Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Menetap Sementara


__ADS_3

Waktu yang tepat untuk menikmati keindahan


bagi para malaikat maut yaitu menikmati secara perlahan dan santai.


Dua malaikat itu telah sampai di halaman


Kerajaan Maut. Kerajaan yang dipenuhi oleh


banyak sekali penjaga kerajaan yang


berpangkat tinggi. Kerajaan yang sangat megah namun sangat abnormal bagi penglihatan seorang manusia yang biasa. Material Kerajaan Maut banyak yang terbuat dari tulang belulang manusia yang dibentuk sedemikian rupa.Tengkorak alias tulang kepala sebagai atap istana, tulang jari dari kaki dan tangan sebagai bahan pintu dan jendela, rambut sebagai aksesoris istana, dan tulang kaki,paha,dan tangan sebagai lantai. Dibelakang istana ada danau yang sangat luas berisi darah yang warnanya merah kental bercampur warna hitam pekat. Betapa sangat tidak normalnya keadaan disekitar istana itu bagi seorang manusia, seandainya mereka bisa ada disana.


Dua malaikat itu mulai memasuki istana, mereka berdua langsung menghadap Raja Maut yang sedang duduk dengan santainya dikursi kebanggaannya.


"Mengapa kalian kemari?" Raja Maut kebingungan.


"Kami berdua ingin menanyakan


sesuatu pada raja." Jawab malaikat Maut yang gagah dan tinggi


"Benar raja." Sahut si asisten dari malaikat Maut sebelumnya.


"Begitukah? Baiklah tanyakan saja apa


yang perlu kalian tanyakan!"


"Jadi kami ingin bertanya tentang perihal jadwal tugas kami berdua yang telah Raja Maut ubah."


ucap Malaikat maut yang gagah dan tinggi.


"Oh.Rupanya hanya masalah itu yang ingin


kalian tanyakan. Aku hanya ingin saja mencoba untuk mengubah jadwal tugas Kerajaan Maut."


"Lalu,bagaimana dengan manusia yang


bernama Rion. Apakah Raja Maut lah yang mengatur semua ini? termasuk dengan kematian manusia bernama Rion itu?"


"Ya memang aku yang mencabut nyawa


manusia itu. Aku sangat tidak sabar


untuk mencabut nyawanya. Aku ingin menjadikannya orang yang sangat berbeda


dari hidupnya yang sebelumnya."


"Apa maksud Raja Maut


dengan berbeda?" Asisten Malaikat maut heran.


"Hm..Maksudku aku berniat menjadikannya seorang manusia yang berbeda."


"Apa Raja benar-benar serius memutuskan hal ini?" Malaikat maut gagah dan tinggi mulai bingung.


"Tentu saja benar." Raja Maut berkata


dengan mantap dan yakin.

__ADS_1


"Lalu apa yang harus kami lakukan raja?"


"Kalian hanya perlu sedikit membantu untuk menjadikannya seorang perempuan. Aku memutuskan agar jiwanya bisa tertukar


sementara mulai bulan depan .Nanti segera


pindahkan Rion sementara ke Kerajaan Maut kita saja!" Perintah Raja Maut.


"Siap Raja Maut." Kedua malaikat mengangguk tanda paham.


"Kalau begitu cepat bawa Rion kemari! Jangan sampai membuat badan Rion membusuk disana! "


"Siap Raja Maut! Kami laksanakan!"


Kedua Malaikat Maut yang bertugas mengurus Rion tersebut, kini segera kembali menghampiri Rion yang masih duduk tergeletak di meja belajar dikamarnya, namun dalam keadaan yang sudah tidak bernyawa. Mereka langsung membawa Rion pergi menuju Kerajaan Maut untuk menghampiri Raja Maut .Lebih cepat daripada kecepatan cahaya, mereka berhasil membawa tubuh Rion ke Kerajaan Maut.


"Raja,Harus di apakan tubuh manusia muda ini?"


malaikat Maut bingung.


"Taruh saja dia dikamar istana yang


sedang kosong sekarang."


