
Fero POV
Fero dan karenia masih asyik mojok pacaran di taman.
"Mas fero,, aku sudah buktikan kalau aku sayang padamu. sekarang aku minta putusin pacarmu"
"iya ren,, sabar ya.. nggak bisa aku mendadak mutusin reinata. harus ada alasan yang kuat minimal 99% lah"
"pokoknya karenia minta mas fero cepetan putus. aku nggak mau disebut pelakor atau orang ketiga"
"iya karen,, sabar dulu ya. mas fero pasti putusin reinata"
Tangan Karen kembali bergelayut pada tubuh fero.
Dalam pikiran fero membayangkan apa yang terjadi padanya saat reinata tahu tentang apa yang dia lakukan dibelakangnya.
Tapi fero juga menJudge dan membanding-bandingkan reinata dengan karenia.
*Pacaran itu seperti ini lho yang tak pengen i, manja-manja,, ciuman.. Nggak seperti sama reinata, Hambar.. aku harus putus sama reinata*
######################
Reinata POV
Dikamar reinata
*Tumben-tumbenan sih fero ndak Chat atau tlp. aku jadi semakin yakin kalau dia selingkuh. * guman reinata sedih
tiba-tiba sebuah chat masuk di ponsel reinata.
*Beb, sudah tidur ta? * dari fero
"Lah baru di omongin sudah muncul, panjang umurnya dia" kata reinata
*Belum fer,, kamu darimana? * reinata membalas. tidak ada sedetik fero langsung membalas.
*baru pulang futsal beb, aku tak mandi dulu*
*oke 👍*
"Futsal gundulmu,, ngeselno sih pake mbohong-mbohong segala" gerutu reinata.
Reinata merebahkan diri di kasur, menyetel musik kesayangannya.. kali ini lagu galau yang sesuai suasana hatinya,, dia mulai bernyanyi mengikuti sang penyanyinya.
"Never mind i will find someone like youu.. i wish nothing but the best for you.." reinata memejamkan matanya, air matanya sedikit menetes dia berniat untuk tidur.
Sebuah pesan dari fero masuk ke ponselnya, reinata sudah kepalang mengantuk. dia membuka pesan itu tanpa membacanya.
Pagi hari reinata akan pergi ke kampusnya, Fero sudah berjanji akan menjemputnya. Reinata menunggunya diteras rumahnya, 15 menit kemudian fero datang dengan motor kesayangannya.
*Dih males banget aku naik motor bekas cewek lain* kata reinata dalam hati
"Selamat pagi bebeb.. ayo berangkat" kata fero
__ADS_1
*Tumben-tumbenan si fero mwanis pagi ini*
"pagi,, ayo fero"
"jutek amat beb"
"biasanya kan begini,, tumben kamu manis banget.. sarapan gula ta tadi"
"hahahahaha iya bebeb,, kan bapakku yang punya pabrik gula"
"hmm sudahlah ayo jalan, keburu panas"
Fero membonceng reinata ke kampus. Reinata dan fero memang satu universitas namun mereka berbeda jurusan. reinata mengambil jurusan ekonomi sedangkan fero mengambil jurusan teknik sipil.
Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut mereka saat dijalan, biasanya fero mengoceh tidak karuan menceritakan temannya, saudaranya, kuliahnya.. namun kali ini dia diam.
Tatapan reinata kosong, mulutnya pun tidak ingin berbicara kepada fero. Dia ingin sekali melupakan kejadian kemarin, namun hatinya terlanjur sakit.
Mereka sudah sampai dikampus. reinata melepas helm dan memberikannya ke fero.
"Nanti pulangnya aku mau ke toko komik, aku sudah janjian sama lucas. kamu nggak perlu ngantar aku pulang" kata reinata seraya memberikan helm pada fero
"ohh.. oke,, aku juga mau bilang kalau nanti nggak bisa antar kamu pulang, soalnya aku ada janji futsal sama temen-temen "
"oke, aku masuk kelas dulu "
reinata pergi meninggalkan fero sendirian, hatinya semakin sakit dan hancur.
Seseorang masih mengawasi reinata dari jauh.
