
Rion hanya perlu menyesuaikan diri saja dengan waktu yang akan terjadi nanti di waktu berikutnya. Bagaimana pun dia sudah terjebak ditubuh orang yang lain.Rion berganti pakaian dengan pakaian yang dibelikan ibu Aurora untuk dirinya.Rion pikir setelan pakaian itu cukup bagus untuk dirinya yang sekarang.
Ketika sudah berganti pakaian,Rion langsung saja menghampiri kedua orang tua Aurora yang waktu itu tengah menunggunya.Dapat dilihat dari ekspresi wajah kedua orang tua Aurora,mereka berdua tidak bisa membendung rasa bahagia mereka karena putri mereka kembali di hadapan mereka tetapi,sebenarnya yang berdiri tepat didepan mereka bukanlah putri asli mereka melainkan Rion.
Rion ingin memberitahu kedua orang itu kalau dia bukanlah putri mereka yang bernama Aurora itu tapi,setelah Rion pikirkan dengan baik,mereka tetap tidak akan percaya jika Rion memberitahu mereka dengan hanya berbicara.
"Apa udah selesai
ganti bajunya?" Ibu Aurora bertanya.
"Sudah ma."
"Ya sudah kalau begitu kita
pulang ya nak."
"Iya ma."
"Papa,yuk kita pulang." Ibu Aurora mengajak.
"Ayok ma." Jawab ayah Aurora.
Kedua orang tua Aurora bersama Rion pun pergi untuk pulang menuju ke rumah.Mobil mewah kedua orang tua Aurora kini berhasil berjalan menyusuri jalanan.Rion merasa bingung karena melihat pemandangan yang asing dijalan yang kini tengah mereka lewati.Jalan yang dilewati adalah jalan yang sama sekali tidak pernah dilewati ataupun dilihat oleh Rion satu kali pun.
Ketika tiba di rumah keluarga Aurora,Rion menjadi semakin heran dan juga kaget karena dia sama sekali tidak mengenali rumah itu. Rumah yang mempunyai halaman yang luas,taman yang bagus,rumah yang sangat besar,dan juga tinggi itu mampu menghipnotis mata Rion.Rion tidak mengetahui berapa jumlah pasti lantai dirumah itu.
Rumah yang sangat tampak megah dari luar tetapi,Rion sangat penasaran bagaimanakah rumah besar itu jika dilihat tampak dari dalam.Anehnya,meskipun rumah itu megah disaat sekarang pun Rion tidak melihat ataupun menjumpai penjaga yang bertugas menjaga rumah megah tersebut.
Rion pikir rumah megah itu memang sengaja tidak di perkerjakan untuk para penjaga entah untuk alasan hemat atau hal yang lainnya,Rion pun belum tahu.
"Apakah ini rumah kita?" Tanya Rion
pada Ibunya Aurora.
"Iya ini rumah kita nak.Karena terlalu
lama koma kamu sampai lupa sama rumah sendiri ya?" Ucap ayahnya Aurora.
Mendengar perkataan ayah Aurora,Rion hanya bisa diam.Rion merasa sangat gugup jika harus tinggal dirumah yang begitu besar dan megah milik keluarga Aurora.Seumur hidupnya baru sekarang dia bisa melihat langsung rumah yang begitu mewah dan juga besar.Biasanya Rion hanya melihat dari acara televisi saja.Rumah keluarga Aurora jika dilihat dari luar memiliki design yang sangat sempurna dengan warna putih motif klasik.
Benar-benar mirip kerajaan yang berbalut warna putih dengan design yang klasik.Jika rumah ini adalah istana yang biasanya ada di sebuah buku cerita dongeng akan sangat cocok jika
dihiasi bulan bewarnan biru dilangit malam yang hitam penuh bintang.
"Ayo masuk aja,jangan diam
kayak patung gitu." Panggil ibu Aurora
kepada Rion yang masih tidak bergerak
dipintu depan rumah.
"Iya Aurora.Padahal kamu sebelum
koma tinggal disini kok sama papa
dan mama dirumah ini." Ucap ayah Aurora.
"Oh i..i..iya ibu dan ayah." Ucap Rion gagap.
Rion langsung masuk menghampiri kedua orang tua Aurora yang sedang duduk diruang tamu lalu juga ikut bergabung bersama.Ruang tamu yang begitu luar biasa,bisa dilihat dari kursi yang diduduki oleh Rion sekarang,jelas harga kursi itu tidak main-main harganya.Rion tidak bisa menebak pasti harga kursi dan perabotan diruang tamu tetapi,dapat dipastikan harganya sangat tidak terjangkau harganya.
