Married My Ex-Boyfriends Uncle

Married My Ex-Boyfriends Uncle
Episode 2


__ADS_3

Bbrraakkk..  Reinata menggebrak meja kantin. sontak warga kantin menoleh. Richie dan teman-temannya menghentikan makan mereka.


"Balikin luffy aku! se.. kaa.. rang! " teriak reinata


"Tidak semudah itu,, Ada syaratnya kalau kamu mau ini kembali" richie memainkan mini figure di tangannya.


reinata akan mengambil namun richie sudah dulu memasukkannya dalam sakunya.


"nggak mau, itu bukan milikmu. cepat kembalikan! " teriak reinata.


"Kalau kamu tidak mau syaratku maka aku tidak bisa mengendalikan nya padamu" kata richie


Reinata menatap tajam richie. Richie tersenyum licik.


Gantungan Mini figure adalah barang berharga milik reinata, itu adalah pemberian dari seorang laki-laki yang istimewa untuknya. Dia berjanji akan menjaganya,, dan tidak akan menghilangkannya.


"Oke syaratnya apa? cepat katakan agar aku bisa memenuhinya dan kamu cepat kembalikan Luffyku" kata reinata


"Bagus.. tidak marah-marah kan bisa. Nanti sepulang sekolah ikut aku latihan sepak bola" kata richie


"Oke,, " reinata pergi dengan muka kesal. sementara richie tersenyum bahagia, Ya.. dia bahagia karena bisa mengerjai Reinata.


😇


Pulang sekolah, reinata sudah menunggu richie di perpustakaan.


"Aku pikir kamu tidak akan datang, tapi demi barang kecil ini kamu rela berkorban " kata richie


"kamu nggak tahu apa-apa, ayo pergi sekarang agar aku segera mendapatkan Luffyku " kata reinata


Mereka mengendarai sepeda masing-masing, Richie mengajak ke lapangan sepak bola dekat sekolahnya.


mereka memarkirkan sepedanya. sudah banyak orang disana,, richie menitipkan tasnya pada Reinata. dia akan ganti seragamnya dengan kostum sepak bola.


"Jangan macem-macem sama Tas ku ya" pesan richie


"hmm.. cepat pergi sana. " kata reinata


Richie masuk lapangan.


Reinata membuka tas Richie,, dia mencari keberadaan luffy. Namun tidak dapat menemukannya.


"Aah sial,, dimana dia menyembunyikannya" reinata menggerutu.


"Wwooyyy.. Kamu cari ini" Richie memanggil reinata dan memamerkan Action figure ditangannya.


"iiihh..kenapa dia membawanya latihan,, kalau hilang bagaimana.. awas kamu Richieee... " reinata kesal.


Richie tertawa.


Pertama kali reinata melihat richie tertawa. biasanya dia terlihat murung dan kaku, hanya dengan teman-temannya saja dia mau bicara.


Walaupun begitu banyak cewek dan cowok mengidolakannya.


Reinata menggambil ponselnya dan memakai headset nya. Dia mendengarkan lagu kesukaannya, Kebiasaannya adalah suka bernyanyi menirukan gaya penyanyinya.


"with their tank.. and their bombs.. and their bombs and their guns in your head.. in your head.. " renata bernyanyi dengan menutup matanya sesekali kakinya menendang dan tangannya seolah-olah sedang memainkan drum.


Richie memperhatikan tingkah laku lucu reinata, dalam hatinya mulai tumbuh perasaan suka.


"Zombiee.. Zombie.. Zombiee.. e..e..e.. ooo" Reinata terus bernyanyi.

__ADS_1


terdengar seseorang terkekeh, reinata menghentikan aktivitasnya.


"Ngapain kamu berdiri disitu.. ketawa lagi! " kata reinata


"aku sedang melihat pertunjukan orang aneh didepanku hahaha" richie mengejek


ck.. reinata mendengus kesal.


"Aku mau minum, ambilin cepet! " perintah richie


"emang aku pembantumu! nggak mau.. " tolak reinata


*cih.. kamu pikir aku jongosmu apa, aku ikut kesini demi Luffyku. bukan untuk melayanimu* batin reinata


"Kamu nggak mau ini yaaa" kata richie.. lagi - lagi dia memainkan mini figure milik reinata.


"Richiiee kampreeett... awas kamu yaaa.. huhuhu" reinata kesal memukul richie


"sudah jangan melawan terus, cepet ambilin minum" perintah richie


Dengan langkah kesal, reinata menuruti perintah richie.


