Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Berkemah


__ADS_3

Aurora dan Andrea sudah berpamitan ke Mia dan Leonardo.Mereka pergi ke tujuan mereka dengan mobil hitam milik Andrea.


Andrea menjalakan mobilnya dengan


kecepatan yang sedang.Didalam mobil


suasana sangat canggung,Andrea dan Aurora hanya diam tanpa sepatah kata pun.Untuk memecah keheningan,Aurora memilih sekedar bertanya basa-basi kepada Rion.


"Keren banget kamu udah bisa nyetir mobil emang umur kamu berapa sih?" Aurora bertanya.


"Aurora,tega banget sama aku." Andrea memasang wajah sedih.


"Lah tega apanya?" Aurora bingung.


"Masa kamu gak ingat umurku berapa?"


"Bukannya gak ingat tapi emang


gak tau sama sekali."


"Aurora,kamu udah amnesia atau apa?" Andrea bertanya.


"Kayak nya sih nggak amnesia." Ucap Aurora dengan santai.


"Mungkin aja si tapi,coba sekarang


tebak umur aku berapa sekarang?"


"Lah,kenapa malah main tebak-tebakan sih? kamu fokus nyetir aja gak usah ngomong lagi."


"Tebak dan jawab dulu baru aku bisa diam." Andrea tersenyum.


"Kasih petunjuk dong biar mudah aku jawabnya!" Aurora memohon.


"Oke.Jadi,petunjuknya itu umur aku lebih tua satu tahun dari umur kamu."


"Itu doang petunjuknya?" Aurora nampak kesal.


"Iya itu doang."


"Ya udah iya tunggu aku mau mikir dulu"


"Siap."


Aurora berpikir keras untuk menebak berapa usia Andrea.Biar berpikir sekeras apapun tetap saja jawaban yang tepat tentu cukup sukar untuk ditemukan.Mau menyerah tetapi Aurora tidak mau jadi pengecut.


"Umur lelaki itu delapan belas tahun dan umur kau satu tahun lebih muda darinya.Tubuh perempuan yang kau tempati sekarang ini mulai koma ketika masih kelas satu di sekolah menengah pertama.Seharusnya lelaki yang bernama Andrea itu masih ada di kelas tiga sekolah menengah atas tetapi,karena dia sangat pandai makanya bisa langsung menjadi mahasiswa Perguruan tinggi." Ucap sebuah suara yang dikenali oleh Aurora ketika dia masih tinggal di Kerajaan Maut.


'Raja Maut apakah itu anda?' Batin Aurora.


"Iya ini aku Raja Maut." Jawab Raja Maut.


'Apa suara Raja Maut disini bisa didengar oleh orang lain selain aku?' Aurora bertanya.


"Suaraku hanya bisa didengar oleh telingamu sekarang ini." Jawab Raja Maut.


'Baik.Terima kasih Raja Maut telah datang


dan memberitahu saya' Batin Aurora.


"Mikirnya kok lama banget,itu mikir atau apa?" Andrea bercanda.


"Namanya juga mikir ya harus butuh


konsentrasi lah."


"Iya tapi emangnya kamu bisa gak jawabnya?"


"Bisa lah.Umur kamu delapan belas tahun kan?"


"Bagus,pintar,dan benar." Andrea tersenyum sambil membuka mulutnya.


"Iya dong.Namanya juga Aurora pasti pintar."

__ADS_1


Aurora mengibaskan rambutnya senang.


"Oh ya kenapa kamu bisa jawabnya benar?" Andrea nampak bingung.


"Entahlah aku cuma nebak iseng aja." Ucap Aurora.


"Udah lebih baik kamu diam aja dulu.Bahaya nanti kalau kamu nyetir sambil ngomong terus."


"Oh iya sabuk pengaman kamu


belum kamu pasang." Ucap Andrea memberitahu.


"Eh mana sabuk pengamannya?" Aurora bingung.


Andrea merem mendadak mobilnya.


"Lah kenapa berhenti?" Aurora bingung


"Karena lebih baik berhenti aja sih." Ucap Andrea.


Andrea tetap dikursi pengemudi ,Andrea menyentuh sabuk pengaman dikursi tempat Aurora duduk.


"Mau ngapain?" Aurora bertanya.


"Mau masangin sabuk


pengamannya ke kamu."


Jawab Andrea.


Aurora hanya diam,tidak menjawab sepatah kata pun.Andrea langsung memasangkan sabuk pengaman kepada Aurora.


"Makasih." Ucap Aurora


"Sama-sama." Jawab Andrea


Setelah itu Andrea langsung kembali menjalankan mobilnya untuk kembali melaju dengan kecepatan sedang dijalan.


'Untung aku cowok jadi di pasangin sabuk pengaman mobil gak akan jadi baper' Batin Rion sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


mereka semua udah pada ngumpul di sana."


"Kalau keadaannya emang kayak


gitu aku sih setuju aja." Ucap Aurora.


Andrea kini memacukan mobil hitamnya kerumah Bobi.Rumah Bobi memang cukup jauh,untuk sampai kesana membutuhkan waktu tiga puluh menit.


