
Fero POV
Fero melajukan motornya agak cepat, dia ingin segera menemui karen.
Fero memiliki hubungan khusus dengan karen tanpa sepengetahuan reinata.
*Asyik.. nggak jadi keluar sama reinata bisa ngajak Karen keluar. terlanjur tampan gini* guman fero dalam hati.
Fero pergi ke rumah karen lagi, dia berniat mengajak karen jalan-jalan.
tok.. tok.. tok...
Karen membuka pintu rumahnya.
"lho mas fero,, ngapain ke sini lagi? "
"emm.. anu.. Ren kamu mau nggak jalan sama aku? "
"eh mau dong,, lah tadi siapa yang sama kamu kesini? "
"itu tadi Raka,, aku habis keluar sama dia. sudah tak antar pulang"
"ooh.. trus pacarmu gimana? "
"reinata baru pulang dari jogja,, katanya capek jadi ndak bisa nemenin aku jalan-jalan "
"oohh ya sudah kamu masuk dulu ya, aku mau ganti baju"
Karen mempersilahkan fero masuk kerumahnya. Karen adalah anak tunggal, saat itu orangtuanya sedang pergi ke luar kota.
Fero duduk disofa menunggu karen ganti baju.
"Mas Feroo... " teriak karen dari kamarnya
"iya Ren,, kenapa? "
"bisa minta tolong nggak,, ini resleting ku macet " teriak reinata
"iya bisa tapi gimana caranya? "
"kamu masuk kamar ku sini,, nggak apa-apa" teriak karen
Fero sedikit menelan salivanya, ini kali pertama ada cewek yang mengajak nya masuk kamar.
"permisi ya karen" kata fero
Fero masuk kedalam kamar karen, Dia melihat karen belum memakai celana. dia masih memakai hotpants saja, tangannya menggapai resleting dibelakang.
"ini lho mas fero ndak bisa ditarik,, macet kayak nya"
"iya.. bentar tak lihat e dulu"
fero mendekati karen, bau parfum karen menusuk hidung fero. Dengan perlahan fero membenarkan resleting karen.
"sudah ini" kata fero
Karen membalik badannya,, rambutnya yang panjang tersibak mengenai wajah fero.
__ADS_1
Seeerrr... dia merasakan getar di dadanya. Fero blingsatan,, Karen semakin mendekatkan dirinya pada fero. Karen bermaksud menggoda pacar reinata itu.
"kamu kenapa kok ndredeg gitu Mas? "
"ndak.. ndak apa-apa, sudah selesai ya.. aku keluar dulu, kamu selesaikan berpakaianmu"
Karen menarik tangan fero saat akan keluar kamar.
"Kemana.. disini aja.. " kata karen
"nggak Ren,, aku sebaiknya keluar dulu. Kamu selesaikan ganti bajumu"
"Mas Fero,, aku suka kamu" ucap karen
Fero kaget dan matanya terbelalak.
Karen terus mendekat pada fero sampai dia terjatuh pada kasur karen.
"Karen,, kamu mau apa? " tanya fero
"sssttt.... kamu jangan banyak bergerak.. " karen naik ke atas tubuh fero.
tanpa basa basi karen langsung mencium bibir fero. Ciuman Karenia membuat junior fero yang menegang, Fero yang awalnya terdiam pasrah kini berbalik menyerang karenia.
mereka berciuman dengan agresif, tangan fero membuka resleting baju karen. Fero pun sudah berada diatas tubuh karenia, terlihat pemandangan yang indah dihadapannya. sepasang gundukan kenyal nan putih, Fero melahap gundukan putih itu, menyesapnya, menggigitnya, sesekali menjilatinya.
Karenia mengerang keenakan, ia lalu membenamkan kepala fero pada gundukan miliknya, junior fero semakin mengeras. Perasaan yang sering dia rasakan terhadap reinata namun dia hanya bisa memendamnya.
Fero sudah lupa pada reinata, dia sangat menikmati suguhan di depan matanya.
Karenia mencoba untuk memegang junior milik fero, "aah.." fero meleguh. fero terus menyesap gundukan karenia dan membuat karenia melayang tinggi.
