Masuk Dunia Novel

Masuk Dunia Novel
Tujuh


__ADS_3

Setelah aku keluar dari kedai itu, aku merasa senang. Aku pun langsung berlari dengan gembira mencari kedai permen gulali. Kalo masalah uang, tenang saja. Aku sudah di kasih beberapa tael emas oleh bundaku saat kami akan berangkat.


~°~°~°~°~


Aku menelusuri jalanan pasar ibukota yang ramai. Aku berjalan sambil bernyanyi ria.


"Syalalalala ya hiya kutet,, syalalalala ya hiya kutet,, syalalalala ya hiy--_,,"


"Tolong!!"


Saat aku melewati gang sepi, aku mendengar seseorang berteriak minta tolong. Aku yang udah level akut keponya, langsung berjalan menuju ke asal suara.


Aku bersembunyi di balik semak-semak, dan melihat apa yang sedang terjadi.


OMG!!


Ini adalah salah satu adegan dalam novel yang aku lupa apa judulnya, dan di bagian ini adalah awal pertemuan antara Protagonis Wanita dan Protagonis Pria.


Dimana sang protagonis, Xiao Yinghua sedang lewat gang ini dan menolong seorang wanita tua yang sedang di rampok oleh para perampok. Dan pada saat itu juga, sang protagonis pria, Bai Jinlong yang sedang lewat, melihat aksi Xiao Yinghua dan jatuh cinta pada pandangan pertama.


'Wuaahhh!! bakalan seru nih, liat adegan novel live di depan mata!!'


Aku sangat semangat menunggu adegan yang ala-ala drama Korea. Namun, setelah lama menunggu, kok Xiao Yinghua belum muncul juga?.


"Tolong tuan,, tolong jangan ambil uang saya,,, itu buat berobat anak saya,, anak saya sedang sakit tuan,, tolong kasihani saya tuann😭😭😭"


"Enak saja!! daripada buat anak kamu yang tidak berguna itu, lebih baik buatku!! hahahahahaaaaaaa!!!"


Waduh! bagaimana ini??


Xiao Yinghua,,, kamu dimana sih?? kasihan nih ibu-ibu nya.


Aku udah gak tahan lagi, masa bodo dengan adegan itu. Aku harus menolong ibu itu. Tapi dengan apa? aku kan masih kecil dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Hhmmm??


'Aha!! aku punya ide'

__ADS_1


Aku pun menghampiri mereka.


"Belhenti!!"


Ucapanku sontak membuat para perampok yang berdiri 3 orang dan ibu-ibu yang menangis itu, menoleh kepadaku.


"Hey anak kecil!! Kami tidak punya urusan dengan anak kecil!! Sebaiknya kamu pergi ke ketiak ibumu!! dasar anak bau s*s*!!" Umpat salah satu perampok itu.


"Ah paman? paman bicala sama siapa?"


"Dengan kamu anak kecil, siapa lagi kalo bukan kamu?!"


"Aku? paman bicala sama aku? Aku kan tidak bicala sama paman, kenapa paman bicala sama aku?"


"Heh? bukannya tadi kamu bicara sama kita ya?"


"Enggak paman! aku tadi sedang mengejal kakak cantik belgaun melah itu, dia bellali ke alah paman dan bibi di sini, jadi aku kejal ke sini. Tapi malah di hentikan sama paman?!" Ucapku pura-pura kesal dengan muka seserius mungkin.


"Apa?! mana ada orang yang lari ke sini, kamu berbohong ya!"


"Apa!!" Sontak para perampok itu melihat ke belakang, lebih tepatnya di balik pohon pisang. Namun, mereka tidak melihat apa-apa.


"Hey anak kecil, apa yang kau maksud itu?! di sana tidak ada orang!" ucapnya dengan nada yang sedikit gemetar.


"Paman gak pelcaya? kalo gak pelcaya, aku panggil aja kakak cantik nya. Supaya paman pelcaya gimana?"


"Jangan!!!" jerit para perampok itu. Aku hanya menahan tawa saja.


"Oh iya bos, katanya di sini pernah ada perempuan yang meninggal gantung diri, dan arwahnya gentayangan!" kata salah satu perampok itu pada bos nya.


"Iya bos, dan katanya lagi. Kalo anak kecil itu bisa melihat hantu bos!!" sahut anak buah kedua.


"Huh?! kata siapa?! Kalian jangan percaya sama anak kecil ini!!" Dia menyangkal ucapan para bawahannya. Namun, tubuhnya sedikit bergetar karena takut.


Selagi mereka sedang berdebat, aku memberi kode kepada ibu-ibu itu untuk pura-pura kesurupan.


"Aarrggghhhhh!!!" Jerit ibu-ibu itu sambil memegang leher nya, dan mendekati para perampok itu.

__ADS_1


Melihat itu, para perampok itu sontak melemparkan uang yang di rampoknya pada ibu itu dan berlari.


"Lariii!!!!!"


"Pffttt,, Hahahahahahahhahahahhaah!!!!!"


Aku dan ibu-ibu itu tertawa terbahak-bahak.


"Heheheheeee,,, makasih ya nak, karena kamu, bibi bisa lolos dari mereka. Bibi bisa membeli obat herbal buat anak bibi" Sehabis tertawa, Ibu-ibu itu berterima kasih padaku.


"Heheee,, iya bi. Lain kali, bibi halus hati-hati yah" Ucapku pada ibu itu.


"Iya nak. Oh ya, kamu mau kemana? kok sendirian ajah?"


"Ohh, itu,, Xiyue baleng kakak ko"


"Oh, dimana kakak kamu? sini biar bibi anter ke kakak kamu"


"Emm,, gak usah deh Vi, kalo bibi mau antel, tolong antel Xiyue ke kedai pelmen gulali"


"Yaudah, ayok nak. Kebetulan, kedai permen gulali itu deket dengan kedai obat herbal"


"Ayok bi"


Akupun pergi bersama bibi itu.


Tia POV End


Dilain sisi,,


"Hhmm,, Menarik" dengan seringai kecil di bibirnya yang tipis.


~°~°~°~°~


Hallo guys, maaf ya aku up nya lama,,


Dan makasih ya yang udah mampir, jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Comment, Vote dan Love♥️ nya ya😄😄

__ADS_1


__ADS_2