'Loh disini cuma empat orang aja ternyata,aku pikir tadi banyak banget.Sekarang aku jadi kebiasaan kan pakai bahasa informal.' Batin Aurora.


Aurora dan Andrea menghampiri Bobi dan ketiga temannya dihalaman rumahnya.


"Hai Bob.Ini temanku namanya Aurora." Ucap Andrea langsung memperkenalkan Aurora.


"Hai Ndre.Hai Aurora."


"Hai Bobi." Ucap Andrea dan Aurora bersamaan.


"Bisa aja kalian berdua sampai ngomong aja samaan hehehe."


"Kebetulan aja kali." Jawab Andrea malas.


"Semua orang juga pernah kali


ngomongnya samaan." Sambung Andrea.


"Oke santai dong! sensitif amat jadi cowok." Jawab Bobi sambil menyentil kening Andrea menggunakan jari telunjuknya.


"Aduh sakit tau bodoh!" Andrea memegangi keningnya.


"Iya gue minta maaf deh sama lo."


"Gak bakal gue maafin."

__ADS_1


"Terserah lo deh."


"Udah lah Bobi jangan ngelawan Andrea.


Andrea mah emang suka sensitif terus." Ucap laki-laki yang berada disamping Bobi.


"Eh ngomong-ngomong itu cewek


pacarmu kah?" Sambung laki-laki yang ada disamping Bobi.


"Bukan.Ini sahabatku sejak masih kecil


namanya Aurora." Jawab Andrea.


"Hai salam kenal Aurora namaku


Sam dan ini Bobi." Sam tersenyum lalu merangkut pundak Bobi menggunakan tangannya.


"Salam kenal juga." Jawab Aurora ikut tersenyum.


"Oh ya,kami juga punya teman


perempuan namanya Imelda.Mungkin kalian bisa jadi teman yang akrab." Perintah Sam


"Oi Imelda dan Joni,jangan asik cerita


sendiri aja! cepatan sini gabung!" Sambung Sam memerintah.


"Iya." Jawab Imelda.


Karena sudah disuruh Sam untuk menghampirnya mau tidak mau harus dituruti.


"Eh ada Andrea,Hai Andrea." Imelda menyapa.


"Hai Melda,hai Jon." Andrea menyapa balik.


"Kamu bawa siapa Ndre? Kok belum


dikenalin ke kita-kita?" Joni nampak bingung.


"Udah dikenalin ke gue tadi cuma karena lo sama Imelda asik sendiri jadi telat ngenalinnya ke lo berdua." Bobi menjelaskan.


"Oh gitu." Jawab Joni.


"Hai Aurora aku Joni.Salam kenal ya." Joni mengulurkan tangannya agar bisa bersalaman dengan Aurora.


"Salam kenal juga ya." Ucap Aurora membalas uluran tangan Joni.


Aurora merasa tidak nyaman karena Joni ketika bersalaman dengannya sangat lama.Aurora ingin menyuruh Joni untuk melepaskan salamaan mereka tetapi,Aurora masih ragu.


"Salamannya gak usah lama juga kali." Imelda mencibir.


"Betul tuh.Aneh banget cara kamu


bersalaman itu,Jon." Andrea protes.


Setelah disoraki oleh kedua temannya,Joni mau melepaskan tangannya ketika bersalaman dengan Aurora.Sebenarnya Aurora sangat kesal dengan Joni yang lama melepaskan tangannya ketika mereka berdua bersalaman.


'Percuma kalau kamu terpesona denganku,aku tidak akan melirik laki-laki.' Batin Rion ingin tertawa keras.


"Oh hai Aurora aku Imelda.Aku harap ketika berkemah nanti kita berdua bisa bekerja sama dan membantu." Ucap Imelda lalu mengulurkan tangannya agar bisa bersalaman.


"Imelda."


"Aurora."


"Karena kalian semua udah kenalan sekarang kita cabut ketempat kita kemah yuk." Andrea mengajak.


Karena sudah berkenalan dengan teman-teman dari Andrea,Andrea mengajak teman-temannya untuk masuk kedalam mobil hitamnya.


'Ini sudah lewat jam setengah delapan jadi,aku harus lebih laju biar cepat sampai' Batin Andrea monolog.


Andrea menjalankan mobil hitam miliknya.Diperjalanan mereka asik bernyanyi kecuali Andrea dan Aurora,diantara mereka berdua hanya ada keheningan dan tidak berminat mengobrol lagi satu satu sama lain,mereka berdua hanya mendengarkan nyanyian cempreng dari Bobi,Sam,Imelda,dan Joni.Keempat orang itu asal bernyanyi saja tanpa peduli tempo,nada,dan yang sejenisnya.

__ADS_1


Memang terkadang bernyanyi tanpa mempedulikan nada,tempo,dan yang sejenisnya itu lebih seru,apalagi bernyanyi dengan teman sambil bernyanyi keras atau berteriak-teriak.Dunia memang terasa milik diri sendiri dan teman-teman.


__ADS_2