"aah..aah.." terdengar raungan karenia
membuat fero semakin bersemangat.
Saat berada dipuncak hasrat, fero terdiam sebentar. dia ragu ingin masuk atau tidak, entah mengapa bayangan reinata tiba-tiba muncul dan merusak hasrat fero itu.
Karenia merasa kecewa, dia lantas tidak habis akal, di peluknya tubuh polos fero dan karenia sudah berada di atas tubuh kekar Fero.
Karenia memaksa Junior fero untuk Masuk kedalam ruang karenia.
"Aaah... " ******* karenia membuyarkan lamunan fero, Karenia menghentakkan tubuhnya naik turun, membuat mereka berdua serasa di angkasa, fero tak ingin melewatkan kesempatan langka nya, di sesapnya buah mangga yg menggantung di hadapannya, membuat sensasi tersendiri dan semakin memanas..
tak henti Karenia mendesah, menyuarakan kenikmatan yang memang sangat dia sukai. Menurut Karenia, Junior fero lah yang Pas dengan Miliknya sebab karenia pernah melakukan hal itu dengan yang lain namun ukurannya tidak sebesar milik Fero.
Mereka berdua sangat menikmati olahraga sore itu.
"Karen, aku udah mau keluar.. aaah... aaah..." Raung fero
Ini pertama kalinya fero melakukan hubungan yang sangat jauh dipikirannya yang bisa dia lakukan dengan Reinata.
"aa..aaku juga fero.. ayo kita keluar sama-sama" kata reinata sudah tidak tahan.
fero ingin melepas junior miliknya saat akan keluar, namun karenia mempercepat gerakannya yang semakin membuat fero geli., akhirnya fero mengeluarkan ingusnya didalam.
"aah..ahh.." fero mengerang hebat. Entah bagaimana selanjutnya hubungan dia dan reinata berjalan.
__ADS_1
"Terima kasih ya Mas, aku udah menahan ini sejak kita masih KKN kemarin." kata karenia mencium bibir fero
Mereka berdua saling berpelukan
#########################
Reinata POV
Sementara itu dirumah, reinata gelisah. Dia seperti banyak pikiran namun tidak tahu apa yang dia pikirkan.
"kenapa kamu dek,, sudah malam gini nggak makan? " tanya bang tyo
"lagi nggak selera aku bang,, "
"kamu kepikiran ta? ada apa... "
"nggak tahu ini bang,, banyak yang kupikirkan tapi nggak ngerti mikirin apa"
"lagi setress kamu ini,, ayo ikut mas ke Kodam. ada janji sama teman SMA e mas"
"hem.. aku tak ganti baju dulu"
Reinata sudah siap, dia dan kakaknya pergi kerumah temannya. dalam perjalanan reinata melihat seseorang yang sangat dia kenal sedang bersama wanita lain berboncengan motor.
Reinata yakin bahwa itu adalah fero pacarnya. tapi dia tidak tahu siapa yang ada dibelakangnya,,
"bang,, salip motor itu" kata reinata pada bang tyo
"yang mana,, boncengan itu ta? " bang tyo menunjuk 2 motor di depannya.
"iya bang yang itu"
bang tyo mempercepat laju motor nya, dia menyalip motor fero.
reinata melirik laki-laki yang sedang menyetir itu,. Hati reinata tidak berbohong. Benar dia adalah fero pacarnya, dan wanita yang dibelakangnya adalah Karenia teman KKN fero.
"Kenapa nyuruh nyalip, kenal ta sama dia? "
"nanti aja bang,, ayo segera ke temanmu"
Reinata sedih, dia menitikkan airmatanya.
*fero.. kalo bosen ngomong o! jangan malah selingkuh jan**k! * teriak reinata dalam hati
Bang tyo membelokkan motornya ke arah Kodam, dia janjian sama temannya disana.
"lho katanya ke sukolilo bang, kok ke kodam? "
"lha janjian nya di warung kopi sebrang rel sepur kok nggak boleh belok ke kodam"
"iya bang"
Bang tyo sedikit bingung melihat tingkah adiknya itu. tidak biasanya reinata melamun dan kurang fokus.
.
.
__ADS_1
.