
"Bai Jinlong" suara berat nan serak keluar dari mulut pria berjubah hitam itu. Tak lama kemudian, terlihat seringaian kecil dari bibirnya yang sedikit berisi namun seksi itu.
"Kau tunggu saja"
~°~°~°~°~
Bai Jinlong POV
Sudah seminggu semenjak aku pulang dari benua barat, aku libur dari semua pekerjaan dan tugasku. Ini sebagai kompensasi dari Kaisar karena telah membawa penawar racun dari benua barat. Banyak rumor beredar, bahwa aku terluka parah setelah dari benua barat. Namun rumor hanyalah rumor. Aku bahkan tidak terluka sedikitpun.
Sebenarnya, aku sengaja menyuruh seseorang untuk menyebarkan rumor tersebut. Karena aku ingin Dia bahagia dulu. Walau hanya sementara. Aku kembali teringat saat aku berada di benua barat.
'Dasar Bodoh!'
Flashback On
Sudah seminggu setelah putri Xiyue tak sadarkan diri, namun prajurit khusus yang di utus ke benua barat, belum ada kabar. Sebenarnya aku ingin sekali pergi ke benua barat untuk mencari penawar itu. Namun, Kaisar sudah memerintahkan para prajurit khusus yang tidak pernah mendapat kekalahan.
Juga karena banyaknya tugas yang menumpuk di ruang kerjaku. Entah itu dari pekerjaan ku dari seorang Jendral Besar, juga pekerjaan sebagai seorang Kaisar Naga. Sungguh merepotkan. Jika boleh memilih, aku hanya ingin jadi lelaki biasa saja.
Setelah beberapa jam aku berkutat dengan pekerjaan ku, ada seseorang yang datang berkunjung. Ternyata dia adalah seorang pelayan pribadi Kaisar. Dia mengatakan bahwa Kaisar memanggilku ke istana.
Setelah sampai di ruang kerja Kaisar, Kaisar memintaku untuk pergi ke benua barat, mencari penawar racun. Beliau juga mengatakan bahwa para prajurit khusus yang beliau kirim, telah meninggal karena hewan buas. Namun aku tidak percaya dengan begitu mudah. Karena, para prajurit khusus itu akan bisa menghadapi, walau hewan buas terbuas sekalipun. Karena aku lah yang melatih mereka.
Akupun langsung mengiyakan permintaan Kaisar. Sekalian menyelidiki kasus ini. Juga, entah kenapa aku merasa begitu peduli pada Putri Xiyue. Padahal, aku sangat tidak suka pada manusia berjenis kelamin perempuan. Kecuali ibuku dan nenekku, tentu saja. Namun, entah kenapa gadis konyol itu telah membuatku sedikit berbeda? Entahlah,,
Esoknya, aku pergi berdua saja dengan Da Ming. Dengan menunggangi kuda. Di dalam perjalanan sangat lancar. Hanya memiliki waktu 3 hari untuk sampai benua barat, itupun tanpa istirahat. Hanya istirahat untuk makan dan mandi. Juga mengistirahatkan kuda kami.
Kami memasuki hutan tempat tumbuhnya tanaman Redics. Tanaman itu terdapat di pedalaman hutan. Kami memasuki hutan yang rimbut serta banyak tanaman ilalang yang menghalangi jalan kami. Kamipun terpaksa berjalan kaki, karena jika menggunakan kuda, itu tidak mungkin. Karena jalanan Sanga terjal.
Beberapa jam kemudian, kami menemukan banyak tanaman Redics dan tanaman obat lainnya. Namun kami hanya mengambil beberapa lembar daun tanaman itu. Kamipun kembali ke tempat dimana kuda kami di ikat.
"Yang Mulia sepertinya sedari tadi kita di hutan ini, kenapa tidak ada hewan buas mendekat? Apakah rumor tentang hewan buas itu bohong?" Da Ming menanyakan hal itu padaku.
"Percaya pada rumor." ucapku singkat.
"Tapi yang mulia, masalah prajurit khusus itu gimana?" dia kembali bertanya.
Ternyata otak bodohnya belum berubah ya dari dulu. Padahal, untuk apa aku membawanya kemari jika aku sendiri dapat dengan mudah mengambil tanaman itu.
"Yang mulia, sepertinya ada sesuatu yang tidak beres disini. Meninggalnya para prajurit khusus, pasti bukan karena para hewan buas yang bahkan tidak ada di sini. Kita harus menyelidikinya! Untung kau membawa aku. Aku pasti akan menyelesaikan kasus ini dengan mudah!" ucapnya dengan nada menyombongkan diri di akhir kalimat.
"CK! Bodoh!" ucapku.
Sesampainya di tempat kuda, kami tanpa membuang waktu langsung pergi. Sebenarnya, aku tidak akan benar-benar pergi dari benua itu. Aku memperhatikan sekitar. Kami pergi tidak terlalu buru-buru seperti saat pertama kami berangkat.
__ADS_1
Setelah satu hari perjalanan kami kembali. Kami melewati rumah para penduduk pribumi di sana. Aku terus memperhatikan sekitar. Namun tidak ada hal yang mencurigakan. Kami istirahat sebentar disana, lalu melanjutkan perjalanan.