Reinata pergi ke toko yang ada didekat lapangan sepakbola


"Dasar iblis jahannam,, bisa - bisanya mengerjaiku" guman reinata


"Siapa yang mbak maksud? sayaa? " kata penjual


"bukan,, Tapi teman saya" kata reinata


"Awas aja ya aku sumpahin kakinya kesandung," kata reinata lagi


"Bukan, tapi teman saya" kata reinata


"Dan juga kepalanya benjol biar kayak ikan lohan" kata reinata lagi


"ooh maksudnya teman mbak? " kata penjual


"bukan, tapi untuk mas " kata reinata mengambil barang belanjaannya.


Reinata kembali ke lapangan, Menyerahkan minuman pada richie.


"beli minum ginian lama banget" richie menerima dan memaki reinata.


"Sudah selesai makiannya,, cepat berikan luffyku biar aku segera pulang " kata reinata


"Hahahahaha apa aku pernah bilang akan memberikan luffymu jika ikut aku latihan.. ayolah tidak ada kata - kata seperti itu yang ku ucapkan tadi" kata richie


Reinata mengingat-ingat kembali ucapan richie di kantin. SIAL..


"Dasar Licik.. " teriak reinata


"sudah.. duduk saja disana. nyalakan musikmu dan bernyanyilah.. suaramu merdu sekali" kata richie. Reinata tersipu malu.


*Dia sedang memujiku atau menghinaku* batin reinata


"Oke.. " reinata memakai headsetnya lagi. menyalakan musik di ponselnya.


Reinata menatap richie, dia menangkap Richie yang mengerlingkan mata padanya.


#########################

__ADS_1


Hhhoooooaaammm... Reinata mengucek matanya. menunggu richie selama 2 jam latihan membuatnya bosan .


Dilapangan terbuka richie latihan sepakbola, angin sepoi - sepoi membuat reinata mengantuk., reinata tertidur di tribun kecil samping lapangan.


Richie sudah selesai latihan, reinata masih tertidur.. Richie yang tiba-tiba menjadi jahil memindahkan tubuh reinata ke tengah lapangan.


Reinata terbangun,, Hari sudah gelap. dia panik lantaran berada ditengah lapangan.


"Anji**k siapa yang naruh aku disini.. Richie.. dimana dia! " reinata bangkit dan geram.


"Wooiyy... di enak-enakin tidurnya hahahaha" suara teriakan Richie


"Dasar iblis jahannam,, kamu kan yang mindahin aku ke tengah lapangan. " bentak reinata


"enggak.. Kamu jalan sendiri kok ke tengah lapangan " kata richie


"Nggak mungkin! aku kan tidur.. " kata reinata


"siapa suruh kamu tidur sambil berjalan.. hahahaha"


"richie.. kamu! " reinata mengepalkan tangan dan siap meninju wajah richie


"aku.. apa.. apa.. hey gadis aneh.. Kamu sudah menyulut emosiku sejak di depan perpustakaan. "


"Kamu yang duluan menyenggolku sampai aku kalah push Rank! kamu juga tidak minta maaf. "


Mereka saling bertatapan. Reinata siap dengan kepalan tangannya.


Tapi richie licik,, dia memainkan Luffy nya lagi. Emosi reinata seketika mereda.


"Ayo pulang, udah mau malem juga" ajak richie


"mana dulu luffyku.. "kata reinata


"masih ada syarat yang harus kamu penuhi. sementara aku sita dulu luffymu" kata richie


"apa syaratnya.. cepet katakan! " reinata sudah tidak sabar menahan emosinya lagi


"Kerjakan PR ku dulu " kata richie


"hem.. mana bukumu.. "


"nih.. ayo pulang"


Mereka berdua pulang.


Reinata menerima telepon dari mamanya.


"iya ma,, rere Ekstrakurikuler tadi lupa ngabarin"


"kalau begitu setelah selesai langsung pulang ya" kata mama


"iya,, mama.. sampai jumpa dirumah. " Reinata memutus sambungan telepon dari mamanya.


*huft hampir saja kena marah. gara - gara richie nih.. awas kamu besok.. hahahahaha*


Reinata tersenyum smirk dengan kelicikannya, membayangkan kejadian yang sudah pasti menyenangkan terjadi besok pagi.


Reinata mengikuti langkah richie dari belakang.


sesekali mengepalkan tangan nya yang hendak menghantamkan ke kepala belakang richie. namun ketika richie menoleh, cepat-cepat reinata memalingkan wajahnya dan memainkan ponselnya berpura-pura sedamg mendengarkan musik favoritnya

__ADS_1


__ADS_2