
Reinata tidak membawa motor, dia naik ojek online ke tunjungan.
Reinata sendirian ke tunjungan, dia memasuki toko satu persatu melihat-lihat baju, aksesoris dan make up.
Sampai dilantai 3 tempat makan dan permainan, mata reinata menangkap seseorang yang dia kenal sedang bermain di time zone bersama cewek lain. Fero dan karenia.
Reinata langsung ambil langkah seribu sembunyi di sebelah stand mainan. Menguping pembicaraan mereka.
#####################
Fero POV
Fero dan Karenia jalan-jalan ketunjungan. Fero berbohong pada reinata jika dia akan pergi futsal. Melainkan mengajak karenia ke Tunjungan, Bagi fero saat ini kareni Menjadi candu baginya. Perlahan fero melupakan reinata di dalam hatinya.
"sayang,, kayak gini lho pegang bola nya" kata fero memberi contoh karenia cara memegang bola basket yang benar
"lebih enak pegangan punyamu.. hehehe" goda karenia
"hahaha kamu nih,, nanti deh bisa pegang sepuasnya" balas fero
"bener ya mas fero,, kamu bikin aku ketagihan" kata karenia sedikit mengerlingkan matanya dan menurunkan sedikit baju dipundaknya
"ahh yang bener.. aku jadi pengen nih.. lihat" goda fero yang saat itu juga juniornya mulai bereaksi terhadap stimulus yang dilakukan oleh karenia
"hahah mas fero mesum" kata karenia memegang bibir fero.
###################
Reinata POV
*jan*****k.... apa yang dipegang-pegang itu? apa yang bikin ketagihan.. wah sudah kelewat batas rupanya. pantes fero langsung nempel sama cewek itu* guman reinata setelah mendengar percakapan fero dan karenia
Pikirannya travelling kemana-mana, membayangkan hal yang tidak-tidak.
"coba aku telepon dia,, aku pengen tahu dia jujur apa enggak" reinata mengutak atik ponselnya
tuut... tuuuutt... tuuutt...
Reinata menelpon fero, dia melihat fero mengambil ponselnya dan melihat reinata sedang menghubungi nya. kelihatan Fero sedang bingung,, ingin menjawab,, tidak menjawab,, akhirnya fero menjawab telepon reinata.
"iya bebeb,, ada apa? " jawab fero dari sebrang sna
"dimana kamu sekarang? " tanya reinata
"aku.. aku di.. tempat futsal" jawab fero
"tempat futsal kok rame " tanya reinata lagi
"ya iyalah bebeb, kalau sepi ya kuburan. ada apa emangnya" fero beralasan
"aku nggak jadi ke toko komik, kamu bisa antar pulang? " pinta reinata tiba-tiba membuat fero mencari alasan untuk menolak permintaannya
__ADS_1
"aduuh maaf bebeb,, aku udah terlanjur futsal nih.. nggak dari tadi bilang nya" fero menemukan alasannya
"iya lucas baru ngabarin aku... jadi kamu nggak bisa ngantar nih? " tanya reinata memelas
"iya maaf banget ya Reinata,, besok deh aku antar kamu ke kampus lagi" fero membujuk reinata
Disela pembicaraan fero dan reinata tiba-tiba karenia memanggil fero.
"mas fero,, ini gimana cara masukinnya? " kata karenia sengaja
Seketika membuat reinata geli mendengar nya.
"kamu sama cewek? " tanya reinata
"enggak kok,, sama cowok-cowok beb" jawab fero cepat
"trus tadi suaranya siapa? " tanya reinata , kali ini lebih menekankan suaranya
"nggak tahu sayang,, ya sudah ya aku tutup telepon nya. i lop u muach" fero segera menutup sambungan teleponnya.
Dia tidak mau reinata mengetahui apa yang dia lakukan saat itu juga, dan fero juga tahu jika karenia sengaja melakukan itu.
*awas saja kamu karenia, bakal habis kamu sama aku nanti* guman fero dalam hati. Dia sudah membayangkan apa yang akan dia lakukan saat dia dan karenia berada dirumah karenia yang sepi.
Reinata mendengus kesal karena fero menutup sambungan teleponnya, dan reinata masih mengawasi fero dari jauh.
