Manusia Yang Baru

Manusia Yang Baru
Perasaan yang Sesak


__ADS_3

Suasana hati Rion sangat baik setelah bertemu Sindi.Tanpa Rion sadari telinga miliknya kembali berubah menjadi merah.Itu adalah hari pertama Rion bertemu Sindi,hari pertama mereka saling mengenal,dan mungkin hari pertama Rion tertarik dan merasa malu serta gugup dengan perempuan.


Sebenarnya tidak selalu setiap saat murid sekolah Rion mengganggu dirinya.Hanya saat terkadang saja mereka mengganggu Rion dengan kata-kata pedas dari mulut mereka.


Rion tidak ambil pusing dengan semua perkataan mereka,selagi mereka tidak menyakiti dirinya secara fisik atau memukulnya itu bukan masalah besar bagi Rion.


Tidaka lama setelah itu,satu jam kemudian bel pulang berbunyi.Rion langsung bergegas setengah berlari menuju perpustakaan.


Rion ke perpustakaan untuk bertemu penjaga perpustakaan siapa tahu mungkin penjaga perpustakaan itu sudah berada di perpustakaan sekolah.


Untungnya sesuai dengan harapan Rion,ternyata penjaga perpustakaan sudah ada di dalam sana.


Rion langsung saja menghampiri penjaga perpustakaan untuk meminjam buku detektif yang sebelumya dibaca olehnya dengan Sindi.


"Terima kasih." Ucap Rion kepada penjaga perpustakaan.


"Sama-sama." Balas penjaga perpustakaan itu.


Rion keluar dari perpustakaan dan kembali berjalan menuju ke kelasnya untuk mengambil tas biru miliknya yang masih dia tinggalkan disana.


Setelah mengambil tas miliknya,Rion langsung


bergegas keluar kelas.Kini Rion berjalan pulang sendirian di jalanan.Rumah Rion sebenarnya tidak begitu jauh dari sekolahnya.Hanya membutuhkan waktu 13 menit saja untuk berangkat dan pulang ke sekolahnya.


Ketika sudah sampai dirumahnya,Rion langsung pergi ke kamarnya.Rion menaruh tas miliknya kemudian mengambil buku novel detektif yang dia pinjam.Rion langsung merebahkan dirinya diatas kasur sambil membawa buku novel detektifnya.


Awalnya Rion berniat ingin membaca novel itu sesegera mungkin saat itu tetapi,tidak jadi karena dia ingin membacanya besok hari saja ketika di sekolah bersama dengan Sindi.

__ADS_1


Rion berganti baju lalu mandi dan memasak mie instan dengan telor goreng.Sama seperti hari biasanya,Rion hanya sarapan sore sendiri ketika sudah pulang sekolah.Ibu Rion bekerja di kedai makanan miliknya sendiri,terkadang ibu Rion tidak pulang ke rumah karena harus giat bekerja.


Rion ingin membantu ibunya ketika setiap hari minggu tetapi,ibunya tidak memberi izin kepada Rion untuk membantunya bekerja.


Sebenarnya ibu Rion mempekerjakan lumayan banyak seorang pekerja di kedai miliknya tetapi,ibu Rion tetap bersikukuh keras kalau dia harus ikut serta dalam memasak menu makanan di kedai makanan miliknya sendiri.


Rion sebenarnya pernah datang ke kedai ibunya untuk membantunya memasak tetapi,ibu Rion sangat melarang Rion memembantunya memasak.


"Gak usah nak.Masakan kamu tuh gak enak.Kamu bisanya masak mie instan sama telor aja.Kamu kan gak pernah masak daging."


Itulah kata yang sering diucapkan ibu Rion


untuk menolak permintaan anaknya.


Karena kata penolakan dari Salma,ibu Rion akhirnya Rion hanya membantu mengerjakan hal yang lain.Rion membantu para pekerja yang bekerja di kedai,yang bertugas mengantar makanan kepada pembeli baik itu pembeli yang ada di kedai ataupun yang ada ditempat tinggalnya masing-masing.


Memang biasanya di hari minggu saja Rion pergi ke kedai makanan ibunya untuk membantu.


