
seketika hati May luluh, kedongkolan hatinya berubah menjadi perasaan gugup. sejak pertama kalinya setelah menjadi istrinya fero. benih - benih cinta nya mulai tumbuh dan berkembang Dalam hati may
"Nih, lain kali cari dulu yang bener. kalau nggak ketemu baru teriak" kata May menyodorkan kaos kesayangan fero itu
Fero menerima dengan senang hati, May semakin tersipu malu tatkala fero tersenyum manis kepadanya.
Tak lupa Sebuah kecupan hangat mendarat di kening may, Fero memang sering menggoda istrinya itu. Namun dia juga belum bisa Move on dari reinata. apalagi Reinata akan menikah dengan pamannya.
Sementara itu jari-jari tangan lucas masih sibuk bergulat dengan ponselnya.
"megakill..unstopable.. godlike.." suara yang keluar dari ponsel lucas
"Yes,, akhirnya menang" lucas berbicara sendiri
"Main game apa kamu?" tanya fero tiba-tiba
"ini mobilegend Fer, " jawab lucas
"oohh sudah selesai ta? ayo berangkat.. " ajak fero yang sudah bersiap-siap
"sebentar, aku mau telepon bang tyo dulu. dia bilang akan kesurabaya pagi ini" kata lucas
Lucas memencet beberapa nomor dan kemudian menaruh ponsel ditelinganya.
"Hallo bang, assalamualaikum. abang sudah sampai mana?" tanya lucas
"waalaikumsalam Cas, aku sudah dirumah sakit . kamu dimana?" jawab tyo sembari bertanya kembali
"ooh hehehe ternyata abang sudah disana. ini aku dirumah fero. reinata gimana bang?" tanya lucas
"ini dia mau dibawa keruang operasi, dia mengalami usus buntu" tyo menjelaskan
"Ya Allah reinata,, iya mas.. saya kesana sama fero dan May" kata lucas
"iyo hati-hati dijalan" kata terakhir yang diucapkan tyo sebelum lucas memutus sambungan teleponnya.
klik.. Lucas mengakhiri panggilannya dengan bang tyo.
"jadi kakaknya reinata dimana cas? apa perlu kita jemput dia.." tanya fero
"sudah di posisi sekarang, ayo berangkat kalo gitu" ajak lucas
Lucas, Fero dan May akan berangkat ke rumah sakit. Lalu richie dan ibunya datang dan berpapasan di depan rumah
"Mbah, Oom.. kok pulang?" tanya fero
"iya sudah ada kakaknya reinata,," jawab ibu richie
"Bang tyo sama siapa Rich?" tanya lucas
"Sendirian," kata richie lemas karena semalaman dia tidak tidur menjaga reinata
__ADS_1
"ooh.. nggak ngajak istrinya?" tanya lucas lagi
"katanya sih lagi hamil 3 bulan, mas tyo nggak berani ngajak pergi jauh-jauh" kata richie
"ooh oke kita berangkat dulu ya..kamu istirahat o dulu." kata lucas menepuk bahu richie
Richie hanya menjawab dengan sebuah anggukan, mungkin dia sudah malas bicara karena sudah sangat lelah.
*Asyiik.. nggak ada Om richie aku bisa berdua sama reinata.. Rei,, aku kangen kamuu* batin richie dalam hati
"kalau gitu May,, kamu dirumah aja temenin nenek. barangkali beliau butuh sesuatu" perintah fero pada may.
Baru saja bunga itu merekah, tiba-tiba saja layu setelah fero menyiram air keras padanya.
May yang sedari tadi semangat menjadi manyun, dia bersikukuh untuk ikut dengannya kerumah sakit.
*Kenapa mas fero nyuruh aku dirumah, jangan-jangan ingin berduaan sama reinata* batin May
"Aku ikut, barangkali mbak reinata lebih membutuhkanku" tolak May
"Iya May, reinata sahabat ku dari kecil. Kamu dirumah saja,,nggak usah khawatir.. ada aku udah cukup" kata lucas menambahi
*waduh bro.. kamu memang tahu isi hatiku* bicara hati fero sambil menatap lucas
"Nggak! May kamu ikut mereka. nenek biar aku yang urus" kata richie.
Dalam hati richie tidak mau fero ada kesempatan berdua dengan reinata.
May senang sekali, Oom nya berpihak padanya.
"wes..wes..kalo debat terus kapan berangkatnya c*k" lucas melerai.
