
"Sindi,aku pamit dulu ya ke kelas." Ucap Evander.
"Iya.Hati-hati ya." Sindi menjawab sambil masih mengunyah makanannya.
"Rion,aku pamit ya."
"Iya Evander.Hati-hati ya."
"Siap."
Evander pamit meninggalkan Rion dan Sindi tetapi sebelum meninggalkan mereke berdua,
Evander mengacak rambut Sindi sama seperti tadi.Rion hanya mampu kembali melihat tanpa bicara dan bergerak.
Singkat cerita,Rion dan Sindi telah menghabiskan sarapan mereka.Sindi kembali ke kelasnya dan Rion juga kembali ke kelasnya karna bel tanda masuk Sudah berbunyi.Sindi adalah adik kelas dari Rion dan lebih muda pastinya.Sindi duduk dikelas dua sekolah menengah atas sedangkan Rion dikelas tiga.
Rion mengikuti pelajaran seperti biasanya dikelasnya begitu juga dengan Sindi.
-------||-------
Bel tanda waktunya pulang sudah berbunyi.Meskipun begitu,Rion masih sibuk dengan aktivitasnya sendiri di ruang kelasnya.
Rion masih meluangkan waktunya membaca novel detektif yang dia pinjam dihari kemarin.
Rion membaca di kelasnya sendirian,siswa-siswi dikelasnya sudah pulang sedari tadi.
Setelah selesai membaca novel detektif,Rion langsung beberes dan menuju keluar kelasnya.
Rion terus berjalan keadaan di gedung sekolah sudah sepi tanpa ada satupun orang termasuk di lorong sekolah.Teapi keadaan sekitar sekolah tidak seperti yang Rion pikirkan dan lihat.
Didekat gerbang sekolah,Rion melihat Sindi bersama dengan Evander yang sedang berdiri sambil sibuk mengobrol.
Rion memilih untuk mengabaikan apa yang dilihatnya sekarang.Rion hanya berjalan melewati Sindi dan Evander tanpa sepatah kata pun seolah-olah Rion tidak melihat adanya Sindi dan Evander.Dan hal yang sama juga dilakukan Sindi dan Evander kepada Rion,saat itu ketika melihat Rion berjalan melewati mereka berdua,mereka hanya mengabaikan tanpa ada niat menegur Rion.
Rion memang tidak tahu hal apa yang tengah asyik dibicarakan oleh Sindi dan Evander tetapi,Rion sangat tidak menyukai kebersamaan Sindi bersama Evander.Di sisi lain,Rion ingin memberitahu Sindi kalau dia tidak suka melihat Sindi bersama Evander tetapi,Rion sadar dia tidak sebegitu dekatnya dengan Sindi.Rion berkenalan dengan Sindi baru dari hari kemarin.
__ADS_1
Tentu saja Rion masih menyadari kalau dia tidak punya hak yang sebesar itu untuk bertanya.
Rion yakin sekarang kalau perasaan sesak yang dirasakannya ketika melihat Sindi bersama dengan Evander itu adalah tanda kalau Rion menyukai Sindi.Rion tidak tahu pasti apa perbedaan antara yang dimaksud cinta dan suka. Tetapi yang Rion tahu kalau dia ingin memiliki Sindi dan menjadi lebih dekat dengan Sindi.
Sindi sudah membuat hati suram Rion menjadi bahagia dan cerah.Perasaan sesak yang dialami Rion ketika melihat Sindi,tidak pernah dirasakannya sebelumnya dan ini yang pertama kali.Rion tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk Sindi jikalau Sindi masih belum mempunyai pacar.Rion ingin membuat Sindi jatuh cinta dengannya tetapi,Rion merasa kalau itu sangat sulit.Untungnya ada sedikit pencerahan dan motivasi dalam diri Rion sehingga dia tidak akan mudah menyerah mencari kepastian.Kepastian apa dia bisa bersama dengan Sindi.Kepastian apa Sindi dan Evander saling menyukai atau tidak menyukai.
-------||-------
Sementara itu di tempat yang lain,Sindi dan Evander sedang ada di mall untuk menonton bioskop.Mereka berdua sangat bersenang-senang tanpa memikirkan perasaan Rion yang sedang terbakar oleh api cemburu.
