Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Sindi


__ADS_3

Sindi menyetujui tawaran dari Rion,mereka


berdua membaca novel detektif itu bersama di perpustakaan.


Mereka berdua membaca bersama dengan sangat serius dan fokus.Mungkin mereka juga ingin berniat menjadi seorang detektif.


Ketika sedang asyik membaca perut Sindi malah berbunyi keroncongan.Mendengar bunyi perut Sindi yang berbunyi keroncongan,Rion hanya tersenyum kecil sambil tetap fokus menghadap buku.Rion merasa tidak tega mungkin perut Sindi sedang dilanda bencana kelaparan.


Rion mengambil satu roti isi cokelat dengan


satu susu stroberi miliknya yang ada disamping kursi Rion,disebelah kanan.Rion langsung memberikan roti dan susu stroberi miliknya untuk Sindi yang ada di sampingnya,di kursi sebelah kiri.


"Terima kasih Rion." Ucap Sindi.


"Sama-sama."


"Tapi gak apa-apa kalau aku makan punya kamu? Apa kamu gak lapar juga?"


"Aku udah makan satu roti cokelat sama dua susu stroberi kok tadi." Rion menjawab.


"Bagus deh.Emang kamu tadi


makannya dimana?"


"Di perpustakaan ini." Ucap Rion singkat.


"Emang perpustakaan sekolah kita gak ngelarang pengunjung perpustakaan


buat makan di perpustakaan ya?" Sindi tampak bingung.


"Enggak kok.


Coba liat peraturannya itu." Rion menunjuk papan berisi tulisan aturan tata-tertitata-tertib berada di perpustakaan.


Papan berisi tulisan aturan tata-tertib itu jelas menyatakan kalau makan dan minum di dalam perpustakaan tidak menjadi masalah asalkan menjaga kebersihan dan kenyamanan.Jika berbicara soal minum alkohol atau minuman keras tentu sangat dilarang untuk diminum di perpustakaan sekolah bahkan di sekolah.


"Baguslah kalau gitu.Aku makan dulu ya."


"Iya.Makan aja gak apa-apa kok."


"Sekali lagi Terima kasih ya Rion."


"Iya.Udah cepat makan jangan lama! biar kita


bisa lanjut baca novelnya lagi." Perintah Rion kepada Sindi.


"Oke." Ucap Sindi dengan jarinya yang membentuk huruf O.

__ADS_1


Sindi sedang memakan makanannya sedangkan Rion hanya menunggu Sindi yang sedang makan.Tiga puluh detik kemudian bel tanda istrahat telah berakhir pun berbunyi.Sindi masih belum menyelesaikan makannya tetapi,tangannya sudah ditarik oleh Rion.


"Sabar dong.Aku belum selesai


makan nih." Sindi kesal sambil mengerucutkan bibirnya.


"Iya aku tunggu tapi jangan lama-lama ya!"


"Siap." Sindi hanya patuh dengan perintah Rion.


Sindi buru-buru melahap makanannya sampai dia tersedak akibat makan terlalu cepat.


"Makanya hati-hati dong." Ucap Rion lalu mengambil susu stroberi untuk diminum


oleh Sindi.


"Makasih." Sindi mengambil susu stroberi yang diberikan oleh Rion.


Rion mengambil buku yang berisi lagu daerah dan lagu nasional itu untuk dikembalikan ke rak buku tempatnya semula berada.Rion tidak berniat mengembalikan buku novel detektif yang tadi dibacanya ke rak buku asalnya karena dia akan membawanya pulang ke rumah.


Sindi telah selesai makan satu roti isi cokelat dan satu susu stroberi yang diberikan Rion.Sindi bingung mengapa novel detektif tidak dikembalikan Rion ke rak buku jadi,Sindi mengambil buku novel itu dan berniat ingin mengembalikan novel itu ke rak buku khusus novel detektif.


Sindi harus berjinjit kaki untuk menaruh buku novel detektif itu di rak khusus novel detektif,susah payah berjinjit tiba-tiba Rion datang mengambil buku novel detektif itu dari tangan Sindi.


"Rion,kembaliin buku novel itu." Sindi memohon.


"Gak akan." Ucap Rion singkat.


