Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Bermalam


__ADS_3

Memang terkadang bernyanyi tanpa mempedulikan nada,tempo,dan yang sejenisnya itu lebih seru,apalagi bernyanyi dengan teman sambil bernyanyi keras atau berteriak-teriak.Dunia memang terasa milik diri sendiri dan teman-teman.


Mobil hitam milik Andrea mulai memasuki hutan.Untungnya hutan tersebut memiliki


jalan yang cukup lebar untuk kendaraan roda empat jadi,mobil Andrea langsung bisa


menyusuri hutan.


Tidak begitu memakan waktu yang lama untuk bisa sampai ke lokasi mereka berkemah,kini mereka sudah sampai dihutan di pinggir danau.Selama berkemah dihutan pinggir danau,orang-orang tidak pernah menemukan sesuatu yang aneh terjadi karena hutan itu aman untuk dijadikan lokasi berkemah.Andrea,Aurora keluar mobil terlebih dahulu lalu disusul dengan Bobi,Sam,Imelda,dan Joni.Bobi,Sam,Imelda dan Joni terlalu asik bernyanyi sampai belum sadar kalau mereka sudah sampai dilokasi tujuan perkemahan mereka.


"Wah,udah sampai aja ternyata gue


gak nyadar padahal." Ucap Bobi heran.


"Makanya,jangan asik


nyanyi doang." Jawab Andrea ketus.


Mereka mulai bertugas mendirikan tenda dibantu dengan senter di masing-masing kepala.Para laki-laki mendirikan tenda sedangkan Aurora dan Imelda bertugas menghidupkan api unggun.


Aurora dan Imelda menghidupkan api unggun menggunakan kayu bakar yang dibelikan Mia dan Leonardo untuk Aurora sebelumnya.


Kayu bakar mahal yang dibelikan Mia dan Leonardo ternyata sangat berguna juga karena teman-teman Andrea yang lainnya tidak ada satu pun yang membawa kayu bakar.


"Ayo semangat para cowok." Imelda menyoraki.


Andrea,Bobi,Sam,dan Joni hanya diam mengacuhkan sorakan Imelda dan memilih tetap fokus melanjutkan membangun tenda.


Lelaki berempat itu hanya membuat tiga tenda.Setiap tenda masing-masing hanya diisi oleh dua orang saja.Tentu saja Aurora satu tenda bersama dengan Imelda,Sam bersama Joni,dan Bobi bersama Andrea.


Empat laki-laki itu sudah menyelesaikan membuat tenda untuk mereka tinggal.Karena telah selesai tiba saatnya untuk mereka berkemas perkakas ke dalam tenda mereka.


Mereka mulai berkemas dan menaruh masing-masing barang seperti pakaian,makanan,minuman dan lainnya


ke dalam tenda mereka masing-masing.


Empat laki-laki itu baru selesai memasang tenda ketika jam setengah sembilan malam,memang waktu yang cukup lama karena mereka tidak menggunakan tenda dome atau tenda yang sejenisnya.Mereka menggunakan tenda terpal yang biasanya digunakan anak pramuka ketika sedang berkemah.


Andrea,Bobi,Sam,dan Joni merasa lelah setelah selesai mendirikan tenda begitu pula dengan Aurora dan Imelda yang bertugas menghidupkan api unggun.


Mereka semua sangat mengantuk dan ingin segera beristirahat tetapi,perut mereka berbunyi keroncongan tanda kelaparan jadi,mereka harus makan.Mereka semua berkumpul menghangatkan diri dekat api unggun sambil mengeluh perihal perut mereka yang minta diisi makanan,hanya Aurora dan Andrea yang tidak ikut mengeluh.


"Aurora,tolong ambilkan dua panci kecil ditenda ku sama Bobi aja ya! buat kita masak mie instannya." Ucap Andrea memerintah Aurora.


Aurora yang sedang menghangatkan dirinya didekat api unggun pun langsung bergegas


masuk kedalam tendanya Andrea dan Bobi untuk mengambil panci kecil.Aurora mencoba mencari panci kecil itu di tas Andrea karena sebelumnya Aurora tidak melihat panci kecil yang tergeletak langsung didalam tenda.Aurora cukup kesulitan mencari panci kecil itu di tas Andrea jadi,Aurora langsung memanggil Andrea saja untuk membantunya untuk mencari dua panci kecil itu.


"Andrea." Aurora berteriak memanggil Andrea.


"Apa?" Jawab Andrea.

__ADS_1


"Cepat ke sini sebentar buat bantuin aku!"


Andrea langsung saja memenuhi panggilan dan menuruti permintaan Aurora untuk membantu Aurora mencari dua panci kecil didalam


tendanya dengan Bobi.


"Kenapa sih Aurora?" Andrea bertanya basa-basi.


"Bantuin aku lah." Ucap Aurora


sambil tetap fokus mencari panci.


"Oh oke.Tapi,biar aku aja yang cari.Kamu minggir aja dulu!" Andrea memerintah.


