Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Sembilan


__ADS_3

"Kita pulang!" dengan datar kakaku memerintahkan para bawahannya.


Aku tau, kalo sudah begini akan sangat susah untuk membujuk kakak keduaku ini. Karena, saat ini dia sangat marah padaku.


~°~°~°~°~


Hari ini adalah hari ulang tahun kakak pertamaku. Lebih tepatnya, nanti malam adalah pesta perayaan ultah kak Guojia. Dan, jangan lupakan dimana pertemuan antar para tokoh dalam novel. Oh ya, ini sudah seminggu semenjak aku dan protagonis wanita bertemu, dan sudah seminggu juga kak Taiyang ngambek.


Oh ya, sejak kejadian itu, aku belum bertemu dengan Xiao Yinghua lagi. Karena, aku dilarang keluar oleh kakak kedua ku. Tapi, bukan Xiyue namanya kalo gak ngelanggar.


Seperti saat ini. Ya, saat ini aku berada di ibukota, lebih tepatnya berada di kedai permen gulali. Tempat pertama aku bertemu dengan Xiao Yinghua, si pemeran utama dalam novel.


Sebenarnya, aku mau mencari hadiah yang bagus untuk kakak pertamaku. Karena, waktu itu aku belum sempat membelinya. Dan sekarang aku mampir dulu ke kedai ini.


"Hemmm,, enak sekali pelmen gulali ini, walau tidak seenak pelmen di duniaku, pelmen ini tetep enak!"


"Oh ya, aku halus membeli apa ya untuk kak Guojia?"


Aku menelusuri jalanan pasar itu, namun pandanganku jatuh pada seorang kakek tua yang sedang jualan barang antik? mungkin, namun sangat sepi pengunjung, atau mungkin belum ada yang berkunjung?


Aku sangat kasihan melihat kakek tua itu, yang sudah renta namun harus tetap bekerja. Akupun menghampirinya.


"Pelmisi kek, kakek jualan apa?"


"Ohohoo,, selamat datang *** di kedai kakek,, ini kakek jualan pernak pernik dan berbagai macam belati ***. Cucuk mau beli yang mana?"


Akupun melihat-lihat barang jualan kakek itu, namun mataku terpaku pada sebuah benda yang sudah tua, namun kelihatan bagus dan tajam.


"Emm,, kek belati ini belapa halganya?"


"Hohohoo,, pilihan yang bagus ***, belati ini kakek dapat dari kerajaan barat saat kakek masih muda. Dan katanya belati ini sangat tajam, jika cucuk mau cucuk bisa membelinya. Dan harganya,, karena sudah tua, harganya hanya 5 tael emas ***"


"Wuahh,, aku mau beli yang ini kek!"


Dengan semangat aku membayar belati itu pada kakek. Akupun mengambil kotak kayu yang berisi belati kembar. Ya, belati itu adalah belati kembar. Berwarna biru dan sangat tajam.



"Oh ya ***, karena cucuk pelanggan pertama kakek. Kakek akan memberikan bonus untuk cucuk."


Lalu kakek itu mengeluarkan sebuah kotak kayu persegi panjang. Yang memiliki ukiran-ukiran indah dan rumit.



"Wuahh,, makasih kek☺️☺️"


"Iya, sama-sama,, coba kamu buka ***"


Akupun langsung membukanya. Dan,,


"Wuahh kek!! ini sangat indah! Makasih banyak ya kakek!" Ucapku bersemangat.

__ADS_1


Yah, di dalam kotak kayu itu terdapat sebuah kalung kristal biru yang sudah tua dan rantainya sudah sedikit karatan, namun terlihat sangat cantik dan indah.



"Hahahaaaa iya ***, coba kamu pakai"


Akupun langsung memakainya, namun kalung yang tadinya kebesaran di leherku dan yang tadinya karatan, sekarang berubah jadi pas di leherku yang kecil dan berubah jadi baru lagi. Sungguh luar biasa.


"Makasih banyak kek!"


Namun saat aku menoleh, kakek dan kedai itu sudah tidak ada, lebih tepatnya menghilang!


'What's!! Kemana kakek dan kedainya? apa jangan-jangan tadi aku bicara sama hantu? tapi kalo hantu, seharusnya kalung kristal dan belati ini juga menghilang? Tapi,, Sudahlah,, aku pusing! Yang penting sekarang aku sudah dapet hadiah buat ultah kakak!" batinku


Karena aku sudah dapat hadiah untuk kakakku, akupun segera kembali ke istana sebelum disadari oleh kakak keduaku.


Sesampainya di istana,,


Aku langsung menuju ke kediamanku. Sesampainya disana, aku melihat Xi'er sedang tiduran di kamarku dengan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Ya, aku yang meminta Xi'er untuk menyamar jadi aku, dan pura-pura sedang tidak enak badan.


Padahal, ukuran tubuhku dengan tubuhnya jauh sangat beda. Tapi, ya mau gimana lagi, demi mencari hadiah untuk kakakku, aku sampe nekat.


"Xi'el,," ucapku seraya berbisik padanya.


"Ah, putri kau sudah kembali?" sambil mengintip dibalik selimut.


"Iya ini aku, makasih ya Xi'el udah mau bantu Xiyue"


"Oh ya, putri apakah putri sudah membeli hadiah untuk Pangeran?"


"Sudah, oh ya Xi'el ini tolong di bungkus pake kain ya, telus nanti saat pelayaan itu, Xi'el kasih ke Xiyue"


"Baik Putri, kalo bagitu saya permisi,,"


Aku hanya mengangguk saja.