Rion yang sudah tahu akan pergerakan Sindi yang ingin mengambil buku novel detektif tersebut dari tangannya langsung membawa buku itu lebih tinggi di tangannya sehingga Sindi tidak dapat meraihnya dengan mudah.


Sindi berjinjit untuk mendapatkan buku novel detektif yang ada di tangan Rion tetapi,percuma karena akan susah.Batin sindi memggerutu menyalahkan dirinya sendiri yang lebih pendek dari Rion.


Sindi tidak menyerah dia akan mencoba ingin berjinjit kaki lagi untuk mendapatkan novel di tangan Rion tetapi,Sindi tidak jadi berjinjit kaki lagi karena tangan kanan milik Sindi dipegang oleh Rion.Hati Sindi merasa senang dan dadanya terasa sesak,jantungnya seperti berhenti berdetak sementara.


Sindi merasa sangat gugup sedangkan Rion hanya menatap diam Sindi tanpa mau segera berniat pegangan tangannya ke tangan kanan Sindi.Rion mencoba menutupi rasa gugupnya agar tidak terbaca oleh Sindi tetapi,Sindi tidak sebodoh itu karena Sindi bisa melihat tanda gugup lewat telinga Rion yang berubah menjadi warna merah.


Rion segera melepaskan tangan Sindi dan menurunkan tangannya yang memegang novel.


Rion meminta maaf kepada Sindi jika dia


terlihat tidak sopan.


"Sekali lagi maaf."


"Gak apa-apa kok.Santai aja." Ucap Sindi


sambil tersenyum.

__ADS_1


"Makasih." Ucap Rion dengan kikuk.


"Jadi kenapa kamu larang aku buat


ngembaliin novel detektif itu?" Ucap Aurora sambil melirik novel yang dipegang oleh Rion.


"Sebenarnya aku mau


minjam buku ini." Jawab Rion sambil menunjukkan novel detektif itu di depan sindi.


"Tapi kan disini gak ada penjaga perpustakaannya."


"Iya aku tahu.Aku bilang kok nanti pas pulang sekolah nanti sama penjaga perpustakaan ini.


Pasti penjaga perpustakaannya kan bakal ke sini


juga.Nah,pas penjaga perpustakaannya ke sini pas mau kunci pintu perpustakaan,pas waktu itu aku mau ke perpustakaan juga buat minjam buku ini." Ucap Rion menjelaskan dengan panjang dan lebar kepada Sindi.


"Oke deh kalau gitu.Aku udah paham."


"Yaudah kalau gitu.Ayo kita


berdua kembali ke kelas kita!"


"Ayo."


Rion dan Sindi berjalan keluar dari perpustakaan sekolah menuju ke kelas mereka.Rion masih membawa buku novel detektif yang tadi dibacanya bersama Sindi di perpustakaan sekolah.


Mereka berdua terus berjalan dengan santai,keadaan sekitar sudah sangat sepi atau sunyi.Tidak ada satu orang pun berada di tempat dan koridor yang mereka berdua lewati.


Mereka lebih dulu sampai dikelas Sindi.Sindi melambaikan tangannya sebagai salam perpisahan kepada Rion,lalu Rion membalas salam dari Sindi dengan juga melambaikan tangannya.


"Hati-hati ya." Ucap Sindi.


"Iya.Kamu juga harus hati-hati."


"Bye."


"Bye."


Rion lalu berjalan sendirian menuju kelasnya.Tempat dan koridor disekitar tempat Ripn berjalan juga masih sangat sepi.Tentu saja sepi,mungkin karena bel tanda istirahat berkahir tadi berbunyi.


Rion terus berjalan dan kini sudah sampai dikelasnya,lalu langsung menuju ke dalam kelasnya.Kelasnya sangat berisik dan ribut.


Jika jam pelajaran kosong begini sudah wajar kalau murid di kelasnya sangat ramai dan berisik.Rion sudah terbiasa dengan semua suasana di jam kosong seperti sekarang.


Suasana hati Rion sangat baik setelah bertemu Sindi.Tanpa Rion sadari telinga miliknya kembali berubah menjadi merah.Itu adalah hari pertama Rion bertemu Sindi,hari pertama mereka saling mengenal,dan mungkin hari pertama Rion tertarik dan merasa malu serta gugup dengan perempuan.

__ADS_1


'Mungkinkah ini yang namanya cinta?'


Batin Rion bermonolog.


__ADS_2