Dua Malaikat maut pun langsung menghilangkan diri bersama mayat Rion menuju kamar kosong. Mereka membaringkan tubuh Rion di atas tempat tidur. Tempat tidur yang halus dan nyaman, yang dirajut dari rambut mayat manusia-manusia. Tapi rambut manusia ini sudah dirancang sedemikian rupa sehingga sangat kuat dan fungsinya bisa layaknya sebuah kain.


"Hei,coba tanyakan lagi pada raja. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya pada anak manusia ini." malaikat Maut memerintah asistennya.


"Baiklah" Asisten Malaikat Maut menurut lalu pergi.


Malaikat maut sedang menunggu kehadiran asistennya menghadap Raja Maut. Malaikat maut lengah, tanpa disadari olehnya, Rion sedang perlahan membuka matanya karena Rion sudah mempunyai kesadarannya kembali.


Malaikat maut sangat kaget melihat Rion kembali hidup namun, sebisa mungkin dia ingin tetap terlihat tidak acuh padanya.


"Hei kamu, tempat ini sangat aneh dan berbau busuk. Dan kenapa kamu memakai jubah hitam bertudung yang kebesaran itu? Kamu mirip seperti iblis saja kalau menggunakan pakaian begitu."


"Diam dan tutup saja mulutmu itu!" Jawab malaikat Maut dengan datar


"Ah aku tidak mau. Tapi,sejujurnya aku ini sebenarnya ada dimana?"


"Kau ada di Kerajaan Maut."


"Sudahlah jangan bercanda. Mungkinkah ini hari halloween? Ah tidak, ini bukan waktunya.Tunggu, apakah ini sebuah neraka?"


"Tidak tahu. Cari tahu saja sendiri" malaikat Maut berkata dengan tidak acuh.


"Cih, dasar orang sombong." Rion menggerutu.


Malaikat maut tetap bersikap tidak acuh kepada Rion. Sebenarnya Malaikat Maut satu ini sangat tidak menyukai keributan. Keributan berupa pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Rion barusan sungguh amat menyebalkan baginya. Sudah merasa kesal ditambah lagi dengan asistennya yang tidak kunjung terlihat kembali, benar-benar membuat kesabaran Malaikat Maut hampir habis.


"Aku merasa tubuhku sangat ringan disini.Tempat ini itu planet asing atau neraka ya?" Rion bingung


Malaikat maut benar-benar tak tahan sendirian dikamar ini bersama manusia muda yang menurutnya sangat bodoh ini. Bagaimana bisa Rion mengatakan Kerajaan Maut adalah planet asing?


Asisten Malaikat maut mulai berjalan bersama-sama dengan sang Raja Maut menuju kamar yang ditempati Rion. malaikat Maut tersenyum cerah bahagia melihat kedatangan asistennya bersama dengan Raja Maut.


'Akhirnya datang juga. Aku sudah menunggu sangat lama.' Batin Malaikat Maut lega.

__ADS_1


"Si... Siapa kalian bertiga? Apa kalian


semua ini iblis?" Rion ketakutan.


"Hei manusia, harusnya kau harus bicara lebih sopan pada Raja Maut. Kalau bukan karena Raja Maut, kamu akan selamanya tetap menjadi mayat dan tidak akan sadar seperti sekarang ini." Ucap Malaikat Maut.


"Benar. Sebaiknya kau berterima kasih kepadaku, karena aku mengizinkanmu kembali bernafas sekarang." Raja Maut nampak tetap tenang.


"Aku tadi memang mencoba mengakhiri hidupku, tapi seperti yang kalian lihat sekarang aku masih hidup. Eh, kenapa luka ditubuhku sekarang menghilang semua ya?" Rion terheran.


"Karena aku yang mengizinkan lukamu


untuk sembuh, lebih tepatnya menghilang."


"Jadi itu kamu ya? Yang menyembuhkan diriku ini ternyata Raja Maut yang terhormat? " Rion kesal lalu memutar bola matanya malas.


"Aku tau bahwa kau itu mengejekku tetapi, aku ingin mengatakan sesuatu yang penting kepadamu, wahai manusia muda."


