
May POV
Dikediaman keluarga Alehandro
Fero senyum-senyum sendiri ketika sampai dirumah membuat may curiga.
"kenapa senyum-senyum sendiri? kesambet" tanya may pada suaminya yang baru datang
"Lagi seneng aja," jawab fero singkat
"Apa yang bikin kamu senang?" tanya may penasaran
"ada Lah,, aku mau mandi dulu" kata fero seraya masuk kamar mandi
May memanyunkan bibirnya, dia heran melihat tingkah suami yang baru beberapa hari menikahinya itu.
May melanjutkan aktivitas bersih-bersih rumah. May tinggal bersama dengan nenek Fero atau ibu Richie.
"May.. Nduk.. tolong nanti kamar tamu dibersihkan ya. soalnya ada yang mau nginep disini" kata nenek fero
"iya nek, siapa yang mau nginap?" tanya May
"Calon mantuku,, Pacar nya Richie. Reinata namanya" kata nenek fero
"yang mana nek?" May agak lupa dengan reinata
"itu loh, pokok nya nanti kan ketemu. " kata ibu richie
"iya nek" jawab may
May pergi ke kamar tamu bermaksud merapikannya, Fero yang selesai mandi menggangguNya.
"May, lagi apa kamu disitu?" tanya Fero
"nggak lihat apa kalau aku lagi bersih-bersih kamar" jawab may ketus
"hemm.. kirain mau ngajak sepak bola hahahahah" canda fero
May tidak menggubris omongan fero, dia tetap melanjutkan aktivitas bersih-bersihnya.
"May, aku keluar dulu. mau futsal" pamit fero
"iya, hati-hati" kata may tanpa menoleh pada pada fero
Fero juga tidak begitu perhatian pada May, pernikahan tanpa cinta membuat mereka terjebak pada perasaan masing-masing.
"Akhirnya selesai juga,, " kata may.
May mengunci pintu kamar tamu kembali dan pergi ke kamar fero yang kini menjadi kamarnya juga.
May mengutak atik ponselnya, melihat-lihat foto pernikahan mereka.
"Ah.. ketemu,, ini reinata ya,, siapa dia.. kenapa begitu spesial di keluarga ini" May penasaran ingin menyelidikinya.
Matanya mengedarkan pandangan ke sekeliling kamar, dia jengkel melihat lemari pakaian yang amburadul tidak karuan.
__ADS_1
"duh apa kebiasaan ini tidak bisa hilang dari fero! udah dewasa tapi tingkahnya seperti anak-anak.. nggak bisa apa ya kalau ambil pakaian itu dirapikan lagi. kesel aku!" gerutu May.
dia bangkit dari rebahannya, dia menata dan merapikan kembali baju-baju fero yang tidak beraturan itu.
sesuatu jatuh dari lemari saat may menarik tatanan baju yang paling bawah. dia meletakkan kembali baju nya pada posisi awal, May membungkuk dan mengambil kertas yang jatuh itu.
"Apa ini? foto ya.." kata may.
Dia membalik posisi foto itu. betapa terkejutnya dia melihat foto yang dia pegang itu.
"Astagfirullah,, Mas fero dan reinata?" seketika hati may terasa sakit.
May sie rininta Rela meninggalkan pacarnya demi menikah dengan Fero, dan perjanjian kerja oleh orang tuanya.. Awalnya May menolak keputusan orang tuanya, namun ayah May memohon agar dia mau menikah dengan anak kolega ayahnya mengingat perusahaan yang dimiliki keluarganya Hampir bangkrut. dan May mulai mencintai fero dan belajar menerimanya.
"apa hubungan mereka sebelumnya,, kenapa mesrah sekali. dan sekarang kenapa reinata akan menikah dengan Om Richie" tanda tanya besar May kepada Reinata.
May segera merapikan ulang baju-baju fero dan menyelipkan lagi foto itu pada tempatnya.
May mengusap air matanya, dia akan mencari tahu semua tentang reinata. dia akan mulai mencarinya di sosial media milik suaminya itu.
