Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Bersalaman


__ADS_3

"Tentu dong.Papa dan mama jangan lupa mandi juga nanti bau loh." Aurora bercanda.


"Udah cepat kamu mandi!


jangan ngejek orang tua terus." Mia memerintah Aurora.


Aurora langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi untuk menyegarkan badannya.Aurora memakai setelan pakaian yang sangat kasual kali ini,baju bewarna hitam polos berlengan pendek serta celana panjang yang juga didominasi warna hitam dengan sedikit potongan garis bewarna putih di bagian ujung celana.


'Wow aku benar-benar mirip para model.'


Aurora tersenyum sombong menghadap cermin.


'Waktunya siap pergi jalan-jalan.' Aurora berkacak pinggang sambil masih mengahadapi cermin.


Aurora turun menuju lantai bawah,di ruang tamu untuk menunggu Mia dan Leonardo bersiap-siap.Menunggu Mia dan Leonardo cukup melelahkan dan membosankan jadi,Aurora memutuskan untuk merebahkan diri saja di sofa sambil bermain game offline.


"Aurora,ayo kita berangkat sayang." Ucap Leonardo.


"Iya pa.Eh,tapi Mia dimana?"


"Kamu bilang apa tadi? Kamu langsung


nyebut nama ibu kamu?" Leonardo bertanya untuk meyakinkan.


"Maksud Aurora tadi mama pa."


"Oh iya.Mungkin papa salah dengar aja."


"Mama dimana pa?"


"Mama kamu lagi dandan tuh."


"Ribet banget sih hidup mama."


"Gak tau tuh kemanapun maunya


dandan terus."


"Kalian ngomongin mama ya?" Suara Mia mendadak menyapa.


"Enggak kok ma." Leonardo menjawab.

__ADS_1


"Halah kamu mah bohong terus." Mia tampak kesal dengan Leonardo.


Aurora merasa bosan mendengar perdebatan antara Mia dan Leonardo.Aurora lebih memilih untuk lebih dahulu keluar dari rumah daripada harus menunggu kedua orang itu berdebat tak kunjung selesai.Aurora langsung mendudukkan pantatnya ke kursi mobil belakang dan tidak lama setelah itu Mia dan Leonardo datang menghampiri.Mia duduk dikursi penumpang bagian depan,di samping Leonardo.


Leonardo pun menancap gas menjalankan mobil bewarna merah tua cerahnya agar melaju di jalanan.Aurora hanya diam tidak berkata apapun ketika perjalan.Mia yang melihat Aurora diam pun mengajak Aurora bicara.


"Kamu kok diam aja nak? lagi gak


enak badan ya? " Mia memecah keheningan antara mereka.


"Aurora sehat kok ma,cuma agak cape aja."


"Bagus lah kalau gitu.Kalau ada apa-apa


sama kamu bilang aja ya sama mama dan papa."


"Iya ma."


"Aurora,kamu mau jalan-jalan kemana?" Leonardo bertanya.


"Aurora mau ke perpustakaan


kota aja pa." Aurora tersenyum senang.


"Iya pa."


"Yaudah sih pa,tinggal ke perpustakaan


kota aja apa susahnya."


"Iya ma.Iya papa dengar kok."


Leonardo langsung saja mengikuti keinginan Aurora yang ingin berkunjung ke perpustakaan kota.Leonardo mencari-cari perpustakaan kota mana yang diinginkan oleh Aurora.Sudah Bebesen kali bertanya kepada Aurora bahkan sampai empat kali,bertanya yang mana yang diinginkan Aurora untuk dikunjungi.


Akhirnya setelah nelaui proses seleksi dari Aurora,Aurora sudah memutuskan perpustakaan kota yang ingin dia kunjungi.Leonardo menghentikan mobil merahnya diparkiran khusus mobil di halaman perpustakaan kota.


Aurora langsung keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru.


"Hei Aurora." Mia memanggil Aurora.


"Iya ma.Kenapa?"

__ADS_1


Langkah Aurora refleks berhenti bergerak karena suara panggilan dari Mia.Aurora membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Mia yang sudah keluar dari dalam mobil.


"Apa ma?" Aurora kebingungan dan menatap Mia.


"Kamu kok buru-buru banget ke perpustakaan kota nya.Emang ada apa sih di dalam?"