"oke wes, ayo berangkat semuanya." kata fero
Mereka bertiga berangkat ke rumah sakit. sedangkan richie dan ibunya istirahat di kamar masing-masing.
"Rei,, sayang.. kuat ya.. Maafkan aku.. aku janji akan selalu jaga kamu" kata richie dalam hati
#######################
Reinata POV
Malam hari sebelumnya.
"Mama.. Mama.. rere sakit ma.. Ma.. jangan pergi,, temani rere disini" guman reinata
Richie yang tertidur disamping reinata terbangun dan segera menyadarkan reinata.
"sayang,, bangun.. kamu mimpi buruk?" kata richie sambil menggoyang-goyangkan tubuh reinata.
Reinata menerjapkan matanya, dihadapannya ada calon suaminya. seketika ingin memeluk richie, apa daya perutnya terasa sakit kembali.
__ADS_1
"aaauuuhh.." pekik reinata
"sakit Yang,, sebelah mana?" richie memeriksa perut reinata
"Peluk...Peluk... Rich" ucap reinata manja
Richie memeluk reinata dan membuatnya Nyaman, Lama mereka berpelukan.
Richie mengelus rambut reinata dan menciumnya. Reinata merasa Aman di pelukan richie. Pertama kalinya dia merasakan kehangatan dari laki - laki selain papa dan kakaknya.
" Mana Yang sakit? kamu rindu mama mu.. apa aku panggilkan ibuku kemari?" kata richie
"hiks..hiks.. Aku sudah ikhlas mama dan papa pergi, tapi hari ini aku rindu mereka.. andaikan pelakunya ditemukan , aku pasti akan meminta pertanggungjawaban dia" kata reinata. dia terisak, Richie sangat sedih mendengarnya.
Dalam hati ada sebuah benda yang sengaja memukulnya, richie masih belum bisa jujur pada reinata tentang kecelakaan itu.
"Sabar ya sayang,, sekarang kamu katakan dimana yang sakit? kamu ini bandel ya.. dibilangin jangan suka makan pedes-pedes kok dilanggar" richie memarahi reinata tentunya dengan rasa manja
"habisnya kalo nggak pedes nggak enak rich.." reinata membela dirinya
"kamu ada alergi cumi?" tanya richie
"sebenernya sih nggak alergi, kalau kebanyakan saja perutku akan sakit" jawab reinata
"kamu besok akan operasi usus buntu, kamu istirahat ya sekarang" kata richie
"hah.. usus buntu? kok bisa.." tanya reinata kaget, ternyata yang melilit di perut adalah nyeri akibat usus buntu
"iya efek nya kebanyakan makan sambel ditambah alegimu,, pencernaanmu juga kurang lancar. wes pokoknya setelah ini kamu harus jaga porsi makanmu" kata richie seraya membelai rambut reinata lembut
"emmmh... iya richie sayang" kata reinata bak kucing yang dimanja majikannya.
Reinata dibaringkan kembali, pelukan lama itu membuat sakit reinata sedikit reda. richie merapikan rambut reinata yang terurai, memandangi wajah wanita yang dia cintai sejak kecil.
"aku besok pulang, bang tyo yang jagain kamu. siangnya aku kesini.. aku cuma antar ibu aja kok" kata richie
"iya,, makasih ya sayang" ucap reinata
Richie bahagia sekali mendengar reinata memanggilnya dengan kata sayang.
Richie mengecup bibir reinata,, perlahan dengan lembut dan lama.. ada gejolak dalam dadanya , seperti api yang sedang membakar. tubuhnya panas dingin, pertama kalinya mereka berciuman.
Reinata membalas ciuman rinchie, bibir mereka berdua saling bertaut satu sama lain. mereka menikmati ciuman panas itu, dua insan yang sedang dimabuk kepayang.
Richie ******* bibir reinata dengan pelan, reinata merasakan getar di seluruh tubuhnya. dia tidak pernah merasakan perasaan yang amat tulus untuk nya, tubuhnya tak merasakan sakit melainkan terbang melayang keudara.
tanpa disadari tangan reinata meremas rambut richie dan melingkarkan nya pada tengkuk kepala richie. Membuat richie semakin bersemangat dan bergairah, richie mencoba menyesap bibir mungil reinata. tidak ada penolakan terhadapnya, malah reinata membalas dengan sedikit mengigitnya.
Nalurinya menggerakkan dirinya, cukup lama mereka saling bertaut tanpa di sadari ada sepasang mata mengawasi mereka dari balik pintu.
.
__ADS_1
.
.