
Hallo semua apa kabar?π
Hehe maaf ya aku hiatus lama banget, oke mulai sekarang aku akan lanjutin cerita MDN.
Yeayy...!!π
Tapi gak bisa sering up, karena sekarang aku udah kerja, paling antara sabtu-minggu up nya, okeπ
Buat yang kangen dan penasaran sama kelanjutan ceritanya, yuk balik lagi ke cerita MDN, makasih semuaπ
...βββββββ...
Happy Reading..
β’
β’
β’
Makanya dia sangat memusuhi Bai Jinlong hingga ke tulang-tulang. Dia menggunakan Xiao Yinghua juga karena dia mirip sekali dengan selir dari ZhΔ«zΗ. Namun, Xiao Yinghua bukan dari reinkarnasi dari selirnya ZhΔ«zΗ, karena jiwa dari Xiao Yinghua adalah jiwa dari masa depan.
Flashback Off,,
...βββββββ...
Xiao Yinghua POV
'Jadi begitu ceritanya'
Hai semua, sebelumnya perkenalkan namaku Xiao Yinghua. Seperti yang kalian tau, aku adalah Xiao Yinghua jiwa dari dunia modern dan ntah kenapa, tiba-tiba jiwaku nyasar ke dunia kuno ini dan malah merasuki tubuh nona muda Xiao yang tidak di pedulikan oleh keluarganya.
Itu terjadi 7 tahun yang lalu.
Di dunia modern aku adalah seorang idol yang sedang naik daun. Ya, penyanyi dengan grup girl. Bukan hanya itu, aku juga seorang model yang sangat terkenal, bahkan banyak dari para fans ku yang menginginkan agar aku debut jadi aktris.
Karena aku sangat menyayangi para fans ku, bahkan di tambah saran dari para member di grup ku, yang sudah aku anggap sebagai saudari sendiri. Aku pun memulai debut menjadi aktris. Ada satu project film yang akan aku bintangi, dan itu film drama kolosal. Dan aku sebagai peran pendukung saja.
Sebenarnya aku di tawari sebagai pemeran utama, namun aku menolaknya, karena ini adalah pertama kalinya aku menggeluti dunia perfilman. Aku pun takut para fans ku tidak akan puas dan akan kecewa dengan akting ku yang tidak sesuai, jika aku menjadi pemeran utamanya.
Maka dari itu, untuk awal aku lebih memilih menjadi figuran dulu.
Hari itu, aku syuting dari pagi hingga malam.
__ADS_1
Setelah selesai syuting, aku berniat pulang sendiri. Awalnya, managerku melarang ku untuk pulang mengendarai mobil sendiri, tapi aku keras kepala. Jadi aku pulang sendiri, walau dari kejauhan, di belakang mobil ku ada dua mobil bodyguard yang mengikuti.
Setidaknya aku mengendarai mobil sendiri.
Namun sepertinya keberuntungan tidak berada di pihak ku. Maka dari itu, saat lampu merah menyala, ada mobil truk yang melaju sangat kencang dari arah belakang. Menerjang setiap pengendara yang berhenti di lampu merah. Baik itu pengendara roda dua atau roda empat, bahkan pejalan kaki yang sedang menyeberang.
Brakk..!!
Kecelakaan beruntun itu pun terjadi. Bahkan aku dan para bodyguard yang mengikutiku pun menjadi korbannya.
Setelah kecelakaan itu, aku tak sadarkan diri. Ya, dan kalian tahu kelanjutannya. Aku terbangun di tubuh putri perdana menteri yang terbuang ini.
Awalnya aku tidak terima, namun seiring berjalannya waktu, aku bisa menerima semuanya. Bahkan, aku berniat membalaskan perbuatan mereka yang telah menyakiti tubuh gadis yang aku tempati.
Setelah satu bulan berada di dunia kuno ini, aku bertemu dengan seseorang yang sama sepertiku. Dia adalah gadis kecil yang aku jumpai di kedai gulali. Aku ingin bertanya banyak padanya saat itu, namun dia keburu di jemput oleh keluarganya yang tak lain adalah pangeran kedua, yang berarti dia adalah seorang putri yang di rumor kan itu.
Hari-hari berlalu, aku sangat ingin menemui putri itu. Aku ingin bertanya padanya dan ingin bekerja sama agar bisa kembali ke dunia modern. Namun, aku selalu tak bisa berjumpa dengannya. Ya, aku tahu dia adalah seorang putri kaisar. Jadi sangat susah untuk bertemu dengannya.
Jadi, aku mengalah. Aku bisa bertemu dengan dia di lain waktu. Jadi untuk saat ini, aku lebih memfokuskan untuk membalaskan perbuatan mereka yang menyakiti tubuh ini. Ya, dengan menjadi lebih kuat.
