Married My Ex-Boyfriends Uncle

Married My Ex-Boyfriends Uncle
Episode 20


__ADS_3

Tiba-tiba suasana kantor menjadi riuh, semua pegawai berdiri seperti akan menyambut kedatangan orang spesial selain CEO.


manajer kantor membuka pintu ruangan bagian 1 di lantai atas, Reinata dan teman-temannya sudah berdiri dan berjajar rapi.


"ini ada apa ya Rei?" ana berbisik pada reinata yang meja kerjanya bersebelahan dengan reinata


"nggak tahu An,, kayak nya tamunya pak Bos Besar" kata reinata.


Tamu yang mereka maksud itu sudah memasuki ruangan, Semua terpukau akan wajah tampan seseorang yang baru masuk itu.


Tubuhnya tinggi ideal dan mata yang sipit serta kulit yang putih perawakan cina menambah ketampanannya.


"Siapa ya kok gianteng bangeeett.... eeh dia lihat kesini Rei" kata Ana bisik-bisik lagi.


Kali ini reinata tidak menggubrisnya, dia menatap kembali laki-laki yang sedang menatapnya. Reinata memutar otak mencari-cari informasi tentang laki-laki yang sedang berjalan melewatinya tanpa mengalihkan padangan nya pada reinata.


*Aloncy.. Lucky.. ya dia adalah lucky teman kuliahku. Bagaimana bisa dia kemari, apa ada hubungannya dengan kerjasama perusahaan* batin reinata


Lamunan reinata buyar ketika Terdengar suara Bos Besar menyapa laki-laki tampan itu.


"Anakku Loncy,, kamu sudah pulang dari jerman! " bos besar menyapa dan memeluk anaknya


"Papa,, bagaimana kabar papa? Pa jangan panggil aku dengan nama itu, Lucky pa.. Lucky" dia melepas pelukan papanya


"hahahaha kamu sepertinya sudah dewasa ya.. oh ya akan kuperkenalkan kamu pada para pegawaiku" kata bos besar


"Teman-teman sekalian, perkenalkan dia adalah anakku Aloncy Prismata calon CEO PT Prismata Grup yang baru" kata bos besar memperkenalkan anaknya


Reinata sedikit terkejut mengetahui bahwa dia sedang bekerja di perusahaan ayah temannya itu, dan yang lebih parah nya lagi waktu itu lucky pernah menyatakan cinta pada reinata saat dia break dengan Fero namun reinata menolaknya.


*Astagfirullah, kok bisa begini?* batin reinata


"Teman-teman sekalian terima kasih untuk waktunya, Saya lucky akan meneruskan perusahaan papa saya.. mohon kerjasamanya setelah ini" kata lucky


"Baik, perkenalan sudah selesai. teman- teman silahkan kembali bekerja." tutup bos besar


Bos Besar dan anaknya masuk ke dalam ruangan kerja CEO bersama.


Sedangkan Reinata dan pegawai lain kembali pada pekerjaan masing-masing.


Reinata POV


"Duh gusti..kasih ana akal sehat" kata Ana sembari mengipas - ngipas wajahnya yang kemerahan akibat ke GR an di tatap oleh lucky


"Kenapa kamu An?" reinata mulai membuka data pada komputernya

__ADS_1


"Aduh aku gila Rei,, sumpah jatuh cinta aku sama anak nya bos tadi" cerocos ana yang memang sedang jomblo


"Bos Lucky itu temanku kuliah dulu, " celetuk reinata


Muka Ana yang semringah menjadi cemberut.


"oh..enaknya jadi kamu rei,, dikelilingi para Bos Muda" ucap ana yang merasa iri pada reinata. menurut ana, reinata memang pantas jika dikelilingi laki - laki tampan dan mapan. sebab reinata sangat cantik bak bidadari


"Hush.. maksudmu apa sih.. ngomong kok ngelantur" Reinata masih mengetik laporan pada komputernya.


Ana tidak merespon ucapan reinata, dia sedang tercengang melihat sosok tampan yang sedang berdiri di samping reinata.


"Lagian Lucky dulu pernah nembak aku pas kuliah, tapi aku menolak dia." reinata tiba-tiba bercerita saat kuliah bersama lucky


" yaa gimana,, aku barusaja mendapat luka dari fero kok bisa-bisanya pacaran lagi. Tapi aku harap lucky nggak sakit hati sama aku sampai sekarang,, bisa-bisa aku dipecat gara-gara masalah hati" reinata melanjutkan celotehannya tanpa melihat sekelilingnya, tanpa memperhatikan ana yang kini hanya terbengong melihat ketampanan lucky


Ana sedang memperingatkan reinata untuk menutup mulutnya dengan menyenggol tangannya, namun reinata tetap membicarakan soal lucky di masa lalunya.