"Aku takkan biarkan seseorang menyakitimu, walaupun dia keponakan ku sendiri " sambungnya
Reinata mengusap airmatanya, dia merapikan rambutnya dan memakai headset kesayangannya.
Reinata tidak ke kelas, namun dia pergi ke kantin. dia memilih untuk bolos mata kuliahnya pagi itu.
*Terang saja terliat dimataku,,Kau peluk dia jelas didepanku,, Apa kamu lupa pengorbananku,, Kamu terlalu jahat perlakukan diriku sekejam itu,, Lebih baik ku sendiri..* Suara musik dari ponsel reinata
Reinata larut dalam kesedihan nya, dia tertidur pada tumpukan buku yang dia bawa di kantin.
seseorang menghampiri nya,, melepas headset yang mungkin dapat melukai telinga reinata.
Laki-laki itu menyingkirkan rambut yang menutupi mata reinata.
"Richie.. Kembalikan Luffyku " reinata mengigau
Sontak membuat laki-laki itu kaget dan pergi, dia meninggal kan sapu tangan bergambar kartun animasi one piece.
Reinata dibangunkan oleh teman sekelasnya, Naya.
"rei.. reii.. bangun,, kirain kamu nggak masuk ternyata ada disini" Naya menggoyang-goyangkan tubuh reinata.
"eeh inayah,, ada apa? " reinata menerjapkan matanya
__ADS_1
"kamu kenapa nggak masuk kelas,, kupikir kamu nggak masuk tadi. tapi udah tak absenin kok" kata inayah menepuk pundak reinata
"emm.. aku ngantuk,, semalem nggak bisa tidur persiapan mau skripsi,, by the way makasih ya sudah di absenin" kata reinata membenarkan rambut dan headsetnya
"iya sama-sama,, swantuy aja. aku balik dulu ya" pamit inayah
"eh.. ini lho sapu tanganmu ketinggalan" teriak reinata
"enggak,, bukan punyaku itu" kata inayah meneruskan jalannya.
Inaya sudah tidak terlihat lagi punggungnya.
"lah ini punya nya siapa? tapi bagus ya.. gambar e kesukaanku. nggak mungkin kalau fero.. eh tapi ini ada inisial e R.. siapa ya" reinata ngomong sendiri sambil melihat kanan-kiri
Reinata memasukkan sapu tangan itu kedalam tas nya. Dia beranjak dari meja untuk memesan makanan di ibu kantin.
"Buk,, pesen mie ayam pentol jumbo 1 ya, sama es teh juga 1"
"iya mbak,, tambah ceker ndak? " tanya ibu penjual
"boleh deh buk,, eh buk.. tau nggak siapa yang naruh sapu tangan ini di samping ku? " tanya reinata
"cowok,, ganteng lagi mbak,, kirain itu pacarnya mbak" jawab ibu penjual
"cowok ya bu,, apa dia ini? " Reinata menunjukkan foto fero pada ibu kantin.
"bukan mbak,, lebih ganteng dari mas ini" jawab ibu penjual
*siapa ya.. bukan fero ternyata*
"trus kemana orangnya sekarang? " tanya reinata lagi
"pergi kesana lho mbak,, " ibu kantin menunjuk arah keluar kampus
"ooh ya sudah buk, makasih ya.. ditunggu mie ayamnya " kata reinata
Reinata kembali duduk ke meja makannya. dia terngiang-ngiang soal laki-laki yang memberinya sapu tangan.
*siapa ya,, misterius banget.. jaman sekarang masih ada hal-hal kayak gini*
Reinata mengeluarkan sapu tangan itu lagi.
*inisial R.. Raka, Rama, Robi, Revan, Reinata.. lak aku sendiri.. siapa sih,, bikin takut saja,. tapi baunya harum.. jadi tenang aku sekarang* guman reinata dalam hati.
Makanan yang dipesan reinata sudah datang, dia langsung memakannya dengan lahap.
"Aku males kuliah,, aku juga bohong mau ke toko komik.. enaknya kemana ya" kata reinata sembari minum.
"apa aku ngajak lucas keluar saja ya.. eh tapi dia kan lagi persiapan skripsi"
"mending aku jalan-jalan ke tunjungan aja" Reinata menghabiskan minumnya.
.
__ADS_1
.
.