
Perempuan itu menepuk pundak Aurora bersamaan dengan kata permisi.Aurora menerima baik maksud dan tujuan perempuan itu yang ingin berteman dengan dirinya.Nama dari perempuan itu adalah Rena.
Aurora saling bertukar nomor telepon dengan Rena karena sesuai dengan kemauan Rena sendiri.Sebenarnya Aurora juga tidak berniat menyia-nyiakan kesempatan itu,dia mengatakan iya saja ketika Rena meminta nomor telepon milik Aurora.Wajar saja ketika masih menjadi Rion tidak ada satu pun yang berniat memiliki nomor telepon miliknya.
Aurora kembali menghampiri Mia dan Leonardo yang masih setia menunggunya didalam mobil.
"Maaf mama dan papa.Aku kelamaan
ya di dalam?" Aurora merasa bersalah.
"Agak lama sih tapi gak
begitu lama juga." Ucap Leonardo.
"Syukurlah kalau gitu pa." Aurora merasa lega.
"Habis ini kamu mau jalan
ke mana lagi nak?" Mia bertanya.
"Aku gak mau kemana-mana lagi ma.
Aku mau langsung baca buku yang
aku pinjam ini dirumah." Ucap Aurora menunjukan bukunya pada Mia.
"Iya deh mama ngerti." Ucap Mia sambil mengelus pelan kepala Aurora.
"Tapi papa lapar nih ma.Kita ke
restoran apa cafe? Ucap Leonardo.
" Cafe aja pa." Aurora menjawab.
"Gimana? mama setuju kan?" Sambung Aurora lagi.
"Iya setuju kok." Ucap Mia singkat.
Leonardo menjalankan mobilnya menuju cafe terdekat.Ketika sudah sampai di cafe,orang-orang di cafe terlihat cukup ramai dan banyak.Leonardo,Mia,dan Aurora memilih tempat duduk dan mulai memesan makanan.
"Papa dan mama mau mesan burger aja.Kalau
Aurora mau mesan apa?" Ucap Leonardo.
"Samaan aja sama papa dan mama." Aurora menjawab.
__ADS_1
Akhirnya Leonardo memesan tiga burger dengan tiga gelas soda.Karena hanya memesan makanan cepat saji jadi,mereka tidak perlu lama menunggu makanan datang.Disaat Aurora sedang asyik menikmati burger,dia melihat
seorang perempuan yang sangat tidak asing baginya.
Orang yang dilihat Aurora itu berambut panjang hingga ke pinggang,berkulit putih hampir seperti warna susu,dan mempunyai wajah yang sangat manis dengan pipi yang sedikit berisi.
Bayangan perempuan itu masih teringat dengan jelas di otak Aurora.Perempuan yang terkenal dengan wajah sangat manis itu bernama Sindi.
Kilas balik kehidupan Rion.
Ketika bel istirahat berbunyi,Rion langsung saja pergi ke kantin.Rion lebih baik memilih untuk keluar kelas saja.Sebenarnya di waktu hari itu kelas Rion tidak ada pelajaran masuk sama sekali,karena semua guru sedang mengadakan rapat.Meskipun para guru sedang rapat tetapi,pihak sekolah melarang murid-murid untuk tidak keluar dari kelas mereka masing-masing kecuali ketika bel istirahat dan bel pulang berbunyi.Bel istirahat merupakan kesempatan baik bagi Rion untuk pergi ke perpustakaan sekolah untuk hanya membaca ataupun meminjam buku.Tapi sebelum itu,Rion ingin membeli beberapa roti dan susu untuk menemaninya di perpustakaan.
Hanya ingin pergi ke kantin pun sudah ada saja murid yang menatap remeh Rion tapi kali ini Rion tidak ingin begitu mempedulikan hal itu.
Rion pecaya jika dia bukan orang yang lemah,Rion harus mempunyai pikiran dan mental yang kuat.Rion berjalan menuju perpustakaan dengan membeli dua roti isi cokelat serta tiga susu stroberi.
