Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Perempuan Itu


__ADS_3

Aurora dan Imelda mengakhiri pembicaraan singkat lalu memejamkan mata mereka untuk pergi tidur.Sementara itu,anak laki-laki sudah dari tadi tertidur dan kini enam orang remaja itu sudah larut dalam cerita mimpi masing-masing.Larut dalam alur cerita masing-masing serta tokoh yang berbeda di alam mimpi masing-masing.


Hari sudah berubah,dari yang sebelumnya gelap berubah menjadi terang.Dari yang sebelumnya tidak begitu dingin menjadi sangat dingin.Di pagi hari yang dingin ditambah embun yang bertetesan pada daun di hutan menambah kesejukan pagi.Aurora bersama dengan Andrea dan temannya yang lain mulai keluar dari tenda dan berkumpul bersama ditempat mereka menghangatkan diri ketika malam sebelumnya sampai dini hari sebelumnya.


"Sejuk banget ya guys." Sam merasa lega.


"Iya.Udaranya sejuk banget." Jawab Imelda.


"Oh ya nanti kita mandi gak,Ndre?" Bobi bertanya.


"Terserah sih kalau kamu mau mandi ya mandi,kalau gak mau ya gak usah mandi"


Andrea menjelaskan.


"Emang nanti mandinya dimana?" Aurora nampak bingung.


"Dibelakang sana." Andrea menunjuk hutan yang ada dibelakang tenda mereka berenam berdiri.


Melihat Andrea menunjuk arah sungai dihutan,Aurora tidak berbicara dan hanya menganggukkan kepalanya.Aurora sebelumnya sebenarnya tidak pernah ikut berkemah dengan teman sebayanya karena dia tidak mempunyai teman yang sangat akrab .Aurora hanya pernah berkemah bersama ibunya ketika dia masih sekolah dasar,ayahnya sudah meninggal dunia ketika Aurora masih berada di taman kanak-kanak.


Sedang asik-asiknya Aurora memikirkan masa yang indah ketika berkemah dengan ibunya,tiba-tiba dikagetkan dengan wajah seorang perempuan yang sepertinya sangat tidak asing bagi Aurora.Perempuan itu bersama dengan kesembilan temannya yang tengah berjalan hendak menghampiri kelompok Andrea.


"Wah,ternyata ada orang lain juga


yang mau kemah disini." Ucap Bobi.


"Kenapa si mereka juga kemah di sini?" Imelda merasa kesal.


"Gak apa-apq kok,lagian emang kenapa?" Jawab Joni.


"Gimana bisa mandi kalau mereka


ada banyak disini?" Imelda masih merasa kesal.


"Lagian kita gak mandi juga gak apa-apa."


"Iya.Yang penting banyak cewek cantik itu." Ucap Sam sambil memperhatikan kumpulan sepuluh orang baru itu yang tengah berjalan ingin menghampiri mereka.


"Lah itu kan kalian kalau aku mah


ogah kalau gak mandi." Jawab Imelda.


"Kita gak perlu mandi kok sekarang ini toh


besok pagi kita bakal pulang kemah." Ucap Aurora tanpa mengalihkan pandangannya kepada satu sosok perempuan yang tengah berjalan.


"Udahlah kalau gitu.


Aku sih ngikut aja." Imelda pasrah.


Melihat ekspresi wajah Imelda yang cemberut membuat Andrea,Bobi,Sam, dan Joni hanya mampu menggeleng-gelengkan kepala saja.

__ADS_1


Semakin dekat sepuluh orang baru itu hendak menghampiri kelompok Aurora,semakin sesak saja rasanya dada Aurora.Kelonpok baru yang ingin berkemah itu terdiri dari enam perempuan dan empat laki-laki.Aurora mencoba mengingat siapa perempuan yang mencuri perhatiannya itu tetapi,tetap saja sangat susah untuk bisa menebaknya.Perempuan itu seperti sangat tidak asing bagi Aurora tetapi,tetap saja Aurora tidak bisa mengingatnya dengan baik sekarang.


"Halo,kami juga mau kemah disini.Boleh


kan kami gabung dan buat tenda didekat


tenda kalian." Ucap perempuan berambut panjang yang dari tadi menjadi perhatian Aurora.


"Tentu saja." Jawab Joni dengan cepat.


"Baiklah kalau begitu Terima kasih.


Kami akan buat tenda kami dulu." Ucap perempuan itu ramah.


"Eh,tapi aku ingin berkenalan


dengan kalian bersepuluh dulu." Ucap Joni


"Udahlah Jon,jangan ganggu mereka


dulu.Biarin aja mereka bangun


tendanya dulu." Andrea menyarankan.


