Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Prolog


__ADS_3

Cynthiara Mahadewi adalah salah seorang Mahasiswa di sebuah Universitas di kotanya.


Dia adalah orang yang sangat baik pada orang yang menurutnya baik. Dia tipikal orang yang cerewet jika menyangkut dengan orang-orang yang dia sayang. Dia adalah orang yang suka nyeleneh jika sedang bercanda dengan teman-temannya.


Namun jika dia serius, maka ngga akan ada yang percaya sama dia, karena dia itu orangnya nyeleneh. Sekali sompral tetep aja sompral.


Dia sangat suka membaca buku novel atau cerita-cerita lainnya, yang penting itu buku adalah buku cerita.


Dia adalah seorang yatim piatu, kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan beruntun di sebuah jalan raya, ketika dia berumur 15 tahun.


Sejak saat itu, Tia hidup sendiri karena tidak ada kerabat yang mau menampungnya, dikarnakan keluarganya yang serba kekurangan. Dia menyisihkan waktunya untuk kerja part time untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.


Dia sekolah pun hanya mengandalkan modal kecerdasan nya saja, hingga dia mendapatkan beasiswa sampai masuk Universitas ternama di kotanya itu.


Hingga suatu hari,,


"Tia habis ngampus lu mau kemana?" tanya Arvin teman satu fakultasnya.


"Kehatimu,, eaakk!!" jawab Citra sahabat Tia.


"Persaan gue kagak ngomong ame lu dah?" kesal Arvin.


"Eh guys, katanya di kampus kita ini ada sebuah ruangan yang gak di buka-buka loh, dari pertama kampus kita berdiri tu ruangan kagak dibuka, di kunci terus." sahut Fika salah satu sahabat Tia yang kerjanya jadi biang gosip di kampus.


"Eh lu mah gosip Mulu Fik" celetuk Tia yang sedang baca novel yang baru kemarin beli.


"Ini mah bukan gosip yah, tapi fakta. kalian tau kan guys, di taman belakang yang katanya angker itu, kan ada satu ruangan yang selalu di kunci. katanya itu ruangan di dalamnya ada harta karun yang tak ternilai!!" ucap Fika menggebu² saat menyebutkan harta.


"Yah paling itu hoax" Arvin menimpali. karena diantara teman²nya, dia yang selalu berfikir rasional.


"Mending kita buktiin ajah di situ ada harta atau hanya gudang kosong saja, gimana?" timpal Citra memberi saran.


"Gak ah, gue mau baca ngabisin ni novel ajah daripada ngikutin kalian" Tia tidak setuju karena niatnya ingin menghabisi cerita yang ada di novel yang baru dia beli.

__ADS_1


"Yaudah gini ajah, Tia kamu kan bisa baca novel itu nanti malem, kita ke sananya juga ngga lama ko, gimana?" Citra memberi saran.


"Yaudah deh, serah kalian" pasrah Tia.


"Jadi nanti sore habis ngampus kita ngumpul di taman belakang oke!" kata Fika dengan semangat.


"Eh tunggu-tunggu,, kita nanti buka kuncinya pake apa?" Tanya Arvin penasaran.


"Masalah itu tenang saja, serahkan pada yang ahli" kata Tia menyombongkan diri.


Sore hari pun tiba,,


Ke empat mahasiswa semester tiga itu berkumpul di sebuah taman yang katanya angker itu.


"Guys! hari ini kita akan dapet harta yeyy!!" teriak Fika dengan semangat.


"Ssusssttt!!"


Merekapun pergi ke sebuah gedung tua yang sudah terbengkalai di paling belakang taman itu.


"Udah guys!" teriak Tia pada teman²nya.


Kreekk!!


Mereka membuka pintu besar itu.


"Wuaahhh,,, isinya banyak sekali buku² tua!!" Tia bersemangat mencari buku² yang berisi cerita-cerita menarik.



Dia menyusuri setiap rak-rak tua itu dan menemukan sebuah buku yang menarik perhatiannya.


__ADS_1


Buku itu terletak di sebuah rak yang terpisah dari rak lainnya. Buku tua yang di atasnya terdapat sekuntum bunga mawar merah yang tampak masih cantik dan segar.


'Buku apa ini?' batin Tia.


Tanpa pikir panjang, Tia pun mengambil buku itu dan memasukannya kedalam tas bersama dengan bunga mawar nya.


Dilain sisi..


"Katanya ada harta tersembunyi? mana?" Kesal Arvin sambil menjelajahi setiap sudut ruangan tersebut.


"Huh,, ya mana gue tau, gue juga kata orang" Bela Fika


"Sudah-sudah jangan ribut, dimana Tia?" Citra menengahi mereka berdua dan menanyakan keberadaan Tia.


"Guys!!" teriak Tia dari sebuah lorong rak buku di ujung kiri.


Ketiganya pun menoleh bersamaan.


"Ginama guys, udah ketemu hartanya?" tanya Tia setelah sampai di depan ketiga nya.


"Mana ada harta di tempat kek gini?" kesal Arvin.


"Kalian tau gak sih guys? kalo harta yang dimaksud itu apa?" tanya Tia,,


"yang dimaksud harta itu, ya ini" sambung Tia sambil menunjuk pada rak-rak yang berisi buku tua.


"Gue udah ngambil satu buku yang gue pinjem, kalian mau ngambil ngga? nanti kalo kalian ngambil, balikin nya bareng sama gue, gimana?" tanya Tia.


"Lu ajah deh Ti" kata mereka bertiga.


Mereka pun langsung keluar dari ruangan tersebut dan Tia mengunci pintu itu seperti semula.


Segini dulu guys. Kalo ada kesalahan kata mohon kritik dan sarannya ya, terima kasih,,,

__ADS_1


Silahkan tinggalkan jejak dengan Like, Coment, Vote and Love nya guys,,,,


__ADS_2