
"oh iya rein, kamu mau nggak cerita kenapa orangtuamu meninggal? eh maksudku pengen tahu aja.. nggak apa-apa kan" tanya richie pada reinata, ia ingin memastikan sesuatu hal pada reinata.
Pertanyaan richie membuyarkan fantasi reinata terhadapnya, dengan sedikit sedih reinata menceritakan kejadian pilu nya itu.
"iya waktu itu.." reinata mulai bercerita..
Tahun 2016
Hari wisuda Universitas surabaya angkatan 2016 sudah di gelar. reinata cantik sekali mengenakan kebaya dan baju wisuda.
Toga sudah dipasang di kepala, reinata sudah menerima sertifikat kelulusan dengan ipk 3.8. Reinata duduk di taman sendiri sedang menunggu orang terkasihnya datang.
Reinata menerima sebuah panggilan dari Bang Tyo kakaknya.
"Assalamualaikum bang,, reinata sudah selesai wisuda nya.. papa sama mama kok belum datang?" tanya reinata
"rei.. kamu cepeten ke rumah sakit siloam,, papa sama mama kecelakaan" jawab bang tyo dengan suara serak
"apa bang!!..." ponsel reinata jatuh.
tubuhnya gemetaran,, dia jatuh terduduk dikursi taman.
"papa sama mama kecelakaan... papa sama mama kecelakaan... papa sama mama kecelakaan..." kata-kata itu terngiang ditelinga reinata. Airmata nya jatuh tak terbendung.
Kilatan petir menyambar didalam dadanya, hujan badai dalam hatinya, hancur semua harapan dan kebahagiaannya. hari bahagia reinata seketika menjadi duka, Reinata segera pergi kerumah sakit dijemput oleh lucas yang sebelumnya sudah diberi kabar oleh Tyo.
Bang tyo sudah menunggu reinata di depan rumah sakit sedangkan istrinya dirumah menyiapkan rumah untuk menyambut orang tuanya pulang.
Reinata langsung turun dari motor ketika sampai di rumah sakit. ia berlari... dan sempat terjatuh, reinata mencari dimana keberadaan kedua orang tuanya itu.
"bang.. papa dan mama keadaannya gimana?" tanya reinata cemas dan takut
"kamu sabar ya dek.. ayo masuk dulu" papah bang tyo.
Bang tyo mengajak reinata masuk kedalam rumah sakit, dia mengajak adiknya ke kamar jenazah.
"Kenapa kesini bang,," tanya reinata dengan perasaan takut dan ragu
bang tyo mengajak reinata untuk menghampiri jenazah yang sudah ditutupi kain putih yang penuh dengan darah, Bang tyo yang sedari tadi menahan airmatanya kini sudah tak terbendung lagi,. reinata membuka kain yang menutupi wajah jenazah itu. dengan perlahan dia membuka..
"Mama...!! " pekik reinata
seketika dia jatuh pingsan. Bang tyo membawa reinata ke UGD. beberapa menit kemudian reinata sadarkan diri.
"Mama..mama.. bang mama bang..." teriak reinata
Bang tyo mendekap adiknya yang histeris itu.
"sabar dek.. mama sudah tenang disana.. sabar dek.." tyo menenangkan adiknya
"Mama.. bang,,, huhuhu hiks.." reinata menjerit, menangis keras
__ADS_1
"sabar reinata,, kamu kuat sayang" tyo mendekap erat adiknya itu
Lucas menatap kakak adik itu nanar, dia sangat sedih dan menangis.
"papa..papa mana bang?" tanya reinata seketika ingat akan ayahnya
"papa kritis rei, masih di rawat di ICU" jawab tyo sembari mengusap punggung reinata
"alhamdulillah kalau papa masih hidup" reinata bersyukur papanya selamat dari kecelakaan nahas itu.
Lalu tiba-tiba seorang suster datang menghampiri mereka.
"apakah ada keluarga dari pasien Bapak Agung Prastyo?" kata suster itu
"saya anaknya sus,, ada apa ya?" jawab tyo
"mohon maaf mas,, bapak Agung prastyo barusaja meninggal dunia" kata suster itu
"Innalillahiwainnailaihirajiun.. " bang tyo menangis dalam diam.
Sementara reinata yang mendengar kabar itu kembali pingsan.
"Lucas,, tolong jaga reinata dulu. aku mau ngurus papa dan mamaku" kata bang tyo
"iya mas,, yang sabar ya mas..huhuhu" Lucas menepuk bahu bang tyo seraya menangis.
