
Kamipun pergi menuju aula bareng, namun sebelum ke aula. Kami mampir ke kediaman Sang Putri dulu, untuk menaruhnya ke kasur.
Bai Jinlong POV End
~°~°~°~°~
Di pagi hari yang cerah, di sebuah kediaman yang sederhana namun elegan dan indah. Taman yang luas di penuhi berbagai bunga mawar yang warna-warni, juga terdapat bunga Gardenia dan bunga-bunga lainnya.
Terdapat seorang gadis kecil yang imut sedang menyiram bunga. Ya, dia adalah Putri Xiyue. Hari ini putri Xiyue memakai gaun putih sederhana tanpa riasan berlebihan. Sungguh imut dan manis.
Pagi ini, dia bangun pagi untuk melakukan jadwalnya. Yaitu,
∆ Bangun pagi-pagi, lalu cuci muka, ✓
∆ Menyiram bunga, ✓
∆ Olahraga/Joging Pagi keliling taman kediamannya,
∆ Mandi,
∆ Sarapan bersama keluarga,
∆ Belajar Etika selama 1 jam, setelah itu,,
∆ Happy-happy😄😄
Dan sekarang dia sudah dan sekarang dia sudah melakukan kedua poin itu. Dan sedang bersiap-siap untuk olahraga pagi.
Karena dia masih kecil, dia olahraga yang tidak terlalu berat. Hanya pemanasan, joging keliling taman, dan pendinginan saja.
Oh ya, masalah kemarin, Xiyue sudah melupakannya, karena ketika dia bangun pagi, dia tiba-tiba berada di kamar, dan dia langsung menanyakannya pada sang pelayan, dan mereka menjawab bahwa yang mengantarkan dirinya ke sini adalah kakak pertamanya. Jadi dia tidak mempermasalahkannya.
Setelah pemanasan, dia langsung berlari keliling taman. Pagi ini terasa sangat dingin dan segar. Banyak sekali embun-embun pagi menempel pada tumbuhan.
"Hhaaahhh!! menyegalkan sekali"
Dia berlari santai dan berhenti tepat di ujung taman bunga mawarnya. Dia melihat ada sesuatu yang aneh disana. Diapun menghampiri sesuatu itu. Setelah mendekat, dia dapat melihat bahwa sesuatu itu yang ternyata sepasang anak kucing kembar berwarna putih bersih, dengan bulu yang tebal dan lembut. Sepasang jantan dan betina. Si jantan dengan warna mata hijau berlian dan si betina dengan warna mata biru kristal.
Si Jantan,, ☝️☝️
Si Betina,, ☝️☝️
Xiyue POV
"Wuahh,, ada anak kucing twins yang lucu dan imut! Tapi dimana ibunya? dan sejak kapan di taman kediamanku ada seekor anak kucing?"
__ADS_1
"Hey sayang,, ibunya mana? kalian di tinggalin ya,, uuhh kasian,,"
Aku menggendong kedua anak kucing twins itu, dan membawanya ke kediaman.
"Ya ampun putri, itu anak kucing dari mana dan milik siapa?" tanya Xi'er pada Xiyue
"Xiyue gak tau ini milik siapa, tapi Xiyue menemukan kedua kucing kecil ini di ujung taman"
"Ohh, tapi kalo milik salah satu pelayan,, mana mungkin. Karena kan, para pelayan dilarang bawa hewan peliharaan ke istana. Jadi,, pasti milik salah satu Pangeran,, putri."
"Tapi menulut Xiyue, Kakak-kakak Xiyue pada ngga suka sama kucing, jadi ini kucing siapa dong?"
Aku bingung, sebenarnya ini kucing siapa, dan mengapa ada di taman kediamanku? Atau,, aku harus pelihara saja ya?
"Xi'el,, kalo Xiyue pelihala anak kucing twins ini boleh gak?"
"Terserah putri, kalo putri suka,, tidak masalah"
Akupun senang dengan persetujuan Xi'er.
"Aku mau kasih nama kucing ini. Yang walna matanya hijau, aku kasih nama Glenio(Grenio). Kalo yang walna matanya bilu, aku kasih nama Blues. Gimana menulut Xi'el?"
"Wah,, bagus namanya putri"
Aku yang merasa senang pun, berlari ke kediamanku untuk mandi dan sarapan bersama keluarga. Sekalian mengasih makan kucing juga.
Saat sampai di ruang makan, aku melihat keluargaku sudah kumpul.
"Iya, silahkan duduk putriku" kata ayahku mewakili semuanya.
"Hey, kau bawa apa itu?" kakak ke-tiga ku, kak Fanrong bertanya.