Jauh didalam hati sebenarnya Rion tidak keberatan pergi ke kedai ibunya untuk membantu.Rion sama sekali tidak merasa terbebani jika seharian penuh membantu ibunya serta para pekerja di kedai.Tapi Salma tidak akan pernah memberi izin kepada Rion untuk ke kedai selain hari minggu.Sebagai anak yang baik dan berbakti,Rion hanya bisa menuruti kemauan ibunya.


Rion memejamkan matanya sampai pagi hari.


Ketika jam lima dini hari Rion sudah bangun dari tidurnya.Sebenarnya Rion masih tidak mau bangun secepat itu,di jam lima dini hari tetapi,karena ada bantuan dari sebuah bunyi alarm dari gawainya jadi Rion bisa cepat bangun dari tidurnya.


Rasanya malas saja untuk bangkit dari tempat tidur bahkan ketika dibangunkan oleh bunyi alarm.Begitu pun halnya dengan Rion tetapi,karena Rion memaksakan diri dan bertekad kuat untuk bangun dari tidurnya jadi dia bisa saja langsung bangkit dari tempat tidur.


Setelah berhasil bangun dari tempat tidurnya,Rion langsung menuju ke kamar

__ADS_1


mandi.Hal utama dan pertama yang dilakukan oleh Rion di kamar mandi adalah mencuci wajahnya agar wajahnya tidak terlihat kusam dan agar dia tidak lagi mengantuk.


Setelah mencuci wajahnya yang sudah


segar diguyur air kini Rion menuju dapur.


Rion memasak mie instan berkuah rasa pedas.


Selain itu juga Rion juga memasak telor goreng dan telor rebus.Rion sebenarnya alergi dengan telor tetapi,tetap saja Rion tidak ingin berhenti memakannya.Jika Rion terlalu sering memakan telor biasanya di kulitnya akan timbul sedikit lecet atau timbul luka kecil.


Ibu Rion tidak melarang Rion untuk berhenti makan telor tetapi,Salma selalu mengatakan kalau tidak boleh berlebihan kalau memakan telor baik itu digoreng maupun direbus.


Lagipula bagaimana cara Salma melarang Rion karena telor goreng adalah makanan kesukaan Rion.


"Makanan yang


sederhana tapi enak." Ucap Rion sambil memegang perutnya yang sudah terisi.


Sesudah sarapan,Rion langsung pergi mengambil handuk ke dalam kamarnya lalu pergi ke kamar mandi untuk mandi.Rion bersenandung riang ketika mandi.Tidak seperti biasanya,kali ini Rion sangat penuh gembira dan semangat untuk berangkat sekolah.Rion tidak sabar untuk bertemu Sindi dan itulah yang jadi penyebab dari perasaan senang Rion sekarang.


Rion berjalan santai di jalan menuju sekolah dengan santai.Ketika Rion sedang berjalan dia melihat Sindi yang tengah berjalan bersama dengan seorang yaitu satu laki-laki.Sindi dan laki-laki itu tepat berada dihadapan Rion.Rion mencoba untuk memanggil Sindi tetapi tidak jadi,Rion takut mengganggu Sindi dengan laki-laki itu.Sindi dengan laki-laki itu terlihat tidak begitu dekat meskipun mereka berdua sedang mengobrol.Rion tidak tahu pasti apa yang dibicarakan oleh Sindi dan laki-laki itu karena jarak Rion dan jarak Sindi bersama laki-laki itu cukup jauh.


Rion tidak tahu akan perasaannya saat itu karena dada Rion sangat terasa sangat sesak.Perasaan Rion sangat sakit melihat Sindi yang tengah berjalan dan mengobrol bersama laki-laki itu.


Jujur,Rion akui kalau laki-laki itu lebih tampan daripada dirinya.Rion merasa tidak Terima melihat semua yang terjadi,Rion tidak terima melihat Sindi bersama dengan laki-laki lain selain dirinya.


Rion tidak bisa menjelaskan dengan jelas bagaimana sesaknya perasaannya saat itu intinya dia sangat tidak menyukai hal yang dilihatnya.

__ADS_1


Terlihat dengan jelas sekali bagaimana laki-laki itu sedang berusaha menarik perhatian Sindi dan ingin membuat Sindi tertawa.Rion merasa sangat kesal melihat laki-laki itu,andaikan saja jika Rion adalah orang yang pemberani,sudah dipastikan Rion akan segera membuat laki-laki itu menjauh dari Sindi.


__ADS_2