
Rion sangat ingin menunjukkan kepada Sindi kalau perasaannya bukan perasaan biasa dan andaikan bisa Rion akan menunjukkannya suatu hari nanti.
Rion mengurungkan niatnya untuk menghampiri Sindi ketika melihat Sindi yang terus saja diam-diam menatap laki-laki lain itu membuat hati Rion hancur.Rion berjalan cepat ke dalam kantin melewati tempat Sindi berada.Rion membeli satu botol air putih untuk menemani sarapannya bersama roti cokelat dan susu stroberinya.
Sindi sebenarnya menyadari kalau Rion pergi melewatinya.Sindi juga memperhatikan dengan jelas kalau Rion membeli satu botol minum air putih.Sindi menyadari kalau Rion berjalan sangat cepat keluar dari kantin tetapi,membingungkan bagi Sindi melihat cara berjalan Rion yang begitu aneh menurutnya.
Sebenarnya Sindi ingin mengejar Rion yang sedang berjalan terburu-buru itu tetapi,Sindi mengurungkan niatnya untuk itu karena Sindi masih ingin mengamati laki-laki yang berjalan bersamanya tadi pagi.Rion kembali pergi ke kelasnya sambil membawa plastik yang isinya dua roti cokelat,tiga kotak susu stroberi,dan satu botol air putih.Rion meletakkan plastik yang dibawanya diatas meja nya dan mengambil buku novel detektifnya yang ada di tas.
Rion membawa buku novel detektifnya menuju perpustakaan sekolah.Suasana hati Rion sudah buruk,dia ingin membaca novel detektif itu sendirian saja.Tidak ada lagi harapan untuk Rion menjadi lebih dekat dengan Sindi termasuk membaca novel detektif seperti sekarang.
Rion membaca novel detektifnya terlebih dahulu lalu mulai menyantap separuh makanan dan meminum minumannya.Sedang asyik menikmati sarapan paginya,Rion malah dikagetkan dengan sengaja oleh seseorang.
"Baaa..." Ucap orang itu membuat Rion kaget.
"Astaga." Rion kaget hingga tersedak.
Rion menoleh kebelakang dan mendapati Sindi yang tersenyum lebar sambil menatap Rion.
Sindi hanya menggelengkan kepalanya melihat ekspresi Rion yang menurutnya sangat lucu.
Sindi duduk di samping kursi Rion untuk menemani Rion karena Rion duduk sendirian saja.
"Aku temani kamu deh biar
gak lagi kesepian." Ucap Sindi.
"Aku gak kesepian kok."
"Iya deh.Tapi kok kamu sendirian aja duduk disini? kemarin kan kamu juga sendirian di perpustakaan.Emang kamu gak punya teman ya, Rion?" Sindi bertanya sambil mengambil buku novel detektif milik Rion yang ada di atas meja.
"Iya." Jawab Rion singkat.
"Serius?"
"Iya.Emang kenapa? kamu merasa
kasihan sama aku gitu?" Rion bertanya
dengan ekspresi datar dan dapat dipastikan Rion tidak menyukai pertanyaan yang dilontarkan oleh Sindi.
"Emm.Aku cuma tanya kok.
Rion,jangan marah ya!" Sindi memohon.
"Iya." Jawab Rion singkat.
"Kamu udah sarapan?" Sambung Rion.
__ADS_1
"Udah kok tadi di kantin." Jawab Sindi sambil hendak membuka buku novel detektif milik Rion.
"Sindi,jangan dibuka dulu novelnya!" Rion melarang Sindi.
"Emang kenapa?"
"Kita baca novel detektifnya
sama-sama aja." Ucap Rion.
"Oke deh.Cepetan dong makannya biar bisa
lanjut baca novel." Sindi memerintah Rion.
Rion hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti ucapan Sindi.Rion menghabiskan sarapannya dan memberi satu kotak susu stroberi kepada Sindi.Tentu saja Sindi dengan senang hati menerimanya.Rion hanya menyisakan botol air putih alias air mineral saja.
Rion sudah menyelesaikan aktivitas makan dan minumnya.Karena sudah menyelesaikan aktivitas makan dan minumnya,Rion melanjutkan ke aktivitas yang selanjutnya.Rion dan Sindi memulai aktivitas membaca buku novel detektif milik Rion.Mereka berdua membaca dengan sangat fokus tanpa mengeluarkan suara sekecil apapun waktu membaca.
