Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Mimpi Bertemu Ibu


__ADS_3

Rion akhirnya sekarang memutuskan untuk pergi ke kamar Aurora.Rion langsung menghempaskan diri berbaring diatas kasur


warna biru milik Aurora.Karena sebelumnya sudah mengantuk tidak susah untuk Rion agar bisa memejamkan matanya.Rion sudah menuju alam mimpinya sekarang ini.Rion akan menuju alam lain yaitu alam mimpi.


Rion berada diruangan putih tanpa pintu.Ruangan bewarna putih yang sangat luas dan tidak tahu pasti dimana ujung dan batas dari ruangan itu.Entah berapa panjang dan luas dari ruangan itu,tentu saja juga tidak diketahui.Awalnya ruangan itu terang bersinar meskipun tanpa lampu yang menggantung tetapi,Tiba-tiba saja keadaan disana menjadi gelap dan tidak terlihat apa-apa seperti malam hari tanpa sinar bulan serta bintang.Meskipun begitu,mendadak muncul cahaya putih yang menyilaukan mata Rion.Cahaya yang menyilaukan itu seperti sedang menyinari seseorang yang tengah berdiri tegak.


"Rion."


Panggil seorang wanita paruh baya pada Rion.


Wanita itu membelakangi Rion yang diam mematung kebingungan.Karena penasaran,


Rion memutuskan agar melihat wajah wanita itu


dari depan.


"Ibu,kenapa ibu bisa ada di sini?" Rion terkejut ternyata wanita paruh baya itu adalah ibunya.


"Rion,ibu ada disini karena merindukan kamu." Wanita itu sedih meneteskan air matanya.


"Kenapa ibu sampai pergi sejauh ini? apa


hanya untuk menghampiri Rion?"


"Kamu pikir ibumu ini yang pergi jauh tapi,sebenarnya yang pergi jauh itu kamu dan tentu bukan ibu.Rion,kamu menghilang kemana saja selama ini? Apa kamu benci dengan ibumu ini? Sudah lebih dari sebulan kamu tidak ada kabar. " Ibu Rion menyentuh pundak anaknya.


"Ibu,aku tidak menghilang namun hanya pergi ke tempat yang sangat jauh saja."


"Tempat jauh darimana? saking terlalu


jauhnya jadi,kamu tidak peduli dan tidak mau bertemu dengan ibu kandungmu lagi?" Ibu Rion berteriak pada Rion.


"Ibu,maksud Rion bukan itu.Rion sebenarnya juga ingin bertemu ibu dan berkumpul dengan ibu dirumah tapi,karena alasan yang mustahil untuk dapat dijelaskan,aku tidak mungkin bisa bertemu dengan ibu." Rion tidak bisa menahan tangisnya.


"Aurora,kenapa kamu nangis?" Mia bingung melihat putrinya mengigau sambil menangis.


"Aurora cepat bangung sayang!" Lanjut Mia.


Rion mengigau sampai wajahnya penuh dengan keringat bercampur air mata karena menangis sambil mengigau.Untuk mempermudah sekarang kita panggil atau sebut saja Rion dengan nama Aurora,karena sekarang Rion sudah berada di tubuh Aurora.


Aurora terus menangis semakin keras sambil menyebut kata ibu terus menerus.Mia yang melihat putrinya yang mengigau sambil menyebutkan kata ibu terus menerus,langsung memeluk Aurora untuk menenangkannya.


"Mama disini nak." Mia menenangkan Aurora agar dia berhenti mengigau dan segera bangun.


Percuma saja Aurora tetap tidak bisa dibangunkan oleh Mia.Karena membangunkan Aurora sangat sukar,Mia terpaksa menggoyang pundak Aurora agak keras sampai dia terbangun dan berhenti mengigau.


"Kamu kenapa nak?" Mia bertanya.


"Hah maksud mama aku kenapa?" Aurora malah balik bertanya.


"Tadi kamu mengigau nyebut


kata ibu ibu terus."


"Masa sih ma?" Aurora tidak percaya.


"Iya.Kamu tunggu disini dulu ya,mama


mau ambil nasi goreng dan minuman dulu buat sarapan pagi kamu."

__ADS_1


"Iya ma."


Mia turun ke lantai satu ke dapur untuk mengambil nasi goreng dan minuman untuk dibawa ke kamar Aurora.


"Udah selesai bi nasi goreng nya?" Mia bertanya


"Sudah nona"


"Ya sudah nasi gorengnya saya bawa kekamar Aurora dulu ya bi."


"Tidak usah nona.Biar saya saja yang mengantar nasi goreng dan minuman untuk nona Aurora." Bibi merasa tidak nyaman.


"Saya aja ga apa-apa kok bi." Mia tersenyum hangat.


Asisten rumah tangga Aurora pada akhirnya juga akan mengalah kepada majikannya.Mia menghampiri Aurora ke kamarnya.


"Ini nasi goreng sama air putihnya,mama taruh disini ya nak.Kalau kamu mau susu nanti minta aja ya sama bibi.Rencananya mama sama papa nanti siang mau kesekolah kamu." Ucap Mia sambil menaruh nasi


"Ngapain mama dan papa ke sekolah?"


"Mau bilang ke kepala sekolah biar kamu bisa masuk sekolah lagi.Nanti siang katanya Andrea bakal main kesini."


"Oke deh kalau gitu ma.Mama langsung aja siap-siap buat ke sekolah."


