
Fero POV
May kembali masuk kamarnya setelah memberikan baju pada Reinata.
Fero melihat mimik muka istrinya yang ditekuk , ide jahil lalu muncuk dari benaknya. ia bermaksud menggoda istrinya yang sedari tadi tidak senyum padanya.
"Darimana kamu may?" tanya fero
"abis dari kamar tamu," kata may.
"muka kusut amat, kayak baju belom disetrika. kamu kenapa sih ? PMS ya.. yaaahh ga bisa nganu dong nanti" kata fero tanpa tahu apa yang sedang dirasakan oleh May.
May tidak merespon candaan fero, dia mengambil handuk yang ada di lemarinya lalu kembali keluar.
" eee...eeeh mau kemana? kamu ngambek,, jangan dong sayang" kata fero mencoba menggapai tangan May.
"Ada mbak reinata diluar, aku mau kasih handuk kedia buat mandi" kata May
Tanpa basa - basi Fero melompat dari kasurnya, dia ingin segera menemui reinata. May yang di depannya pun disalip, May semakin yakin jika fero mempunyai hubungan khusus dengan reinata sebelumnya.
"Mau kemana kamu? di kamar tamu ada Om Richie sama mbak reinata" kata May
"Yaaaa... mau nyapa Om ku lah, lama aku nggak ketemu" kata fero
"hem.. ya kesana lah" kata may
"Kenapa sih kamu.. biasa aja kali , kalo manyun terus nanti tak H-i-H loh,," kata fero sambil memperagakan sebuah cengkraman di dada nya.
May kesal dengan sikap fero, dia membuntuti fero yang keluar dari Kamarnya.
#############################
Sementara itu Reinata yang baru masuk kamar mandi tiba-tiba perutnya keram dan meringis kesakitan. Dia menjatuhkan gayung Agar siapapun dapat menolongnya, Richie mengetuk pintu kamar mandi.
"Kamu kenapa Yang?" richie khawatir
"kenapa nggak jawab? are you okay.. reinata.." kata richie lagi
Fero datang menghampiri richie.
"Kenapa Om?" tanya fero
"ini aku tadi dengar kayak ada yang jatuh dikamar mandi" jawab richie
"emang siapa yang di dalam?" tanya fero
"Reinata" kata richie
Fero mendadak khawatir setelah mendengar nama reinata dan menggedor-gedor pintu kamar mandi.
__ADS_1
"jangan gitu fero, rusak nanti" kata richie menghentikan ulah fero
"loh keadaannya udah gaswat Oom, gimana kalo terjadi hal fatal sama reinata" kata fero
bbdrrruuaaaakk.....
Richie menendang pintu kamar mandi, dengan sekali tendangan pintu itu rusak dan terbuka. Richie mendapati reinata sudah terkulai lemas dilantai memegangi perutnya.
"Jan**k katanya nggak boleh pake kekerasan, lah ini malah di tendang" cicit fero protes
"Rei, kamu kenapa sayang? Fero jangan diam saja! cepet siapkan mobil" perintah richie
"hoo iyo Om, otewe.." fero berlari mengambil kunci mobil miliknya
May yang sedang melihat kejadian dramatis itu segera menelpon rumah sakit untuk menyiapkan perawatan untuk Reinata.
"Hallo dengan internasional hospital, saya Mau reservasi kamar rawat VIP untuk tante saya. sekarang perjalanan kesana"
"iya ibu, atas nama siapa? dan apa gejalanya?" tanya petugas rumah sakit
"Richie alehandro, nggak tau mbak , tante saya pegangan perut terus" kata May dengan perasaan sedikit iba
"ooh baiklah, nanti sampai sini langsung ke IGD saja ya. saya akan siapkan tenaga kesehatan disana" kata petugas lagi
"baik mbak, terima kasih" ucap may seraya menutup sambungan teleponnya.
Dia melihat lagi ke arah reinata yang kesakitan, Reinata tidak bisa berkata apa-apa Dia menahan rasa sakit dalam perutnya.