Mereka berdua bersama-sama membeli tiket nonton dan duduk berdua menonton bioskop.
Film yang kali ini mereka berdua tonton adalah film horror.Evander sengaja memilih film horror agar bisa menarik perhatian Sindi.Biasanya laki-laki suka menonton film horror bersama orang yang mereka sukai agar si perempuan ketika merasa takut bisa memeluk mereka.
Begitupun alasan mengapa Evander memilih film horror sebagai film yang akan dia tonton bersama Sindi.
Di tengah film yang diputar,Evander malah berdiri hendak bangkit dari duduknya.
"Vander,kamu mau kemana?" Sindi nampak bingung melihat Evander.
"Mau keluar sebentar mau beli pop corn."
udah gak ada." Ucap Sindi bertanya.
"Loh emangnya kapan aku bilang gitu?"
"Tadi waktu aku sama Rion lagi makan di sekolah tadi." Ucap Sindi.
"Oh itu.Soalnya tadi aku lupa rupanya
aku ada uang lebih hehehehe." Evander tersenyum canggung.
"Oh yaudah deh kalau gitu."
Evander segera keluar membeli popcorn dengan uangnya,ternyata uang Evander masih sangat banyak.Evander hanya berbohong perihal uangnya yang tidak cukup untuk membelikan Rion tiket untuk menonton bioskop.
__ADS_1
Evander kembali menghampiri Sindi didalam bioskop dengan Evander yang membawa dua pop corn ditangan.Evander melanjutkan aktivitas menontonnya bersama Sindi.Evander sedari tadi menunggu momen hantu difilm muncul.Evander menunggu momen hantu di film muncul karena Evander ingin melihat Sindi ketakutan.Jika Sindi merasa takut pasti refleks akan memeluk Evander,itulah menurut pendapat Evander.
Momen yang sudah lama ditunggu oleh Evander
akhirnya datang.Hantu yang ada di film horror itu muncul.Sindi tentu saja sangat ketakutan karena Sindi adalah orang yang jarang sekali menonton film horror.Sindi refleks memeluk Evander yang ada disampingnya.
"Aku takut sama hantunya,Vendra." Sindi bergerak ketakutan sambil memeluk Evander.
Evander hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat tingkah Sindi.Sindi yang baru sadar kalau dia sedang memeluk Evander segera melepaskan pelukannya ditubuh Evander.
"Kenapa kamu meluk aku tadi?" Evander bertanya sambil hanya tersenyum tipis.
"Emang kenapa?" Sindi menjawab.
"Gak apa-apa sih." Evander menjawab dengan tersenyum tipis kembali.
"Maaf tadi gak sengaja."
"Udah iya gak apa-apa kok."
Kegiatan menonton film horor setelah sore sepulang sekolah Sindi dan Evander sangat berharga bagi Evander.Karena seumur hidup Evander ini baru pertama kalinya berhasil mengajak Sindi berjalan dengannya selain ke sekolah.
Jam tujuh malam Sindi dan Evander baru akan pulang kerumah mereka masing-masing.
Setelah pulang menonton bioskop,Sindi dan Evander masih berpergian makan dan belanja.
Jadi tidak heran kalau mereka berdua baru akan pulang di jam tujuh malam.
Sebenarnya Sindi tidak mau diajak belanja oleh Evander karena Sindi tidak punya uang sama sekali.Tetapi karena Evander sangat memaksa Sindi jadi Sindi pun harus ikut.Evander banyak membelikan Sindi baju padahal Sindi sama sekali tidak menginginkan baju-baju itu.Sindi sudah menolak tetapi semakin ditolak Evander makin merasa kesal dengan Sindi jadi,mau tidak mau Sindi menerima saja.
Menurut Sindi,Evander juga seorang temannya
yang baik dan paling mengerti dirinya.Sindi dan Evander memang belum terlalu mengenal satu sama lain secara dekat.Evander adalah anak baru dikelas Sindi.Baru dua bulan Evander bersekolah di sekolah yang sama dengan Sindi.
Sebenarnya Evander tipe orang yang dingin dan cuek apalagi kepada para perempuan dikelasnya.
__ADS_1
Evander hanya bergaul dengan anak laki-laki saja.
Satu-satunya teman perempuan Evander di sekolah barunya itu hanyalah Sindi.