"Iya deh.Mama mau mandi dulu,mama pamit ya Aurora."


"Oke ma."


Mia meninggalkan Aurora,kini Aurora sendirian dikamar.Aurora merasa perasaannya tidak nyaman,jantungnya berdetak lebih kencang,dan dada terasa sesak susah bernafas karena mimpinya itu.


'Yang tadi itu ternyata hanya mimpi.' Batin Aurora dalam hati sambil memegang dadanya yang terasa sesak.


"Sudahlah daripada aku sedih lebih baik


aku makan untuk mengisi energi agar aku kuat."


Aurora langsung menyambar nasi goreng dan air putih yang letaknya di atas meja.


"Aku tidurnya kelamaan sampai gak sempat makan malam.Benar-benar dan sekarang karena terlalu kelaparan aku sampai kelaparan begini.Makanan benar akan lebih enak kalau perut sedang kosong dan kelaparan seperti sekarang."


Aurora sekarang sudah menghabiskan sarapan pagi bersama air putihnya.Kini waktunya dia melanjutkan aktivitasnya menuju mandi.Ketika sedang mandi Aurora bersenandung gembira.Senandungnya berhenti ketika suara hatinya berbicara.


'Tubuhku yang sekarang sangat berbeda


dari tubuhku yang dulu.' Aurora menunduk sedih.


Meskipun sedih karena perihal tubuh tetapi,tidak lama setelah itu Aurora kembali melanjutkan mandinya lalu melanjutkan senandungnya yang sempat berhenti.Aurora telah selesai mandi dan langsung menuju kamarnya untuk berganti pakaian,dia membuka lemari pakaian untuk memilih baju yang nanti akan dia kenakan.


"Baju Aurora ini benar-benar terlalu feminim.Kenapa dia mengkoleksi banyak sekali rok dan gaun seperti ini?" Aurora mengeluh.


Aurora hanya menggelengkan kepalanya melihat kumpulan semua pakaian milik Aurora yang berada dilemarinya.Pakaian yang penuh warna-warni dan tidak seperti warna pakaiannya ketika masih ditubuh aslinya,dulu pakaiannya didominasi


warna hitam dan putih.


"Karena sekarang aku adalah seorang remaja perempuan maka aku mau tidak mau,suka tidak suka harus tetap memakai setelan pakaian yang seperti ini." Rion mengambil satu rok.


"Huh rok ini terlalu pendek menurutku.Apa perempuan ini tidak punya rok yang sedikit lebih panjang?" Ucap Aurora sambil mencari-cari rok di lemari pakaian.


"Huh,tidak ada rupanya.Eh,ternyata

__ADS_1


ada rok panjang disini." Aurora mengambil


rok yang panjang.


"Lebih baik aku mencobanya."


Aurora mencoba rok panjang yang dia ambil,memang rok itu tidak begitu panjang dan hanya sampai menutupi lutut kaki,tetapi cukup bagus untuk dipakai karena bewarna biru muda.


"Aku mau pakai ini saja.Cocok sekali


dengan seleraku."


Aurora turun ke lantai satu menghampiri Mia dan Leonardo yang sedang makan sarapan paginya. Aurora mendudukkan pantatnya ke kursi tepat disamping Mia duduk.


"Selamat makan mama dan papa."


"Iya sayang.Kamu gak mau makan lagi Aurora? Leonardo bertanya.


" Enggak pa.Tadi Aurora udah makan nasi goreng yang di antar sama mama tadi."


"Oh iya.Baguslah kalau kayak gitu.Kalau kamu lapar bilang aja sama bibi biar dia langsung masak." Ucap Leonardo.


"Oke pa." Ucap Aurora sambil mengangguk.


"Oh ya papa,tadi pagi mama bangunin Aurora lagi ngigau loh pa." Ucap Mia.


"Emang tadi pagi dia ngigau apa ma?"


"Aurora nyebut kata ibu terus loh pa.Mungkin efek akibat lama gak ketemu mama kayaknya nih pa." Ucap Mia


"Enak aja kamu ngomong gitu.Aurora kan anak papa juga." Balas Leonardo pada Mia.


"Iya pa mama tau kok cuma papa salah kan aja ke Aurora kenapa dia gak nyebut papa waktu dia ngigau."


"Terserah mama aja lah."


"Sudah,berhenti berdebat nya! cuma masalah sepele kok malah mama dan papa buat jadi panjang." Ucap Aurora.


"Iya sayang tapi papa mu ini aja yang aneh cuma hal kecil kok malah dibesar-besarin aja." Mia menyalahkan Leonardo.


"Iya tau.Papa yang salah sekarang." Leonardo pasrah saja.


"Hehehe papa sudah mengalah tuh mama jadi,berhenti dong mama debatnya." Aurora menggoda Mia.


"Bagus dong itu baru namanya suami


yang baik sama istri." Mia tersenyum menang.


"Iya iya papa ngalah." Leonardo pasrah.


"Debatnya sekarang selesai.Ayo lanjutkan makannya mama dan papa!" Aurora tersenyum.


"Ayo siapa yang duluan selesai makan jadi pemenang debat kali ini." Lanjut Aurora.


"Baiklah.Siapa takut." Jawab Mia dan Leonardo bersamaan.


Mia dan Leonardo menyetujui tantangan dari Aurora dan mulai cepat melahap makanan mereka.


'Kelihatan harmonis sekali' Batin Aurora dalam hati sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2