Namun, dengan kecerobohanku. Aku malah terjerumus kedalam masalah orang. Ya, masalah seorang penguasa kegelapan. Albert William De Edgar.
Mengingat namanya, aku jadi ingat apa yang ia rencanakan untuk menghancurkan musuhnya. Sebenarnya aku juga merasa sedikit kasihan padanya. Tapi apa peduliku. Bahkan dia tak merasa kasihan sedikitpun padaku!
...βββββββ...
Sedangkan di suatu tempat..
"Jin'er.. " panggilan bernada lembut itu mengalihkan pandangan seorang pria tampan dengan jubah bordiran emas yang megah, dengan simbol naga yang melingkar di setiap sisi lengannya serta punggung jubahnya. Dia adalah sang Kaisar Naga, Bai Jinlong.
Seorang wanita paruh baya yang masih cantik dan anggun di usianya, memasuki ruangan tersebut ditemani oleh seorang pendamping yang menuntunnya dengan lembut, dan penuh kehati-hatian.
"Ibunda" sapanya.
"Jin'er, sudah ibu bilang berkali-kali. Kurangi kesibukanmu dan mulailah cari pendamping yang akan menemanimu nak. Ibunda khawatir sama kamu yang selalu sendiri tanpa memikirkan pasangan. Bahkan banyak sekali orang bermulut longgar yang mengatakan bahwa putra ibunda yang tampan ini adalah seorang pria yang belok." ujar sang ibunda yang khawatir akan putranya itu.
"Hmm.." balasnya acuh.
Bukannya gak sopan atau kurang ajar, dia sendiri sudah bosan dengan nasihat ibunda nya yang hampir setiap hari berbicara seperti itu. Bahkan, dia sudah hafal kalimat selanjutnya.
"Kamu selalu begitu jin'er, kamu tidak mengerti perasaan ibumu. Kau sangat mirip dengan ayahmu yang kaku itu, hm!" balas sang ibu. Lalu segera keluar dari ruang kerja putranya itu.
Sudah dia tebakan, bahkan ibundanya tak pernah mengganti kata-katanya.
__ADS_1
'Dasar aneh' desisnya dalam hati.
"Huhh" helaan nafasnya yang terdengar keras di ruangan yang sunyi itu.
Sebenarnya, bukannya dia yang tidak ingin memiliki pasangan, sebenarnya dia ingin. Tapi hatinya sedang menunggu seseorang. Seseorang yang telah menggerakkan hatinya. Walau hanya dengan tingkah konyolnya.
Mengingat itu, sungguh membuat hatinya berdebar dan tersenyum sendiri.
"Guang Xiyue.." lirihnya dengan senyuman manis yang terukir, walau hanya tipis dan sebentar.
......βββββββ......
"Haatcuh!!"
"Aduh, siapa sih yang lagi ngomongin aku. Sampe bersin-bersin gini" ujar seorang gadis cantik yang sedang duduk di taman akademi di temani sebuah buku di pangkuannya.
"Xiyue'er!" panggilan tersebut membuat gadis itu, yang tak lain adalah Guang Xiyue menoleh.
"Xiaolie sini!" serunya sambil melambaikan tangan.
"Hadehh hah hah! kamu kemana aja? aku cari di perpustakaan gak ada, di cafetaria gak ada! Eh taunya bersembunyi di sini!" balas gadis itu saat sampai di depan Xiyue. Dia adalah Jung Xiaolie. Sepupu jauh Xiyue. Ya, kakak sepupunya.
"Kenapa kau mencariku?" tanya Xiyue.
"Huh, kau di panggil guru. Kamu taulah guru killer itu!" ujarnya menggebu.
"Sstt.. jangan bicara sembarangan. Ini masih sekitar akademi loh, kalo ketahuan kamu pasti di hukum" ujar Xiyue memperingati.
"Udah tenang aja, si killer ada di ruangannya. Lagian dia gak tau artinya killer itu apa, aku juga kalo gak di kasih tau kamu pasti gak akan tau artinya" ujar Xiaolie.
"Memang artinya apa hmm?" tanya seseorang di belakang mereka.
Mendengar suara itu, sontak keduanya menoleh secara bersamaan. Dan terlihatlah wajah datar plus tampan dari sang guru killer itu, yang tak lain adalah Min Yoongi. Guru muda dari negara seberang.
"Alamak!!" ujar keduanya karena kaget.
...βββββββ...
Yeayyy..! akhirnya part ini selesai juga. Makasih ya sama kalian semua yang udah dukung cerita ini.
Aku niatnya mau lanjutin cerita ini. Karena ya, sudah lama terbengkalai..
Jadi, jika ada kesalahan kata dan kalimat, mohon kritik dan sarannya ya guys..
__ADS_1