Hmm,, nanti gimana ya? Aku harus membuat rencana untuk kakakku. Agar dia tidak jatuh cinta pada pemeran utamanya, karena kalo dia jatuh cinta, kekaisaran ini akan hancur. Dan akupun akan meninggal.


Aku gak mau, hanya karena keegoisan kisah cinta novel ini, membuat sebuah negara hancur. Apalagi, sekarang aku sudah memiliki keluarga baru yang sangat menyayangiku, dan akupun menyayangi mereka. Aku gak mau mereka kenapa-kenapa. Aku harus melindungi keluarga, yah,, harus.


Baiklah, mari kita catat dulu pada bagian novel dimana sang para tokoh saling bertemu.


Cerita dalam novel,,


Malam ini adalah malam perayaan ulang tahun Pangeran Mahkota Kekaisaran Guang Long. Seluruh rakyat di perkenankan hadir, karena perayaan ini dilaksanakan di luar ruangan atau kita sebut Aula Outdoor, *yang sangat luas dan megah.


Seluruh keluarga bangsawan pun dengan antusias menghadiri perayaan ini. Bahkan, Kaisar Guang Zhengyi mengundang kekaisaran dan kerajaan tetangga. Bisa disebut, perayaan ini adalah perayaan termegah di tahun ini. Karena, bukan hanya perayaan ulang tahun, ini juga adalah perayaan penobatan pangeran pertama jadi Pangerang Mahkota sah*.


Disebuah kediaman Perdana Menteri Xiao, keributan terjadi karena para putri sang perdana menteri yang sibuk memilih gaun yang akan dipakai ke pesta, serta tet*k bengk nya. Kecuali satu orang yang dengan santuy nya tiduran di kasur, tanpa memikirkan semuanya.


Ya, dia adalah putri sah sang perdana menteri yang bernama Xiao Yinghua.

__ADS_1


"Nona, anda ingin memakai gaun yang mana, akan hamba carikan, kalo perlu akan hamba jaitkan sekalian" tanya seorang gadis yang berusia sekitar 13 tahunan.


"CK! kau tidak usah ikut ikutan rusuh Mei, aku tidak akan menggunakan gaun-gaun yang ribet itu. Aku lebih suka pakaian laki-laki yang simpel itu"


"Nona, kau tidak boleh bicara seperti itu, kau harus menggunakan salah satu gaun ini, kalo tidak, hamba takut,,"


"CK! baiklah. Terserah kau saja Mei. Dan oh ya, pilihkan aku gaun yang sederhana dan gampang buat melangkah saja"


"Baik nona*"


Malam haripun tiba,,


*Seluruh keluarga perdana menteri Xiao memasuki aula tempat perayaan itu. Tak terkecuali Xiao Yinghua, diapun masuk ke aula tempat perayaan itu.


Setelah itu, masuklah para keluarga Kekaisaran. Dan perayaan itupun di mulai. Xiao Yinghua yang merasa bosan pun sering kali menguap. Setelah sekian lama, setelah penobatan dan memberikan hadiah selesai, Xiao Yinghua keluar aula menuju taman kekaisaran.


Dibawah sinar rembulan, dia menyusuri jalanan setapak yang ada di taman itu. Setelah sekian lama berkeliling, dia berhenti di sebuah danau buatan yang dipenuhi dengan bunga teratai warna warni.


Dia duduk dengan mencelupkan kakinya ke danau, sambil bernyanyi lagu yang ada di dunianya.


"Suaramu sangat bagus"


tiba-tiba sebuah suara terdengar, sontak Xiao Yinghua menoleh ke belakang. Dan ternyata ada seorang laki-laki yang berdiri di belakangnya.


Xiao Yinghua hanya diam, karena dia tidak merasa harus menjawab. Namun, laki-laki itu malah ikut duduk. Xiao Yinghua hanya melirik tanpa minat padanya.


"Oh ya, lagumu sangat aneh, bahasa apa yang kau gunakan? aku baru mendengarnya. Oh ya, kamu putri sah perdana menteri Xiao ya, Xiao Yinghua. Kenalkan, namaku adal-_"


"Pangeran Mahkota Guang Jin Guojia"


Perkataan lelaki itu yang tak lain adalah Pangeran Guojia di potong oleh Xiao Yinghua. Bukannya marah, Pangeran Mahkota malah terkekeh geli.


"Heheheee, kau sangat lucu sekali nona Xiao, ternyata kau berbeda sekali dengan rumor yang beredar ya"


Xiao Yinghua pun langsung berdiri memberi hormat dan langsung pergi. Bukan maksud tak sopan, hanya saja dia merasa kesal dengan tingkah pangeran Mahkota yang so akrab itu.


Dia berjalan sambil berkomat-kamit menyebut semua nama binatang yang ada di kebun binatang. Karena tidak memperhatikan jalan, Xiao Yinghua menabrak sesuatu*.


Brugh!!


Xiao Yinghua yang tidak siap pun hanya bisa pasrah jika pantt cantiknya mencium lantai. Namun, setelah sekian lama, dia tidak merasakan apa-apa. Saat membuka mata, terlihat lah seorang pria yang sangat tampan menolongnya. Dibawah sinar rembulan, mereka berdua saling bertatapan dengan pandangan yang,, entahlah...


Hanya mereka yang tau*.


Back to storry,,


Nah, seperti itu pertemuan mereka. Hhmm,, sepertinya aku harus menggagalkan pertemuan antara kakak pertamaku dengan Xiao Yinghua.


~°~°~°~°~


Hallo guys,, hari ini segini dulu ya, dan jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya😉😉

__ADS_1


__ADS_2