
Terlihat dengan jelas sekali bagaimana laki-laki itu sedang berusaha menarik perhatian Sindi dan ingin membuat Sindi tertawa.Rion merasa sangat kesal melihat laki-laki itu,andaikan saja jika Rion adalah orang yang pemberani,sudah dipastikan Rion akan segera membuat laki-laki itu menjauh dari Sindi.
Rion sungguh tidak kuat melihat pemandangan dua orang yang ada di hadapannya itu.Rion berrjalan cepat melewati Sindi dengan laki-laki asing yang tidak Rion kenal.Ketika sudah melewati Sindi dengan laki-laki itu,Rion ingin sekali rasanya menoleh kebelakang melihat mereka tetapi Rion tidak cukup yakin untuk melakukannya.
Rion terus berjalan hingga ke dalam kelasnya.
Rion langsung mendudukan pantatnya ke kursinya lalu berpikir tentang apa yang tadi dilihatnya di jalan ketika dia berangkat sekolah.
Dada Rion masih saja terasa sesak seperti tadi.
Rion menyadari penyebab dadanya terasa sesak bukanlah hal biasa.Rion bertanya-tanya apa yang dirasakannya sekarang itu namanya benar-benar cinta.Rion hanyut dalam pikirannya yang diisi oleh banyak pertanyaan tidak pasti bagi Rion sendiri.
Rion tidak peduli siapa laki-laki itu tetapi,dada Rion yang terasa sesak terus membuat emosi Rion muncul kepada laki-laki itu dan juga Sindi.
Tetapi Rion tidak boleh egois dan ingin menang sendiri,Rion mencoba menenangkan dirinya dengan menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskan nafasnya agar dadanya tidak terasa sesak.
'Aku tidak boleh jatuh cinta
dan tidak boleh.Aku tidak boleh
mengagumi siapapun selain ibuku baik itu perempuan atau laki-laki.Huh,kenapa dengan diriku ini? Apakah aku sudah gila?' Batin Rion dengan bahasa formalnya.
Ketika berbicara dengan dirinya sendiri di dalam hatinya,Rion memang selalu menggunakan bahasa formal.Maklum saja karena Rion jarang sekali berinteraksi dengan teman sebayanya.Teman bicara Rion hanya satu anak laki-laki tetangganya dengan usia yang lebih muda empat tahun dari usia Rion.
Sudah lama Rion asyik berpikir dalam pikirannya sendiri tiba-tiba dia dikejutkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang.
__ADS_1
"Jangan ngelamun kosong dong Rion.
Nanti kalau kamu kesurupan gue juga
yang repot." Ucap laki-laki bernama
Dino sambil menepuk pundak Rion.
"Iya." Jawab Rion.
Dino hanya menggelengkan kepalanya
setelah mendengar perkataan Rion lalu
bukan termasuk pembenci maniak dengan Rion.
Ketika ada orang yang menjelekkan Rion baik didepan maupun belakang Rion sebenarnya ada keinginan dari Dino untuk membela Rion tetapi,Dino lebih memilih untuk diam saja.
Bel tanda masuk atau pelajaran akan dimulai pun berbunyi.Pelajaran pertama pun akan segera dimulai.Guru yang bertugas mengajar di kelas tiga sekolah menengah atas,kelas Rion sudah siap mengajar.Pelajaran pertama diisi oleh ibu guru dengan pelajaran matematika,pelajaran yang jumlah pembencinya sangat banyak di sekolah.
Mungkin bisa dikatakan mata pelajaran yang paling banyak dibenci para anak sekolah.
Meskipun perasaan Rion masih terasa sakit dan kesal,Rion lebih memilih untuk tetap fokus dengan pelajaran yang tengah dijelaskan guru matematika.Tidak sulit untuk Rion mengerti pelajaran yang diterangkan guru matematika itu karena Rion anak yang cerdas dan berbakat.
Rion sudah mengetahui sebelumnya tentang materi dan rumus yang sekarang tengah dijelaskan gurunya karena Rion masih mengingat dengan jelas,kalau rumus dan materinya sudah berulang-ulang kali dijelaskan
__ADS_1
dari sekolah menengah pertama.
