
"Rion kamu lapar gak?" Sindi bertanya sambil tersenyum.
"Sebenarnya masih lapar sih tapi uang jajan ku udah habis jadi gak bisa beli."
"Gak masalah kali ini aku yang traktir kamu karena kamu udah baik sama aku." Ucap Sindi sambil dua tangannya memegang pundak Rion.
"Serius?"
"Iya dong.Aku mau mesan nasi
goreng kalau kamu mau mesan apa?"
"Mesan nasi goreng juga biar
samaan sama kamu." Rion menjawab lalu melepaskan tangan Sindi yang masih diam di pundaknya.
"Loh kok mau samaan sih?" Sindi bertanya dengan nada seperti bercanda.
"Gak ada apa-apa sih sebenarnya." Ucap Rion
sambil tersenyum canggung.
"Oke deh.Kalau minumannya kamu
mau mesan apa?"
"Samaa juga sama kamu."
Sindi pergi menuju ke penjaga kantin untuk memesan makanan dan minuman.Rion hanya menunggu Sindi ditempatnya.Tidak membutuhkan waktu lama bagi Sindi untuk memesan makanan dan minuman.Kini Sindi sudah kembali duduk bersama Rion.Mereka berdua menunggu setia pesanan mereka selesai dibuat.
Sambil menunggu mereka berdua saling bertanya hal-hal pribadi satu sama lain.Hal pribadi seperti bertanya perihal berasal dari lulusan sekolah mana sebelumnya,alamat rumah,hewan favorit dan masih banyak hal lain.
Sedang asyiknya mengobrol berdua,Tiba-tiba dikagetkan oleh suara ibu kantin.
"Nak Sindi pesanannya udah jadi." Penjaga kantin memberitahu Sindi.
"Iya bu." Sindi menjawab lalu buru-buru mengambil pesanannya.
Rion tidak tega melihat Sindi sendiri yang mengambil pesanan mereka jadi,Rion juga ikut membantu Sindi.Pesanan Rion dan Sindi sama saja.Sindi dengan dua piring nasi goreng dengan minuman jus jeruk dingin dua gelas juga sedangkan,Rion memesan satu porsi nasi goreng dengan satu gelas teh dingin.
"Sindi." Rion memanggil Sindi.
"Apa?" Sindi bertanya.
"Kamu lumayan rakus juga ya rupanya."
"Enak aja kamu ngomong kayak gitu."
"Bercanda kok."
"Iya deh.Aku belum sarapan sih pas di rumah jadi sekarang lapar banget dan sekarang mesan
dua porsi nasi goreng deh."
Rion hanya diam tidak merespon lagi ucapan Sindi.Rion lebih memilih memakan nasi goreng miliknya.Karena Rion mengabaikan Sindi dan lebih memilih memakan nasi goreng maka,Sindi juga ikut memakan nasi goreng miliknya.
__ADS_1
Baru saja satu menit memakan nasi gorengnya,Rion malah dikejutkan dengan keberadaan laki-laki asing yang dilihatnya tadi pagi,yang berjalan bersama Sindi ketika berangkat sekolah.Laki-laki itu rupanya duduk disamping Sindi.Rion sebenarnya tidak tahu pasti apa hubungan antara Sindi dengan laki-laki itu.
"Eh.Ngapain lo ke sini?
ngagetin aja lo mah." Ucap Sindi dengan
nada puta-pura kaget.
Laki-laki itu tiba-tiba saja datang tanpa permisi.Mungkin maksud laki-laki itu duduk disamping Sindi memang benar untuk membuat kaget Sindi yang tengah makan.Tetapi nyatanya malah Sindi terlihat biasa saja dan tidak kaget sedikitpun ketika melihat laki-laki itu.
"Lo aja yang terlalu fokus makan." Ucap laki-laki asing itu.
"Terserah lo deh.Gue
kelaparan mau makan." Ucap Sindi lalu melanjutkan aktivitas makannya.
"Lo lucu banget sih." Laki-laki asing itu mengacak-acak pelan rambut Sindi.
Meskipun rambutnya diacak pelan oleh laki-laki itu tetapi,Sindi tetap melanjutkan aktivitas makannya tanpa merasa terganggu sedikitpun.
Rion yang melihat perlakuan laki-laki aisng itu kepada Sindi hanya diam dan tetap fokus melanjutkan makannya.Sindi adalah tipe orang yang tidak peduli gengsi soal cara makan.Bahkan ketika memakan nasi gorengnya, Sindi sangat cepat sekali memakan nasi gorengnya.Hanya hitungan beberapa menit saja sudah menghabiskan satu porsi nasi goreng.