Lucky menutup mulutnya dengan jari telunjuknya, isyaratkan Ana harus diam dan tidak mengganggu reinata lagi. Dia ingin sekali mengetahui isi hati dan perasaan reinata terhadapnya sekarang.


"setelah menolaknya nggak pernah ketemu sama dia lagi, kabarnya sih dia ke Jerman untuk S2. nggak nyangka dia sekarang jadi Bos ku, bingung aku sekarang.. semoga aja dia nggak jahat sama aku. kamu tahu An,, dia dulu nggak gitu loh penampilannya, Culun,, pakai kacamata kayak nobitanya doraemon itu heheheh (reinata terkekeh), pakai behel, pokoknya nggak keren deh.. nggak nyangka dia anak nya Bos besar.." reinata terus membahas lucky.


Lucky yang sedari tadi berdiri disamping reinata senyum-senyum sendiri. dan Ana memperhatikan tingkah bos baru nya itu.


"Kamu kok diam aja sih An,, sariawan ya?" tanya reinata


"Siapa yang membicarakan saya dibelakang?" kata luckyย  suaranya yang sedikit ngebas mengagetkan reinata. Bulu kudu reinata bergidik,ย  mulutnya komat kamitย  dan matanya naik turun seakan -akan sedang berbicara dengan Ana.


*Kamu nggak ngomong sih An kalo ada lucky*


*duh aku udah kasih kode, kamu aja yang masih nyerocos*


*dih mati aku An,, dipecat aku ๐Ÿ˜ญ*


*Aduh aku nggak ikutan ya Rei,*


Ana membalikkan badan menghadap komputernya, sedangkan Reinata blingsatan seperti anak SMA yang sedang ujian ketahuan menyontek oleh pengawas.


*sialan si Lucky ,, jantungku hampir copot.. Astagfirullah.. gimana ini* batin reinata


Reinata membalikkan badannya, memasang senyum yang lebar dan manis dihadapan lucky.


"hay lucky, eh bos Lucky" kata reinata melambaikan tangan


"Reinata kamu ikut saya ke ruangan saya" perintah lucky , dia membalikkan badan dan tersenyum menyerigai.

__ADS_1


Reinata bangkit dari kursinya, dia membawa beberapa berkas laporan keuangan perusahaan.


Jantungnya berdegup kencang, kesalahannya adalah menggibahi bos baru nya itu.


*duh reinata,, kamu sarjana tapi masih goblok seh!* reinata memukul pelan kepalanya.


Lucky sudah menunggu reinata di dalam ruangannya. dia duduk manis di kursi CEO, Namanya sudah terpampang nyata ALONCY PRISMATA


tok..tok..tok..terdengar suara pintu di ketok.


"Masuk" kata Lucky


"Selamat siang pak! ada apa bapak memanggil saya?" kata reinata


"kesini kamu" perintah lucky


Reinata melangkah maju menuruti perintah lucky.


"Duduk lah rei," kata lucky mempersilahkan reinata untuk duduk di hadapannya


"terima kasih pak" reinata duduk dan meletakkan berkas yang ia bawa di dadanya


"jangan terlalu formal rei, bukankah kita teman satu kampus?" kata lucky membuka obrolan mereka


"hahaha sekarang sudah beda, anda adalah bos saya" kata reinata dengan sedikit tertawa namun dia cepat - cepat diam sebab situasi saat ini adalah Lucky seorang bos


"Terserah kamu. Rei, Bagaimana kabarmu? apa kamu sudah menikah?" tanya lucky tanpa basa basi


"Alhamdulillah baik bos, saya belum menikah" jawab reinata dengan senyuman


"jangan panggil aku bos saat kita berdua, panggil lucky saja. kenapa kamu belum menikah? apa fero meninggalkanmu lagi" kata lucky menyelidik


"tidak lucky, aku memang belum menikah. tapi aku akan menikah dalam waktu dekat ini." jawab reinata penuh dengan senyum kebahagiaan


"ah.. sayang sekali rei,, aku jatuh cinta padamu lagi saat pandangan pertamaku dengan mu tadi. aku sempat tidak mengenalimu, tapi sorotan matamu yang tulus membuat rasa itu tumbuh lagi" kata lucky yang di iringi dengan sayatan tak berdarah di hatinya.


"Maaf lucky, aku akan segera menikah. sebelum rasa itu semakin tumbuh, lebih baik kamu pupus semuanya" pungkas reinata


.


.


.


๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•๐Ÿ˜•

__ADS_1


__ADS_2