Keadaan yang awalnya sepi pengunjung dan ketika hanya ada Rion dan Sindi seorang kini mulai kedatangan banyak pengunjung perpustakaan.Pengunjung itu adalah adik kelas Rion dan Sindi,yaitu siswa siswi kelas satu dan dua.
"Rion,perpustakaan jadi
rame nih.Males ah." Bisik Sindi pada
telinga Rion.
"Kita keluar aja yuk.Aku jadi gak fokus
baca kalau suasananya rame kayak gini"
"Iya.Yaudah deh ayo keluar aja."
-------||-------
Kini Rion dan Sindi berada di dalam kelas Rion.
Mereka berdua berakhir membaca novel di kelas Rion karena Sindi yang terus mendesak untuk membaca ke dalam kelas Rion.Baru saja Rion masuk bersama Sindi di kelas semua mata murid dikelasnya langsung tertuju ke Rion dan Sindi.
"Kenapa dah tuh mata
gitu banget liatnya." Ucap Sindi dengan suara kecil dan heran memperhatikan seluruh pandangan mata teman sekelas Rion yang mengarah pada dirinya dan Rion.
"Udah ah.Kamu diam aja dulu!" Bisik Rion kecil kepada Sindi.
"Iya." Sindi menjawab dengan berteriak keras.
Kelas yang tadinya sangat ramai dan penuh dengan suara keributan,kini mendadak diam bagai tidak ada penghuni.Sindi peka kalau mereka semua terdiam karena suara teriakan darinya.Untuk mencairkan suasana Sindi membuat kegaduhan lagi.
__ADS_1
"Lah kenapa kalian semua
pada diam?" Ucap Sindi.
"Santai aja jangan jadi kayak patung
kalian semua.Diam-diam aja bisanya. " Sambung Sindi.
"Kita semua refleks aja mendadak diam
karena suara lo teriak tadi." Ucap laki-laki yang dikenal sebagai ketua kelas di kelas Rion itu.
"Maafkan aku semuanya kalau suara temanku tadi sempat mengganggu kalian." Rion memohon meminta maaf.
"Gak usah sok iya deh lo,Rion.Lagian kita semua gak masalah kok sama suara teman lo tadi.Karena yang mengganggu kami itu sebenarnya lo." Ucap ketua kelas sambil tersenyum remeh menatap Rion. .
Rion hanya diam membisu mendengar perkataan yang keluar dari mulut ketua kelasnya.Sedangkan Sindi yang mendengar perkataan ketua kelas itu sengaja memilih diam. Sindi ingin melihat lebih jauh apa yang akan terjadi nanti.
"Muka lo itu menjijikkan.Cuma lihat doang
perut jadi mual jadi pengen muntah." Sambung ketua kelas.
"Ketua,kamu gak perlu ngulang berulang kali buat ngingetin Rion kalau Rion itu buruk rupa.
Kan Rion setiap hari udah sering disebut buruk
rupa." Ucap salah satu murid perempuan tanpa rasa penyselan serta bersalah sedikitpun.
"Iya betul juga ya omongan lo.Ngapain juga
gue masih ngata-ngatain dia tadi.Toh mungkin Rion udah hafal kalau mukanya buruk rupa." Ketua kelas menjawab pertanyaan lalu setelah selesai berbicara Ketua kelas hanya menggelengkan kepalanya sambil melihat Rion yang tengah duduk menundukkan kepalanya.
"Betul sekali." Seluruh murid di kelas tertawa kecuali Rion,Sindi dan Ketua kelas.
Ketua kelas masih sangat sibuk tersenyum meremehkan Rion sambil menatapnya.
Sindi sudah tidak tahan dengan semua perlakuan orang-orang yang ada di kelas Rion.
Sindi memegang kepala Rion dengan kedua tangannya dan memaksa Rion untuk menatap matanya.Sindi memberikan senyuman kepada Rion ketika Rion sudah menatap matanya.
Setelah itu Sindi langsung menarik Rion keluar kelas.Perasaan Sindi benar-benar sakit meskipun yang dikatakan buruk rupa bukan dirinya tetapi,yang namanya solidaritas antara teman pasti akan mampu merasakan perasaan orang itu. Sekarang Rion dan Sindi sudah duduk di kantin sekolah dekat kelas Sindi
"Rion kamu lapar gak?" Sindi bertanya sambil tersenyum.
"Sebenarnya masih lapar sih tapi uang jajan ku udah habis jadi gak bisa beli."
"Gak masalah kali ini aku yang traktir kamu karena kamu udah baik sama aku." Ucap Sindi sambil memegang pundak Rion.
__ADS_1