'Ruang tamunya saja sudah sangat luas.Bagaimana nanti dengan
kamar tidurku nantinya?' Rion menebak.
"Bibi." Ibu Aurora berteriak.
Ketika sesudah suara ibu Aurora memanggil asisten rumah tangga,asisten rumah tangga rumah itupun langsung menghampiri mereka.
"Permisi bu." Asisten rumah
tangga itu menunduk.
"Bi,tolong antarkan Aurora ke
kamarnya yang diatas." Perintah ibu Aurora.
"Baiklah bu."
Asisten rumah tangga itu langsung saja mengantarkan Rion kekamar Aurora.
"Terima Kasih bibi." Ucap Rion.
"Gak masalah kok nona."
"Aku mau tanya beberapa pertanyaan ke bibi.Apa boleh bi?" Rion tersnyum.
"Tentu saja.Nona Aurora mau bertanya hal apapun pada bibi,pasti bakal bibi jawab kok."
"Siapa nama kedua orang tua ku bi?"
__ADS_1
“Apa nona Aurora benar gak ingat?"
"Iya bi.Saya juga tidak tahu pasti
sekarang ini maka nya,saya bertanya."
"Nama ayah nona itu Leonardo
dan nama ibu nona itu Mia."
"Oh,kalau dengan nama lengkapku
apa bibi juga tau?"
"Tau kok.Nama lengkap nona itu Axelle Aurora."
"Baik bi aku paham tapi,aku ingin
menanyakan satu hal lagi kepada bibi."
"Apa itu nona?"
"Bibi tolong jawab! aku ini orang
yang punya teman
atau tidak punya teman?"
"Kalau masalah itu mah tentu nona punya.
Nona Aurora punya banyak teman perempuan dan juga laki-laki yang sebaya dengan nona.Kadang mereka teman sekolah nona datang kerumah ini untuk berkunjung."
"Cuma itu yang mau ku tanyakan ke bibi.
Terima kasih mau menjawab pertanyaanku
yang mungkin terlihat agak aneh ."
"Itu gak aneh kok nona.
Ya sudah kalau gitu bibi permisi
dulu ya,mau nyiapin makan siang
buat siang nanti." Ucap bibi sambil
tersenyum.
Semangat ya bi!" Jawab Rion tersenyum manis.
"Sip nona,bibi permisi dulu ya."
"Iya bi."
Bibi sudah pergi meninggalkan Rion sendirian jadi,Rion memutuskan untuk langsung masuk
ke kamar Aurora.Ternyata kamar Aurora tidak seperti perkiraan Rion,sebelumnya Rion berpikir kalau kamar Aurora penuh dengan nuansa pink dan barang atau aksesoris yang terlalu feminim.
Tetapi dugaan Rion ternyata salah,Aurora
adalah orang yang termasuk pencinta warna biru.Semua boneka yang ada dilemari kacanya rata-rata terdiri dari warna biru.Tidak hanya boneka tetapi,masih banyak hal yang lain seperti tempat tidur yang juga bewarna biru tua serta tembok yang juga bewarna biru muda.Sebenarnya Rion juga termasuk orang yang dapat dikategorikan sebagai pencinta warna biru meskipun begitu,Rion hanya mempunyai satu kaos yang bewarna biru muda dirumahnya yang dulu.Kaos bewarna biru muda milik Rion itu lah yang sangat jarang dipakai Rion karena itu kaos kesukaannya.
Tring...Tringg.. Tringgg..
Itu adalah bunyi gawai milik ibu Aurora.
"Hallo nak Andrea ada apa ya menelpon tante?"
"Saya mau tanya tante untuk memastikan
saja.Apa pesan yang tante kirimkan
pada saya tadi itu benar? "
"Tentu benar dong nak Andrea.Gak mungkin
tante bohong karena kamu kan sahabat paling dekat milik anak tante."
"Hehehe iya tante" Andrea tertawa garing.
"Aurora sadar dari
koma pas tadi pagi." Ucap Mia,ibu
kandung dari Aurora.
"Boleh saya sekarang ini menjenguk Aurora?"
"Sebaiknya besok aja ya nak Andrea kemari soalnya Aurora juga baru sampai rumah
dan dia masih cape."
__ADS_1
"Baik kalau begitu tante saya titip salam
untuk Aurora ya tante."
"Iya nak Andrea nanti tante bakal bilangin ke Aurora.Udah dulu ya nak tante tutup dulu teleponnya."
