Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Sepuluh


__ADS_3

Nah, seperti itu pertemuan mereka. Hhmm,, sepertinya aku harus menggagalkan pertemuan antara kakak pertamaku dengan Xiao Yinghua.


~°~°~°~°~


Malam hari pun tiba,,


Malam ini, semua orang datang pada pesta perayaan ulang tahun Pangeran Mahkota. Tak terkecuali para rakyat, dan para keluarga kerajaan tetangga. Di malam itu, semua orang berlomba-lomba berpenampilan semenarik mungkin, untuk menarik perhatian lawan jenisnya. Terutama para gadis-gadis, mereka dengan sengaja tampil lebih, untuk menarik perhatian para pangeran dan para tuan muda.


Tak terkecuali dengan Xiyue, dia pun ingin berpenampilan semenarik mungkin, agar dapat memikat para lelaki tampan. Kalian belum tau yah? Xiyue itu sangat suka melihat pria-pria tampan yang manis. Karena di jamannya, dia termasuk fans girl para Oppa Korea.


Tapi, walau begitu, dia berpenampilan sesuai dengan umurnya yang masih balita. Dia ingin terlihat cantik, imut serta manis.


Dia menggunakan gaun imut berwarna biru ke hijauan, seperti warna matanya. Rambut nya yang hitam legam, di urai panjang dengan hiasan mahkota kecil di kepalanya. Sungguh imut dan menggemaskan.


Tia POV


Wuaahhh,,,, malam ini aku sangat imut sekali. Hemm,, jangan terlalu senang dulu, malam ini aku harus menjalankan rencana ku. Aku harus selalu bersama kakak pertamaku.


"Putri, anda sangat imut sekali,, pasti nanti semua orang tak akan berpaling melihat keimutan mu"


"Ah,, Xi'el bisa saja" ucapku sambil bersemu merah. Gimana tidak, orang aku di puji kok, siapa yang ngga akan malu?


"Apakah sudah siap manis?"


"Kakak!"


Ya, orang yang ku pikirkan tadi, malah nongol sekarang, jadi aku tak perlu susah-susah mencarinya.


"Kenapa kakak ada disini?"


"Emangnya gak boleh ya menjemput adik sendiri?"


"Bukan gitu,, ya sudahlah"


Kami pun berangkat bersama menuju tempat acara.


Sesampainya di aula, aku melihat keluargaku sudah ada di tempatnya, namun acaranya belum di mulai. Karena kan pemilik acaranya masih belum datang.


Kamipun langsung memberi hormat pada ayah dan bunda. Setelah itu kami menuju tempat yang di sediakan.


Dan,, acara pun dimulai. Ada berbagai sesi dalam acara ini. Yaitu, sesi pembukaan oleh kaisar, lalu pidato singkat oleh Pangeran Mahkota dan sebagainya. Aku tidak terlalu memperhatikan rangkaian acara ini. Dari tadi, objek ku hanya pada satu orang. Ya,, Xiao Yinghua.


Seperti dalam novel, saat ini Xiao Yinghua tidak memperhatikan rangkaian acara ini, dia sering kali menguap kebosanan. Sebenarnya bukan hanya dia yang bosan, akupun sama. Namun kalo aku, rasa bosan ku teralihkan dengan adanya para pria tampan yang sangat manis dan unyu-unyu gitu.

__ADS_1


Aku tidak selalu memperhatikan Xiao Yinghua. Karena, dari tadi mataku jelalatan melihat para pria tampan yang selalu curi² pandang ke arahku.


Aneh ya, seharusnya kan aku yang curi-curi pandang ke arah mereka. Tapi ini malah mereka nya yang begitu. Kalo aku mah selow. Tanpa harus curi² pandang melihat mereka, karena kan aku masih kecil, jadi mereka tidak akan berfikiran yang aneh-aneh.


Aku terus memperhatikan mereka, hingga tiba-tiba aku merasakan muka di sebelah kiriku panas. Aku mengalihkan perhatian kepada orang yang mungkin sedang memperhatikan ku secara langsung.


Disana, di tempat para pejabat kekaisaran tepat di barisan ke dua, terdapat seorang 'anak' laki-laki yang terus memperhatikan ku. Lalu ku tatap ia secara intens.


'Seorang anak kecil, berdiri di tempat para pejabat? Apakah dia anak dari salah satu pejabat itu? Ah tidak-tidak, kalo dia anak dari salah satu dari pejabat itu, berarti dia duduknya di tempat para anggota keluarga para pajabat, ini mah kan bukan. Apakah dia,, ah iya! kayaknya dia si jendral muda sang protagonis pria deh, dilihat dari ciri-cirinya. Tapi, kenapa dia selalu memperhatikan aku? harusnya kan sang protagonis wanitanya, Xiao Yinghua. Apakah aku salah berpakaian? atau,, hemm,, sepertinya dia terpesona oleh keimutan ku deh🤭🤭,, Kalo gitu aku harus sering-sering tebar pesona deh. Huh,, makin banyak yang jadi fansku,, Heheheee😁😁' ucap ku dalam hati sambil tersenyum-senyum tak jelas.


"Khemm!"


Akupun langsung tersadar dari senyumanku yang tak jelas, saat mendengar deheman dari kakak ke empat ku.


"Hehehe" aku balas dengan kekehan saja.


Akupun langsung menghiraukan tatapan si jendral muda itu. aku memakan manisan dan kue-kue yang di suguhi di atas meja.


Dan sekarang adalah sesi penobatan. Kakakku dengan gagah berdiri di altar penobatan, di bawah sinar rembulan, dia mengucapkan sumpah setianya pada negara lebih tepatnya pada Kekaisaran Guang Long.


