Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Persiapan


__ADS_3

"Oke udah sampai.Hati-hati ya pulangnya."


"Siap.Bye Aurora." Andrea melambaikan tangan tanda berpisah.


"Bye." Aurora balas melambaikan tangan.


Aurora kini menuju kedalam rumahnya.Tentu saja,Aurora sangat senang karena dia akan berkemah dengan banyak temannya nanti malam.Semoga saja nanti kedua orang tua Aurora mengizinkannya untuk berkemah.Aurora langsung menghampiri bibi yang waktu itu tengah berjalan diruang tamu,yang hendak bersiap pergi ke pasar untuk belanja.


"Bi,Aurora mau minta tolong boleh kan?"


"Boleh dong nona.Mumpung bibi belum


berangkat ke pasar nih."


"Tolong bibi sms mama dan papa.Tolong bilangin kalau aku mau izin ikut Andrea dan temannya kemah nanti malam."


"Iya non tapi,apa non mau sms papa


dan mama non sendiri?" Bibi mengeluarkan gawai miliknya dari tote bag nya.


"Boleh bi?"


"Iya nona." Bibi mengarahkan gawai nya ke arah Aurora.


"Makasih bi."


Aurora langsung saja mengambil gawai yang diarahkan bibi kearah nya dan mulai mencari kontak ibu nya,lalu mengirimnya pesan.


Begini lah isi pesan yang


Aurora ketik untuk Mia.


'Mama,ini Aurora.Sekarang Aurora pakai gawai bibi untuk mengirimi mama pesan jadi,Aurora mau minta izin ke mama dan papa.Aurora mau izin buat ikut kemah sama Andrea dan teman-teman Andrea nanti malam.Apa mama dan papa mau ngasih izin buat aku?'


Sementara itu Mia dan Leonardo sekarang sedang berbelanja baju di mall.Tiba-tiba saja gawai milik Mia yang ada di tas tiba-tiba bergetar.Setelah dicek ada pesan masuk dari bibi tetapi,yang mengetiknya itu Aurora.


Mia langsung saja membalas pesan itu.


Begini lah balasan pesan dari Mia.


'Selama kamu masih sama Andrea bakal


mama dan papa kasih izin kok.'


"Apa udah non Aurora ngetiknya?" Bibi bertanya.


"Udah kok bi malah udah dibalas


pesan ku sama mama.' Aurora menjawab.


"Nih gawai nya bibi,Aurora


kembaliin.Makasih ya bi."


"Sama-sama nona Aurora."


"Kalau gitu,bibi bisa


lanjut belanja." Aurora tersenyum.


"Iya nona Aurora.Bibi pamit dulu ya."


"Iya bi.Hati-hati ya bi." Aurora melambaikan tangannya sambil tersenyum.


'"Aneh,rumah semegah ini tidak punya


satupun satpam atau penjaga yang bertugas menjaga rumah." Monolog Aurora.


"Mau bagaimana lagi? cuma aku

__ADS_1


yang ada dirumah sekarang ini."


"Aku kunci saja pintu


rumah ini sekarang." Aurora berkacak pinggang.


Aurora segera menutup pintu dan mengunci pintu.Aurora lebih memilih untuk pergi ke ruang menonton televisi.Aurora memutuskan menonton televisi saja.Biasanya acara di televisi di siang hari jarang sekali ada yang seru dan hal itulah yang juga terjadi pada Aurora sekarang.


"Huh,semua acara di televisi sekarang


semuanya membosankan."


Setelah sudah mecari acara televisi yang seru,akhirnya Aurora menemukan film kesukaannya.Aurora cukup menyukai film seram atau yang sering disebut dengan film horor.


'Cukup seram dan aku suka selagi ini masih jam dua belas siang.'


'Kalau malam pasti aku tak menyukainya lagi.'


Monolog Aurora dalam hatinya.


Karena hari masih siang jadi,Aurora tidak merasa masalah dan takut sama sekali dengan film horor yang ditontonnya.Hampir satu jam lebih Aurora menghabiskan waktunya menonton film horor.Karena film horor yang ditontonnya sudah selesai maka,Aurora mematikan televisi.


"Aku mau menggunakan telepon rumah tapi,aku tak bisa menggunakannya.Padahal aku mau dibelikan perlengkapan kemah ke ayah dan ibu Aurora."


"Aku pikir mereka udah membelikanku perlengkapan buat kemah." Monolog Aurora.


Tidak butuh waktu lama hanya sekitar setengah jam saja,Mia dan Leonardo sudah tiba dirumahnya.banyak.Barang belanjaan yang dibawa Mia dan Leonardo sangat banyak hingga bibi dan Aurora juga harus ikut membantu membawa.


"Oh ya,Aurora mama dan papa udah beliin kamu semua barang-garang perlengkapan kemah termasuk kayu bakarnya juga." Ucap Mia.