"Di dalam ada buku lah ma.Emang ada apa lagi?"


"Mama juga tahu kok kalau di dalam ada buku-buku.Maksud mama sebenarnya itu apa sih yang kamu cari selain buku?"


"Aku ke dalam cuma mau cari buku kok ma."


"Iya iya.Terus kamu ke dalam sana mau ditemanin sama mama dan papa gak?"


"Gak usah ma.Aurora berani aja kok sendiri."


"Beneran nih gak pengen ditemanin?" Leonardo terlihat ragu mengetahui keputusan Aurora.


"Aurora gak bercanda.Aurora terbiasa aja kok sendiri.Aurora masuk ke perpustakaan dulu ya mama dan papa."


"Iya.Hati-hati ya nak.Mama dan papa nungguin kamu di dalam mobil ya." Ucap Mia.


"Iya ma."


Aurora menyalami Mia dan Leonardo sebelum dia masuk ke dalam perpustakaan kota.Sebenarnya Mia dan Leonardo merasa heran karena Aurora di masa lalu sebelum koma,tidak.pernah satu kali pun menyalami mereka.Mia dan Leonardo berusaha agar bersikap tidak acuh dengan perubahan kebiasaan Aurora yang mendadak beda.Mia dan Leonardo bersyukur karena Aurora yang sekarang kebiasaannya berubah menjadi lebih baik daripada yang sebelumnya ketika sebelum koma.Sesudah menyalami Mia dan Leonardo,Aurora langsung melambaikan tangan tanda berpisah.


Aurora memasuki perpusatakaan kota dan muali mencari-cari buku yang akan dibacanya.Sesudah menemukan buku yanga akan dibacanya,Aurora langsung mencari tempat duduk dan Aurora menemukan tempat duduk itu.Untungnya keadaan di perpustakaan kota itu tidak begitu ramai sehingga Aurora masih bisa mendapatkan tempat duduk.


Ketika sedang fokus membaca,Aurora malah dikagetkan dengan keberadaan perempuan disamping tempat duduknua.Sebelumnya di samping kursi tempat duduk Aurora itu masih kosong jadi,jangan begitu heran mengapa Aurora bisa merasa kaget.


Perempuan itu mempunyai rambut yang sangat bagus dengan panjang sedikit melebihi pundaknya.Perempuan itu diam-diam menatap Aurora yang tengah fokus membaca.Perempuan tidak dikenal itu merasa bosan dan sekarang sangat ingin mencari teman bicara.Perempuan itu sadar kalau dia telah membuat Aurora kaget tapi,dari hal itu lah dia berniat ingin berkenalan dengan Aurora.Saat hati ingin segera berkenalan dan ingin menjadi teman tetapi,diri yang masih sangat ragu,itu lah yang di alami oleh perempuan itu. Perempuan itu lebih baik memilih untuk berdiam diri melanjutkan bacaannya di halaman buku .


'Huh.Perempuan itu menganggetkan.' Batin Rion sambi menggerutu dalam hatinya.


'Gimana ya? Apa aku harus menanyakan namanya sekarang?" Monolog perempuan itu dalam batinnya.


'Huh.Lebih baik nanti aja kayanya pas dia udah mau selesai baca bukunya aja.' Batin perempuan itu.


Perkiraan perempuan itu salah karena Aurora tidak akan membaca bukunya sampai selesai,baru saja sepuluh halaman Aurora langsung bergegas ingin berdiri dari tempat duduknya.Aurora ingin segera meminjam buku yang dibacanya ke petugas perpustakaan kota.


perempuan itu yang melihat Aurora yang sekarang menuju meja penjaga perpustakaan kota langsung ikut menghampiri Aurora dan mengikutinya dari belakang.Tidak lupa perempuan itu juga membawa buku yang dibacanya sebelumnya untuk dipinjam dibawa di rumah.

__ADS_1


Perempuan itu menghampiri Aurora yang masih mengantri untuk meminjam buku.Perempuan itu menempatkan diri mengantri di belakang Aurora.Memberanikan diri dengan penuh akhirnya perempuan itu berani untuk menyapa Aurora.Perempuan itu menepuk pundak Aurora bersamaan dengan kata permisi.Aurora menerima baik maksud dan tujuan perempuan itu yang ingin berteman dengan dirinya.Nama dari perempuan itu adalah Rena.


__ADS_2