Setelah penobatan itu selesai, barulah di mulai sesi memberikan hadiah ulang tahun. Satu persatu dari mulai Kaisar dan Permaisuri para Pangeran, dan saatnya aku memberikan hadiah.


"Selamat Ulang Tahun Kakak Peltamaku, Kak Guojia,, semoga panjang umul dan sehat selalu. Selalu di belkati oleh Tuhan, dan selalu amanah dalam menjalankan tugas sebagai Pangelan Mahkota Kekaisalan Guang Long." Ucapku, sambil memberikan hadiahnya lewat Xi'er.


"Terima kasih adikku, Putri Xiyue'er"


'Ah! Sekarang adalah waktunya aku menjalankan rencana. Pertama, aku harus memperhatikan kakakku. Aku gak boleh kecolongan!'


Aku terus memperhatikan kakakku, dia sedang berbincang-bincang dengan para tamu. Lalu ku alihkan pandanganku kearah Xiao Yinghua, namun dia sudah tidak ada di tempatnya. Aku melihat ke sekeliling aula, namun dia tetep tak ada. Akupun melihat ke tempat dimana kakakku berada, namun diapun tidak ada! Aku bergegas keluar dari aula untuk mencari kakakku.


'Aku harus mencarinya di taman!'


Aku melihat sekeliling taman, namun tidak juga menemukan kakak pertamaku. Danau, ya di danau kayaknya. Akupun menyusuri jalanan setapak ini menuju danau. Dan benar saja! aku menemukan mereka!


'Waduh!! gaswat,, aku kurang gercep! duhh,, gimana ya?? Apa aku harus jadi orang ke tiga diantara mereka?'


Saat aku akan menuju ke tempat mereka, ada yang menahan pundakku. Sontak aku menoleh ke belakang. Dan What's?? Kalian tau siapa yang ada dibelakang ku? Dia,, dia si jendral muda Bai Jinlong!!


"Apa yang putri lakukan disini?"


"Ah, i, itu?" Aku tergagap. Aku bingung harus menjawab apa?


"Putri sedang mengintip mereka ya?"

__ADS_1


"Ti, tidak! siapa yang mengintip?! Olang aku sedang jalan-jalan di sini!"


"Oh kalo begitu, kebetulan. Aku juga sedang mencari angin. Jika putri berkenan, bisakah kita jalan bersama?"


'What's!! dia si pemeran utama pria mau jalan-jalan dengan aku si pemeran pendukung? Apakah pesonaku terlalu berlebihan, hingga memikat si pemeran utama pria? Tapi,, walau aku ngefans sama dia, tipe cowok aku itu yang tampan dan manis, bukan kayak dia yang bermuka datar dan dingin. Eh, apa aku sudah merusak jalan cerita novel ini? Karena kan seharusnya dia munculnya saat si Xiao Yinghua sedang pergi dari kakakku dengan wajah kesal, lalu mereka berdua tabrakan, dan saling tatap. Huh, sepertinya aku salah merubah alur'


Saat ini, kami sedang berjalan-jalan disekitaran taman. Tapi kalo dipikir-pikir, aku dan jendral muda ini seperti paman dan ponakan. Karena aku yang sangat mungil berumur 3 tahun jalan-jalan denagn anak lelaki berumur 14 tahun, namun memiliki tubuh lebih besar dan tinggi dibanding dengan sebayanya. Ya, tingginya hampir sama dengan kakak pertamaku.


Kami hanya berjalan sambil diam. Aku yang gak tau harus bicara apa, karena dia si jendral muda itu selalu menampilkan wajah datar dan dingin.


'Jadi serasa jalan sama tembok es'


Suasana sangat canggung menurutku, karena kita hanya berjalan mutar-mutar taman tanpa henti.


'Ni orang kagak ada capek nya apa? dari tadi jalan kagak pernah berhenti. Aku capeekkkk!!'


Aku hanya bisa menjerit dalam hati, tidak bisa mengungkapkan nya ke permukaan. Setelah berapa lama hening, dia tiba-tiba mengucapkan beberapa patah kata.


"Putri, apakah anda capek?"


"Emm iya paman!"


UPS!!


Aku dengan spontan mengucapkan kata 'paman'. Dia tiba-tiba berhenti dan melihat kearahku dengan muka temboknya. Aku hanya bisa memasang wajah polos.


'Wajarkan anak kecil berumur 3 tahun tidak bisa mengenali usia orang yang di temuinya. Apa lagi dia tinggi besar fisiknya, pantas dong aku panggil paman?'


Dia tiba-tiba menjongkok di depanku namun membelakangi ku. Aku bingung apa maksudnya? Apakah dia ingin aku naik ke punggungnya?


"Emm paman,,?"


"Naiklah putri, anda akan capek bila berjalan terus"


Akupun dengan hati-hati merangkul lehernya dari belakang, tangan diapun di taro di kedua kaki ku, lalu dia berdiri.


'Wuaw! tinggi sekali ini orang?'


Diapun berjalan melanjutkan jalan-jalan tadi.


~°~°~°~°~


Hallo guys,, hari ini segini dulu ya,, dan maaf kalo makin ke sini ceritanya makin gaje, karena susah banget nuangin imajinasi yang ada di fikiran ke tulisan tuh, jadi sorry ya kalo gak ngena alurnya.

__ADS_1


Oke, makasih pada teman-teman semua yang masih setia di ceritaku,,


dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya 😉😉😉


__ADS_2