"Ohh, ini anak kucing twins yang aku temukan tadi pagi kak" jawabku.
"Lalu kenapa di bawa ke sini?" kata kak Tian dengan wajah berkerut.
"Xiyue mau kasih meleka makan"
"Ya ampun sayang,, kucingnya lucu sekali" suara lembut itu terdengar. Ya, itu suara bundaku. Beliau sangat cantik dan pengertian.
"Iya bunda. Dan juga meleka masih kecil dan sudah di tinggal sama ibunya. Jadi aku pelihala deh. Bolehkan bunda?" aku meminta persetujuan bundaku.
"Iya boleh, asal kasih makan terus ya kucingnya. Supaya gembul dan lucu"
"Iya bunda!"
"Lung Li,, tolong ambilkan makanan kucing, dan bawa kemari"
"Baik permaisuri"
__ADS_1
Setelah itu, kami makan dengan tenang.
Selesai makan,, aku memasuki perpustakaan pribadiku, untuk belajar etika dan tata krama bersama guruku yang bernama Hao Ning. Aku memanggilnya dengan sebutan Guru Hao.
Setelah selesai,, aku istirahat dengan duduk santai di gazebo taman mawarku, sambil memperhatikan Grenio dan Blues sedang bermain dan berlari-larian.
Xiyue POV End
Ya, seperti itu lah hari-hari Xiyue tinggal di dunia novel ini. Namun, dia selalu menghindar dari protagonis wanita, Xiao Yinghua dan protagonis pria, Bai Jinlong. Alasannya simpel, dia hanya ingin menjauh dulu dari alur novel tersebut dan ingin menjalani kehidupan keduanya dengan tenang dan bahagia.
Dia juga selalu berusaha untuk menjauhkan kakak pertamanya dengan Xiao Yinghua, namun selalu berakhir gagal. Karena, sang kakak sepertinya sudah mencintai Xiao Yinghua.
Tujuh Tahun Kemudian,,,
Hari ini adalah hari bahagia bagi putri Xiyue, karena tepat pada malam nanti adalah hari ulang tahun ke 10 nya. Serta, nanti saat perayaan ulang tahunnya, dia akan mengetes sihir dan elemennya.
Selama tujuh tahun ini tidak ada yang berubah dari sifatnya. Tetap kepo, ceroboh dan konyol?
Oh ya, selama 7 tahun ini dia selalu menghindari para tokoh utama. Namun, selalu saja di waktu yang tidak tepat, dia dan para tokoh utama itu selalu berpapasan. Seperti sekarang ini.
Hari ini rencananya dia akan pergi ke ibukota untuk jalan-jalan. Namun di depan sana, dia melihat sesosok yang tidak asing baginya. Sosok yang tinggi besar, menawan, dengan tatapan matanya yang tajam dan dingin. Sungguh mematikan. Pesona yang luar biasa. Dengan badan tegap dan berotot. Gagah perkasa.
Dan jangan lupakan dengan statusnya yang pemeran utama, yang memiliki kesempurnaan yang diinginkan oleh semua orang. Bahkan, Xiyue pun iri dengan sosoknya yang memiliki aura luar biasa, dan penampilan sempurna.
Xiyue POV
Hallo semua,, sudah lama ya tak jumpa. Sekarang usiaku sudah 10 tahun, eh lebih tepatnya nanti malam adalah hari ulang tahunku yang ke 10 tahun.
Hari ini aku sedang jalan-jalan ke ibukota untuk refreshing. Tapi sialnya, aku bertemu eh, lebih tepatnya didepan sana ada sesosok pria yang aku hindari.
Ya, dia adalah Bai Jinlong, si pemeran utama pria. Sebelum dia menyadari keberadaanku, aku harus ngumpet!
Aku melihat ke sekeliling, dan mataku terpaku pada sebuah kotak kayu di pinggir jalan. Akupun masuk kedalam kotak kayu tersebut yang ternyata adalah tempat sampah! Walau jijik dan bau, aku tetap menahannya dengan menutup hidung dan mulut.
Begitu lama menunggu, akupun mengintip keluar hanya kepalaku saja. Melihat kekanan dan kekiri.
'Huffhh,, syukurlah dia sudah pergi'
Akupun keluar dari tempat sampah itu dengan perasaan lega. Aku melihat ke bajuku yang di penuhi oleh kotoran sampah dan bau busuk.
'Huh! karena dia aku jadi kek gini'
Saat aku akan pergi tiba-tiba,,,
~°~°~°~°~
Hallo guys,, maaf ya kemarin aku gak up,,
Dan sekarang aku up kok, dan makasih ya sama teman-teman yang masih setia di ceritaku,,
__ADS_1
Dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya😉😉😉