Richie membopong Reinata keluar dari kamar mandi dan mendudukkannya di sofa ruang tamu, ibu Richie cemas dan khawatir.
"Om, aku udah reservasi ke internasional hospital. kayaknya fero juga udah siapin mobil." kata May
"Makasih ya May, panggilkan fero untuk membantuku memapah reinata" kata Richie
May jadi cemburu, dia tidak mengijinkan suaminya reuni dengan mantan pacarnya.
"saya saja Om, biar mas fero nanti nyetir nggak capek" kata May
"oke, kamu kuat kan May?" tanya richie memastikan
"iya Om, saya bantu" kata may yang mulai memegangi lengan reinata
Memapah orang adalah hal kecil bagi May. Dikehidupan May sebelum menikah adalah sosok Wanita kuat, pekerja keras dan Mandiri. dia terbiasa membantu papanya di proyekan, malah dia bisa mengoperasikan eskavator.
"Sabar ya cah ayu. yang sakit sebelah mana.. Ya Allah kamu kenapa sayangku reinata?" tanya Ibu richie sambil mengelus perut Renata.
"tahan ya sayang, mobilnya sudah siap . kamar rawat rumah sakit juga sudah siap " kata richie memapah reinata keluar rumah dan dibantu May.
"Iya mbak.. mbak reinata harus Kuat. semangat..." May mencoba menyemangati reinata
__ADS_1
Saat itu yang ada di dalam perasaan May adalah simpati dan membantu reinata. ia kesampingkan sejenak rasa cemburu yang sempat membakarnya sedari sore tadi. ia mendoakan reinata agar baik-baik saja.
Reinata sudah masuk mobil, Richie dan ibu nya menemani Reinata di kursi belakang. sedangkan fero mengemudi dan May duduk di kursi penumpang samping Fero.
"Ayo John yang cepet! buruan.." perintah richie
"sabar Bos, sudah maksimal ini lho sabar Om.." kata fero yang sedang menyetir
"Makanya ta, ganti mobilmu dengan super car. Bos Proyekan kok mobil e Xe**a" ejek richie
"Richie,,, fero.. kondisi genting gini kok malah guyon sih! kasihan reinata ini loh" lerai ibu richie
"tau nih mbah, om richie paling suka kalau menindas keponakannya. untung aku nggak pendendam" kata fero protes
*nggak pa-pa Om ejek aku nggak apa,, yang penting reinata tertolong dulu* kata fero dalam hati
May hanya terdiam melihat perdebatan antara paman dan keponakan itu. dalam hati May masih memikirkan cara untuk bertanya pada suaminya tentang reinata.
🐣
Mobil mereka sampai di internasional hospital. sudah ada petugas dan perawat yang bersiap menjemput reinata.
Reinata di baringkan di brankar dan didorong masuk kedalam ruang IGD rumah sakit.
Dokter dan beberapa suster memeriksa reinata, Keluarga richie menunggu di luar.
"Tadi kamu ajak kemana reinata Nak?" tanya ibu richie
"jalan-jalan ke malang Bu, lalu pulang" jawab richie yang matanya mulai sembab
"Apa dia nggak salah makan?" tanya ibunya lagi
"yah.. sepertinya reinata keracunan makanan, tapi kita lihat hasil dari pemeriksaan saja" kata richie
Di satu sisi May hanya duduk dan melihat siaran di televisi yang ada diruang tunggu. sedangkan Fero membayangkan yang tidak-tidak terhadap reinata.
*Ya Allah,, jangan ambil reinata dulu. Kasihan dia belum bahagia.. dia belum tahu pelaku penabrak orangtuanya* kata fero dalam hati
"Mas..Mas fero,, duduk disini loh. nanti capek" kata May
Fero tidak berkata apapun, dia langsung duduk di kursi. Fero mengambil ponselnya berniat untuk memanggil seseorang.
May yang merasa ada kesempatan bertanya ingin membuka obrolan dengan fero.
"Mas Fero aku mau..." May belum sempat meneruskan bicaranya , fero bangkit dari duduknya
.
.
__ADS_1
.
.