##################
Reinata dan Richie POV
Reinata dan Richie sudah sampai malang, dia mampir di kedai ketan susu legend yang viral di malang.
Setelah memarkirkan mobilnya reinata dan richie masuk kedalam cafe yang sudah terkenal di seluruh penjuru kota malang itu.
"Rei, kamu mau ketan susu pakai topping apa?" tanya richie
"jumbo ya,, minumnya apa?" tanya richie lagi
"es jus melon kalau ada" kata reinata
"kamu ini, hawanya dingin kok minum Es" kata richie
"hem.. tenggorokanku udah terbiasa minum es, jadi apapun cuacanya Es nomer satu minumanku hehehehe"
"duh.. tetap nggak berubah. freak girl" richie tertawa
Reinata hanya memanyunkan bibirnya. Richie ke kasir untuk memesan makanan mereka dan membayarnya.
"Kamu nanti nginep dirumah ya, ibuku kangen kamu" kata richie
"hah.. nggak mau, sungkan aku" tolak reinata
"nggak apa-apa,, May sudah menyiapkan kamar untukmu" kata richie
"trus aku pakai baju ganti apa?" tanya reinata
"pake daster nya ibuku Rei, banyak yang baru hahaha"
"sialan richie, kamu masih suka menindas ku ya.. awas kamu!" reinata kesal
"alah rei bercanda akuu.. maaf.. tapi kan kalau nanti menikah trus dirumah-rumah kamu juga bakal pakai daster" kata richie menggoda reinata
__ADS_1
"iya,, kamu sarungan sambil ngopi dan baca koran.. gitu " reinata sewot
Awak dewe tau duwe bayangan
Besok yen wis wayah omah-omahan
Aku moco koran sarungan
Kowe belonjo dasteran
(Suara lagu yang diputar di outlet ketan susu)
"Loh kan ada lagunya malah hahahaha" kata richie
"terserah kamu lah, rich." kata reinata
Pesanan mereka datang, reinata melahap semua ketan susu itu. Reinata seperti orang yang belum makan seminggu, dia sangat menikmati kudapan itu.
"pelan-pelan Yang masukin ke mulutnya, nanti keselek loh" kata richie
"uhuk,, sialan omongan mu richie.. bikin pikiran traveling" kata reinata
"hem.. mikir apa kamu. jangan-jangan itu ya.. hahahaha" goda richie
"hush.. nggak baik ngganggu orang makan. kamu itu makan nya lelet, harusnya kalau atlet kan maem nya cepet keburu latihan" balas reinata
"beda dong sayang, aku kan udah nggak main sepak bola lagi.,." kata richie
"hahaha iya lupa aku kalau kamu sekarang Bos Besar" kata reinata yang terus memakan kudapannya itu
" Kenapa ngingetin aku sama sepakbola, kamu pengen main sepak-sepak an sama aku ta hahaha.." goda richie
" Najis omonganmu Rich, " reinata mengepalkan tangannya dan memukulkannya diwajah richie.
Dengan sigap richie meraih tangan reinata, wajah mereka menjadi berdekatan. Richie hampir akan mencium reinata, reinata menutup matanya seketika itu jari richie menyentik dahi reinata dan membuat Renata terkejut wajahnya tersipu malu dia memikirkan Richie akan menciumnya. Richie tertawa melihat tingkah reinata, reinata memanyunkan bibirnya.
*sialan richie godain aku lagi. awas ya nanti tak hukum kamu* batin reinata
"kenapa Yang, kamu kok manyun aja sih.. ayo di habiskan ketan susunya" kata richie
Sebenarnya dia ingin sekali mencium reinata, tapi dia masih malu. saat ini mereka juga ada di tempat umum, nggak lucu kalau sampai dilaporkan ke satpol PP gara-gara tindakan mesum.
"nggak apa-apa kok," reinata meneruskan aktivitas makannya.
" kamu keluar dari kantor mu ya, terus kerja di perusahaan aku, gimana?" tawar richie
" aku kerja di situ sudah 3 tahun, nggak enak kalau keluar tiba-tiba" kata reinata.
Richie kecewa mendengar jawaban reinata.
.
.
.
__ADS_1
.