Bang tyo meninggalkan adiknya yang terbaring lemah. Bang tyo akan mengurus jenazah kedua orang tuanya.
Sungguh jiwa dan raga reinata terguncang mendapati kenyataan bahwa kedua orangtuanya meregang nyawa dalam kecelakaan saat perjalanan ke acara wisudanya.
Reinata menyalahkan dirinya, dia memukul-mukul dadanya dan kepalanya. dialah penyebab kematian kedua orangtuanya itu. Reinata menangis sejadi-jadinya dipelukan Lucas, reinata pingsan berkali-kali.
########################
Prastyo POV
Sementara itu di lobby ada beberapa polisi sedang mencari bang tyo.
"Selamat siang saudara prastyo?" tanya salah satu petugas kepolisian
"iya pak saya, " jawab tyo
"saya kesini ingin menyampaikan bahwa kecelakaan yang dialami bapak dan ibu prastyo adalah sebuah kecelakaan tabrak lari. Kami sudah mengumpulkan informasi dari beberapa saksi namun tidak mengetahui jelas siapa yang menabrak mobil orangtua mas." jelas petugas polisi itu
"jadi tersangkanya belum ketemu pak? orangtua saya keduanya sudah meninggal pak. saya sudah ikhlas" kata tyo sedih
"Kami akan terus mencari informasi tentang tersangka penabrak mobil itu mas, " sambung petugas polisi itu
"terima kasih pak, kalau begitu saya mau urus jenazah orangtua saya" tyo menjabat tangan petugas polisi itu. Dia tidak berharap banyak kepada Mereka, Tyo sudah mengikhlas kan semua yang terjadi padanya .
"siap mas, kami permisi dulu" pamit petugas polisi itu meninggalkan bang tyo.
__ADS_1
*Papa sama mama udah tenang disana,, siapapun penabraknya semoga Allah memberikan hidayah* doa tyo dalam hati
Bang tyo kembali mengurus administrasi rumah sakit agar jenazah kedua orangtuanya segera di semayamkan.
##########################
Reinata POV
Sementara di ruang UGD
Reinata sadar dari pingsannya. Lucas dengan sigap membangunkan tubuh reinata.
"Hati-hati rei,," papah lucas dengan perlahan
"Lucas.. papa mamaku.. hiks" reinata kembali bersedih
"iya rei,, aku sudah tahu. kamu yang sabar ya..." lucas terus menenangkan sahabat nya itu
"bang toyib mana?" tanya reinata
"bang tyo lagi ngurus jenazah papa mamamu,, kamu disini aja,, kamu lemes" bujuk lucas
"aku pingin ketemu papa mama untuk terakhir kalinya Cas" pinta reinata
"iya rei,, kamu kuatkan dulu hatimu dan badanmu ya.. tak anter kamu kesana" Lucas mencoba bersikap tenang walaupun sebenarnya dia juga ingin menangis sekeras-kerasnya.
Reinata turun dari ranjang perawatan, lucas membantu memapah reinata.
Reinata tidak melepaskan pelukannya pada lucas, dia takut akan pingsan lagi.
Langkahnya semakin berat saat mendekati area kamar jenazah, reinata takut untuk masuk kedalam.
Lucas meyakinkan reinata, dan menguatkan reinata.
Tangis reinata kembali pecah melihat jenazah kedua orangtuanya sudah dimasukkan dalam peti. Lucas memeluk reinata dan mengusap air matanya,, Hari itu adalah hari yang sangat menyedihkan sekali untuk Reinata.
Peti Jenazah kedua orangtua mereka sudah dimasukkan dalam liang lahat, Reinata terduduk lesu ditemani lucas. sedangkan bang tyo bersama dengan istrinya, reinata sudah tidak menangis lagi. Mungkin airmatanya sudah habis tak bersisa, Matanya sembab dan pandangannya kosong. Lucas Masih disisi reinata, menenangkan reinata, memeluknya.
Sedangkan tyo berkali-kali mengusap pusara kedua orangtuanya, dia masih tidak menyangka jika secepat ini mereka menjadi yatim piatu.
Adinda selalu berada di sisi tyo dan menyemangatinya. Gerimis turun mengiringi kepergian kedua orang tua reinata.
"Mama dan papa, Terima kasih sudah membesarkan rein dan menyayangi rein. Maafkan reinata jika selama ini belum membahagiakan kalian. Doakan rein dari sana ya,, reinata bisa kuat. " Reinata berdoa agar kedua orang tuanya tenang dan bahagia.
Lalu mereka berempat meninggalkan pusara mama dan papa mereka.
.
.
.
__ADS_1