Tidak salah jikalau bisa,Rion ingin mengacungkan empat jempolnya untuk Sindi.
Sindi berhenti sementara makan ketika satu porsi masing goreng miliknya telah habis.Sindi memperkenalkan Rion kepada laki-laki itu dan laki-laki itu hanya tersenyum ramah kepada Rion.
Sindi juga memperkenalkan laki-laki asing itu kepada Rion.Nama laki-laki itu adalah Evander.
"Nama yang sangat bagus." Ucap Rion memuji sambil tersenyum.
"Terima kasih.Namamu juga bagus." Evander menjawab dan memuji balik Rion.
apa arti namamu.Apa arti namamu kalau aku
boleh tahu?" Rion bertanya.
"Evander artinya pejuang muda." Evander menjawab sambil tersenyum hangat.
"Oh." Ucap Rion paham sambil membuka mulutnya hingga mulutnya sampai membentuk huruf O.
"Sindi,nanti pulang sekolah
kita ke bioskop yuk." Evander mengajak Sindi.
"Aku sih pengen banget ke sana tapi uang
aku udah habis karena aku sekarang nge traktir
Rion makan juga."
"Kalau masalah tiket.
Biar aku yang bayarin." Ucap Evander.
"Kalau gitu aku mau aja." Ucap Sindi.
__ADS_1
"Tapi Rion kamu mau ikut kami gak?" Sambung Sindi bertanya.
"Gak usah soalnya uang
ku juga udah habis." Rion menjawab jujur.
"Kamu masih punya uang lagi gak buat beliin
Rion tiket juga?" Sindi bertanya pada Evander.
"Maaf Sindi tapi uangku udah gak ada lagi.
Cuma bisa beliin aku dan kamu tiket aja."
"Oh gitu." Sindi mengangguk tanda paham.
"Gak apa-apa kok.Aku juga nanti gak
mau nonton di bioskop." Ucap Rion tersenyum paksa.
Hati Rion sekarang sangat hancur seperti dirombak oleh cakaran tajam harimau.Semuanya sepertinya disengaja.Menurut Rion,Evander yang mengajak Sindi ke bioskop setelah pulang sekolah memang seperti disengaja.Rion tidak tahu apa
Sindi dan Evander ketika di bioskop hanya menonton bioskop saja.Perasaan Rion rasanya tidak nyaman.Di kepala Rion penuh dengan dugaan dan pendapatnya dari dirinya sendiri.
'Apa Sindi dan Evander
sebenarnya sudah pacaran?' Batin Rion bertanya sendirian tanpa berani bertanya.
'Apa mereka berdua saling menyukai.'
'Apa mungkin mereka ke bioskop bersama
hanya karena mereka berdua seorang teman.'
'Apa Evander akan menyatakan perasaannya kepada Sindi atau bagaimana?'
'Jika memang Evander menyatakan cintanya mungkin Sindi tidak akan menolak karena wajah Evander memang sangat tampan.'
Suara hati dan pertanyaan di otak Rion terus munculmuncul tidak berhenti.Rion khawatir dengan perasaannya sendiri.Rion sangat ingin bisa mengenal Sindi lebih dekat dan lebih dari teman.Rion tidak tahu sebenarnya perasaan anehnya itu tetapi,ini pertama kalinya dihidup Rion bisa merasakan rasa seperti ini.
Jika ditanya apa alasan perasaan Rion yang begitu ingin memiliki Sindi,Rion juga tidak tahu jawabannya karena itu pertama kalinya Rion merasakan perasaan semacam itu.
"Kalau kamu gak ikut jadi cuma kami
berdua dong yang kesana.Aduh,aku
jadi gak enak nih.Kamu gak apa-apa kan Rion?" Ucap Sindi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Gak apa-apa kok.Santai aja.
Ayo Sindi lanjutin makan kita." Ucap Rion sambil tersenyum paksa.
"Iya." Sindi menjawab dan membalas Rion dengan senyuman juga.
Rion dan Sindi melanjutkan aktivitas makan mereka kembali.Rion dan Sindi sangat fokus makan tanpa bicara sehingga secara tidak sengaja mengabaikan keberadaan Evander.
__ADS_1
"Sindi,aku pamit dulu ya ke kelas." Ucap Evander.
"Iya.Hati-hati ya." Sindi menjawab sambil masih mengunyah makanannya.