Singkat cerita pelajaran matematika sudah selesai.Guru matematika yang tadi mengajar memberikan pekerjaan rumah kepada Rion dan siswa-siswi yang lainnya dikelas.Banyak anak perempuan maupun anak laki-laki yang meminta pertolongan Rion agar bisa membantu mereka mengerjakan pekerjaan rumah mereka.
Para murid yang membutuhkan bantuan Rion itu bertanya banyak hal,mulai dari rumus dan cara pengerjaan soal pekerjaan rumah mereka.
Mereka bersikap sangat manis dan baik hanya ketika ingin dibantu oleh Rion.Sebenarnya Rion malas membantu mereka semua tetapi,di lain sisi Rion merasa sangat kasihan kalau sampai mengabaikan mereka.
Meskipun teman-temannya sering mengabaikan Rion dan menganggap Rion tidak ada tetapi,Rion bersyukur mereka semua masih menganggap Rion sebagai orang yang berguna.Rion merasa sedikit bersyukur dengan cara membantu mereka yang sedang kesusahan seprerti itu sudah membuat hati Rion senang.
Ketika Rion sudah membantu permasalahan mereka yang sering bertanya perihal rumus tugas atau pekerjaan rumah matematika,mereka semua tidak lupa untuk mengucapkan kata terima kasih kepada Rion.Kata terima kasih dari mereka itulah yang membuat diri dan hati Rion cukup tersentuh dan mampu tersenyum.
Sekarang Rion ingin pergi keluar kelas.Rion keluar kelas dan menuju ke perpustakaan sekolah.Rion harap dia bisa menemukan Sindi di perpustakaan sekolah tetapi,nyatanya Sindi tidak ada di dalam sana.Karena tidak ada Sindi di perpustakaan sekolah,Rion akhirnya lebih memilih pergi membeli makanan ke kantin sekolah.
Rion membeli dua roti rasa cokelat dan tiga kotak susu rasa stroberi.Rion tidak pernah bosan dengan makanan dan minuman ya dia beli di kantin sekolah.Roti cokelat dan susu stroberi menjadi andalannya.Sebenarnya Rion biasanya juga membeli susu rasa pisang tetapi,dia lebih sering membeli susu rasa stroberi saja.
Di kantin pun Rion tidak menemukan sosok Sindi sedikitpun.Di perpustakaan sekolah dan kantin sekolah yang didatangi Rion,Rion masih tidak menemukan Sindi.Karena masih tidak bisa menemukan keberadaan Sindi akhirnya Rion mencari Sindi ke tempat yang berbeda.Rion berniat ingin mencari Sindi di kantin sekolah dekat kelas Sindi.
Semua kantin sekolah yang ada di sekolah Rion berada di satu gedung dengan sekolah jadi,Rion pergi ke kantin sekolah yang letaknya di dekat kelas Sindi.Ketika sudah sampai di kelas itu Rion mendapati Sindi tengah bersama dengan teman-teman perempuannya yang berjumlah dua orang.Rion menangkap suatu hal yang aneh dari diri Sindi yaitu tatapan matanya.Yang menarik perhatian Rion bukan tatapan Sindi kepada dua orang teman perempuannya tetapi kepada orang yang lain.
Memang disaat itu Sindi asyik bercerita dengan teman perempuannya tetapi,tatapan mata Sindi selalu saja mengarah ke orang lain seperti orang yang sedang diam-diam mengamati orang yang ditatap nya diam-diam itu.Tidak lain dan tidak bukan orang itu adalah laki-laki yang Rion lihat tadi pagi,Laki-laki yang berjalan dan mengobrol dengan Sindi di jalan ketika mereka berdua berangkat sekolah.
Laki-laki itu duduk dan ada di meja bagian samping dimana Sindi dan dua temannya berada.Melihat Sindi yang terus-terusan menatap laki-laki asing bagi Rion itu sungguh membuat emosi Rion kembali muncul.Tetapi bagaimanapun Rion sadar dia hanyalah teman biasa bagi Sindi lagipula dia dan Sindi baru di hari kemarin saja saling mengenal satu sama lain.Rion tidak ingin berharap lebih tetapi di sisi lain dirinya ingin protes kepada Sindi.
Rion sangat ingin menunjukkan kepada Sindi kalau perasaannya bukan perasaan biasa dan andaikan bisa Rion akan menunjukkannya suatu hari nanti.
__ADS_1