Ketika sampai di perpustakaan Rion langsung duduk dikursi terlebih dahulu untuk memakan satu roti isi cokelatnya dengan dua susu stroberinya.Keadaan di perpustakaan sekolah snagat sepi bahkan hanya Rion saja yang ada disana.Biasanya meskipun sedang sepi setidaknya selalu ada petugas penjaga perpustakaan tetapi,sekarang malah tidak ada.
Setelah menghabiskan satu roti isi cokelat dan dua buah susu stroberi miliknya,Rion membuang bekas bungkusan dari kemasan roti dan susu stoberi yang tadi dia makan kedalam tempat sampah.
Rion merasa perutnya sudah cukup kenyang jadi,Rion langsung saja memencari buku untuk dibaca.Rion memilih satu buku berisi lagu daerah dan lagu nasional serta buku novel detektif untuk dibaca.Karena keadan masih sepi,Rion berjalan untuk menutup pintu perpustakaan yang sebelumnya terbuka luas.
Setelah menutup pintu perpustakaan,Rion langsung mengambil lalu menyatukan lima
buah kursi untuk menjadi tempatnya berbaring.Sebagai bantal,Rion menggunakan novel detektif super tebal sebagai pengganti.
Mendengar ada suara orang yang ingin membuka pintu perpustakaan,Rion langsung bangkit dari posisi tidurnya menjadi posisi duduk yang rapi.Yang membuka pintu perpustakaan ternyata adalah seorang murid perempuan.Perempuan itu mempunyai rambut panjang hingga ke pinggang tetapi rambutnya itu dia ikat.Perempuan itu juga berkulit putih dan mempunyai wajah yang sangat manis dengan pipinya yang sedikit terlihat bulat berisi.
Perempuan itu langsung menghampiri Rion dan duduk dikursi sebelah Rion.Perempuan itu melipat tangannya di depan dada dan berkata.
"Kamu lagi apa disini?"
"Aku lagi membaca." Rion menjawab dengan singkat.
"Oh begitu." Ucap perempuan itu menganggukkan kepalanya.
Sumpah perempuan itu sudah mempunyai wajah yang sangat manis,ditambah dengan dia mengangguk-anggukkan kepalanya sungguh terlihat lebih lucu dan manis.
'Manisnya.' Batin Rion merasa kagum.
"Kamu tadi aku liat lagi
nyanyi tuh." Sambung perempuan itu berbicara.
"Memangnya kenapa?"
__ADS_1
"Bukan apa-apa sih tapi aku tahu karena
aku tadi ngintip kamu dari lubang pintu."
"Oh." Rion merasa bingung dan juga canggung.
"Sebenarnya aku tadi gak mau ke perpustakaan
tapi,karena tadi aku ada dengar suara orang nyanyi makanya aku ke sini."
"Maaf kalau suara aku mengganggu dan mungkin kedengaran jelek." Ucap Rion sambil menunduk.
"Menurut aku suara kamu bagus kok."
"Makasih."
"Sama-sama.Kenalin nama aku Sindi
aku kelas sebelas."
"Iya.Nama aku Rion."
"Salam kenal ya."
"Iya Sindi.Sindi kamu suka baca buku apa?"
"Aku suka baca novel detektif."
"Keren,aku juga suka baca novel itu."
Rion merasa senang karena ternyata Sindi
juga penggemar novel detektif sepeti dirinya.
Rion mengambil buku detektif yang ada dikursi disampingnya yang kosong lalumenunjukkannya kepada Sindi.
Sindi menyukai gambar sampul buku novel detektif yang dipegang Rion.Sindi mencoba mencari buku novel detektif yang serupa dengan milik Rion tetapi tidak ada.Bahkan,Sindi meminta bantuan Rion untuk membantu mencari novel itu tetapi,tetap tidak juga kunjung ditemukan.
Sudah mencari di rak dan lemari buku di perpustakaan itu tetapi,semuanya tidak membuahkan hasil sama sekali.
Sindi sudah lelah mencari begitu juga
dengan Rion yang juga kelelahan.
Karena tidak menemukan buku novel detektif yang serupa dengan milik Rion,Rion menawarkan kepada Sindi agar mereka membaca novel itu bersama saja.
__ADS_1
Sindi menyetujui tawaran dari Rion,mereka
berdua membaca novel detektif itu bersama di perpustakaan.