
Keesokan harinya,,
Pagi-pagi sekali, aku di mandikan oleh para maid atau pelayan di kediaman bundaku.
Oh ya, aku adalah anak ke-5 dari 5 bersaudara. Dan ke-empat kakakku yang lainnya adalah laki-laki. Jadi, otomatis aku adalah anak perempuan satu-satunya dari keluargaku.
Kakak pertamaku bernama Guang Jin Guojia, yang berarti Cahaya Emas Negara. Dia adalah Putra Pertama sekaligus Pangeran Mahkota.
Dia sangat dingin dan datar pada semua orang, kecuali pada keluarga dan orang kepercayaannya. Dia itu orangnya penyayang dan ramah, namun hanya pada keluarga inti saja.
Usianya baru menginjak 14 tahun, dan sekarang dia sedang belajar di sebuah Akademi yang ada di Ibukota Kekaisaran Guang Long.
Kakak ke-dua ku bernama Guang Taiyang, yang berarti Cahaya Matahari. Dia orang yang hangat seperti namanya, murah senyum, dan ramah pada semua orang.
Dia berusia 10 tahun, namun belum masuk ke Akademi. Karena, pada umur 12 tahun ke atas lah yang seharusnya dianjurkan untuk belajar di Akademi.
Kakak ke-tiga ku bernama Guang Fanrong, yang artinya Cahaya Kesejahteraan. Dia adalah kakakku yang paling 'gila' menurutku. Karena, dia sangat suka sekali melakukan banyak percobaan dan experimen pada makanan.
Dia berumur 7 tahun, dia sangat suka masak. Entahlah, laki-laki kok doyan masak?. Dia sering melakukan percobaan-percobaan dengan resep² masakan buatan dia sendiri. Dan, kakak ke-empat ku lah yang sering dijadikan juri atau orang yang pertamakali mencoba experimen masakannya.
Nah,, dan inilah kakak ke-empat ku. Namanya Guang Wan Tian, yang berarti Cahaya di Malam Hari. Maksud arti dari namanya adalah, dia membawa sumber cahaya di kegelapannya malam.
Dia berumur 5 tahun. Namun jangan salah sangka. Walau dia masih belia, dia adalah anak yang sangat jenius. Di umurnya yang ke-empat tahun, dia sudah bisa menghafal buku sejarah Kekaisaran Guang Long yang tebalnya mencapai 10 cm. Kebayang gak tuh?.
Sungguh, dia sangat pintar. Sepertinya, pada hari pembagian otak, dia baris di bagian pertama. Jadi otaknya sangat berkualitas dan kepintarannya diatas rata-rata. Jadilah dia terkenal dengan sebutannya, Si Pangeran Jenius.
__ADS_1
Seperti yang aku bahas saat perkenalan kakak ke-tigaku, dia selalu jadi orang yang pertama kali mencoba experimen masakan kakak ke-tiga. Dia tidak mempermasalahkan kakaknya melakukan itu, tapi kalo orang lain, maka jangan harap.
Dia itu sangat 'kejam' menurutku. Karena, jikalau dia tidak suka pada sesuatu itu, maka yang keluar adalah sebuah makian yang mengena ke dalam jiwa,, eeaakk. Sorry, lupakan yang itu.
Dia terkenal dengan si mulut tajam. Karena kalau bicara, langsung ke inti atau langsung dengan fakta yang ada, tanpa di saring terlebih dahulu.
Oke, kita lupakan dulu soal si mulut tajam itu, yang sialnya adalah kakak tercintaku.
Kita balik ke cerita.
Hari ini adalah hari perayaan kelahiran ku. Ayahku yang ternyata seorang Kaisar, telah membuat pesta yang meriah dan sangat mewah untukku.
Oh ya, nama ayahku adalah Kaisar Guang Zhengyi dan nama bundaku adalah Permaisuri Zhou Lanhua. Ayahku tidak seperti kaisar-kaisar yang lain, yang memiliki banyak selir. Ayahku sangat setia pada bundaku, sehingga ayahku tidak memiliki satu selirpun.
Bunda memintaku dari ibu asuhku untuk di beri ASI sebelum pergi ke pesta.
"Yang Mulia Kaisar telah tiba!!" teriak pengawal yang menjaga pintu kediaman bundaku, memberitahu bahwa Kaisar yang tak lain ayahku telah tiba.
"Uhhh sayang, anak manisku lagi minum ASI ya" ujar Kaisar saat melihatku sedang minum ASI.
Huhh,, sebenarnya aku malu dengan diriku ini. Sudah berumur 20 tahun, masih saja minum ASI.
Ya mau gimana lagi, setelah berpindah ke sini, aku menjadi bayi lagi.
Oh ya,, mengingat diriku yang bertransmigrasi ke Zaman kuno ini, membuatku bertanya-tanya. Sebenarnya apa maksud dari semua ini?.
__ADS_1
Seharusnya, aku masih berada di rumah kontrakan ku dan tidur dengan nyaman. Awalnya, aku hanya berfikir bahwa aku ini sedang bermimpi. Namun, pas habis bangun tidur tadi pagi, aku masih berada di Zaman ini.
Dan aku baru ingat!!
Saat aku mengetahui nama-nama keluargaku, dari para pelayan yang waktu kemarin sore memandikanku.
Sekarang aku tahu, bahwa aku sekarang berada di dunia novel yang kemarin aku baca!!
Bagaimana mungkin? padahal aku hanya baca novel saja, tidak melakukan ritual yang membawaku masuk ke dunia novel ini?
Kalian masih ingat, dengan novel yang aku ambil dari gudang tua di belakang taman kampusku itu?
Nah, iya! aku masuk dalam novel itu!! dan sialnya, Aku Jadi Pemeran Pendukung dan Kakak Pertamaku jadi Pemeran Antagonisnya!!!
Huhh, bagaimana ini? Aku sungguh frustasi dengan semua ini.
Bagaimana caranya aku kembali???
~°~°~°~°~°~°~
Oke guys, terima kasih pada teman-teman sekalian yang udah mampir di novel pertamaku ini.
Kalo ceritanya kaku atau banyak kesalahan, mohon di maklumi ya,,,
Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, dengan Like, Komen, Vote Dan Love nya ya😉😉
__ADS_1