan papa atau
mau sama Andrea aja?" Leonardo bertanya.
"Aku gak mau ngerepotin Andrea jadi
aku mau sama papa dan mama aja." Ucap Aurora sambil tersenyum sangat cerah.
"Oke deh.Tapi kamu
harus mandi dulu." Leonardo memerintah Aurora.
"Tentu dong.Papa dan mama jangan lupa mandi juga nanti bau loh." Aurora bercanda.
"Udah cepat kamu mandi!
__ADS_1
jangan ngejek orang tua terus." Mia memerintah Aurora.