"fero.. kamu bohong lagi.. demi dia kamu nyakitin aku. " reinata sedih
######################
Fero POV
"Kamu pesan apa karen,, biar mas fero yang pesenin" tanya fero pada karenia
"Aku mau steak sama jus strawberry ya mas" kata karenia
"siap tuan putri" Fero meninggalkan karenia sendiri.
Melihat itu Reinata menggunakan kesempatan itu, reinata menghampiri karenia dan duduk di kursi fero. Karenia kaget dengan kehadiran reinata. Reinata duduk berhadapan dengan karenia, mata reinata menyorot tajam, karenia seperti sedang disudutkan.
Fero sudah selesai pesan dan kembali ke mejanya, dia kaget ada reinata yang sedang duduk dikursi nya.
Fero bingung, tidak tahu harus melakukan apa. sudah kepalang basah, dia pasrah dengan apa yang akan terjadi
*waduh gawat,, reinata kok bisa duduk disitu. perang ini* batin fero
"lho beb,, kamu ngapain disini? " tanya fero basa basi
"Mau makan, " jawab reinata
"ooh,, sudah pesen? kalau belum aku pesan kan ya.. " fero akan pergi namun tangannya diraih reinata.
__ADS_1
"nggak usah repot-repot Fer,, aku bisa sendiri kok." kata reinata
"nggak apa-apa beb, aku pesenin ya" fero memaksa
"Makasih,, aku bisa pesan sendiri kok. kalian nikmati saja berdua. biasa nya yang ke 3 itu setan jadi aku akan pergi" Reinata bangkit dari kursinya.
Seketika itu fero menahan reinata pergi.
"Beb, aku bisa jelasin.. " Fero menggapai tangan reinata namun reinata menepisnya
"jelasin apa? jelas-jelas kamu mau makan kan... " Kata reinata pelan, menahan sesak di dadanya
"iiya.. sih.. eh tapi ini bukan seperti yang kamu pikirkan" kata fero tanpa merasa bersalah dan menganggap reinata bergurau dengan nya
"seperti yang aku pikirkan? memangnya kamu tahu isi pikiran aku! " Kata reinata dengan sedikit nada meninggi
Fero tidak bisa berbicara lagi, Karenia hanya diam menyaksikan sepasang kekasih itu sedang bertengkar.
Reinata tersenyum, dia menepuk bahu fero.
"Kalau sudah selesai kabari aku ya Fer,, selamat makan" reinata tersenyum
Reinata pergi, fero sudah tidak menahannya lagi. Reinata menangis.
#######################
Fero POV
"mas fero,, bagaimana ini.. seperti nya dia sudah tahu hubungan kita" ucap karenia bak menyiram bensin dalam api yang sedang berkobar
"bentar,, kamu diam dulu" fero sedang berpikir keras
"udah putusin pacarmu, mumpung momennya bagus" karenia membumbui suasanya yang semakin pelik
"nggak bisa karen, aduh bingung aku" Fero duduk kembali memegangi kepalanya. Dia tidak tahu harus berbuat apa, semua ini karena kekhilafannya yang berturut -turut. Dia sudah tergoda oleh karenia, Kehangatan yang dia dapatkan dari karenia mampu membuat fero sejenak melupakan reinata.
"Sudah, jangan dipikirkan. kan udah ada karenia, masalah reinata lupain aja ya Fer.. karen janji bakalan buat kamu senang tiap hari dan ngelupain reinata" hibur karenia
"Ya sudah, aku antar kamu pulang ya." ajak fero
"loh, nggak jadi makan disini?" tanya karenia
"bungkus aja, Makan dirumah sekalian aku mau makan kamu" kata fero frustasi.
############################
Sementara itu reinata pergi ke toilet yang ada ditunjungan. Tidak sengaja berpapasan dengan laki-laki yang sering mengawasinya.
"maaf mas.." reinata berjalan dengan menunduk. dia tidak ingin orang tahu jika dia sedang menangis
Richie ingin sekali menenangkan reinata namun tidak bisa karena teman-temannya menunggunya
__ADS_1
"ah..itu tadi reinata,,kenapa dia menangis" guman richie.