"Iya tante."
Sambungan telepon diputus oleh Mia.Andrea sangat bersemangat ketika Mia mengiriminya pesan kalau Aurora telah sembuh dari koma nya dan telah kembali ke rumahnya.Saking bersemangat bercampur kaget,Andrea langsung saja menelpon Mia untuk memastikan kebenaran perihal Aurora yang sudah sembuh dan kembali menetap dirumahnya.
Sementara itu Aurora yang berada di kamarnya langsung bergegas mandi untuk membersihkan diri.Rion yang biasanya mandi dikamar mandi yang begitu sederhana dan juga kecil, kini tiba-tiba saja bisa mandi dikamar mandi yang begitu luas dan sangat mewah seperti sekarang.Tidak hanya tampak dari luar design klasik rumah itu,ternyata di dalam rumah pun tidak kalah klasik juga.Rion mandi dengan waktu yang sangat lama karena dia ingin merasakan dengan serius bagaimana rasanya mandi dikamar mandi seperti ini,jadi Rion mandi dengan perlahan.Setelah selesai mandi,Rion langsung saja kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian lalu turun ke lantai satu untuk menghampiri kedua orang tua Aurora.
"Tadi ada Andrea nelpon mama kamu.
Dia tadi nanya bisa apa enggak dia jenguk
kamu tapi,mama kamu bilang besok aja ke dia." Leonardo menjelaskan.
"Iya nak.Besok Andrea mau datang
kesini loh." Lanjut Mia pada Rion.
"Andrea?" Rion bingung sambil melirik kan bola matanya keatas tanda sedang berpikir.
"Astaga karena koma kamu juga lupa sama temen kamu sendiri ternyata." Leonardo menggelengkan kepalanya.
"Dia itu sahabat kamu yang paling
dekat sama kamu." Lanjut Leonardo menjelaskan.
"Oh sahabat ya? Maaf pa aku gak ingat
terlalu jelas sama kehidupanku sebelum koma."
"Gak apa-apa kok nak.Kalau kamu bingung
kamu tinggal nanya sama papa,mama,dan
Andrea ya." Ucap Leonardo sambil tersenyum.
"Iya pa." Rion menganggukan kepala.
"Ya sudah kalau gitu lanjutkan makannya ya nak biar kamu bisa lanjut istirahat tidur siang" Ucap Mia memerintah.
"Iya bu."
Rion segera melanjutkan makannya dengan lahap agar dia bisa cepat tidur siang.Mata Rion benar-benar mengantuk dan ingin segera memanjakan matanya ditempat tidur.
"Pelan-pelan makannya sayang." Ucap Mia.
"Iya bu." Jawab Rion
Hanya dalam beberapa menit yang singkat saja Rion sudah menyelesaikan kegiatan makannya.Kini,Rion bersiap ke kamarnya
dilantai dua untuk tidur siang.
"Aurora mau ke kamar dulu ya mama dan papa." Ucap Rion tersenyum namun sedikit terlihat kaku.
"Iya sayang." Ucap Mia dan Leonardo secara bersamaan.
Rion diam-diam hanya tersenyum lebar ketika mendengar kedua orang tua Aurora bicara diwaktu yang sama secara bersamaan.Rion menaruh piringnya dimeja makan lalu berbalik naik ke lantai dua.Sebelum pergi naik ke lantai dua Rion berpamitan terlebih dulu kepada kedua
orang tua Aurora.
"Permisi papa dan mama.
Aurora mau ke kamar dulu."
"Iya sayang." Jawab Mia dan Leonardo
secara bersamaan kembali.
"Papa dan mama romantis banget.
Saking romantisnya ngomong aja bisa
samaan." Rion bercanda.
"Hahaha bisa aja kamu ini nak." Leonardo terkekeh.
"Iya.Ada-ada aja kamu ini Aurora.Romantis apanya coba? tapi,ibu senang karena kamu gak kayak biasanya pas dulu." Ucap Mia.
"Memang aku dulu gimana ma?"
"Kamu gak pernah mau satu kali pun ngajak
mama dan juga papa buat bercanda."
"Emmm oke.Ma,pa Aurora ke kamar sekarang."
Rion akhirnya sekarang memutuskan untuk pergi ke kamar Aurora.Rion langsung menghempaskan diri berbaring diatas kasur warna biru milik Aurora.Karena sebelumnya sudah mengantuk tidak susah untuk Rion agar bisa memejamkan matanya.Rion akan menuju alam lain yaitu alam mimpi.
__ADS_1