Andrea langsung saja mendekati tas miliknya dan mulai mencari dua panci.Tidak heran jika Aurora kesusahan mencari dua panci itu karena kedua panci itu berada di dalam tas yang sama dengan pakaian Andrea.Setelah Aurora melihat Andrea telah menemukan dua panci,Aurora hanya mampu menggelengkan kepalanya.


"Pantas aja gak cepat ketemu rupanya,panci dicampur di dalam tas yang sama dengan pakaian." Aurora memasang tampang cemberut.


"Suka-suka aku dong lagian panci


punyaku bersih kok gak ada noda


atau bekas gosong nya." Andrea membela dirinya.


"Emang sih gak kotor tapi kan aneh aja


kalau campur-campur kayak gitu."


Andrea langsung meninggalkan Aurora yang masih diam didalam tenda.Andrea langsung bergabung dengan Bobi dan yang lainnya. Aurora hendak menuju keluar tenda tetapi,suara Andrea kembali menyerang telinganya.


"Aurora,tolong ambilkan enam


mie instan ya di tas ku!" Andrea kembali memerintah.


"Iya." Aurora menurut.


Andrea adalah orang yang cukup menyebalkan bagi Aurora.Bagaimana bisa dia langsung menyuruh Aurora sebanyak dua kali? hal itu tentu cukup membuat Aurora merasa kesal.


Sungguh teman laki-laki yang tidak ada rasa pengertiannya sekali dengan teman perempuannya,itu lah yang ada di pemikiran


Aurora sekarang tetapi,Aurora langsung menolak pikirannya itu karena sebenarnya dia adalah laki-laki.Mau tidak mau,suka tidak suka Aurora harus menuruti keinginan Andrea untuk mengambil enam bungkus mie instan.


"Ini mie instan nya." Aurora menyerahkan enam bungkus mie instan kepada Andrea.


"Iya.Taruh aja diatas tanah itu gak apa-apa kok."


"Iya,Aurora.Taruh aja disitu." Ucap Sam.


"Ya udah deh kalau gitu." Jawab Aurora.


Aurora langsung menghempaskan enam

__ADS_1


bungkus mie instan yang dibawanya ke tanah.


Aurora tidak peduli apa pikiran dari Andrea ataupun temannya yang lain,jelas Aurora merasa kesal disuruh terus-terusan oleh Andrea.


"Gak perlu marah kali! cuma


aku suruh dua kali aja kok marah" Andrea protes.


"Lagian kamu jadi cowok kok


gak peka banget sih,Ndre." Imelda bercanda.


"Siapa juga yang marah? Andrea,cepat jangan lama-lama masak mie instan nya." Aurora mengejek dengan nada memerintah Andrea.


Andrea sudah paham betul kalau sebenarnya Aurora merasa sangat kesal karena dirinya tetapi,Andrea memang sengaja saja seolah-olah tidak mengetahuinya.Mereka semua mulai memasak mie instan dan memakannya bersama.Setelah makan dan sudah merasa kenyang mereka semua memutuskan untuk bernyanyi terlebih dahulu sebelum tidur,dengan Andrea sebagai pemain gitar untuk mengiringi lagu.


Mereka terlalu asik bernyanyi sampai tidak menyadari kalau hari sudah larut di jam dua belas dini hari.Mereka semua sudah mengantuk dan memutuskan agar berhenti bernyanyi.Mereka semua pergi ke tenda untuk beristirahat di tenda bersama teman tidur mereka masing-masing.Di dalam tenda Aurora dan Imelda tidak langsung tidur,mereka masih sedikit bercerita tentang kehidupan mereka sehari-hari.


"Imelda,apa kamu terbiasa


bergadang?" Aurora bertanya.


"Gak begitu sering sih." Jawab Imelda singkat.


"Aku juga sama."


"Oh gitu.Jadi kita samaan dong."


"Kamu terbiasa aja kalau tidur sama teman perempuan mu meskipun kalian bukan teman yang dekat?" Aurora bertanya terus terang.


"Biasa aja sih,kan sama-sama perempuan


aja jadi,apa yang bisa ngebuat khawatir."


Imelda menjelaskan.


"Kalau kamu gimana? Pernah nginap di rumah teman perempuan kamu?" Sambung Imelda.


"Gak pernah sih kalau aku." Ucap Aurora jujur.


"Oh gitu.Kalau gitu kita tidur ya ini


udah dini hari soalnya." Imelda menjelaskan dan mengajak Aurora.


"Iya."


"Selamat tidur."


"Selamat tidur."


Aurora dan Imelda mengakhiri pembicaraan singkat lalu memejamkan mata mereka untuk pergi tidur.Sementara itu,anak laki-laki sudah dari tadi tertidur dan kini enam orang remaja itu sudah larut dalam cerita mimpi masing-masing.Larut dalam alur cerita masing-masing serta tokoh yang berbeda di alam mimpi masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2