"Apa itu memangnya yang kamu


bilang penting itu?"


"Kau sudah mati ketika jam sepuluh malam dan tepat ketika kau menghabisi nyawamu sendiri, saat itulah kau mati.vSebenarnya besok adalah waktu yang sebenarnya untuk kau mati tetapi, karena aku mengubah beberapa jadwal tugas kematian di Kerajaan Maut, aku pikir kau harus mati hari ini juga. Para rakyatku yaitu dua malaikat maut yang dihadapanmu itu ditugaskan untuk membawamu kemari. Mereka membawamu kesini tepat dijam sebelas malam."


"Masuk akal juga tapi,apa inti


dari semua perkataanmu itu?"


"Kau akan bertukar jiwa dengan seorang perempuan remaja, mulai bulan depan."


"Aku tidak mengerti. Apa maksudnya aku akan terlahir kembali dan menjadi seorang bayi perempuan?" Rion tetap tidak paham maksud dari perkataan Raja Maut.


"Intinya, kau harus mempersiapkan dirimu sebaik mungkin sebelum berada ditubuh yang baru.


Aku hanya akan menukar jiwamu dengan seorang perempuan remaja. Satu hal lagi yang lupa kukatakan bahwa roh milikmu akan juga kubuat tertukar."


"Lalu bagaimana dengan tubuhku. Ibuku akan khawatir jika begitu?" Rion nampak khawatir.


"Malaikat maut akan menjaga ibumu dan tubuhmu. Jadi persiapkan saja dirimu dengan baik sebelum pertukaran jiwa dan roh terjadi. Jangan terlalu egois dan seharusnya kau bersyukur aku masih peduli dengan manusia sepertimu" Raja Maut agak emosi tapi tetap ingin terlihat tenang.


"Baiklah, aku akan percaya sepenuhnya pada Raja Maut" Jawab Rion gugup dan takut.


"Bijak sekali kamu manusia. Sekarang beristirahatlah dulu, kami bertiga masih ada urusan yang perlu kami selesaikan. Nanti kami akan kembali menghampirimu." Perintah Raja Maut kepada Rion.


"Baik, terima kasih banyak atas perhatian Raja Maut yang masih memberiku tempat tinggal, meskipun kamar ini masih sangat tidak layak disebut kamar bagi kaum manusia."


"Tentu saja tidak layak, ini kan di Kerajaan Maut bukan rumah para manusia. Tetapi besok pagi nanti pelayanku akan memberimu makanan khusus manusia, jadi tenang saja jangan begitu merasa takut berada disini." Ucap Raja maut lalu pergi meninggalkan Rion sendirian dikamar.


"Hei manusia muda. Kalau kau membutuhkan sesuatu berteriak saja ya! kami berdua akan langsung datang membantumu." Malaikat Maut menjelaskan.


"Baiklah. Terima kasih banyak dua Malaikat Maut."


"Kalau begitu Selamat tinggal. Tidurlah kami tahu kau sangat kelelahan!" Malaikat maut tersenyum.


"Baik. Selamat tinggal. Bekerja keraslah kalian berdua!" Rion melambaikan tangannya sebagai tanda mengucapkan selamat tinggal.


Melihat tingkah Rion yang sangat lucu membuat dua malaikat maut tersebut tersenyum malu.

__ADS_1


Ketika Rion sendirian dikamarnya dia sudah bisa merasa lega, memang kenyataannya dia sedikit senang karena dia tidak bertemu dengan malaikat maut yang menyeramkan. Rion amat beruntung tidak menjumpai malaikat maut yang wajahnya menyeramkan bak di film horror yang sering ditontonnya. Malaikat maut di Kerajaan Maut yang dilihatnya barusan tidak seram seperti yang Rion bayangkan ketika masih di bumi. Semua malaikat maut di Kerajaan Maut adalah laki-laki yang cukup tampan dan memiliki kulit putih bersih, hanya saja jubah yang mereka kenakan terlihat tetap menakutkan.


.


__ADS_2