Kami melewati hutan terpanjang yang berada di benua barat, namanya hutan long forest. Sekitar 2 hari penuh, jika di tambah dengan istirahat, kami keluar dari hutan ini. Namun di tengah perjalanan, kami di hadang oleh sekelompok orang memakai pakaian jubah hitam merah, dengan topeng setengah wajah.
Di tengah kelompok itu, ada dua orang memakai jubah hitam biru, serta topeng setengah wajah berbeda dari yang lain. Aku yakin, mereka berdua adalah pemimpinnya.
"Yang mulia, sepertinya mereka yang membunuh para prajurit khusus." Da Ming berkata sambil menunjuk mereka dengan santai. Ya, Da Ming bisa saja membunuh mereka hanya dengan tangan kosong saja, makanya dia sesantai itu.
"Kalian tidak bisa keluar dari hutan ini dengan mudah!!" ucap salah satu pemimpin kelompok itu, menggunakan bahasanya, namun kami mengerti.
"Memangnya apa hak kamu!" balas Da Ming.
"Hahahaaa hak? Apa peduliku!!" jawab pemimpin yang satunya.
"Kau!! Siapa pemimpin kalian! Dan apa tujuan pemimpin kalian menyuruh kalian menghadang kami!!" Teriak Da Ming lantang.
"Kau tidak perlu tau! Yang perlu kau tau, temanmu adalah incaran pemimpin kami, untuk kami musnahkan!!" Jawab pemimpin yang satunya.
"Musnahkan heh? Silahkan saja kalo bisa" ucapku menantang mereka.
"Kurang ajar!! Serang!!" perintah kedua pemimpin itu.
Maka, terjadilah perkelahian diantara kami. Da Ming melawan para bawahannya, sedangkan aku melawan kedua pemimpin itu, juga para bawahannya.
Tringg!!
Tringg!!
Jlebb!!
Arghh!!
Jlebb!!
Jlebb!!
Arghh!!
Arghh!!
Perkelahian terjadi dengan sengit selama 2 jam. hanya tersisa kedua pemimpin itu. Kami bertarung dengan sengit, namun salah satu dari mereka menyalakan petasan bantuan. Tak lama dari itu, banyak orang-orang bertopeng yang berdatangan. Bahkan jumlahnya lebih banyak.
Kami terus berkelahi, namun,,
Jlebb!!
__ADS_1
Srekk!!
'Sial!'
Aku terkena tusukan dan sayatan dari pedang mereka. Bahkan Da Ming sudah tak karuan bentuknya. Banyak luka sayatan dan tusukan pedang di tubuhnya. Maka dengan ganas aku menyerang mereka menggunakan pedangku.
Sebenarnya, aku hanya main-main saja dengan mereka. Jika aku ingin, aku bisa membuat mereka menjadi debu hanya dengan sekali kedipan mata. Namun, ini untuk latihan memperkuat ketahanan tubuh saja.
(Wisstt,, so jagoan dia! Dasar Bai Jinlong!!) Sorry guys,, Back to story..
Hingga malam hari, kami baru menyelesaikan pertempuran itu. Mereka tumbang semua, hanya ada dua orang yang berhasil lolos.
"Yang mulia, kenapa kita membiarkan mereka berdua lolos dengan mudah?" tanya Da Ming padaku, dengan wajah kelelahannya.
"Kau akan tau nanti" ucapku dengan seringaian andalanku.
Entah siapa yang membuat ini, tapi aku yakin. Dengan otak bodoh mereka berdua yang lolos, mereka akan melaporkan pada pemimpinnya, bahwa kami terluka cukup parah. Padahal, Aku bisa memulihkan tubuhku seperti semula. Bahkan Da Ming pun sama.
"Dasar Bodoh!" gumamku yang terdengar oleh Da Ming.
"Siapa yang bodoh yang mulia?" tanyanya dengan wajah konyolnya itu. Mengingatkan ku pada gadis konyol itu.
"Kau" jawabku singkat.
Kami pun segera pergi mencari tempat bermalam, karena kelelahan setelah pertempuran tadi.
Pagi pun tiba, kami melanjutkan perjalanan kembali ke Kekaisaran Guang Long.
Flashback Off
~°~°~°~°~
Hallo guys!! Maaf ya kalo di bagian ini kalian kurang ngena. Karena aku masih pemula dan amatir dalam menulis🙏🙏.
Kalo banyak kesalahan pada kata dan kalimatnya, mohon kritik dan sarannya ya😉
Oh ya, dalam satu Minggu ke depan aku gak up dulu ya guys,, soalnya banyak kesibukan di rumah yang harus di selesaikan,,
Nanti Minggu depan, aku janji deh bakal Doble Up✌️ Kalo sempet, bakal Triple Up. Tapi kalo janji mah dua ya🤭🤭
Oke, makasih pada teman-teman yang sudah mendukung novel ini, semoga kalian sehat selalu dan sukses selalu,,🤲🤲
Oh ya, pada teman-teman yang belum aku mampir balik, maaf ya🙏🙏 Belum sempat terus karena ya ini, banyak sekali kesibukan di rumah,, Jadi di tunggu ya😄😄
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya😉😉
__ADS_1