"Betul itu." jawab Aurora.


Sepuluh orang baru itu akhirnya mulai membangun tenda mereka dan memilih mengabaikan kelompok Andrea terlebih dahulu. Akan lebih baik mengabaikan sesuatu ataupun seseorang demi hal yang lebih penting bukan? itu lah pernyataan yang berlaku sekarang.


Sementara itu Bobi,Sam,Joni,dan Imelda sedang sibuk melakukan wawancara kepada Aurora dan Andrea.Bobi,Sam,Joni,dan Imelda bertanya perihal kehidupan pribadi Aurora seperti rumah Aurora dimana,Aurora bersekolah dimana dan masih banyak informasi pribadi yang lainnya.


Andrea menjawab semua pertanyaan mengenai Aurora dari teman-temannya.Andrea juga menjelaskan kepada mereka bahwa Aurora sebelumnya koma selama lima tahun lebih.


"Pantasan aja keliatannya kalian gak


begitu akrab karena dulu Aurora


sempat koma." Ucap Imelda.


"Iya." Jawab Aurora.


Sementara itu,kelompok baru yang jumlahnya sepuluh orang itu sedang bersama bersiap mencari kayu bakar di hutan.


Aurora yang penasaran dan ingin berkenalan dengan satu perempuan yang sebelumnya dia amati,memutuskan lebih baik agar memberi sedikit kayu bakar miliknya kepada kelompok mereka.


"Permisi." Ucap Aurora mengangkat


tangannya ke atas memanggil


kelompok baru itu.


Andrea,Bobi,Sam,Joni,dan Imelda merasa heran dan juga bingung,karena Aurora memanggil kelompok baru itu dengan kata permisi.Biasanya kan kata permisi sebagai tanda ingin berpamitan diri.

__ADS_1


Dan beruntung perempuan yang berambut panjang yang sedari tadi mengisi kepala Aurora itu yang menjawab panggilan dari Aurora.


Perempuan itu mendekati Aurora yang tengah duduk di kursi kecil bersama temannya.Perempuan itu bertanya apa maksud Aurora memanggil kelompoknya.


"Iya.Kenapa kamu memanggil


kelompok kami?" Perempuan rambut panjang bertanya.


"Saya hanya ingin memastikan saja." Aurora berbicara namun dipotong perempuan itu.


"Memastikan apa ya?"


"Ee..saya hanya ingin bertanya.Apa kalia mau ke hutan mencari kayu bakar?" Ucap Rion sedikit gagap sebelum memulai pertanyaan.


"Iya.Kami memang mau ke hutan mencari kayu bakar.Ada keperluan apa bertanya seperti itu?"


"Tidak apa-apa tapi,kalian tidak perlu mencari kayu bakar.Aku mau memberi kalian sedikit kayu bakar yang ku beli untuk kelompok kalian."


"Tidak perlu repot begitu." Ucap perempuan itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


Perempuan itu hendak berbalik badan tetapi tidak sempat karena Aurora.Aurora menepuk pundak perempuan itu agar perempuan itu kembali menghadap dirinya untuk berbicara.


"Tunggu!" Aurora memohon.


Perempuan itu langsung berbalik menghadap Aurora dan menatap Aurora heran.


"Tidak apa-apa,aku membawa banyak kayu bakar jadi,aku tidak akan rugi jika memberinya ke kelompok kalian." Aurora menjelaskan.


"Iya.Lagian kalian kemah disini


berapa malam?" Tanya Sam.


"Cuma satu malam sih." Jawab perempuan itu.


"Kami juga tinggal satu malam lagi sih berkemah nya jadi,bukan masalah kalau kita saling berbagi kayu bakar." Ucap Sam.


"Betul.Kalian bersepuluh tidak perlu


repot-repot mencari kayu bakar." Aurora menjelaskan.


"Kalau kamu tidak keberatan,aku juga tidak merasa keberatan.Terima kasih." Ucap perempuan itu tersenyum sangat manis.


Aurora yang melihat pemandangan indah,seorang perempuan manis tersenyum merasa hatinya sangat damai dan teduh.


Aurora merasa sangat mengenali perempuan itu tetapi,Aurora merasa belum pernah bahkan satu kali pun menemui perempuan manis berambut panjang itu.


Perempuan itu kini menghampiri sembilan temannya dan mengajak sembilan temannya menghampiri kelompok Andrea.Mereka mengucapkan terima kasih kepada Aurora,Andrea,Bobi,Sam,Joni,dan juga Imelda.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya bagi


yang sudah membaca episode ini.🙏🙏🙏😊

__ADS_1


__ADS_2