"Mama dan papa lucu banget.Masa kayu bakar untuk kemah nanti malam juga dibeli sih"


"Harus dibeli dong kan kayu bakarnya juga bagus dan kualitas tinggi juga.Bukan kayu bakar biasa ini yang papa mama beli ini." Jawab Leonardo.


"Bibi,tolong ya nanti bibi bantuin juga buat nyiapin perlengkapan kemah buat Aurora!"


"Iya nona."


dibenahi oleh Mia,Leonardo,dan bibi.Bibi juga ikut mempersiapkan perlengkapan kemah untuk Aurora sedangkan,Aurora sedang bersantai dikamarnya memainkan gawai barunya yang baru dibelikan oleh Mia dan Leonardo.


"Bosannnya,telepon Andrea aja deh."


Aurora mencoba menelepon Andrea tetapi,tidak ada respon dari Andrea.


'Nomor yang anda tuju sedang sibuk,cobalah beberapa saat lagi.' Begitulah bunyi


yang terdengar dari gawai.


"Mungkin lagi belanja perlengkapan kemah atau lagi nyiapin perlengkapan kemah dirumahnya." Aurora menebak.


"Ya udah kalau gitu aku kirim


pesan aja dulu ke dia."


Beginilah pesan yang dikirimkan Aurora untuk Andrea.


'Hai Andrea.Ini Aurora,tolong


simpan nomorku ya! kamu lagi apa?'


Aurora mengirimi Andrea pesan sementara itu Andrea tengah berberes perlengkapan kemah dikamarnya.Gawai yang diletakkan oleh Andrea


di atas meja samping tempat tidurnya berbunyi.Andrea mengecek gawai nya dan mendapati pesan dari nomor yang tidak dikenal


'Hai Andrea.Ini Aurora,tolong


simpan nomorku ya! kamu lagi apa?'


"Oh ternyata Aurora" Monolog Andrea.

__ADS_1


Andrea memutuskan untuk membalas pesan dari Aurora.


'Iya nomor kamu udah aku simpan.Aku lagi beres-beres buat perlengkapan kemah buat


nanti malam.Kamu diizinin kemah gak sama tante Mia dan om Leonardo?'


'Diizinin kok.'


'Bagus deh.Kamu udah beres-beres


perlengkapan kemah buat nanti malam belum?'


'Aku gak ikut beres-beres,sekarang cuma mama dan bibi yang beres-beres.Aku nanti aja beres-beresnya,lagian tugasku cuma


beres-beres pakaian aja'


'Hahaha oke deh kalau gitu.Aku


mau lanjut beres-beres dulu.'


'Siap.Semangat ya!'


Andrea melanjutkan berberes sedangkan


Aurora melanjutkan bermain game di gawai barunya.Karena bosan bermain game saja akhirnya Aurora menyiapkan pakaian yang akan dibawanya berkemah nanti malam.Setelah menyiapkan pakaian,Aurora memilih untuk tidur meskipun hanya sebentar saja.Sebenarnya tidak


sebentar Aurora tidur sampai sore hari pun dia belum bangun.


"Aurora,bangun cepat ini udah jam 6 sore loh." Mia berusaha membangunkan Aurora.


"Iya ma." Ucap Aurora menyingkirkan


tangan Mia dari pundaknya.


"Cepat mandi! Andrea udah


nunggu kamu diruang tamu."


"Iya ma." Aurora menurut.


Aurora pergi ke kamar mandi dengan terburu-buru.Aurora juga merasa kasihan jika Andrea menunggunya bersiap terlalu lama.


Setelah selesai mandi dan bersiap-siap,Aurora langsung saja membawa ranselnya yang berisi pakaian yang sudah dia siapkan sebelumnya.Aurora langsung turun menuju lantai bawah untuk menghampiri Andrea.


Diruang tamu ada Andrea bersama Mia dan Leonardo.


"Ini barang nona Aurora." Bibi memberikan ransel berisi tenda dan lainnya.


"Makasih ya bibi." Aurora tersenyum.


"Iya nona."


"Aurora kata Andrea tadi kalian bakal nginap


dua malam aja kemahnya." Mia memberitahu.


"Oh iya ma."


"Andrea tolong jaga dan awasi Aurora ya karena om percaya banget sama kamu." Ucap Leonardo.


"Siap om.Kalau gitu aku dan Aurora pamit dulu ya om Leonardo dan tante Mia."


"Iya hati-hati ya kalian berdua." Ucap Leonardo.


"Hati-hati ya Andrea kamu nyetir mobilnya.Nyetirnya gak perlu ngebut


yang penting sampai dengan selamat ke tujuan." Sambung Leonardo.


Aurora dan Andrea sudah berpamitan ke Mia dan Leonardo.Mereka pergi ke tujuan mereka dengan mobil hitam milik Andrea.

__ADS_1


__ADS_2